Catalea Yoora merupakan salah satu dari pewaris perusahaan Rotasi Company. Perusahaan yang bergerak di bidang makanan, bakery, dan kuliner yang sudah membuka cabang lebih dari lima provinsi. Beberapa menit menjelang akad nikahnya Alea menghilang. Gosip yang beredar Alea pergi karena ia tidak mencintai calon suaminya karena perjodohan keluarga. Kecurigaan itu beralasan, karena tamu yang dimaksud ternyata mantan Alea, Zahran Adrian Adiguna. Mantan kekasih yang pernah menjalin hubungan dengan Alea. Namun hubungan itu berakhir karena hubungan keluarga. Akhir-akhir ini hubungan kedua keluarga itu membaik. Tapi kejadian hilang nya Alea berkaitan Erat dengan Zahran. Beberapa orang menduga Alea di culik oleh Zahran karena dendam. Namun sebagian orang merasa alasan hilangnya Alea sangat sederhana ia masih cinta dengan mantan kekasih nya. Motif yang hanya bisa di ketahui publik ketika Alea di temukan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AssaZahara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia di Balik Perjodohan: Kontrak yang Menjual Jiwa
Setelah berhasil melintasi aliran sungai yang dingin dan mencapai pos logistik tua milik mantan supir truk Zahran di pinggiran desa, mereka akhirnya mendapatkan akses ke sebuah laptop yang terhubung ke jaringan dark web melalui koneksi satelit. Di sana, di tengah ruangan yang berbau solar dan debu, Zahran membuka enkripsi dokumen yang selama ini ia curigai.
Alea duduk di sampingnya, matanya menatap layar laptop yang menampilkan deretan dokumen hukum. Saat Zahran membuka folder berjudul 'Proyek Penyatuan Aset', napas Alea tertahan. Itu bukan sekadar dokumen perjodohan. Itu adalah sebuah Kontrak Akuisisi Terselubung.
"Baca ini, Al..," Ujar Zahran menunjuk ke sebuah klausul di halaman ketiga.
Alea membacanya dengan tangan yang mulai dingin. Itu adalah perjanjian antara Rotasi Company dan Pratama Logistics. Ternyata, setahun yang lalu, Rotasi Company mengalami krisis likuiditas yang nyaris membuat mereka bangkrut total akibat kegagalan ekspansi ke pasar luar negeri. Baskoro Yoora, yang tidak ingin kehilangan kendali atas perusahaan warisannya, memilih untuk menandatangani perjanjian rahasia dengan Reynald Pratama.
Perjanjian itu bukan tentang pernikahan yang bahagia. Itu adalah skema debt-to-equity swap yang brutal. Reynald Pratama setuju untuk menyuntikkan dana triliunan rupiah ke dalam Rotasi Company, namun sebagai jaminannya, ia menuntut Alea sebagai 'aset utama' yang akan menggabungkan dua entitas bisnis tersebut secara permanen.
"Mereka ga akan menikahimu karena cinta Al.." suara Zahran terdengar berat.
"Mereka menikahimu karena kamu adalah 'jaminan' yang harus dikuasai Reynald , cuma agar dia bisa mendapatkan hak akses penuh atas seluruh sistem distribusi dan paten produk Rotasi Company."
Mendengar hal itu, Alea merasakan mual yang hebat. Tidak menyangka kalau hidup nya ini akan menjadi Drama kehidupan yang kebanyakan ada di sinetron.
"Jadi... selama ini aku hanyalah agunan? Seperti tanah atau bangunan yang digadaikan ke bank?"
"Lebih buruk dari itu," jawab Zahran sambil menutup laptop dengan kasar.
"Dalam kontrak ini tertulis bahwa jika pernikahan tidak terjadi dalam tenggat waktu yang ditentukan, seluruh aset Rotasi akan disita oleh Pratama Logistics dalam tempo 24 jam. Itulah alasan kenapa ayahmu begitu panik saat kamu menghilang. Dia bukan takut kehilangan kamu sebagai anak. Dia takut kehilangan perusahaan karena kontrak ini akan dinyatakan gagal demi hukum."
Alea menyandarkan kepalanya ke dinding ruangan, matanya menerawang kosong. Rahasia itu terasa jauh lebih menyakitkan daripada rumor bahwa ia tidak mencintai Reynald. Ayahnya, pria yang selalu ia anggap sebagai pahlawan bisnisnya, ternyata telah menjualnya demi menyelamatkan angka-angka di neraca perusahaan.
"Aku selalu berpikir bahwa mereka melakukan ini untuk memastikan masa depanku," bisik Alea, suaranya parau.
"Aku mengira bahwa menjadi istri Reynald adalah cara mereka untuk memastikan Rotasi tetap berdiri. Tapi ternyata, Rotasi hanya berdiri di atas pengorbananku."
Zahran mendekat, memeluk Alea dari samping. Ia bisa merasakan tubuh Alea yang bergetar hebat.
"Sekarang kamu tahu kenapa mereka tidak akan pernah membiarkanmu pergi, Alea. Bukan karena mereka peduli pada moralitas atau pernikahan, tapi karena kamu adalah kunci dari seluruh imperium itu."
"Zahran.., apa yang harus kita lakukan sekarang?" Alea menatap Zahran dengan mata yang memerah. Jiwa nya terasa rapuh seketika, kekuatan nya terasa habis tersedot entah kemana.
"Jika aku kembali, perusahaan Ayah selamat, tapi jiwaku mati. Jika aku tetap di sini, perusahaan itu hancur, dan Ayah... mungkin akan memburuku sampai ke lubang kubur."
Zahran bangkit dan berjalan ke arah meja, mengambil sebuah dokumen lain yang baru saja ia unduh.
"Kita tidak akan kembali, tapi kita juga tidak akan membiarkan ayahmu hancur begitu saja. Aku menemukan ada celah dalam perjanjian ini. Reynald Pratama melakukan manipulasi audit dalam laporan keuangan yang dia berikan kepada ayahmu saat itu. Dia sengaja membuat Rotasi terlihat lebih kritis daripada yang sebenarnya, agar ayahmu terdesak dan mau menandatangani kontrak gila ini."
"Apa maksud kami Ran..?"
"Reynald menipu ayahmu sendiri," Zahran tersenyum dingin.
"Dia sengaja menjebak Rotasi ke dalam krisis buatan agar bisa mencaplok perusahaan itu melalui pernikahanmu. Jika kita bisa membuktikan bahwa Reynald melakukan fraud dalam audit tersebut, maka kontrak perjanjian itu bisa dibatalkan secara hukum karena adanya unsur penipuan."
"Tapi gimana caranya kita membuktikannya?"
"Kita butuh akses ke server internal kantor akuntan publik yang disewa Reynald," ujar Zahran mantap.
"Dan aku tahu siapa orang yang bisa memberikannya. Dia adalah mantan kepala audit yang dipecat Reynald setahun lalu karena menolak menandatangani laporan palsu itu. Dia sekarang bersembunyi di suatu tempat di Jawa Timur."
Alea tertegun. Rencana ini bukan lagi tentang lari. Ini adalah tentang penyerangan. Zahran tidak hanya melindunginya, pria itu sedang menyiapkan sebuah senjata yang bisa menghancurkan Reynald Pratama dan mengungkap kebusukan di balik perjodohan paksa ini.
"Zahran, apakah ini tidak terlalu berbahaya?"
"Dunia yang kamu tinggali selama ini adalah tempat yang jauh lebih berbahaya daripada hutan ini, Al..," jawab Zahran sambil menatap lurus ke arah Alea.
"Di sana, orang tersenyum padamu sambil menusuk punggungmu. Di sini, setidaknya aku tahu siapa musuh kamu, aku, kita, dan bagaimana cara mengalahkannya."
Alea menarik napas panjang, lalu mengangguk pelan. Ia berdiri, menghapus air matanya, dan menatap cermin retak di sudut ruangan. Bayangan di cermin itu bukan lagi seorang pengantin yang hilang, melainkan seorang wanita yang siap bertarung untuk harga dirinya sendiri.
"Baiklah," kata Alea dengan suara yang lebih stabil.
"Jika aku harus menjadi kunci dari perusahaan itu, maka biarkan aku menjadi kunci yang akan membuka pintu kehancuran bagi Reynald Pratama."
Di luar, angin malam mulai menderu kencang, membawa aroma badai yang akan segera datang. Mereka memiliki tujuan baru, dan untuk pertama kalinya, mereka tahu persis ke mana harus melangkah. Rahasia dibalik perjodohan itu kini telah menjadi bahan bakar bagi api dendam yang akan mengubah peta persaingan korporasi selamanya. Mereka tidak lagi melarikan diri dari takdir; mereka sedang merebut kembali hak untuk menentukan takdir mereka sendiri, apa pun harga yang harus dibayar.