NovelToon NovelToon
PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Tiga tahun setelah perang besar melawan Abyss, dunia tak pernah benar-benar pulih.

Retakan neraka muncul di berbagai penjuru benua, memuntahkan monster, iblis, dan roh-roh jahat yang merasuki manusia.

Rowan Desmond, kesatria terkuat dari Kerajaan Aurelius telah menghabiskan tiga tahun memburu petaka yang tak kunjung berakhir.

Sampai suatu malam Rowan menangkap seorang pencuri bernama Cecilia Landon yang mencuri relik kuno milik kerajaan. Namun Cecilia menyimpan kemampuan besar, dimana ia dapat melihat roh, mendengar bisikan arwah, dan memurnikan kegelapan yang sangat dibutuhkan oleh Rowan.

Rowan akhirnya membuat sebuah perjanjian; Ia akan membantu Cecilia mengumpulkan relik-relik yang diburunya. Sebagai gantinya, Cecilia harus membantu Rowan menghadapi roh-roh yang mengancam seluruh benua.

Namun semakin jauh perjalanan mereka, semakin banyak rahasia yang terkuak, tentang Cecilia yang ternyata terkutuk.

Akankah mereka mampu menyelamatkan dunia atau justru kehilangan satu sama lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17. KUTUKAN

Suasana kamar Permaisuri Seraphina menjadi jauh lebih berat setelah Cecilia mengungkapkan bahwa kondisi sang Permaisuri bukan sekadar kerasukan biasa.

Api perapian yang menyala di sudut ruangan tidak mampu mengusir hawa dingin yang memenuhi kamar.

Kaisar Aurelius berdiri di samping ranjang sang istri. Tatapannya tertuju pada wajah Permaisuri yang tertidur tenang. Terlalu tenang seolah wanita itu hanya sedang beristirahat, dan itulah yang justru membuat Kaisar takut kalau-kalau Permaisuri meninggalkan dunia tanpa disadari.

Namun setelah mendengar penjelasan Cecilia, Kaisar tahu bahwa keadaan sebenarnya jauh lebih mengerikan.

Sementara itu Cecilia mulai berjalan mengelilingi ruangan. Matanya mengamati setiap sudut, setiap perabot, setiap benda. Bahkan setiap helai tirai yang ada di ruangan tersebut.

Rowan memerhatikan sang gadis dengan serius, dna bertanya, "Apa yang sedang kau cari?"

Cecilia tidak langsung menjawab. Ia menyentuh meja rias, memeriksa cermin dengan seksama dan lama, kemudian berpindah ke lemari.

Barulah Cecilia berbicara. "Aku sedang mencari jejaknya."

"Jejak?" Kaisar menoleh.

Cecilia mengangguk. "Jejak energi jahat yang dikirimkan untuk Permaisuri."

Kaisar mengernyit. Lalu mengingat sesuatu yang sejak tadi mengganggunya.

"Apa maksudmu seseorang bisa mengirim roh jahat kepada Permaisuri?" tanya sang Kaisar yang masih belum mengerti.

Pertanyaan itu membuat Cecilia berhenti, ia menoleh dan menjelaskan, "Jauh sebelum Retakan Abyss muncul tiga tahun lalu, roh jahat sudah ada. Kalian mengira roh jahat hanya berasal dari Abyss. Tapi sebenarnya tidak. Sebagian besar roh jahat dulunya adalah manusia."

Mata Rowan sedikit membesar. "Manusia?"

Cecilia mengangguk. "Benar. Manusia yang meninggal dengan dosa yang terlalu berat untuk diampuni langit. Manusia yang dipenuhi kebencian. Manusia yang menolak kematian mereka sendiri, atau mereka yang begitu terikat oleh dendam sehingga menolak menuju cahaya. Mereka kemudian tercemar energi jahat dunia. Dan perlahan berubah menjadi roh jahat."

Kaisar mendengarkan dengan seksama karena informasi seperti ini tidak pernah ia dengar sebelumnya.

Cecilia melanjutkan. "Seperti manusia yang dapat menggunakan sihir dengan memanipulasi energi alam. Manusia juga dapat memanipulasi energi jahat."

Kaisar langsung menatap Cecilia setelah pernyataan itu. Kaisar terlihat sulit mempercayai apa yang baru didengarnya.

"Tunggu. Maksudmu manusia sungguh bisa menggunakan roh jahat seperti menggunakan sihir?" tanya Kaisar.

"Benar," jawab Cecilia.

Ruangan langsung membeku.

Cecilia melanjutkan dengan suara tenang, "Melalui ritual dan pengorbanan darah, manusia dapat membuat perjanjian dengan makhluk dari neraka dengan iblis."

Mata Kaisar langsung menyipit. "Dan sebagai imbalannya?"

"Mereka memperoleh kekuatan untuk menggunakan roh jahat untuk mencelakai orang lain. Kekuatan untuk membunuh tanpa menyentuh korbannya. Atau pesona yang tidak dapat ditolak semua orang sehingga dia dapat berkuasa di tempat yang diinginkan," jawab Cecilia. Suara gadis itu terdengar dingin, seolah sedang menjelaskan sesuatu yang sudah sangat sering ia temui.

"Aku baru tahu kalau manusia bisa memanipulasi energi jahar bahkan para roh," mata Rowan yang tertarik akan informasi yang ia dapatkan ini.

"Kami menyebutnya Kutukan," lanjut Cecilia dengan nada tidak suka ketika menyebutkan kata 'Kutukan' tersebut.

Kaisar dan Rowan saling berpandangan. Untuk pertama kalinya mereka memahami bahwa ancaman yang mereka hadapi mungkin tidak hanya berpusat pada logika semata.

"Tidak banyak orang mengetahui hal ini. Tapi kutukan jauh lebih umum dari pada yang kalian kira. Biasanya orang menganggapnya penyakit atau kecelakaan, atau bahkan nasib buruk. Tapi sebenarnya tidak. Luka yang tidak bisa disembuhkan. Penyakit misterius. Kematian mendadak. Orang yang perlahan kehilangan kewarasannya. Semua itu bisa saja merupakan hasil kutukan," jelas Cecilia seraya memainkan jarinya pada buku-buku di rak.

Rowan menelan ludah, karena jika itu benar maka dunia menjadi jauh lebih mengerikan dari yang selama ini ia ketahui.

Kaisar memandang istrinya. "Jadi, ini adalah kutukan?"

Cecilia mengangguk. "Ya. Tubuhnya sehat. Tidak ada kerusakan, penyakit, atau luka. Tapi jiwanya berada di Alam Arwah. Dan seseorang sedang mencoba mengambil tubuhnya."

Mata Kaisar langsung dipenuhi kemarahan. "Apa maksudmu mengambil tubuhnya?"

Cecilia menjawab dengan serius, "Jika roh jahat berhasil memasuki tubuh Permaisuri. Maka ia akan memakai tubuh itu. Berjalan, berbicara, tersenyum. Dan dia akan berpura-pura menjadi Permaisuri Seraphina. Ini disebut kutukan pemindahan jiwa. Seperti bertukar tubuh."

KRAK!

Pegangan kursi di samping Kaisar retak karena tekanan tangannya. Aura membunuh langsung memenuhi ruangan.

"Siapa ... siapa yang berani melakukan itu kepada Permaisuri Aurelius?" Suara Kaisar terdengar mengerikan.

Tidak ada seorang pun yang menjawab, arena bahkan Cecilia pun tidak mengetahui pelakunya.

"Kita akan mencari tahu," ucap Cecilia lalu berkeliling kembali di ruangan itu. "Tapi sebelum itu. Aku harus menemukan media kutukannya," sambungnya.

Rowan mengernyit. "Media kutukan?"

"Ya. Kutukan selalu membutuhkan jembatan. Suatu benda yang menjadi tempat energi jahat berlabuh. Jembatan antara sang pengirim kutukan dan korbannya. Itulah media kutukan," jelas Cecilia.

Mereka kemudian mulai mencari, termasuk kepala pelayan yang sedikit gemetar setelah mendengar penjelasan Cecilia tentang kutukan dan roh jahat ini.

Lemari.

Meja.

Laci.

Perhiasan.

Buku.

Segala sesuatu diperiksa.

Namun tidak ada hasil.

Sampai akhirnya Cecilia berhenti di sisi ranjang, matanya menyipit ketika melihat sesuatu.

Asap hitam tipi, dan sumbernya berada di bawah tempat tidur permaisuri.

Cecilia langsung berlutut, berniat melihat ke bawah. Namun sebelum ia sempat melakukannyan tangan Rowan menahan bahunya.

"Tunggu."

Cecilia menoleh.

Rowan mengernyit. "Apapun yang kau cari. Biar aku yang mengambilnya."

"Aku bisa mengambilnya sendiri," jawab Cecilia.

"Tidak. Kau melukai harga diriku sebagai pria dan kesatria jika aku membiarkan seorang Lady terlebih seorang Putri merangkak ke bawah tempat tidur?" protes Rowan tegas.

Cecilia hanya berkedip dengan sikap Rowan yang tiba-tiba ini.

"Bangun. Biarkan aku yang mengambilnya." Rowan membantu Cecilia kembali berdiri lalu Rowan menambahkan, "Dan jangan rusak gaun cantikmu."

Cecilia memutar mata. Namun akhirnya menuruti keinginan Kesatria itu.

"Baiklah, Tuan Kesatria," ucap Cecilia.

Rowan terlihat puas, lalu ia berlutut melihat ke bawah tempat tidur.

Beberapa saat berlalu, ia mencari ke berbagai sudut dan meraba bagian bawah tempat tidur itu, tak peduli jika sarung tangannya kotor sekali pun.

Namun tidak menemukan apa pun.

Sampai tangannya menyentuh bagian bawah papan ranjang. Dan merasakan sesuatu menempel di sana.

"Aku menemukan sesuatu," ujar Rowan.

Rowan menarik benda itu keluar lalu bangkit berdiri.

Sebuah kantung kulit kecil.

Tua.

Kotor.

Dan mengeluarkan aura yang membuat bulu kuduk merinding.

Rowan mengernyit, kemudian membuka kantung tersebut. Dan wajahnya langsung berubah saat melihat isinya.

"Apa-apaan ini ..."

Di dalamnya terdapat potongan tulang, rambut manusia, kuku, benang merah yang menghitam. Serta gumpalan benda aneh yang masih berbau anyir darah.

Bahkan kepala pelayan yang melihatnya langsung memucat.

Kaisar sendiri terlihat jijik sekaligus marah.

Cecilia mengambil kantung itu, lalu menyerahkannya kepada kepala pelayan.

"Itu media kutukannya. Sudah jelas. Ada ritual yang dilakukan. Dan darah manusia digunakan sebagai pengorbanan. Kemungkinan besar tidak hanya satu korban jika roh jahat sekuat dan sebanyak itu," kata Cecilia.

Wajah Kaisar menjadi gelap. Karena itu berarti seseorang telah merencanakan semuanya dan artinya ada 'tikus' yang berkeliaran di istana.

"Lalu apa yang harus kita lakukan? Apakah masih ada cara menyelamatkan Permaisuri?" tanya Kaisar.

Cecilia terdiam cukup lama. Sampai akhirnya ia menjawab, "Ada."

Harapan langsung muncul di mata Kaisar.

Namun Cecilia melanjutkan dengan nada berat, "Tapi berbahaya. Sangat berbahaya."

Dan saat itulah untuk pertama kalinya Cecilia menjelaskan tentang ritual yang harus dilakukan untuk memasuki Alam Arwah demi membawa pulang jiwa Permaisuri yang tersesat.

Yang mana akan ada pengorbanan besar jika melakukannya dan juga nyawa yang dipertaruhkan.

1
Septi Wijaya
so emosional tp lega
Hary Nengsih
lega dh gak merasa bersalah lg
Eli Rahma
semangat Lowan..
Wenty Lucia Wardhani
aku terharu sekali😭😭😭
Nisfu Romadhon
/Sob//Sob//Sob/mengandung 🧅🧅🧅ihh k Othor,,,
Archiemorarty: Selanjutnya lebih banyak bawang 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
mengsedih /Cry/Rowan yang kuat ya
Nisfu Romadhon
ishh,,, ikut ngerasain nyesek nya Rowan,,, rindu sedih dan kecewa pada dirinya sendiri,,,hiks/Sweat/
Archiemorarty: Apalagi meninggal karena salah komando si Rowan 😭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aisshh,,, akhir bab mengandung bawang 🧅🧅🧅hiks,,, Rowan teringat paman Colton sang Guru /Sob//Sob//Sob/
Archiemorarty: Nanti bakal lebih banyak bawang 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
hih,,, dasar curang,,,g berani ngadepin Cecil sendirian mesti minta bantuan monster-monster lainnya buat pengalih perhatian,,, Cecil aku mendukungmu,,,kamu pasti bisa 💪💪💪
Archiemorarty: biasa lah yah, pengecut mah gitu 🤭
total 1 replies
Hary Nengsih
lanjut
Archiemorarty: Siap kakak 🥰
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aishh,,, musuh kembali datang
Nisfu Romadhon
aihh aihh,,,baru sadar udah dapat kissing aja Cecil,,, dasar Lowan mengambil kesempitan dalam kesempatan,,, ehh /Chuckle/
Archiemorarty: Abang Lowan emang suka gitu 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
g sadar bacanya sambil nahan nafas,,,huft,,,baru dihela nafas nya kalo bab nya selesai 🤦🫣
Archiemorarty: Napas kak napas 🤣
total 1 replies
Nisfu Romadhon
Rowan kah yang memanggil?
serius,,, seperti nonton film kolosal,,, KEREN k Othor,,, lopiyu muachh /Kiss/
Archiemorarty: Hahaha...kolosal nggak tuh 🤣
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aduh,,,aduh,,, gimana ini gimana ini,,,/Gosh//Gosh//Gosh/menghilanglah Cecil,,,🫣🫣🫣
Nisfu Romadhon
aihh,,, merinding guys,,,/Panic//Panic//Panic/
Nisfu Romadhon
aisshh,,,gegara kesibi duta,,,aku telat tegang nya /Facepalm/
Siti Nurjanah
oh berati arwah yg ngikutin rowan itu paman colton mungkin
Archiemorarty: Bisa jadi 🤭
total 1 replies
Hary Nengsih
kaya nya ia
Eli Rahma
apa cecil dirasuki roh nya paman colton..hingga dia bisa menghadapi monster....cecil kan pernah melihat satu roh yg selalu mengikuti Rowan....iyaaa..pasti itu rohnya paman colton..iyaa kan thor??😆
Nisfu Romadhon: iya tuh✌️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!