NovelToon NovelToon
Delapan Tahun Lalu Dan Sebuah Janji

Delapan Tahun Lalu Dan Sebuah Janji

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:477
Nilai: 5
Nama Author: S. Sage

Arga Baskara hidup dalam bayang-bayang janji masa kecil yang ia genggam selama delapan tahun. Ketika Nala Anindita kembali ke kehidupannya sebagai teman sekelas, ia berharap waktu akan menyatukan kembali keduanya. Namun, Nala telah berubah—ia tak lagi mengingat masa lalu yang begitu berarti bagi Arga.


Di tengah realitas baru, Arga harus menghadapi cinta yang tak berbalas, diperparah oleh kehadiran Satria yang semakin dekat dengan Nala. Terjebak antara kenangan dan kenyataan, Arga dihadapkan pada pilihan: terus bertahan pada perasaan lama, atau belajar melepaskan.


Kisah ini menggambarkan tentang cinta yang tertinggal oleh waktu, dan perjuangan seseorang untuk menerima bahwa tidak semua janji akan kembali utuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Sage, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Arga menyeka keringat yang bercucuran di pelipisnya menggunakan punggung tangan. Sinar matahari pagi di SMA Nusa Bangsa terasa lebih menyengat dari biasanya, seolah ikut membakar semangat ribuan siswa yang tumpah ruah di lapangan utama. Festival tahunan bertajuk Lentera Cakrawala itu baru saja dibuka, namun keriuhan sudah mencapai puncaknya sejak gerbang sekolah dibuka untuk umum.

Arga mengangkat kardus berisi tumpukan gelas plastik dengan susah payah. Otot lengannya menegang, namun ia tidak sedikit pun mengeluh. Bekerja keras secara fisik adalah cara terbaik baginya untuk membungkam pikiran-pikiran yang terlalu berisik di kepalanya. Sejak percakapannya dengan Tania tempo hari, suasana hatinya terasa seperti langit yang mendung di tengah musim kemarau yang panjang.

Ia berjalan melewati stan kelasnya yang disulap menjadi kafe bertema retro. Di sudut sana, ia melihat Rara sedang menata piring-piring kecil di atas meja kayu. Pandangan mereka sempat bertemu sejenak. Arga segera memalingkan muka ke arah lain. Ia tahu betul bahwa Rara kini memegang rahasia terbesarnya. Tatapan gadis itu tidak lagi biasa; ada semacam simpati yang terselip di sana, sesuatu yang sebenarnya sangat ingin dihindari oleh Arga.

"Woi, Arga! Taruh di pojok bawah meja itu saja," seru Dimas yang sibuk mengatur kabel pengeras suara di samping etalase.

Arga mengangguk pelan dan meletakkan beban di tangannya dengan hati-hati. Ia mengatur napasnya yang menderu, mencoba menenangkan detak jantung yang berpacu bukan hanya karena kelelahan fisik.

"Kau terlihat seperti orang yang sedang dihukum kerja paksa di zaman kolonial," gumam Dimas sambil menghampiri sahabatnya itu.

"Hanya ingin semua ini cepat selesai," jawab Arga singkat.

Dimas menepuk bahu Arga cukup keras, sebuah gestur persahabatan yang biasa ia lakukan. Namun, sedetik kemudian, mata Dimas melirik ke arah stan informasi yang terletak tepat di dekat gerbang masuk utama.

"Kalau niatmu bekerja keras agar tidak melihat pemandangan di depan sana, sepertinya kau gagal total," bisik Dimas dengan nada prihatin yang jujur.

Arga secara refleks mengikuti arah pandang Dimas. Di sana, di bawah naungan tenda putih yang dihiasi pita warna-warni, Nala sedang tertawa lepas. Suara tawanya mungkin tidak terdengar sampai ke telinga Arga karena tertutup hingar-bingar musik dari panggung utama, namun Arga bisa melihat binar di mata gadis itu. Nala sedang memegang sebuah daftar panjang di tangannya, dan di sampingnya, Satria berdiri dengan sikap yang sangat tenang.

Satria tampak sedang membantu Nala memasang kembali ujung spanduk yang terlepas akibat tiupan angin. Gerakannya cekatan dan penuh percaya diri. Sesekali Satria melontarkan candaan yang membuat Nala menutup mulutnya sambil bahunya terguncang karena tertawa. Mereka terlihat begitu serasi, seperti potongan gambar dari sebuah film remaja yang berakhir bahagia.

"Jangan dilihat terus, nanti matamu sakit," ujar Dimas lagi, mencoba menarik Arga kembali ke realitas.

"Aku tidak apa-apa," sahut Arga datar, meski kenyataannya dadanya terasa sesak seperti dihantam beban berat.

Arga kembali berbalik untuk mengambil barang berikutnya di ruang logistik. Ia tidak ingin menjadi penonton dalam hidupnya sendiri, namun kenyataannya ia selalu berada di sana, di tempat yang tidak terlihat. Delapan tahun terasa seperti waktu yang sangat lama sekaligus sangat singkat saat ia menyadari bahwa janji masa kecil itu mungkin hanya menjadi beban bagi satu orang saja, yaitu dirinya sendiri.

Di sisi lain lapangan, Tania terlihat sedang melayani pengunjung dengan senyum yang dipaksakan. Gadis itu sesekali melirik ke arah Arga, namun pemuda itu tetap pada pendiriannya. Arga memilih untuk tetap setia pada rasa sakit yang ia kenali daripada memulai sesuatu yang baru namun terasa salah di hatinya.

"Nala terlihat sangat bahagia hari ini," gumam Rara yang tiba-tiba sudah berada di samping Arga saat pemuda itu hendak mengangkat kotak kedua dari gudang kelas.

Arga terdiam sejenak. Ia tidak menoleh pada Rara, namun ia tahu gadis itu sedang menunggunya bereaksi.

"Memang itu tujuannya, kan? Festival ini untuk bersenang-senang," balas Arga dengan suara yang ditekan serendah mungkin.

"Kau tahu bukan itu maksudku, Arga," potong Rara lembut namun tajam. "Nala sudah tidak melihat ke belakang lagi. Dia benar-benar sudah melangkah jauh."

Arga mencengkeram pinggiran kotak kardus itu hingga kuku-kukunya memutih. Kalimat Rara menghantamnya lebih keras daripada terik matahari di luar sana.

"Aku tahu," ucap Arga lirih, hampir berupa bisikan yang hilang ditelan angin.

Ia kemudian mengangkat kotak itu dan berjalan menjauh tanpa menoleh lagi. Arga terus berjalan melewati kerumunan siswa yang bersorak-sorai, melewati Nala yang masih asyik berbincang dengan Satria, dan melewati kenangannya sendiri yang perlahan-lahan mulai memudar warnanya. Di tengah kemeriahan festival yang penuh warna, Arga tetap menjadi bayangan yang berjalan di tepi cahaya, menyimpan sebuah janji yang kini terasa seperti sebuah kutukan yang enggan ia lepaskan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!