Pernah di khianati oleh Wanita yang dicintainya, Membuat Kaivan menutup hati pada semua wanita karena rasa traumanya.
Tapi siapa yang menyangka, Kalau dia harus terseret dalam hubungan percintaan putri majikannya. Kaivan harus diminta menggantikan sang calon pengantin pria yang merupakan asisten majikannya itu dalam sebuah pernikahan yang telah disiapkan.
"Kamu yang telah mengakadku.. Dalam pernikahan ini, Tidak ada suami pengganti atau suami rahasia.. Mulai sekarang kamu adalah suamiku yang sah.." Raisha Azzaira Pangestu.
"Aku berjanji akan menjaga pernikahan ini dengan baik. Dan aku juga akan berusaha belajar mencintaimu.." Kaivan Anugerah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Ada Suami Rahasia
Banyak yang masih belum percaya dengan pernikahan Raisha yang ternyata mempelai prianya adalah seorang pria yang dulunya bekerja sebagai bodyguard wanita cantik itu.
Yang mereka tahu Raisha telah bertunangan dengan Hans, Pria yang berprofesi sebagai Asisten Papanya, Tuan Damian Pangestu.
Dan bagi mereka yang kurang paham jelas terkejut setelah mendapati bahwa pria yang menikahi Raisha bukan Hans melainkan Kaivan. Pasalnya, Banyak pengusaha lebih kenal dengan Hans daripada Kaivan.
Jelas! Karena Hans selalu ikut Papa Damian kemanapun pergi. Baik meeting diperusahaan lain, Meeting keluar kota atau bahkan luar negeri. Sedikit banyak orang tahu bahwa calon suami Raisha adalah Hans bukan Kaivan.
Kejadian tadi membuka mata para tamu bahwa alasan Raisha mengganti calon suami bukan karena dia yang berkhianat melainkan sebuah ketegasan serta menjunjung tinggi harga diri Raisha sebagai seorang perempuan.
Bagi mereka yang tidak buta, Mereka akan melihat dengan jelas bahwa pilihan Raisha sudah tepat. Namun bagi mereka yang tidak dapat melihat, Mereka tetap membandingkan Hans dan Kaivan.
Padahal Papa Tama sudah melakukan konferensi pers diatas pelaminan tadi. Raisha juga sudah membongkar rahasia Ajeng dihadapan mereka tapi tetap saja bagi mereka yang mendukung Raisha dan Hans seolah tak terima ia menikah dengan Kaivan.
Usai resepsi, Sepasang pengantin baru itu masuk kedalam salah satu kamar hotel yang telah disewanya.
Raisha dan Kaivan masuk dengan bergandengan tangan. Baru satu langkah, Sepasang pengantin baru tersebut langsung disambut oleh pemandangan indah kamar yang telah didekor ala kamar pengantin baru seperti pada umumnya.
Taburan bunganya mawar merah dengan aroma yang semerbak serta lilin dengan wangi nya yang khas sekali.
"Capek?" Raisha mengangguk, Meski jantungnya berdegup tak karuan Raisha begitu pandai menyembunyikannya. Padahal Kaivan dapat melihat kegugupan sang istri malam ini.
"Kita duduk dulu ya?" Raisha lagi-lagi mengangguk. Wanita itu sangat mirip dengan seorang anak yang selalu menurut apa kata ucapan ibunya.
Keduanya duduk ditepi tempat tidur yang tak luput dengan hiasan indah itu. Kaivan tersenyum, Tak disangka diusianya yang akan genap tiga pulih lima tahun Kaivan baru menikah. Dan wanita yang menjadi istrinya kali ini adalah seorang Nonanya yang telah ia jaga selama empat tahun lamanya.
"Mas..
"Ya..
"A.. Aku mau mandi dulu.. Bisakah Mas bantu aku membuka para perintilan ini?" Ucap Raisha meminta tolong pada Kaivan agar membantu membuka hiasan yang membuat kepalanya berarti sekali..
"Sini, Biar Mas bantu.." Kaivan melepas jasnya lebih dulu kemudian melempar ke sofa yang berada dikamar tersebut. Kaivan juga membuka dua kancing kemeja putihnya, Mungkin saja gerah. Padahal AC nya menyala namun sepertinya tak mempan..
Kemudian Kaivan duduk bersila menghadap sang istri yang kini duduk dihadapannya. Dengan sangat hati-hati Kaivan melepas mahkota yang terletak diatas kepala istrinya itu.
Raisha terdiam, Tatapan matanya tak lepas dari dada bidang sang suami yang nampak serta jakun Kaivan yang naik turun..
"Masha Allah... Dia sesempurna itu ternyata...
...****************...
Dikamar itu hanya ada dua sejoli yang sudah sah menjadi suami istri. Tentu saja Raisha meminta bantuan suaminya saat hendak membuka gaun mewah yang dikenakannya.
Tidak mungkin dia minta bantuan Mamanya atau pelayan dihotel ini. Sementara dikamar ini ada sang suami yang siap dimintai bantuan kapanpun.
Deg-deg an dan malu memang. Karena selama ini dia selalu menjaga marwahnya sebagai seorang wanita. Dan ini juga pertama kalinya Raisha memperlihatkan rambutnya dihadapan pria selain Papa dan Kakaknya. Bahkan sejak tumbuh dewasa Raisha sudah tak berani mengumbar auratnya dihadapan Papa dan Rayyan.
Siap tidak siap, Raisha harus siap. Dia malu dan salah tingkah. Namun setelah dipikir-pikir lagi untuk apa dia malu, Pria yang sedang bersamanya ini adalah suaminya. Pria yang tak dosa ketika menyentuhnya.
Kaivan menarik nafas panjang ketika matanya menatap punggung Raisha yang putih mulus tanpa ada cela satupun.
"Udah Mas buka resletingnya.. Gaunnya mau dibuka sendiri atau mas bukain?" Raisha sedikit gelagapan namun wanita itu bereaksi tenang.
"Aku bisa buka sendiri Mas.. "
"Tapi Mas mau Mas yang bukain.. Gapapa?" Raisha mengangguk patuh. Sebelum menurunkan gaun sang istri, Kaivan meraih handuk kimono lebih dulu.
"Beneran gapapa?" Raisha mengangguk. Dia memejamkan matanya saat kedua tangan Kaivan menarik gaun tersebut kebawah.
Mata itu masih terpejam dan tak berani terbuka. Raisha baru membuka mata usai Kaivan memakaikan handuk di tubuhnya.
"Mau mandi?
"I.. Iya Mas..
"Mandi bareng Mas, mau?" Raisha terdiam dan tak lama Wanita itu mengangguk. Katanya ajakan suami jangan ditolak, Karena dosa. Suaminya minta untuk mandi bersama, Tidak mungkin Raisha tolak.
"Mau Mas.." Mendengar jawaban sang istri. Kaivan langsung membuka kemejanya memperlihatkan tubuh tegapnya. Jelas saja rasa lelah itu terobati seketika.
Kaivan mendekati sang istri kemudian yang diam saja lalu mengangkat tubuh wanitanya itu..
"Awwss Mas..
"Ayo kita mandi bersama..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Raisha kira, Kaivan akan mendi dibawah guyuran air. Namun nyatanya, Pria ikut masuk kedalam bathup dengan posisi duduk dibelakangnya.
Ini adalah pengalaman pertama baik bagi Raisha atau Kaivan juga. Raisha dan Kaivan baru ini pertama kalinya saling bersentuhan kulit dengan lawan jenis.
Kaivan melakukan semua itu bukan karena ia sudah tak sabar ingin menyentuh istrinya atau bagaimana. Kaivan hanya ingin istrinya mulai terbiasa itu saja.
Mulai sekarang Raisha adalah istrinya, Kaivan tidak mau Raisha jatuh ketangan pria lain apalagi pria itu adalah Hans..
Sekarang dia yang sangat berhak. Dan Kaivan akan melakukan apapun untuk sang istri.
"Kenapa?
Sejak tadi Raisha tidak bisa diam. Mungkin saja karena masih belum terbiasa saja.
"Kita akan sering seperti ini, Mungkin sekarang kamu masih canggung atau malu.. Awas aja nanti kalau kamu malah malu-maluin.." Raisha medongak menatap Kaivan dengan kesal. Bahkan wanita itu memukul lengan Kaivan saking kesalnya.
"Jadi menurut Mas aku nanti buat kamu malu gitu?" Kaivan terkekeh, Istrinya salah paham ternyata.
"Maksud aku itu, Bukan malu-maluin dihadapan keluarga atau orang lain.. Tapi malu-maluin dihadapan aku sendiri.. Kan banyak tuh contohnya, Pas masih awal malu eh udah lama nikah sampai kentutnya pun diobral.." Kata Kaivan dengan tawanya.
"Maaassss!" Semakin kesal saja Raisha dengan ucapan itu. Tapi yang dikatakan suaminya memang benar bukan? Awal-awal malu, Lama-lama rasa malu itu hilang bukan. Bahkan suara kentutnya pun tak bisa direm.
"Jangan ngambek sayang.. Aku gak punya permen..
"Dih, Kamu kira aku anak kecil apa, Ngambek di rayu pakek permen.." Kaivan mencubit pipi Raisha dengan gemas sekali sebelum pria itu memutuskan bangkit dari bathup. Kaivan melangkah menuju shower untuk membasuh tubuhnya yang polos.
Raisha segera menunduk, Dia tak sanggup melihat tubuh sempurna yang saat ini sedang polos bak bayi baru lahir itu.
Usai membasuh tubuhnya, Kaivan meraih handuk lalu melilitkan handuk putih tersebut dipinggangnya.
"Mas.. Aku juga selesai, Dingin.." Raisha juga tidak mau berendam terus, Ini sudah malam dan waktu mandinya telah selesai.
"Perlu Mas bantu?" Wanita itu menggelengkan kepalanya.
"Gak usah, Mas keluar aja dulu.." Kaivan mengangguk menuruti kemauan sang istri.
Kaivan menunggu Raisha diluar dengan duduk ditepi tempat tidurnya. Dan tak lama, Raisha keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk kimono tadi.
"Mas, Belum ganti baju?" Tanya nya. Kaivan bangkit, Dia mendekati sang istri lalu memeluknya sebentar..
"Ini adalah malam pernikahan kita.. Ada sesuatu yang ingin Mas tanyakan.." Raisha mengurai pelukannya lalu menatap sang suami.
"Ada apa Mas..
"Kamu kan tahu, Sebelum Mas menikahimu.. Mas ini hanya seorang bodyguard.. Dan kebanyakan orang tahu kalau Mas itu Bodyguard kamu selama ini..
"Lalu?
"Dalam pernikahan ini, Apa tidak ada niatan buat kamu merahasiakan pernikahan kita? Disini aku hanya pengganti, Disini kamu tidak menjadikan Mas suami rahasia kan?" Raisha meraih tangan kekar tersebut lalu menggenggamnya.
"Kamu yang telah mengakadku.. Dalam pernikahan ini, Tidak ada suami pengganti atau suami rahasia.. Mulai sekarang kamu adalah suamiku yang sah.." Ucap Raisha tanpa melepaskan tatapan matanya pada sang suami.
Kaivan tersenyum merasa bahagia dengan jawaban itu. Kaivan Sebenarnya sadar kalau bukan dialah pengantin itu tapi Hans. Namun jawaban tegas Raisha barusan membuktikan bahwa dia memang harus menjadi suami yang baik.
"Aku berjanji akan menjaga pernikahan ini dengan baik. Dan aku juga akan berusaha belajar mencintaimu.." Balas Kaivan dengan ucapan yang bersungguh-sungguh. Seperti di awal, Dia pernah menyia-nyiakan cinta mantan nona mudanya dulu demi menjaga kesetiaannya pada seorang wanita yang sangat ia cintai.
Dan sekarang wanita inilah yang akan dia cintai dengan segenap dan sepenuh hati.
•
•
•
TBC
..