NovelToon NovelToon
WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Murid Genius / Identitas Tersembunyi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Mengubah sejarah / Peradaban Antar Bintang
Popularitas:25.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

(NOVEL INI LANJUTAN DARI LEGENDA SEMESTA XUANLONG)

Tiga belas tahun telah berlalu sejak Dewa Bintang Tian Feng mendirikan Kekaisaran Langit, menciptakan era kedamaian di dua alam semesta. Namun, di Puncak Menara Bintang, Ye Xing, putra dari Ye Chen dan Long Yin, serta Cucu kesayangan Tian Feng merasa terpenjara dalam sangkar emas.
Terlahir dengan bakat yang menentang surga, Ye Xing tumbuh menjadi remaja jenius namun arogan yang belum pernah merasakan darah dan keputusasaan yang sesungguhnya.

Menyadari bahaya dari bakat yang tak ditempa, Tian Feng mengambil langkah drastis menyegel kultivasi Ye Xing hingga ke tingkat terendah (Qi Condensation) dan membuangnya ke Alam Bawah, ke sebuah sekte sekarat bernama Sekte Awan Rusak. Tanpa nama besar keluarga, tanpa pengawal bayangan, dan tanpa harta istana, Ye Xing harus bertahan hidup sebagai murid biasa bernama "Xing" yang diremehkan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 31

Sekte Awan Rusak – Puncak Kabut (Kediaman Pribadi Tetua Han).

Mengingat kondisi Ye Xing yang menarik perhatian banyak musuh, Tetua Han memindahkan mereka ke kediaman pribadinya yang memiliki formasi pelindung tingkat tinggi.

Di sebuah kamar batu yang hangat, Lin Xiao terbaring di atas ranjang giok. Tubuhnya yang besar dan gosong kini terbungkus oleh lapisan logam cair yang mengeras. Dia tidak terlihat seperti manusia, lebih mirip patung.

"Dia tidak mati," kata Ye Xing setelah memeriksa nadi leher Lin Xiao (yang sekarang sekeras besi). "Energi Buah Kura-kura Purba sedang memperbaiki sel-selnya yang rusak akibat korosi Void. Dia sedang berevolusi."

"Seperti ulat jadi kupu-kupu?" tanya Mei Wuchen, yang sedang duduk di kursi sambil memakan anggur spiritual curian dari meja Tetua Han.

"Lebih tepatnya, dari batu kali menjadi baja murni," koreksi Ye Xing. "Biarkan dia tidur. Saat dia bangun nanti, pertahanannya akan sanggup menahan serangan Foundation Establishment tanpa lecet."

Ye Xing menutup tirai ranjang Lin Xiao, lalu duduk di seberang Mei Wuchen. Di atas meja, tergeletak sebuah cincin hitam berlumuran darah kering.

Cincin Penyimpanan Fang Que.

"Saatnya panen," mata Ye Xing berbinar. "Fang Que adalah keponakan Diaken dan antek Void. Hartanya pasti lumayan."

"Cih, paling isinya cuma sampah duniawi," cibir Mei Wuchen, meski matanya juga melirik penasaran.

Ye Xing menempelkan jarinya ke cincin itu. Segel mental Fang Que sudah hancur bersama kematian pemiliknya. Ye Xing menyalurkan Qi-nya untuk membuka dimensi penyimpanan.

ZING!

Barang-barang dari dalam cincin itu tumpah keluar, menumpuk di atas meja dan lantai.

Gunungan Batu Roh: Sekitar 5.000 butir. Jumlah yang fantastis untuk murid luar (biasanya murid luar cuma punya 10-20 butir).

Botol-botol Racun & Obat: Berbagai jenis racun pelumpuh saraf dan pil darah.

Gulungan Teknik: Sebuah gulungan kulit manusia berwarna hitam.

Token Identitas: Sebuah lempengan perak dengan ukiran mata satu.

"Lima ribu batu roh..." Ye Xing menyeringai lebar. "Kita kaya mendadak, Mei'er! Kita bisa beli bahan untuk memperbaiki formasi kamarku yang kau hancurkan."

"Hanya lima ribu?" Mei Wuchen mendengus. "Uang jajanku seminggu di Langit sepuluh ribu Batu Roh Dewa. Dasar orang miskin."

Ye Xing mengabaikan komentar "Tuan Putri" itu. Dia mengambil gulungan hitam tersebut.

[Teknik Gerakan: Langkah Hantu Tanpa Bayangan]

"Ini teknik yang dipakai Fang Que untuk teleportasi jarak pendek," gumam Ye Xing. "Sangat berguna. Dengan Gravitasi-ku yang berat, aku butuh teknik tinggi. Aku akan mempelajarinya."

Mei Wuchen mengambil lempengan perak bermata satu. Wajahnya yang santai berubah serius.

"Xing, lihat ini."

Ye Xing mengambil lempengan itu. Dingin. Ada aura jahat yang samar.

"Ini token Sekte Bayangan Void," kata Mei Wuchen. "Di Alam Dewa, mereka adalah kultus terlarang yang sudah dimusnahkan ribuan tahun lalu. Bagaimana bisa ada di Alam Bawah?"

Ye Xing membalik token itu. Ada tulisan kecil terukir di sana: Divisi Selatan - Utusan Fang Que. Target: Segel Makam Bintang.

"Sepertinya Fang Que bukan bergerak sendiri. Dia cuma prajurit rendahan," Ye Xing mengerutkan kening. "Ada struktur organisasi di balik ini. 'Divisi Selatan' berarti ada Utara, Barat, dan Timur."

Tiba-tiba, token perak itu bergetar. Sebuah proyeksi suara (rekaman) muncul dari dalamnya, dipicu oleh kematian pemiliknya.

Suara berat dan terdistorsi terdengar di ruangan itu:

"Fang Que... jika kau mendengar ini, berarti kau gagal atau mati. Tidak masalah. Kau hanyalah bidak. Segel telah melemah. Persiapkan kedatangan Tuan Topeng Perak dalam tiga bulan saat Gerhana Bulan Merah. Sekte Awan Rusak akan menjadi gerbang pembuka."

Klik. Pesan berakhir. Token itu hancur menjadi debu.

Hening.

Ye Xing dan Mei Wuchen saling bertatapan.

"Tiga bulan," kata Ye Xing. "Gerhana Bulan Merah."

"Itu waktu yang sangat singkat," Mei Wuchen menggigit bibir bawahnya. "Tuan Topeng Perak... kalau dia atasan Fang Que, mungkin kultivasinya Golden Core (Inti Emas)."

Ye Xing menyandarkan punggungnya ke kursi. Golden Core. Di wilayah ini, Golden Core adalah entitas setara Dewa bagi sekte-sekte kecil. Tetua Agung Sekte Awan Rusak saja baru Foundation Establishment Puncak.

Jika musuh Golden Core datang menyerbu, Sekte Awan Rusak akan rata dengan tanah dalam satu malam.

"Kita harus bersiap," kata Ye Xing tegas. Dia membagi tumpukan Batu Roh menjadi dua.

"Ambil setengahnya, Mei'er. Gunakan untuk memulihkan segelmu sedikit demi sedikit. Aku akan menggunakan bagianku untuk menembus Foundation Establishment secepat mungkin."

"Kau mau melawan Golden Core?" tanya Mei Wuchen sangsi.

"Tidak sendiri," Ye Xing menatap ke arah "kepompong" Lin Xiao. "Kita akan butuh pasukan. Dan senjata yang lebih baik."

Ye Xing mengambil sisa potongan Pedang Tulang Naga-nya yang patah.

"Pedang ini sudah berjasa, tapi bahannya tidak kuat menampung Qi kita. Mei'er, besok kita ke Kawah Gunung Berapi. Aku dengar ada Besi Meteorit di sana."

"Jalan-jalan lagi?" Mei Wuchen tersenyum cerah, melupakan bahaya yang mengancam. "Asyik! Aku mau makan telur rebus di kawah!"

Ye Xing tersenyum tipis. Sifat santai Mei Wuchen adalah penawar terbaik bagi ketegangannya.

"Ya. Telur rebus dan menempa ulang takdir."

Malam itu, di bawah perlindungan Tetua Han, Ye Xing mulai bermeditasi. Di dalam Dantian-nya, lautan Qi bergolak. Fondasi spiritualnya mulai terbentuk, sebuah pilar emas yang kokoh.

Sementara di luar sana, bayangan Bulan Merah mulai mendekat, membawa badai yang akan menguji apakah "Warisan Galaksi" ini sanggup menyelamatkan dunia atau ikut hancur bersamanya.

1
Nanik S
Mantap Tor 💪💪💪
Nanik S
Dua Preman siap beraksi.. 👍👍👍
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
Mamat Stone
😈🔥🐲🔥😈
Mamat Stone
💨⚡💨⚡💨
Mamat Stone
/Smirk//Smirk//Smirk/
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful/
MyOne
Ⓜ️😡😡😡Ⓜ️
Nanik S
Keren beneran keren aksi sepasang Preman 🤣🤣🤣
Mamat Stone
/Cleaver//Cleaver//Cleaver/
Mamat Stone
/Hammer//Hammer//Hammer/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Nanik S
Maaantaaaap 💪💪💪
Nanik S
Ternyata Mei menakutkan juga
Mamat Stone
/Smirk//Smirk//Smirk/
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful/
Nanik S
Dua bocah kecil yang Asyi tapi punya nyali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!