Luo Chen merupakan tuan muda keluarga Luo, namun demi menutupi kesalahan adiknya ia harus dikorbankan oleh keluarganya sendiri berada di penjara bawah tanah kekaisaran Tang. Banyak orang menduga jika Luo Chen akan bernasib buruk ketika berada dalam penjara bawah tanah tersebut, dimana kematian menjadi lebih baik daripada bertahan hidup.
Namun tanpa diduga, bekas Kaisar sebelumnya yang secara kebetulan menemukan Luo Chen memiliki tulang langka 1000 tahun memilih untuk menyelamatkannya dan menjadikannya sebagai murid rahasia dengan pelatihan khusus. Dengan bakat serta tekad yang kuat, akhirnya Luo Chen tidak mengecewakan gurunya, ia berubah dari sosok pemuda yang pendiam menjadi pribadi yang penuh semangat serta aura bertempur yang sangat mengerikan.
Kini 7 tahun telah berlalu, nama Luo Chen di Klan Luo perlahan memudar dengan catatan buruk yang melekat di dirinya. Tanpa orang lain sadari, Luo Chen telah menjadi sosok pembunuh yang paling ditakuti oleh kelompok pemberontak Kekaisaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Lim's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Paviliun Harta Langit
Dengan gerakan yang cekatan, Cheng Yi membawa Luo Chen pada sebuah rumah yang cukup besar dan tertata dengan rapi. Berdasarkan ukuran dan letaknya yang berada di tengah Ibukota, Luo Chen yakin jika orang yang membawanya ke Ibukota bukan lah orang sembarangan.
Untuk beberapa saat berikutnya Luo Chen kembali terdiam, ia seperti merasa asing dengan identitas dirinya yang belum ia ketahui itu.
Luo Chen menghela napas dan berkata, "Apakah benar ingatan di diriku bisa dipulihkan?"
Cheng Yi tersenyum ringan lalu menjawab dengan penuh percaya diri, "Tuan, saya tidak mungkin berbohong dengan apa yang sudah saya katakan"
"Bagaimana caramu membuktikannya?" Tanya Luo Chen dengan tatapan sedikit curiga.
"Hahaha... Tuan, ingatkah tuan dengan token hitam pemberian saya sebelumnya?" Cheng Yi tertawa sebentar sebelum meyakinkan Luo Chen.
Melihat reaksi Cheng Yi yang begitu santai, tampak Luo Chen mengerucutkan kening dengan dalam. Secara perlahan ia merogoh sakunya dan mengeluarkan token berpola naga hitam yang sebelumnya ia simpan dengan rapi.
Melihat Luo Chen mengeluarkan benda yang dimaksud, mata Cheng Yi berbinar cerah lalu berkata dengan nada mendalam, "Token naga hitam itu merupakan benda luar biasa yang tidak hanya diakui oleh Gerbang Naga. Di kota-kota besar seperti Chang An terdapat Paviliun Harta Langit, di tempat tersebut tuan dapat memeriksa manfaat benda yang berada di tangan tuan"
Luo Chen mengernyitkan alisnya, sedikit terkejut dengan nilai yang terkandung pada token naga hitam yang menurutnya tampak berbeda dengan token yang berada di Sekte Pedang Langit. Untuk sesaat Luo Chen kembali terdiam, ia memandang Cheng Yi dengan ekspresi sedikit kagum. Ia tidak menyangka jika benda sederhana di tangannya itu memiliki nilai yang bisa diakui oleh Paviliun Harta Langit.
Meski hanya seorang murid pekerja di Sekte Pedang Langit, nama Paviliun Harta Langit seringkali ia dengar karena memiliki hubungan yang erat dengan Sekte Pedang Langit. Bahkan Tetua Wu pernah mengatakan jika Sekte Pedang Langit sangat bergantung dengan keberadaan Paviliun Harta Langit.
"Tuan, jika tidak ada hal yang ingin ditanyakan maka saya mohon izin untuk pamit. Ada pekerjaan lain yang harus saya kerjakan di markas Gerbang Naga" Ucap Cheng Yi dengan hormat.
Setelah memastikan keamanan Luo Chen, maka Cheng Yi ingin segera bergegas menuju markas Gerbang Naga untuk melaporkan perihal keberadaan Luo Chen yang dikabarkan telah tewas itu. Cheng Yi juga ingin mengabarkan Zhao Lushi terkait kondisi Luo Chen yang kehilangan ingatannya.
"Sementara cukup itu saja, lagipula aku harus beristirahat untuk menyesuaikan diri di tempat yang baru ini" Balas Luo Chen dengan lugas.
Setelah Luo Chen memasuki kamar barunya, ia segera membuka bungkusan yang mirip kantong sampah. Itu adalah pakaian yang dikemas dengan tidak layak oleh Wu Minghao untuk mengusir Luo Chen dari kediaman Tetua Wu.
Luo Chen menarik napas dalam-dalam, melihat pakaian yang ia gunakan serta beberapa lembar pakaian yang mulai ia keluarkan dari kantong berwarna abu-abu.
"Dua tahun aku berjuang keras untuk menyenangkan Wu Nian, tetapi aku sampai lupa bagaimana harus memperhatikan penampilan sendiri" Ujar Luo Chen bersuara tanpa daya.
Sambil tersenyum masam, Luo Chen membolak-balikkan beberapa potong pakaian yang tersisa untuk dirinya tersebut. Sambil memperhatikan secara seksama, ia mencoba mengingat kembali barang apa saja yang ia miliki selama hidup di kediaman Wu Nian.
"Seharusnya aku memiliki benda yang begitu familiar, namun sepertinya aku tidak bisa mengingatnya dengan baik" Keluh Luo Chen sambil berpikir keras.
Setelah membereskan barang bawaannya yang tidak seberapa itu, Luo Chen kembali mengeluarkan token berwarna hitam yang bermotif naga. Ia kembali teringat dengan ucapan Cheng Yi tentang kegunaan token tersebut jika digunakan di Paviliun Harta Langit.
Merasa penasaran dengan identitas dirinya, Luo Chen berpikir jika saat ini juga ia harus membuktikan kebenaran ucapan Cheng Yi, ia harus segera bergegas ke Paviliun Harta Langit untuk menemukan kebenarannya.
Paviliun Harta Langit merupakan tempat penyimpanan dan bertransaksi paling misterius di Kekaisaran Tang. Meski tidak memiliki banyak cabang, keberadaan Paviliun Harta Langit hanya bisa ditemui di Kota-kota besar saja. Selain itu, orang yang bisa melakukan transaksi di tempat tersebut merupakan keluarga bangsawan terkemuka yang nilainya bisa membangun kekuasaan dalam suatu daerah.
Meski pelanggannya sedikit, Paviliun Harta Langit merupakan pilihan para pilar ekonomi suatu negara. Hanya di tempat itulah mereka bisa bertransaksi dengan nyaman, pelayanan yang sangat memuaskan dan ditunjang oleh kerahasiaan dan keamanan tingkat tinggi.
Tanpa menghiraukan keadaannya, Luo Chen dengan penuh semangat bergegas meninggalkan kediaman barunya yang sudah diatur oleh Cheng Yi. Dengan langkah cepat ia segera menuju ke keramaian dan bertanya kepada beberapa orang untuk mengetahui lokasi Paviliun Harta Langit.
Setelah berlarian cukup jauh, Luo Chen tiba di sebuah bangunan besar yang terdiri dari beberapa lantai. Sesuai namanya, bangunan yang dinamakan Paviliun Harta Langit itu dijaga dengan sangat ketat oleh beberapa orang penjaga yang memiliki tingkatan kultivasi cukup tinggi.
Ketika Luo Chen melangkahkan kakinya ke depan pintu masuk Paviliun, seorang penjaga keamanan bergegas menghampirinya dengan tatapan penuh kecurigaan.
"Ini adalah Paviliun Harta Langit, orang yang tidak berkepentingan dilarang mendekat" Ucap penjaga keamanan itu dengan tatapan merendahkan ke arah Luo Chen.
Dengan perasaan penuh waspada, penjaga keamanan tersebut berupaya memblokir kedatangan Luo Chen yang tampak seperti gelandangan di pinggir jalan.
"Tuan, saya ke sini karena ada keperluan" Jawab Luo Chen tanpa basa-basi.
"Keperluan?" Penjaga keamanan mengerutkan keningnya dalam-dalam.
"Apakah kamu tahu jika Paviliun Harta Langit bukan tempat sembarang orang bisa masuk, memangnya ada keperluan apa hingga Paviliun Harta Langit layak berurusan dengan dirimu?" Penjaga keamanan itu bertanya dengan nada ketus.
Sebagai orang yang sudah berpengalaman menjaga Paviliun Harta Langit, tentunya ia sudah terbiasa melihat para pengunjung yang datang ke Paviliun Harta Langit. Mereka yang datang adalah para tokoh penting seperti bangsawan dan pejabat kekaisaran yang melakukan transaksi besar. Mereka juga berpenampilan rapih dengan balutan busana yang indah dipandang mata.
Hal ini sangat kontras dengan penampilan seorang pemuda yang berada di hadapannya, Luo Chen tampak lusuh dengan pakaian yang biasa ia gunakan saat berada di Sekte Pedang Langit. Dilihat dari penampilannya, bisakah seorang seperti Luo Chen memasuki Paviliun Harta Langit.
Pada saat bersamaan, seorang pria paruh baya turun dari kereta kuda yang mewah. Dari tampilannya jelas ia memiliki pengaruh yang cukup kuat di Kota Chang An.
Melihat kedatangannya, penjaga keamanan yang sebelumnya menghalangi Luo Chen segera menghampiri lelaki paru baya tersebut sambil tersenyum dengan ramah.
"Selamat datang di Paviliun Harta Langit" Ucap penjaga keamanan itu sambil tersenyum manis.
Dengan ekspresi datar, pria paruh baya tersebut melangkah masuk tanpa pemeriksaan keamanan. Ia melirik ke arah Luo Chen sekilas, lalu berjalan dengan gagah seolah menunjukkan perbedaan kelas diantara keduanya.
Langsung blokir supaya tidak ada lagi author yang cuma iseng masuk disini !