NovelToon NovelToon
Jerat Nurani

Jerat Nurani

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi
Popularitas:371
Nilai: 5
Nama Author: Si tupai yang merokok

Hino dijebak obat oleh Irmi, kenyataannya Hino sudah punya istri bernama Erni. Bagaimana nasibnya, apakah cerai atau mati?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Si tupai yang merokok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Realita di Atas Kertas

Plak!

Tamparan keras itu masih menyisakan dengung yang panjang di teras depan. Bu Hina memegangi pipi kirinya yang mendadak panas dan memerah, sementara kacamata hitamnya yang bermerek lokal tergeletak mengenaskan di atas lantai keramik. Napas Erni memburu, dadanya naik turun dengan sisa tenaga yang ia gunakan untuk melayangkan hantaman fisik pertamanya selama lima tahun terakhir.

Hina menatap Erni dengan mata yang membelalak tidak percaya, syok dan kena mental karena harga dirinya sebagai istri kontraktor proyek daerah runtuh seketika di pekarangan orang. "Kau... kau beneran berani menampar wajahku, Erni? Dasar perempuan tidak tahu malu! Kalau aku jadi kau, daripada bertahan menjadi benalu dan membiarkan suamimu digilir janda kaya, mending aku minta cerai dengan tuntutan harta yang banyak! Untuk apa kau menahan sakit dibagi dua rahim seperti ini?!"

Erni tertawa, sebuah tawa yang terdengar sangat mengerikan dan penuh sinisme. Ia melangkah maju satu langkah, mencengkeram kerah daster batik mahal milik Hina hingga wanita paruh baya itu tersentak mundur membentur tiang teras.

"Kau pikir ini kolom komentar media sosial, Hina?!" pekik Erni, suaranya rendah namun bergetar oleh amarah yang matang. "Kau pikir aku sama seperti ibu-ibu di luar sana yang dengan gampangnya memilih cerai lalu pulang ke kampung membawa aib dan membiarkan anakku lahir dalam kemiskinan?! Sini kau! Jawab pertanyaanku!"

Hina mencoba melepaskan cengkeraman tangan Erni, namun tenaganya kalah oleh keputusasaan seorang istri sah yang sedang mempertahankan wilayahnya. "Lepaskan, Erni! Kau sudah gila!"

"Jika posisi gila ini terjadi padamu, apa kau beneran bakal melangkah ke pengadilan agama?!" seru Erni tepat di depan wajah Hina yang mulai berkeringat dingin. "Suamimu itu kontraktor kaya yang sering dinas luar kota mengurus proyek Pemda. Kalau besok pagi kau tahu dia selingkuh dan menghamili wanita lain, apa kau juga bakal langsung minta cerai, melepaskan seluruh rumah mewahmu, lalu kembali menjadi orang melarat daripada memendam sakit?! Jawab aku, Hina! Jawab!"

Hina bungkam seribu bahasa. Lidahnya mendadak kelu karena gertakan Erni menghantam tepat pada ketakutan terbesarnya sebagai wanita yang hidupnya ditopang penuh oleh uang suami. Di saat Hina sedang gemetar menahan malu dan bersiap untuk kabur, suara deru motor yang sangat akrab mendadak berhenti di depan pagar besi yang terbuka.

Hino turun dari motornya dengan tergesa-gesa. Ia terpaksa pulang ke rumah di sela-sela jam istirahat amandemen audit toko karena ada berkas laporan pajak tahunan milik Irmi yang tertinggal di lemari kamar baru mereka. Langkah kaki Hino langsung melebar saat melihat istrinya sedang mencengkeram kerah baju tetangga depan mereka.

"Erni! Hentikan!" Hino langsung menyusup di antara kedua wanita itu, menarik pergelangan tangan Erni dengan lembut namun tegas agar melepaskan cengkeramannya, lalu menyembunyikan tubuh istrinya di balik punggungnya.

Hina yang merasa mendapatkan celah langsung memungut kacamata hitamnya yang retak, menunjuk Hino dengan jari yang gemetar. "Hino! Lihat kelakuan istrimu yang seperti kesurupan ini! Dia menampar wajahku! Aku bisa laporkan kalian ke polisi atas tindakan penganiayaan!"

Hino menatap Hina dengan sorot mata yang sangat dingin, lelah batinnya sebagai kepala toko yang didera masalah rumah tangga membuat suaranya terdengar sangat mengancam. "Silakan laporkan ke polisi, Bu Hina. Tapi sebelum surat laporan Ibu diproses, saya sendiri yang akan membawa berkas manipulasi sisa material proyek jalan dinas yang sering suamimu ceritakan di warung depan langsung ke kantor dinas pekerjaan umum daerah. Sekali lagi Ibu menginjakkan kaki atau membawa ucapan lancang tentang rahim istri saya di teras ini, saya pastikan karier suamimu hancur minggu depan!"

Ancaman Hino yang telak tentang urusan dapur proyek suaminya membuat seluruh keberanian Hina menguap tanpa sisa. Tanpa berani melempar satu kata makian lagi, wanita hedon lokal itu berbalik dan lari terbirit-birit menembus gerbang luar, meninggalkan pekarangan dengan sisa ketakutan yang nyata.

Hino menarik napas panjang, lalu berbalik dan menarik lengan Erni untuk masuk ke dalam koridor bawah yang lebih tertutup. Namun, tepat di ambang pintu masuk utama, langkah mereka berdua tertahan oleh kehadiran seorang wanita yang baru saja turun dari ojek online di depan pagar.

Linda berdiri di sana, menyandang tas kerjanya dengan anggun. Dosen sosiologi itu menatap Hino dan Erni yang tampak berantakan setelah keributan besar tadi. Tidak ada niat di wajah Linda untuk ikut campur atau menanyakan apa yang terjadi. Ia hanya melemparkan senyum sinis yang penuh arti, berjalan melewati mereka berdua tanpa mengotori tangannya dengan drama fisik tersebut.

Sebelum kakinya menginjak anak tangga menuju lantai dua, Linda menghentikan langkahnya, menoleh sedikit ke arah Hino dengan pandangan yang sangat tenang namun mengunci.

"Aliansi pertahanan bawah rumahmu sangat mengesankan siang ini, Hino," ucap Linda, suaranya terdengar sangat jernih di koridor yang sunyi. "Tapi ingat, tamparan istrimu tidak akan bisa menghapus rekaman suara yang tersimpan di dalam memori ponselku sejak jam satu dini hari tadi."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!