NovelToon NovelToon
Back To Us, Zehar & Alesha

Back To Us, Zehar & Alesha

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Mengubah Takdir / Romantis
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rani Ramadhani

Tujuh tahun lalu, kerasnya hidup memaksa sepasang kekasih berpisah jalan. Kini, mereka kembali dipertemukan di puncak kesuksesan. Alesha seorang Direktur wanita yang tangguh, dan Zehar telah menjadi perwira polisi yang mapan.
Kesempatan kedua pun diambil. Namun tepat saat hubungan mereka kembali bertaut, sebuah utang budi dari masa lalu datang menagih.
Alesha dihadapkan pada dua pilihan, antara harus berbakti pada perjodohan orang tua, atau mempertahankan cinta sejatinya.
Saat pangkat dan jabatan sudah di tangan, mampukah mereka memenangkan takdir yang dulu sempat gagal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perdebatan Air Mata

Begitu suara mobil keluarga Argantara menghilang di kejauhan dan pintu depan ditutup rapat, suasana di dalam rumah langsung berubah drastis.

Kehangatan dan kesopanan yang dipaksakan selama makan malam tadi seketika lenyap, digantikan oleh ketegangan yang terasa menyengat hingga ke tulang.

Sebelum Zaskia sempat beranjak membersihkan meja, Alesha sudah berdiri tegak, matanya berkaca‑kaca namun memancarkan kekecewaan dan kemarahan yang tak bisa lagi ditahan.

“Ini sudah keterlaluan, Bu!” seru Alesha dengan suara bergetar, namun tegas.

“Apa yang Ibu lakukan tadi? Mengumumkan pertunangan itu tanpa bertanya padaku sedikit pun? Bukankah kita sudah sepakat menunggu sampai masa sepuluh tahun itu benar‑benar berakhir? Waktunya masih tersisa tiga tahun lagi! Justru Ibu sendirilah yang pertama kali melanggar janji yang telah kita buat bersama!”

Zaskia berhenti melangkah, membalikkan badan dengan wajah yang juga menegang.

Ia tidak terlihat merasa bersalah, melainkan tampak seolah sedang membela keputusan yang paling benar.

“Aku melakukannya demi kebaikan kita semua, Alesha. Jangan bicara soal melanggar janji, karena tujuannya adalah untuk menjaga masa depan kita.”

“Menjaga masa depan dengan mengorbankan kebahagiaanku lagi?” bantah Alesha, air matanya akhirnya tumpah membasahi pipi.

“Sudah tujuh tahun ini aku menahan diri, menyembunyikan perasaanku, bekerja keras hingga melupakan diriku sendiri. Aku pikir setelah waktu itu habis, aku bebas memilih jalan hidupku. Tapi Ibu malah mempercepat semuanya seolah aku ini barang yang harus segera diserahkan!”

Di sudut ruangan, Reyhan hanya bisa duduk bersimpuh di lantai, kepalanya tertunduk dalam‑dalam. Bahunya terguncang menahan tangis.

Ia mengangkat wajah yang basah oleh air mata, menatap putrinya dengan pandangan penuh rasa bersalah yang mendalam.

“Ayah minta maaf, Nak… Ayah benar‑benar minta maaf,” ucapnya dengan suara parau dan terputus‑putus.

“Semua ini bermula dari kesalahan Ayah di masa lalu. Kebangkrutan usaha, utang yang menumpuk, hingga Ibu hampir kehilangan nyawa karena sakit, semua itu karena kebodohan Ayah. Ayah tidak punya apa‑apa untuk melindungi keluarga ini, sehingga kita harus menerima bantuan itu dengan syarat yang berat. Ayah merasa gagal menjadi kepala rumah tangga, dan sekarang harus melihat kebahagiaan putriku lagi‑lagi menjadi korban…”

Reyhan menundukkan kepalanya hingga menyentuh lantai, rasa bersalah itu terasa begitu membebani hatinya.

“Ayah tidak bisa melarang Ibu, tapi Ayah mengerti betapa sakitnya perasaanmu ini. Maafkan Ayah yang lemah dan tidak berdaya…”

Melihat ayahnya yang begitu hancur, hati Alesha terasa semakin perih.

Namun, ia tidak bisa membiarkan situasi ini berlanjut begitu saja.

Ia menoleh kembali ke arah ibunya, berharap setidaknya ada sedikit rasa iba di sana.

Namun yang ia temukan justru ketegasan yang tidak tergoyahkan.

Zaskia melangkah mendekat, suaranya meninggi namun tetap terasa menguasai keadaan.

“Jangan terus‑terusan menyalahkan keadaan atau meratapi nasib, Alesha! Coba kamu sadari posisi kita ini! Tanpa bantuan keluarga Argantara, apa yang akan terjadi pada kita? Ayahmu mungkin sudah terjebak masalah hukum, rumah ini mungkin sudah disita, dan aku mungkin sudah tiada karena tidak mampu membayar biaya pengobatan! Kita bisa saja berakhir menjadi gelandangan di pinggir jalan, tidak punya tempat berteduh dan tidak punya masa depan!”

Ia menunjuk ke arah Alesha dengan nada menekan.

“Mereka menyelamatkan kita dari kehancuran total. Erhan telah menunggumu dengan sabar selama bertahun‑tahun, tidak pernah memaksa, selalu bersikap baik. Menikah dengannya bukanlah bencana, tapi itu adalah jalan terbaik yang bisa kamu dapatkan! Mengapa kamu selalu menolak kebaikan yang ada di depan mata hanya karena memikirkan perasaanmu sendiri?”

“Ini bukan soal kebaikan atau tidaknya, Bu!” jawab Alesha sambil menyeka air matanya dengan kasar.

“Ini soal kebebasan memilih siapa yang akan mendampingiku seumur hidup! Aku sudah memiliki Zehar, orang yang aku cintai dan yang juga telah berjuang menungguku selama ini. Jika Ibu memaksaku menikah dengan Erhan, itu sama saja memaksaku hidup dalam kebohongan selamanya! Dan ingat, Bu! Masa sepuluh tahun itu belum habis! Ibu sendirilah yang lebih dulu ingkar janji dengan mempercepat segalanya!”

“Sudah cukup!” bentak Zaskia, nadanya tak lagi memberi ruang untuk berdebat.

“Aku tidak ingin dibantah lagi soal ini! Keputusan sudah diambil, pengumuman sudah disampaikan, dan tidak ada jalan untuk mundur. Kamu akan menikah dengan Erhan, entah kamu suka atau tidak suka. Itu satu‑satunya cara agar nama baik kita terjaga dan masa depanmu terjamin. Jangan membuat aku menyesali semua pengorbanan yang telah aku lakukan untuk keluarga ini!”

Kata‑kata itu terasa seperti pisau yang menusuk tepat di jantung Alesha.

Ia menatap ibunya dengan pandangan yang penuh kekecewaan, seolah baru menyadari bahwa ibunya lebih mementingkan rasa berhutang budi dan pandangan orang lain daripada perasaan putrinya sendiri.

Ia menoleh sebentar ke arah ayahnya yang masih terisak di lantai, lalu menarik napas panjang seolah ingin melepaskan seluruh rasa sesak yang memenuhi dadanya.

“Baiklah, kalau begitu…” ucap Alesha dengan suara yang tiba‑tiba menjadi tenang, namun dingin dan tegas.

“Karena Ibu tidak mau mendengarkan pendapatku, karena janji pun dianggap tidak berarti, dan karena kebahagiaanku tidak ada harganya dibandingkan rasa terima kasih… maka aku tidak punya alasan lagi untuk tinggal di sini malam ini.”

Tanpa menunggu jawaban, Alesha berbalik badan dan berjalan cepat menuju kamar.

Ia mengambil tas ranselnya, memasukkan beberapa pakaian dan barang pribadi yang penting, lalu melangkah kembali ke ruang tengah dengan langkah mantap.

“Alesha, mau ke mana? Jangan bertindak gegabah!” seru Reyhan yang segera berdiri dan berusaha menahan putrinya.

“Aku akan pergi dari rumah ini untuk sementara waktu, Ayah. Aku butuh ruang dan waktu untuk berpikir, dan aku tidak bisa tinggal di tempat yang keputusanku sendiri tidak dihargai,” jawab Alesha sambil menahan tangis.

Ia menatap ibunya terakhir kali.

“Ibu bisa melanjutkan rencana itu sesuka hati, tapi ingat satu hal, aku tidak akan pernah bisa dipaksa untuk mencintai seseorang, dan aku tidak akan menjadi istri yang hidup dalam keterpaksaan. Keputusan ini bukan akhir, tapi awal dari perjuanganku untuk mendapatkan kebebasanku sendiri.”

Sebelum ada yang sempat menahannya lagi, Alesha membuka pintu dan melangkah keluar, menutupnya kembali dengan pelan namun tegas.

Suara langkah kakinya menjauh di atas aspal jalanan malam yang sunyi, meninggalkan kedua orang tuanya di dalam rumah yang kini terasa sepi dan hampa.

Reyhan terduduk kembali, wajahnya tertutup kedua telapak tangan, sementara Zaskia berdiri mematung, napasnya terengah‑engah karena emosi yang meluap.

Di dalam hatinya, ia meyakini bahwa ia telah melakukan hal yang paling benar, namun di sudut kesadarannya, ia mulai merasakan sedikit keraguan.

Apakah jalan yang dipilihnya ini benar‑benar akan membawa kebahagiaan bagi putrinya, atau justru akan memecah belah keluarga ini selamanya?

 

1
Siti Sarfiah
cinta yg lama hilang akhirnya tersambung kembali👍💪
Siti Sarfiah
lancar kan urusannya kalau mengalah dari egois lanjutkan lagi cinta yg terputus dan perbaiki kembali
Siti Sarfiah
maju pakpol , buang jauh" egomu bisa nyesal kalau d ambil orang
Siti Sarfiah
itulah sama" egois🤭💪
Siti Sarfiah
pakpol yg buang" waktu , bilang saja ingin mengenang masa lalu😄👍
Siti Sarfiah
cinta lama bersemi kembali😍👍💪
Siti Sarfiah
dengan bertugasnya AKP zehar d daerah yg d tuju akan aman selalu👍💪
Siti Sarfiah
mantap ibu Dirut yg jenius👍
Elisabeth Ratna Susanti
semoga pak Zehar beneran tulus ya
Rosella
udh, 🙏
kalah saing kmu erhan
Rosella
baguss
Rosella
Zaskia sadar krna di bayarin tuh utang, coba kalau ga d bayarin, apa masih Nerima Zehar 😏
Rosella
sepakat din🙏
Rosella
keren juga Dinda 😍.
real sahabat ini mah😍
Elisabeth Ratna Susanti
harus tetap tegak berdiri 👍🥰
Rosella
aku paling suka karakter Zehar. apa yang dia ucapkan pasti positif. keren thor.
kalau bisa up banyak y. plis 🙏
Rani: tengkyu.

siapp,😍
demi readers rela up banyak kok😍
total 1 replies
Rosella
sudah pasti terpecah belah lah. gila aja anak sendiri di jadikan bahan untuk balas Budi.😏
Rani: sabar😭
total 1 replies
Rosella
ibu aja yg nikah sama erhan noh. kehormatan apaan, ngorbanin anak
Rani: sabar😭
total 1 replies
Rosella
egois bnget si ibu
Rani: sabar😭
total 1 replies
Rosella
idih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!