" Boleh kah aku bertanya satu pertanyaan?" Nymera Elvaretta Lennox "
" Katakan?" prince Rafael Benitez"wajahnya dingin, tatapan matanya tajam.
" Tolong katakan apa kurang nya aku kak? sampai kakak tak bisa melihatku sebagai seorang wanita" tatapan matanya sendu.
" karena kau hanyalah gadis manja" .
Perlahan,gadis bernama Nymera Elvaretta Lennox itu melangkah mundur, matanya menatap sendu pria di depan nya,pria yang sejak kecil ia kagumi dan ia tau telah di jodohkan dengan nya.
Dengan bibir tersenyum, bukan senyuman indah dan manis, melainkan senyuman menyakitkan, bahkan bibirnya terlihat sedikit bergetar saat dengan lirih ia berkata " Terimakasih telah menyadarkan ku, selamat tinggal, semoga kakak terus bahagia" masih sekuat tenaga ia mengucapkan kalimat perpisahan.
setelah sedikit membungkukkan tubuhnya, sebagai cara menunjukkan penghormatan kepada keluarga kerajaan,gadis cantik yang akrab disapa Mera itu berbalik dan melangkah meninggalkan pria yang masih menatapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisha Langsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
04
" Bagaimana belajar kamu sore ini,Hem? lancar kan?"nyonya Vanessa bertanya di sela-sela makan malam.
" Seperti biasa ma" jawab Meera tak bersemangat,ia bahkan merasa tak berselera menikmati hidangan makan malam di hadapannya, padahal,hampir semua menu yang tersaji adalah makanan-makanan kesukaan nya.
" Apa yang terjadi Hem? papa perhatikan wajah kamu murung terus sejak tadi"tanya tuan Amran Lennox pada sang Putri, seraya mata beliau menatap sang istri dengan tatapan isyarat menuntut penjelasan.
" Tidak terjadi apapun pa, Meera cuma sedang memikirkan ujian akhir nanti,ternyata hanya tinggal satu bulan lagi, padahal Meera belum menentukan akan melanjutkan ke sekolah mana lagi" Meera memberikan alasan yang menurut nya cukup masuk akal.
" Memang nya kamu mau lanjut ke mana? di antara semua sekolah terbaik di negara ini, sekolah milik yayasan kerajaan lah yang terbaik dan itu sudah di akui bahkan oleh negara lain "nyonya Vanessa dengan tegas langsung menunjukkan sekolah mana yang terbaik.
" Atau mungkin kamu ingin melanjutkan ke luar negeri?" tuan Amran Lennox memberikan sang putri pilihan,beliau memang sangat menyayangi dan memanjakan putri semata wayangnya itu.
Dengan cepat Meera menggeleng tegas" Meera tidak mau ke luar negeri pa, Meera di sini saja" dengan yakin Meera menyampaikan pilihan nya.
Tuan Amran mengangguk mengiyakan mendengar keputusan yang sang putri ambil, sedangkan nyonya Vanessa tak menunjukkan respon yang berarti tentang obrolan dua orang di hadapannya itu.
Makan malam selesai, obrolan pun berakhir,Meera memilih untuk langsung beristirahat,ia memang merasa lelah.
**
Di kediaman keluarga kerajaan.
" ibu memanggil ku?" Rafael menemui sang ibu, setelah menerima panggilan dari salah satu pelayan setia Ratu.
" Duduk lah" tak menjawab pertanyaan Rafael,hanya sebuah anggukan kecil,sang ibu justru mempersilahkan putranya itu untuk duduk.
Tak membantah, Rafael duduk di hadapan sang ibu,meraih cangkir teh nya dan mulai menyesap nya secara perlahan, Rafael merasa ,ada yang ingin ibunya bicarakan dengan dirinya, cukup serius mungkin,dan ia memperkirakan tentang perjodohan nya dengan Meera,dan tentang berita yang tengah viral di media sosial tentang kehidupan asmaranya.
" Apa rencana mu kedepan nya?"Ratu Ambar justru tak langsung bertanya tentang berita skandal sang putra.
" Tentang apa?" tak langsung menjawab,Rafael justru balik bertanya.
" Semuanya, tentang perjodohan dan pendidikan mu" jawab ratu Ambar langsung ke intinya,ia tau, putranya tipe orang yang tak suka berbelit saat berbicara.
Rafael tampak terdiam sejenak,ia terlihat tengah berfikir, menjawab jujur atau mengatakan alasannya,tapi apakah sang ibu akan dapat menerima alasannya dan mendukung nya, atau mungkin justru membantah nya dengan keras, apapun itu Rafael yakin akan mencoba menyampaikan sebagian dari rencananya.
" Tentang pendidikan bukankah ayahanda yang sudah menentukan nya? aku hanya akan di wajibkan menjalankan segala skenario yang telah tersusun,atau mungkin sudah akan ada perubahan yang mengizinkan aku untuk memilih jalan hidup ku sendiri? " jawaban Rafael terkesan ketus.
" Dan tentang perjodohan itu, apakah aku di berikan pilihan? " Rafael tak menatap wajah sang ibu,wanita yang menyandang gelar sebagai seorang Ratu, wanita yang ia tau begitu tegar dan cerdas dan wanita yang telah berjuang menghadirkan nya ke dunia ini,namun ia tak menyukai kehidupan nya saat ini,ia ingin merasakan bebas seperti orang lain.
" Apakah ada yang ingin kamu sampaikan tentang perjodohan itu? apakah berita yang tengah viral itu benar adanya? ibu membutuhkan jawaban yang akurat dari mu" tatapan matanya terlihat begitu serius, beliau berharap sang putra membantah kabar tersebut dan memberikan alasan yang jelas.
" jika aku mengatakan agar perjodohan itu di batalkan, apakah ibu dan ayah akan menyetujuinya?" lagi-lagi Rafael mengajukan pertanyaan pada sang ibu.
Tak langsung menjawab,ratu Ambar justru terdiam sejenak, kemudian beliau mengangkat wajah menatap lurus wajah tampan putra nya" jadi berita itu benar? dan kau memilih Camelia? " tanya ratu Ambar serius.
" Aku tak mengatakan memilih dia,dan tentang berita itu,ibu tak perlu terlalu memikirkan nya,hanya saja aku merasa Meera masih terlalu muda untuk memikul tanggung jawab sebesar itu,ia tak sekuat ibu" .
" Ibu mungkin bisa tak memikirkan nya,tapi apakah kamu bisa menjamin Meera tak akan terluka karena berita itu? terlebih Camelia berada di negara ini sekarang,Meera memang masih muda,tapi ibu yakin dia kuat,dan dia juga sangat menyukai mu, apakah terhadap nya kamu tak sedikitpun memiliki perasaan sebagai seorang laki-laki yang menyukai seorang wanita?" terlihat ada gurat kecewaan di wajah paruh baya ratu Ambar.
" Aku akan menemui nya malam ini,ibu tak perlu terlalu kawatir " jawab Rafael menyampaikan rencananya.
Tak lagi mengatakan apapun,ratu Ambar memilih mengangguk mengiyakan apa rencana putra nya,beliau tau dan cukup paham karakter Rafael,keras dan tak akan mudah di atur.
" jangan terlalu mencolok saat mengunjungi kediaman keluarga Lennox,atau besok akan muncul berbagai berita yang takutnya akan memojokkan Meera dan keluarga nya, kasihan Meera,pasti itu akan sangat menggangu nya, terlebih ini sudah mendekati ujian akhir"
"Ibu Istirahatlah, aku tak akan melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan berita buruk tentang kerajaan ini" janji Rafael pada sang ibu.
Putri Ambar memanggul yakin" ibu percaya,kamu putra ibu,ibu tau kamu akan selalu melakukan yang terbaik" putri Ambar cukup tau bahwa putranya itu cerdas dan bijaksana, walaupun ia sering membantah kerajaan namun ia tak pernah membuat reputasi kerajaan buruk di mata masyarakat.
" pergilah dan hati-hati, dan jangan lupa menyertakan beberapa pengawal khusus untuk menjagamu,ayahanda akan sangat marah jika sampai terjadi sesuatu " Ratu Ambar menyampaikan sedikit alasan.
Rafael mengangguk-anggukkan kepalanya,dan segera meminta izin untuk melanjutkan rencananya,ia akan menemui Meera,gadis cantik yang dapat di katakan mereka tumbuh besar bersama, usia mereka terpaut tiga tahun,Rafael lebih tua dari Meera.
Rafael melirik jam tangannya" katakan pada supir,segera siapkan mobil,aku akan ke suatu tempat, kau tak perlu ikut,cukup atur pengawasan saja,jangan terlalu mencolok" Rafael memberikan perintah pada seseorang, orang kepercayaan nya selain Damares.
" Baik yang mulia pangeran " dengan patuh orang tersebut melaksanakan segala sesuatu yang pangeran nya perintahkan.
Rafael memejamkan matanya menghirup nafas dalam-dalam,ia seakan tengah mempersiapkan diri, mengurangi debaran jantungnya yang selalu berdegup kencang setiap kali berhadapan dengan Meera, padahal gadis itu selalu bersikap ceria saat bertemu dengan nya.
eeh katanya tidak cintaa
tpi koq cemburuuu🤣🤣🤭🤭🤭
dia hanya rubah yang licik
apakah kamu penggemar rahasia
sebab Iya ingin anaknya masuk dalam kawasan keluarga istana
bukan sekedar pelayan, yang di anggap rendahan🤭😔
kira kira siapa si dia
bikin penasaran aja
ngelunjak ya
minta di geprek kau
dan ternyata Dai si penghianat kerajaan
ada disampingmu Rafael
ular kadut
apakah dia termasuk anak bangsawan
sampai dgn percaya dirinya
selalu mengincar pangeran
ternyata ada pria lain yang Akan melindungi meera
dan Rafael seolah menerima perjodohan itu
hanya karena ingin menutupi bhubungannya dgn camel🤭🤭
ish is tak patut
tak patut
Baru juga lihat Meera ketawa ketiwi sama kaka2 OSIS, udah kebakaran jenggot aja. Gimana kl Gio atau cwo lain bisa deketin Meera ?
ah elah EL EL...gemes pengen cubit ginjalmu EL 😂😂