NovelToon NovelToon
Kupu-Kupu Di Kota Batu

Kupu-Kupu Di Kota Batu

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Enemy to Lovers / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:76
Nilai: 5
Nama Author: phiiiew

Keadaan berubah ketika Nowi memergoki kekasihnya berselingkuh tepat di atas ranjang mereka sendiri. Baru saat itulah ia menyadari bahwa seluruh kenyamanan yang selama ini dinikmatinya tak lagi miliknya. Padahal sebelumnya Nowi memiliki segalanya. Karier cemerlang, kehidupan berkecukupan, dan pasangan yang berparas tampan.

Kini, semuanya telah sirna. Tak ada lagi tempat tinggal, tak ada lagi sumber penghasilan, dan satu-satunya jalan keluar yang tersisa adalah menjual rumah warisan orang tuanya di kota Batu. Tempat yang sangat dibencinya, sarat akan kenangan pahit, serta menyimpan satu rahasia besar yang telah ia kubur dalam-dalam sejak masa remaja.

Kehancuran hidupnya itu pun memaksanya kembali menghadapi masa lalu yang telah ia tinggalkan sepuluh tahun silam, serta satu-satunya pria yang mencintainya sepenuh hati, sekaligus sosok yang paling menderita karenanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon phiiiew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka yang Menetap

Vito mundur selangkah karena terkejut. Ia tak mengerti maksud ucapan itu. Nowi tak mungkin pergi tanpa memberi kabar padanya. Mungkin hanya ponselnya saja yang rusak.

Zaki menatap temannya itu dengan wajah khawatir.

“aku nggak ngerti. Maksudnya pergi gimana? Dia pergi ke mana?” tanya Vito lagi.

“Dia pergi dari sini, gak tinggal di rumah ini lagi. Aku gak boleh bilang di mana dia berada, tapi yang pasti dia gak akan kembali lagi,” jawab ibu Nowi dingin.

 Vito memegangi bagian dada kiri, tepat di letak jantungnya, lalu kakinya lemas dan jatuh berlutut di lantai.

“Woy, Vito! kamu nggak apa-apa?” Zaki langsung menopang tubuh temannya itu.

“Tolong kasih aku penjelasan dong. Apa maksud Ibu? Nowi nggak mungkin ninggalin aku begitu aja. Gimana bisa dia nggak bakal balik lagi? Tolong, Bu Rosse, kasih tahu aku,” pinta Vito dengan nada panik.

Ia benar-benar tak mengerti dan sangat ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Gadis yang dicintainya tak mungkin melakukan hal sekejam itu padanya.

“Aku gak punya kewajiban menjelaskan apa-apa padamu, Vito. Aku tahu kamu baik sama anakku selama ini, tapi sekarang waktunya dia hidup mandiri. Dia sudah pergi dari sini dan tidak akan pernah kembali. Itu cuma perasaan masa kecil, lama-kelamaan kamu juga akan lupa dan punya pasangan baru,” ujar wanita itu.

Setelah berkata begitu, ibu Nowi berbalik lalu menutup dan mengunci pintu dengan keras tepat di depan wajah mereka.

Segala sesuatu yang selama ini diyakininya nyata hancurlah berkeping-keping. Rasanya sangat sakit, sampai-sampai Vito sulit bernapas.

Suara Zaki terdengar samar di telinganya, Seakan datang dari tempat yang sangat jauh. Vito mencengkeram lengan temannya itu lalu berusaha berdiri, meski kakinya masih terasa lemas. Ia memukul-mukul pintu rumah itu sekuat tenaga.

“Bu Rosse! Ibu nggak bisa ngelakuin ini sama aku! Tolong buka pintunya! aku cuma mau tahu dia aman atau gak, di mana dia tinggal sekarang! Tolonglah!” teriaknya.

Zaki menarik tubuh Vito agar menjauh dari pintu. “Vito, ayo kita pergi. Kita cerita sama Papa, dia pasti bisa bantu kita cari jalan keluarnya.”

“Aku nggak bisa pergi! Bu Rosse! Buka pintunya! Zaki, aku nggak bisa hidup tanpa dia. Di mana dia? aku butuh dia, aku cinta banget sama dia. Tolong kasih tahu aku di mana dia!” rintihnya terus menangis.

“Aku tahu, aku tahu. Kita pergi dulu ya, nanti kita cari tahu. aku bakal nemenin kamu terus,” kata Zaki berusaha menenangkan.

Ia hampir harus menyeret tubuh Vito masuk ke dalam mobil karena temannya itu tak sanggup berjalan dengan normal.

Begitu duduk di kursi penumpang, aroma khas Nowi langsung tercium di seluruh bagian mobil. Wanita itu sering duduk di sini, sehingga baunya masih tertinggal kuat.

Selama bertahun-tahun setelah kepergian Nowi, Vito berusaha mencari keberadaan wanita itu dengan segala cara namun tak pernah berhasil.

Kedua orang tuanya juga ikut membantu mencarinya. Vito bahkan sudah berkali-kali datang ke rumah itu dan memohon kepada ibu Nowi agar diberi tahu alamat putrinya, sampai akhirnya wanita itu mengancam akan melaporkannya ke polisi jika datang lagi. Rahasia keberadaan Nowi dijaga sangat ketat.

Lima belas bulan yang lalu, kedua orang tua Nowi meninggal dunia. Vito merasa ada harapan, karena ia yakin Nowi pasti akan datang menghadiri acara pemakaman orang tuanya.

Hari itu, ia merasa sangat gelisah sampai perutnya terasa mual. Ia menunggu di tempat itu dari pagi sampai malam namun sosok yang ditunggu tak muncul juga. Karena takut melewatkan kesempatan jika Nowi datang diam-diam, Vito bahkan tidur di dalam mobil yang diparkir di depan area pemakaman. Namun, sampai pagi hari pun wanita itu tak pernah muncul.

Ayahnya Baskara, sahabat mereka, bertugas mengurus seluruh harta warisan keluarga Nowi. Ternyata alamat dan nomor telepon Nowi tertulis di dalam surat wasiat yang diserahkan kepadanya. Pria itu menghubungi Nowi untuk memberitahu kabar duka dan soal harta warisan, namun menolak memberikan informasi kontak itu kepada Vito dengan alasan harus menghormati privasi Nowi.

Vito merasa sangat marah dan kecewa. Sehari setelah acara pemakaman, ia minum-minum sampai mabuk berat karena tak bisa menahan emosinya. Bass dan Zaki bahkan harus datang menjemputnya dan membawanya pulang karena ia datang ke tempat keluarga Bass dalam keadaan tak sadarkan diri sambil terus menuntut informasi soal Nowi.

Nowi tak memiliki akun media sosial apa pun, dan Vito juga tak pernah berhasil menemukan jejaknya di internet. Beberapa kali ia sempat berpikir untuk menyewa jasa penyelidik, apalagi ada orang yang bekerja di bidang itu tinggal di kota mereka. Namun, ada bagian di dalam hatinya yang mulai menyadari bahwa mungkin memang Nowi tak ingin ditemukan. Perasaan itu terus bertarung dengan kemarahan yang dirasakannya karena ditinggalkan tanpa pesan apa pun.

...(Flash back close)...

Vito menghabiskan seluruh birnya, lalu mengunci semua pintu dan jendela rumah. Ia masuk ke kamar mandi dan mandi air hangat dalam waktu lama, berusaha menghilangkan rasa lelah fisik maupun batin yang dirasakannya sepanjang hari.

Setelah melepas pakaian dan membuangnya ke keranjang cucian, Vito masuk ke kamar mandi batunya yang luas. Dia membiarkan air panas mengguyur seluruh tubuhnya, berharap semua stres dan perasaan kacau hari itu ikut hanyut. Namun, pikirannya justru membuatnya makin tersiksa. Hanya satu nama yang terlintas di benaknya, yaitu Nowi.

Vito terus membayangkan keadaan Nowi sekarang, apa yang bisa membuatnya tersenyum, serta hal-hal kecil yang membuatnya bahagia. Dia juga ingat betapa lembut dan seksinya bibir Nowi itu. Dia masih bisa merasakan jelas bagaimana rasanya mencium bibir tersebut. Dia ingat betul, tubuh Nowi yang selalu pas dan nyaman di pelukannya setiap kali dia merangkul gadis itu.

Dia membayangkan Nowi berbaring di ranjangnya dengan rambut hitam yang berantakan, persis seperti yang sering dia bayangkan dulu. Semua bayangan itu datang sendiri tanpa dipanggil dan membuat dadanya makin sesak serta berat.

Rasa kesal bercampur rindu menghantam perasaannya. Vito memejamkan mata dan berusaha menenangkan diri, namun usahanya sama sekali tidak membuahkan hasil. Yang muncul justru rasa marah yang membara. Dia marah karena setelah sepuluh tahun berlalu, Nowi masih memiliki pengaruh sebesar itu atas dirinya.

“Brengsek haahh!” geramnya dengan nada kesal.

Dia menghantamkan telapak tangannya ke dinding kamar mandi, sengaja menyambut rasa nyeri yang langsung menjalar di tangannya.

“Sial! Sial!” teriaknya lagi.

Perasaannya sama sekali tidak stabil. Satu detik dia merasa sangat marah, detik berikutnya merasa hampa, lalu kembali diserang rasa kehilangan yang mendalam. Vito segera membersihkan tubuhnya, mematikan keran air, lalu melilitkan handuk di pinggangnya. Dia berdiri di depan wastafel dengan kedua tangan bertumpu di meja, kemudian menatap pantulan dirinya di cermin.

Dia sangat benci kenyataan bahwa Nowi masih bisa mengendalikan perasaannya sebesar itu. Dia benci karena meski sudah terpisah selama sepuluh tahun, dia tetap tidak bisa melupakan perempuan itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!