NovelToon NovelToon
Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indrie Lestari

Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 : Jebakan

Kini terlihat Clara sedang berjalan mengendap-endap mendekati pintu kamar milik kedua orang tuanya. Ia terus melirik ke arah kiri dan ke kanan, takut-takut ada seseorang yang datang dan mengetahui gerak-geriknya.

"Kayanya sudah aman, untung saja si gadis dekil itu belum juga pulang dan bi Sri lagi sibuk di dapur." Guman Clara pelan.

Klek!

Dengan gerakan pelan Clara telah berhasil membuka pintu kamar kedua orangtuanya. tanpa membuang waktu lagi ia segera masuk dan menutup pintu itu kembali dengan begitu hati-hati.

Kini Clara yang telah berada di dalam kamar milik kedua orangtuanya, terlihat ia yang tengah berdiri di tengah-tengah ruangan sembari kedua matanya mencari-cari sesuatu yang sedang di carinya.

"Di mana ya mamah nyimpen benda itu?." Gumam Clara pelan merasa bingung.

Meskipun terlihat agak bingung, namun langkah kaki Clara berjalan ke arah meja rias milik sang mamah.

"Mungkin di simpen di laci?" Ucap Clara menduga-duga.

Dengan cepat Clara membuka laci yang menyatu dengan meja rias, namun ia tidak menemukan benda yang ia cari di dalam sana.

"Gak di simpen di sini, terus di simpen di mana?" Terlihat Clara yang sedang berdecak pinggang dan tengah berpikir saat ini.

Namun di saat ia sedang berpikir, tiba-tiba saja tatapan matanya langsung tertuju ke arah lemari pakaian besar milik kedua orangtuanya itu. firasatnya mengatakan jika benda yang ia cari ada di dalam sana.

"Kalo gak di simpen di laci, bisa jadi mamah nyimpennya di dalam lemari." Batin Clara yakin.

Clara segera berjalan ke arah lemari tersebut dan langsung membukanya, kini kedua matanya tengah mencari-cari benda yang menjadi incarannya sejak awal. Kini tatapan mata Clara langsung tertuju ke arah kotak pehiasan yang ada di bagian rak tengah lemari tersebut.

Kini tangan Clara segera mengambil kotak perhiasan berbentuk kotak itu. perlahan ia segera membukanya, kini matanya lansung fokus ke arah kalung dengan liontin berlian yang sudah menjadi incarannya sejak awal.

"Tumben nih kalung gak di pake buat arisan hari ini." Batin Clara heran namun mengulas senyum di bibirnya.

"Tapi ada untungnya juga ini kalung gak di pake hari ini, jadi gua bisa pakai kalung ini buat ngejebak gadis dekil and kumel itu." Guman Clara pelan sembari tersenyum jahat.

Dengan cepat Clara segera mengambil kalung tesebut dari kotak perhiasan dan segera mengatonginya di kantong celana miliknya. setelah itu Clara langsung menyimpan kotak perhiasan itu ke tempat semula dan segera berjalan ke luar dari kamar seolah-olah dia tidak pernah mengambil apapun.

Untung saja di dalam kamar kedua orangtuanya tidak di pasangi camera cctv, sehingga Clara sangat yakin tindakannya saat ini tidak akan di ketahui oleh kedua orang tuanya atau pun orang lain.

Setelah berhasil keluar dari kamar kedua orang tua tanpa ketahuan, Clara segera berjalan ke arah dapur karena kamar milik Bella berada di dekat dapur berbarengan dengan bi Sri.

********

Kini Clara telah sampai di area dapur, ia bisa melihat bi Sri yang sedang mencuci piring di depan wastafel.

"Gimana caranya gua bisa masuk ke dalam kamar si Bella dekil?, sedangkan masih ada bi Sri di dapur." Batin Clara sedang berpikir keras.

Kini terlihat mata Clara terus menatap secara bergantian ke arah pintu kamar milik Bella lalu kemudian menatap ke arah bi Sri yang sedang mencuci piring. wajah Clara ketara sekali tengah bingung dan sedang memikirkan cara agar bisa mengusir bi Sri terlebih dahulu dari dapur, dengan begitu ia akan lebih mudah untuk masuk dan menyimpan kalung berlian milik mamahnya di dalam kamar Bella.

Bi Sri yang hampir menyelesaikan cucian piring nya, merasa jika ada orang lain yang berada di dapur selain dirinya. sontak saja ia langsung menoleh ke arah samping kiri, bi Sri agak sedikit terkejut karena melihat non Clara sudah berdiri di depan pintu dapur dengan ekspresi wajah kebingungan.

"Ehh... ada non Clara, bikin kaget saja!" Ucap bi Sri menatap ke arah anak majikannya itu.

Mendengar suara Bi Sri sontak saja Clara langsung menoleh ke arah wanita itu dengan ekspresi wajah agak gugup.

"Ada apa non?" Tanya bi Sri mulai bertanya, karena Clara hanya diam seperti orang kebingungan saat ini.

"Ehh...anu bi di kamar Clara ada tikus, iya tikus besar banget!" Ucap Clara spontan, karena hanya alasan itu saja yang terlintas di pikirannya saat ini.

"Hah! masa ada tikus sih di kamar non Clara?" Heran Bi Sri dengan raut wajah tidak percaya.

"Iya seriusan bi, sudah gitu tikusnya besar banget ihhh..... bikin takut." Ucap Clara dengan ekspresi wajah ketakutan agar bi Sri mempercayainya.

Setelah mendengar penjelasan Clara, bi Sri terlihat segera membasuh kedua tangannya yang sempat di penuhi dengan sabun. saat ini bi Sri berniat untuk segera menangkap tikus yang ada di kamar anak majikannya itu.

"Tenang non, bakalan bi Sri tangkap dan usir sekarang juga tuh tikus!" Ucap bi Sri yang sudah memegang sapu dan pengki di kedua tangannya saat ini, sudah siap untuk menangkap tikus.

"Iya bi, cepetan di tangkap kalo mamah sama papah sampah tahu di kamar Clara ada tikus nanti bi Sri bakalan kena marah karena di kira gak bersih kerjanya." Ucap Clara menakut-nakuti agar pembantunya itu segera pergi dari dapur.

"Iya non, bakalan bi Sri tangkap sekarang juga." Ucap bi Sri segera bergegas keluar dari dapur dan berjalan ke arah kamar Clara.

Melihat bi Sri telah menjauh dari dapur, Clara dengan cepat berjalan memasuki kamar Bella dan bi Sri.

"Di simpen di mana ya kira-kira?" Ucap Clara pelan sambil menatap ke sekeliling kamar yang tidak terlalu besar itu.

Cukup lama Clara berpikir, kini tatapan mata Clara tertuju ke arah lemari plastik yang berada di sudut ruangan. dengan cepat Clara berjalan ke arah sana.

Kini Clara sudah berada di depan lemari milik Bella dan bi Sri, dengan gerakan pelan Clara segera membuka lemari plastik tersebut dan langsung menyimpan kalung yang sempat dia kantongi ke tumpukan pakaian milik Bella. Ia sengaja menyimpan kalung tersebut di bagian paling bawah pakaian, agar terkesan jika sepupunya itu yang telah menyembunyikannya di sana.

Setelah berhasil menyimpan kalung tersebut ke dalam lemari milik Bella, dengan tergesa-gesa Clara menutup lemari itu kembali dan segera keluar kamar dengan langkah kaki yang terburu-buru. kemudian berniat menyusul Bi Sri yang sedang mencari tikus di kamarnya.

BRUK! AWWW!

rintih Clara pelan saat tubuhnya menubruk sesuatu.

Baru beberapa langkah keluar dari pintu dapur, Clara menabrak seseorang yang tengah berjalan ke arahnya. karena ia begitu terburu-buru sehingga tidak melihat ke depan, untung saja tubuh Clara tidak sampai terjatuh ke lantai.

"Maaf Clara aku gak sengaja, kamu gak kenapa-kenapa kan?" Ucap Bella menyentuh bahu Clara pelan dengan raut wajah cemas.

Mengetahui yang dia tabrak barusan adalah Bella, Clara langsung menghentakan tangan Bella yang berada di bahunya setelah mendengar suara gadis itu.

"Awas jangan sentuh gua! Tangan Lo kotor!" Sentak Clara menatap penuh rasa jijik ke arah Bella.

Bella hanya bisa diam saat tangan nya tiba-tiba saja di sentak kasar oleh Clara dengan begitu kasar.

"Maaf, aku gak bermaksud nyentuh kamu." Lirih Bella pelan dengan wajah menunduk menahan air mata yang hampir saja keluar dari pelupuk matanya.

Clara yang mendengar permintaan maaf keluar dari mulut Bella, ia hanya memutar kedua bola matanya malas dan segera pergi dari hadapan sepupu dekil dan bau nya itu.

"Simpen air mata buaya Lo buat nanti!, karena malam ini Lo bakalan di hukum berat sama papah dan mamah. siapa suruh deket-deket sama cowok inceran gua!" Batin Clara dalam hati merasa senang karena sebentar lagi sepupunya itu akan mendapatkan hukuman.

******

1
한스Hans
mampir Thor 👍 semangat
Indrie Lestari: siap kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!