NovelToon NovelToon
Rahasia Ratu Mafia

Rahasia Ratu Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:998
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

"Berhenti menatapku." ucap Nina yang langsung membuat Andra terkejut.

 "Maksudnya?" tanya Andra yang nampak kebingungan.

 Nina menatapnya dengan tatapan dingin,"Apa kamu kira aku tak tahu apa yang kamu lakukan,jangan berani membuat masalah denganku." jawab Nina yang menampakkan ekspresi kesal pada Andra.

 Andra mulai bersalah,dan melihat langsung wanita itu berbicara dingin seperti itu padanya,"Bukan aku lancang padamu,aku hanya ingin meminta maaf." jawab Andra yang secara langsung berani mengakui sesuatu.

 "Minta maaf apa?" tanya Nina yang masih menunjukkan ekspresi kesal.

  "Atas kejadian di mini market itu,." jawab Andra yang merasa bersalah.

 "Untuk apa kamu minta maaf, bukannya sedari awal kamu sudah minta maaf." Nina masih mengingat hal itu.

 "Memang,tapi..."

 Nina maju mendekati pria itu,"Aku peringatkan padamu, jangan sekali-kali pernah mengangguku.Camkan itu baik-baik." Nina secara langsung mengancam,karena dia tak ingin misinya gagal karena ulah pria di depannya.

 Andra tertegun melihat ekspresi serius dari Nina, bahkan Andra bisa melihat ada sesuatu yang wanita itu sembunyikan dari balik kacamata itu."Apa aku salah lihat" batin Andra yang seketika menganggukkan kepala,sempat ia menghirup wangi segar dari tubuh Nina.

 Wangi parfum yang terasa begitu harum,"Anggap kita tak saling mengenal." Nina segera pergi meninggalkan Andra yang berdiri terdiam melihat sifat yang sesungguhnya dari Nina.

 Nina terpaksa melanjutkan perjalanan dalam keadaan hujan deras,ia tak ingin berurusan dengan pria itu lagi.Andra langsung terdiam ,tak menyangka ia akan mendapatkan jawaban itu.

 Ia mencoba mencerna perkataan itu,"Sepertinya wanita sangat marah padaku." batin Andra yang melihat kemarahan dari wanita itu.

 "Dia nampak berbeda dengan wanita yang aku temui." gumam Andra yang merasa ada yang bergejolak dalam dirinya untuk semakin mengenal wanita itu.

 Posisi Nina sudah sampai di kostnya,dia benar-benar dalam keadaan basah kuyup hingga Lina datang menghampiri sembari memberikan handuk kecil pada Nina.

 "Kenapa kamu malah hujan-hujanan, gimana nanti kamu sakit." ucap Lina yang segera membantu.

 "Bagaimana lagi di luar hujan deras,apalagi aku lupa membawa jas hujan terpaksa aku pulang hujan-hujanan." jawab Nina yang mana baju miliknya basah kuyup.

 Disisi lain Airin datang membawa segelas teh hangat,"Ini minuman hangat untukmu,lebih baik kamu ganti baju sebelum nanti kamu sakit." tanpa membalas perkataan mereka Nina langsung masuk ke dalam kamarnya dan bergegas berganti baju.

 Beberapa menit kemudian

 Mereka bertiga berkumpul di ruang tengah,mereka saling mengobrol.Nina hanya terdiam sembari menikmati teh hangat dari Airin.

 "Lebih baik kamu istirahat saja." ucap Airin yang melihat ekspresi Nina yang sedari tadi diam.

 "Nanti saja." Nina bertahan menemani mereka berdua, dengan obrolan candaan dari mereka berdua.

 "Oh iya Nin, sepertinya salah satu dari mereka ada yang tertarik denganmu." ucap Lina yang langsung direspon kaget oleh Nina.

 "Apa kamu bilang." Nina mulai curiga apa yang Lina katakan.

 "Begini Nin, seperti cowok yang duduk di depanmu itu tertarik denganmu." Lina mengucapkan hal itu pada Nina,respon Nina hanya terdiam tak menanggapi apa yang Lina katakan.

 "Lumayan sih,tapi terserah kamu saja." ucap Airin yang mengakui Andra masih tampan daripada teman-teman lainnya.

 "Mana mungkin,pasti kalian bercanda." jawab Nina yang tak terlalu peduli.

 "Beneran Nin,kami tidak bohong." jawab Airin yang mengatakan hal itu benar adanya.

 "Bukannya laki-laki lebih menyukai wanita cantik dan tajir.Sedangkan aku hanya wanita biasa." Nina membenarkan hal itu yang biasanya pria akan pilih.

 "Jangan berpikir seperti itu,tak semuanya seorang pria akan selalu berpikir hal seperti itu." jawab Airin yang langsung menolak dengan cara pikir Nina.

 Nina terdiam malas membicarakan pria itu lagi,"Aku tak ingin membahas dia lagi, aku pun tak ingin begitu tertarik dengan pria itu.Yang aku fokuskan hanyalah pekerjaan yang mulai menungguku." Mereka berdua terdiam saling lirik,dan Nina langsung pergi meninggalkan mereka berdua.

 "Kamu sih,kenapa buat marah Nina." ucap Lina pada Airin.

 "Siapa yang mau buat" protes Airin yang merasa tidak ingin membuat marah Nina,Lina pergi meninggalkan Airin sendirian.

 Sedangkan Nina mulai fokus mengerjakan pekerjaannya dan sesekali membalasnya pesan dari Lukas.

 Sesekali Nina menghembuskan nafasnya,"Seperti sebentar lagi aku akan mencapai rencanaku." ucap Nina yang merasa lega.

 Ia pun bergegas untuk istirahat,sekilas ia mengingat apa yang Lina katakan padanya,"Apa mungkin,apa hanya pria itu yang bodoh." gumam Nina yang tak terlalu menghiraukan hal itu.

 Pagi hari

 Sepertinya biasanya Nina segera bersiap untuk bekerja dipagi hari,saat hendak akan berangkat dari arah belakang ada sosok wanita jalan berlari-lari.

 "Nina." Airin lari memanggil namanya.

 "Ada apa?" tanya Nina pada Airin, terlihat Airin lari dengan nafas ngos-ngosan.

 "Aku mau minta maaf sama kamu,perihal tadi malam."Airin mengungkapkan permintaan maafnya.

 "Apa kamu bilang, minta maaf.Kamu lari-lari begini hanya untuk minta maaf"Airin membalas dengan anggukkan kepala.

 "Iya aku minta maaf,sudah buat kesal kamu." Secara langsung Airin merasa bersalah.

 "Sudahlah, Kamu tidak perlu minta maaf." jawab Nina yang tidak mempermasalahkan hal itu,pada akhirnya permasalahan mereka selesai dan Nina melanjutkan perjalanan menuju tempat kerja.

 Akhirnya Nina sampai di tempat tujuan dia, seperti biasanya ia melakukan pekerjaan sampai ia berhenti bekerja setelah mendapati keributan di tempat kerja.

 "Ada masalah apa lagi ini." batin Nina yang mulai kesal ada kejadian apalagi.

 "Aku tak mau tahu,kamu harus melakukan sesuai perintahku." dengan nada sombongnya ia menyuruh salah satu dari pelayan itu.

 "Itu pekerjaanmu,kenapa harus malah aku yang harus mengerjakannya." Nina maju kedepan melihat keributan antara kedua pekerja di tempat kerjanya.

 "Hey ,kamu siapa beraninya masuk ke tempat ini." Nina terdiam melihat wanita itu dari dekat.

 "Sepertinya wanita ini mau cari gara-gara denganku." batin Nina yang melihat langsung tingkah sombongnya didepan dirinya.

 "Mel,dia Nina teman kerja kita yang baru."

 "Apa teman kerja?" wanita itu menatap tajam kearah Nina seolah ia sedang mengamati pergerakan Nina.

 "Jika begitu kerjakan pekerjaanku,aku masih sibuk." ucap wanita itu yang langsung pergi meninggalkan mereka berdua.

 "Kamu sabar ya,memang begitu sifatnya." Nina pun penasaran dengan wanita itu.

 "Siapa dia?"

 "Tadi itu Mely,teman kerja kita juga." Nina semakin curiga kenapa wanita itu.

 "Tapi kenapa, sifatnya kurang ajar seperti itu pada kita." Nina pun merasa kesal dan akhirnya wanita bercerita tentang siapa Mely itu.Mendengar cerita itu,nampak kemarahan dari Nina setelah mendapati kebenaran itu dan kini kesabaran Nina habis.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!