NovelToon NovelToon
CINTA TAK TERDUGA DARI BERONDONG MANIS

CINTA TAK TERDUGA DARI BERONDONG MANIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Berondong
Popularitas:668
Nilai: 5
Nama Author: intan_fa

Ranaya Aurora harus rela mengakhiri hubungan asmaranya dengan sang kekasih karena perselingkuhan. akibat dari itu, Naya tidak lagi percaya cinta dan pria sehingga memutuskan untuk tidak akan pernah menikah.
akan tetapi, tuntutan keluarga membuatnya harus menikah. Aero Mahendra menjadi pilihan Naya, lelaki asing dengan usia empat tahun di bawahnya. Walaupun pernikahan itu di tentang keluarga hanya karena perbedaan status sosial, Naya kekeh memilih Mahen atau tidak menikah sama sekali.
Bagaimana Naya menjalani pernikahan dan hidup bersama Mahen?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intan_fa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terpilih

Naya menghela nafas panjang, ia harus profesional dan menjalankan pekerjaannya dengan serius.

"Saya minta contoh gambar-gambar yang sudah kalian ambil. Itu bisa menjadi bahan pertimbangan saya," ujar Naya membuka obrolan.

Dengan senang hati Mahen menunjukkan laptopnya ia sudah menyiapkan gambar-gambar terbaik yang akan di tunjukkan pada Naya. Ia sangat bersemangat dengan penuh senyuman, tapi itu tidak menggoyahkan keseriusan Naya.

"Saya sudah siapkan beberapa contoh foto indoor dan outdoor juga. Anda tidak perlu meragukan kemampuan saya lagi," ujar Mahen percaya diri.

Naya melihatnya dengan detail. Ia cukup terkejut saat melihat ada foto dirinya yang di ambil secara diam-diam di taman kemarin.

"Kau ..." Naya beralih menatap Mahen tajam.

"Saya senang mengabadikan hal-hal yang indah," sahut Mahen seraya menaik turunkan alisnya dengan tersenyum tipis.

Naya mendelikkan matanya kesal lalu beralih pada foto kandidat lainnya. Tidak di pungkiri, dari ketiga kandidat itu hasil foto-foto Mahenlah yang bagus.

"Saya sudah punya pilihan sendiri. Rossi, Nina, coba kalian nilai juga dan pilih salah satu terbaik," titah Naya.

Ketegasan dan keseriusan Naya menjadi perhatian Mahen. Jika di bandingkan dengan kemarin raut wajah lemas begitu terlihat kelemahannya, hari ini sungguh berbeda. Terlihat tangguh dan ambisius.

"Bu, yang ini bagus," tunjuk Rossi.

"Saya juga setuju yang ini," timpal Nina mempunyai pilihan sama dengan Rossi.

Pilihan itu di saksikan langsung oleh ketiga kandidat sehingga langsung ketahuan siapa yang akan terpilih. Mahen sudah sangat percaya diri karena dirinyalah yang telah terpilih.

"Baiklah. Saya setuju dengan kalian," tegas Naya.

Kemudian Rossi menyebutkan nama Mahen sebagai yang terpilih dan dua kandidat lainnya belum terpilih saat ini dan mereka berlalu pergi.

Naya bangkit dari duduknya seraya berkata, "untuk kejelasan apa-apa saja yang akan kamu lakukan dan tentang jadwal pemotretan, juga soal bayarannya semua akan di jelaskan oleh Rossi. Semoga kerja samanya berjalan dengan lancar." ia kemudian berlalu pergi.

"Ehh ehhh ..." Mahen ingin menghentikan Naya, tapi Rossi menyelahnya.

"Mas Mahen, ini anda bisa tandatangani kesepakatannya. Jika ada yang kurang berkenan, tentang bayarannya bisa kita bicarakan lagi," jelas Rossi.

Mahen membaca berkas itu dan tidak ada masalah lalu menandatanganinya dengan cepat.

"Eh, bu Naya sibuk banget ya?" tanya Mahen.

"Iya, bu Naya sangat sibuk."

"Apa aku bisa bertemu dengannya dulu?"

"Maaf mas ... urusan ini sudah di serahkan pada saya, jadi tidak perlu bicara dengan bu Naya lagi." Rossi mengulurkan tangannya dan bersalaman dengan Mahen. "Semoga kerjasamanya berjalan lancar dan tolong besok jangan datang terlambat. Bu Naya tidak suka orang yang tidak disiplin," jelasnya.

"Oke."

"Jika tidak ada yang di tanyakan, saya permisi. Kamu boleh pulang ...."

"Terima kasih, mbak." Mahen keluar lebih dulu dari ruangan itu lalu di susul oleh Rossi.

Mahen ingin sekali bertemu dengan Naya terlebih dahulu. Ia melambatkan langkahnya seraya mencari dimana ruangan Naya. Saat melihat Rossi keluar dari sebuah ruangan, ia bisa menebak kalau itu adalah ruangannya.

Mengendap-endap mengintip dari pintu, setelah memastikan benar itu ruangan Naya barulah ia bergegas masuk sehingga membuat Naya terkejut.

"Hayyy ... Hayyy ...."

"Astaga!!! Kau mengagetkan saja. Ada apa keruangan saya?" tanya Naya.

Kemudian Mahen duduk di kursi di hadapan Naya, dengan tingkah tengilnya itu.

"Saya tidak menyuruhmu untuk duduk! Cepat katakan ada apa? Saya sibuk!" cetus Naya.

"Galak banget sih. Eh, terima kasih ya, sudah memilihku tadi. Tau saja kalau aku lagi butuh pekerjaan," ujar Mahen. "Pasti memilihku karena foto-fotomu, kan? Gimana bagus gak?" sambungnya nyerocos.

"Saya bersikap profesional, kau terpilih ya karena bagus. Untuk foto-foto saya itu, kenapa kamu memotret tanpa seizin saya? Mana muka saya jelek banget!" tutur Naya.

Itu terdengar lucu dan cukup membuat Mahen tertawa. "Maaf untuk itu. Tenang saja, nanti aku akan memotretmu lebih bagus. Asal kamu janji jangan pernah bersedih lagi. Oke?" ujar Mahen.

Naya menatap Mahen sinis. "Sok tahu sekali. Kemarin saya gak bersedih, ya!" jawabnya.

Kemudian tatapan Mahen beralih pada coklat di samping laptop yang tinggal sedikit. Lalu senyuman tersungging di bibirnya.

"Kalau sudah tidak ada yang di bicarakan lagi, silakan keluar dari ruangan saya!" titah Naya.

"Hmmm ... Baiklah bu bos. Sampai bertemu lagi besok."

"Jangan sampai terlambat!" pesan Naya.

"Siapppp ..." ujar Mahen bersemangat. Lalu ia keluar dari ruangan Naya.

"Ada-ada saja tuh orang! Aku sampai lupa siapa namanya." Lalu Naya melihat berkas yang Rossi berikan tadi.

"Aero Mahendra ... Sarjana fotografi, keren sih, harusnya dia bisa jadi fotografer profesional. Usia dua puluh enam tahun, tapi kayak seumuran denganku deh! lahirnya di new york, tapi kenapa tinggalnya di daerah menengah?" Naya membaca berkas tentang Mahen.

"Dih, kenapa juga aku penasaran!" menutup berkas itu dan menjauhkannya. Kemudian tatapannya beralih pada sisa cokelat. "Ya ampun, aku sampai lupa berterima kasih soal cokelat ini!" gumamnya.

1
Kaira
sejauh ini sih seru
Kaira
Harus jodoh Naya sama Mahen dong
Aruna
Naya cocoklah sama Mahen
Intan Diamond: penasaran, kan???
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!