NovelToon NovelToon
Buried By Love, Reborn As Disaster

Buried By Love, Reborn As Disaster

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Budidaya dan Peningkatan / Harem / Balas Dendam
Popularitas:350
Nilai: 5
Nama Author: Demon Heart Sage

Di dunia kultivasi yang dipenuhi ambisi dan pengkhianatan, Lin Feiyan terlahir tanpa emosi—sebuah “kekosongan hidup” yang seharusnya membuatnya lemah. Namun kekosongan itu berubah menjadi sumber kekuatan paling menakutkan: Dao Kehampaan, hukum yang dapat menghapus apa pun hingga tak tersisa.

Ketika Heartshatter Temple—tempat yang membesarkannya—menghancurkan tubuh dan jiwanya demi eksperimen, Feiyan bangkit kembali tanpa hati, tanpa rasa takut, dan tanpa batas.
Dengan teknik yang menelan cahaya, ingatan, dan keberadaan, ia melangkah di jalur kultivasi yang bahkan para dewa tidak berani sentuh.

Namun di balik kehampaannya, ada rahasia kelam tentang kelahirannya… rahasia yang bahkan Void sendiri tidak mampu sembunyikan.

Satu langkah demi satu pembantaian, Lin Feiyan naik melewati ranah mortal hingga immortal.
Bukan untuk balas dendam.
Bukan untuk kekuasaan.
Tapi karena kekosongan selalu lapar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demon Heart Sage, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bulan yang Berbisik

Malam itu hening. Cahaya bulan menembus celah awan tipis, memantul di permukaan danau qi kecil di tepi Sekte Awan Jernih. Airnya tenang, memantulkan kilau lembut bulan, menciptakan bayangan yang bergerak perlahan seiring riak halus yang diterpa angin. Burung malam sesekali berkelebat, sayapnya membelah udara, meninggalkan desah yang menambah kesan misterius.

Lin Feiyan melangkah perlahan di tepi danau, jubah putihnya menutupi tubuh kurusnya. Langkahnya hening, hati yang polos dipenuhi rasa penasaran dan sedikit gelisah. Suasana malam yang begitu sunyi membuat pikirannya lebih fokus, tetapi juga lebih sensitif terhadap hal-hal yang tidak biasa. Ia menatap bayangan bulan di air, seolah bisa melihat sesuatu yang tersembunyi di dalamnya.

Tiba-tiba, dari balik bebatuan di tepi danau, muncul sosok seorang gadis. Tubuhnya duduk di atas batu, membaur dengan bayangan malam. Rambut panjangnya gelap seperti tinta, berkilau samar diterpa cahaya bulan. Wajahnya dingin, tanpa senyum, tetapi matanya memancarkan rasa penasaran yang intens. Gadis itu adalah Xi Qinxue. Aura yang mengelilinginya halus namun menenangkan, sekaligus menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan.

Feiyan terkejut, menunduk sopan. “Selamat malam… senior,” ucapnya pelan. Suara anginnya, air dan burung malam, membuat kata-kata itu terdengar seperti gema tipis di tengah ketenangan malam. Hatinya sedikit berdebar. Gadis itu tampak berbeda dari siapa pun yang pernah ia temui: memikat, tapi menimbulkan rasa takut samar.

Xi Qinxue menatapnya, matanya emas keperakan, menembus jauh ke dalam diri Feiyan. “Kau… Lin Feiyan,” katanya dengan suara halus, hampir tanpa intonasi, “bolehkah aku melihat sesuatu darimu?”

Feiyan terdiam, ragu. “Melihat… sesuatu?”

“Ya,” lanjut Xi Qinxue, perlahan menggerakkan tangan ke arah udara di depan dada Feiyan. “Masa depanmu. Aku ingin melihat kemungkinan yang tersembunyi.”

Feiyan menelan ludah. Hatinya polos membuatnya penasaran, tapi naluri kecilnya juga menimbulkan rasa cemas. “Eh… boleh…” jawabnya, meski dengan suara gemetar. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi rasa hormat dan rasa ingin tahu mendorongnya untuk mengiyakan.

Xi Qinxue menggerakkan tangannya dengan lembut, aliran Qi tipis keluar dari ujung jari gadis itu, menyelimuti tubuh Feiyan seperti kabut halus yang menyala lembut. Sensasi hangat namun asing menyelimuti Feiyan. Napasnya sedikit memburu. Ia menutup mata, merasakan energi itu mengalir ke seluruh tubuhnya. Ada getaran samar di dadanya, rasa yang aneh, nyaman namun penuh misteri.

Beberapa bayangan muncul di matanya, samar seperti mimpi. Ia melihat fragmen samar—jalan setapak di hutan berkabut, sekilas cahaya yang memantul di pedang, siluet wajah-wajah yang tidak dikenalnya. Apakah itu mimpi? Atau ramalan? Feiyan tidak tahu. Hanya perasaan halus yang menahan napasnya, menandai bahwa ada sesuatu yang lebih besar di luar pemahamannya.

Xi Qinxue menatapnya dalam diam. Tidak ada komentar, tidak ada ekspresi senyum, hanya pandangan yang serius namun menenangkan. Keheningan malam membuat suara air dan bisikan angin menjadi nyata, seakan dunia menahan napas menunggu hasilnya. Feiyan bisa merasakan ada energi yang membimbingnya, hangat, tapi tidak familiar. Ada rasa aman samar yang sulit ia jelaskan.

“Tenang…” kata Xi Qinxue pelan, suaranya seperti bisikan angin di permukaan danau. “Jangan takut pada apa yang kau lihat. Ini bukanlah nasibmu, hanya kemungkinan yang tersembunyi.”

Feiyan membuka mata perlahan, menatap gadis itu. “Aku… aku melihat bayangan, tapi aku tidak mengerti.”

“Tidak apa-apa,” jawab Xi Qinxue, tetap duduk tenang, tangannya masih sedikit menyinggung aliran Qi di udara, membentuk pola tipis yang berkelok. “Apa yang kau lihat hanyalah potensi. Kau bisa memilih jalannya sendiri.”

Angin malam berhembus, menggerakkan dedaunan dan membiarkan cahaya bulan menari di permukaan danau. Burung malam terbang rendah, menimbulkan gema halus yang menambah nuansa magis. Feiyan merasa damai, meski ada getaran aneh di dadanya. Suasana itu membuat hatinya terpesona—sama-sama menenangkan dan sedikit menakutkan.

Ia menunduk, menatap permukaan air. Bayangan dirinya dan Xi Qinxue tercermin di permukaan, bercampur dengan cahaya bulan, membentuk gambar yang lembut namun misterius. Hatinya polos, tetapi ia merasakan ada sesuatu yang tersembunyi di balik tatapan gadis itu—sesuatu yang tidak bisa ia pahami sepenuhnya, tetapi membuatnya ingin tetap dekat, ingin tahu lebih banyak.

Xi Qinxue mencondongkan kepala sedikit, memperhatikan gerak napas Feiyan. Tangannya perlahan menutup gerakan Qi, tetapi tidak sepenuhnya. Ada aliran tipis yang tetap menyelimuti Feiyan, seperti benang halus yang menyentuh hatinya tanpa menyakiti. Gadis itu tetap tenang, seakan malam dan dunia sekitarnya tunduk pada kehendaknya, menciptakan nuansa magis yang menenangkan sekaligus menegangkan.

“Feiyan…” ucap Xi Qinxue akhirnya, suaranya rendah tapi jelas. “Jalanmu tidak akan selalu mudah. Kau akan menghadapi banyak pilihan, beberapa gelap, beberapa terang. Yang penting… kau masih muda, dan kau masih bisa memilih.”

Feiyan menatapnya, hati berdebar. Kata-kata itu terdengar menenangkan, tapi ia merasakan ada sesuatu yang lebih—bayangan tipis yang terasa asing, seakan gadis itu menyembunyikan sesuatu. Ia tidak bisa menebak, tetapi rasa penasaran dan kagum memenuhi dadanya.

Keheningan kembali turun. Cahaya bulan memantul di permukaan danau, burung malam terbang lagi, angin berbisik di antara pohon willow. Feiyan merasakan ketenangan yang aneh, sekaligus sedikit waspada. Semua terasa seperti mimpi malam yang membingungkan, hangat, namun menyimpan misteri yang belum bisa ia pecahkan.

Xi Qinxue tetap duduk di batu, tubuhnya seperti bagian dari bayangan malam. Pandangannya tajam, namun wajahnya tetap dingin dan memikat. Ia menyembunyikan apa yang ia lihat dari masa depan Feiyan, memilih untuk memulai manipulasi halus dari sini—dari rasa penasaran dan kepercayaan yang perlahan tumbuh di hati Feiyan.

Feiyan menoleh sekali lagi, menatap gadis itu. “Terima kasih… senior,” ucapnya pelan, masih merasa sedikit canggung. Ia tidak sepenuhnya memahami apa yang baru saja terjadi, hanya merasa damai, hangat, dan sedikit terpesona oleh kehadiran Xi Qinxue.

Xi Qinxue mengangguk tipis, seperti membalas ucapan itu, tetapi matanya menatap jauh ke permukaan air, memantulkan cahaya bulan. Dalam hati, ia tersenyum tipis, menyimpan rahasia yang hanya ia tahu—bayangan gelap yang mungkin akan mengikuti langkah Feiyan, menunggu waktu untuk perlahan mengubah jalan hidup pemuda itu.

Malam itu berakhir dengan keheningan yang mendalam. Feiyan berjalan perlahan menjauhi danau, hatinya masih penasaran dan terpesona, sementara Xi Qinxue tetap duduk di batu, tubuhnya membaur dengan bayangan malam, siap menanam benih manipulasi yang akan tumbuh di masa depan.

Xi Qinxue menurunkan tubuhnya ke lutut, menempelkan telapak tangan di tanah lembab dekat kaki Feiyan. Qi halus memancar dari ujung jari gadis itu, menari di udara dengan garis-garis samar yang membentuk pola seperti benang tipis yang berputar di sekeliling Feiyan. Cahaya bulan memantul pada aliran energi itu, menciptakan bayangan berkilau yang seakan hidup di tengah kegelapan malam.

Feiyan menatap dengan rasa ingin tahu dan sedikit takut. Ia bisa merasakan kehangatan yang halus dari Qi Xi Qinxue, seolah ada energi yang membimbingnya, namun ia tidak tahu dari mana asalnya. Tubuhnya rileks, tapi hati polosnya dipenuhi penasaran dan kagum. Gadis di depannya tampak begitu tenang, hampir tidak nyata, seakan bagian dari malam itu sendiri.

Xi Qinxue menutup mata, menahan napas sejenak, lalu membuka kembali untuk menatap Feiyan. Dalam pandangan itu, ia melihat aliran aura Feiyan—warna-warna lembut yang bercampur dengan kilau tipis gelap yang tersembunyi di bawah permukaan. Ada potensi besar, namun juga bayangan jalan hidup yang sulit, yang bisa membawanya ke kesulitan dan rasa sakit.

Ia tersenyum tipis dalam hati—ekspresinya tetap netral. Tidak ada senyum di wajahnya, tidak ada emosi yang tampak bagi Feiyan. Tetapi di balik tatapan dingin itu, ia mulai menenun rencana. Perlahan, Xi Qinxue memfokuskan Qi-nya untuk menyentuh jalur keberuntungan kecil yang mengalir di Feiyan—benang tipis yang secara alami membimbing langkahnya ke arah ringan, aman, dan beruntung.

Gerakan tangannya lembut, tidak mengganggu, hanya menyentuh permukaan energi itu. Tanpa disadari Feiyan, benang kecil itu mulai memudar, sedikit terganggu—efek yang sangat halus sehingga Feiyan hanya merasa sedikit lelah dan ingin pulang, seolah malam itu memberi pelajaran yang mendalam tentang kehidupan.

“Jalurmu… mungkin akan sulit,” ucap Xi Qinxue, suaranya pelan, menenangkan, namun penuh nada manipulatif halus yang hanya ia sadari. “Tapi kau masih muda… masih bisa memilih arah langkahmu.”

Feiyan menatapnya dengan kagum, merasa hangat oleh kata-kata itu. Ia tidak menyadari adanya energi yang memutar halus di sekitarnya, memengaruhi jalur nasibnya. Hatinya polos, tetap percaya pada kejujuran Xi Qinxue, merasakan aura yang menenangkan. Ia tidak tahu bahwa di balik ketenangan itu tersimpan ancaman halus yang akan menuntunnya ke arah yang gelap kelak.

Xi Qinxue bangkit perlahan, tubuhnya seakan membaur kembali dengan bayangan malam. Tangannya masih menyentuh udara tipis, membentuk pola spiral Qi halus di sekitar Feiyan—sebuah Broken Fate Thread, teknik yang memutus jalur keberuntungan kecil yang mengalir di tubuh Feiyan, membuatnya sedikit rawan terhadap rintangan dan kesulitan di masa depan. Efeknya nyaris tidak terasa, hanya sebuah sensasi ringan di dada dan punggung, cukup untuk membuat tubuh Feiyan merasa lelah tanpa alasan jelas.

Feiyan menatap gadis itu, bingung tapi tidak takut. “Senior… apakah aku… melakukan sesuatu yang salah?” tanyanya pelan.

Xi Qinxue tersenyum tipis, hanya dalam hati. “Tidak… tidak sama sekali. Malah kau belajar sesuatu malam ini. Ingatlah, dunia ini luas, jalannya tidak selalu lurus. Kau akan belajar lebih banyak dengan pengalamanmu sendiri.”

Suara Xi Qinxue terdengar menenangkan, hangat, namun setiap kata dipilih dengan cermat. Ia menanam benih manipulasi yang akan tumbuh perlahan, memengaruhi keputusan Feiyan di masa depan, membuat langkahnya lebih bergantung pada orang lain, dan pada akhirnya, membuka jalan bagi pengaruhnya yang lebih besar.

Angin malam menyapu danau, membuat cahaya bulan berkilau lembut di permukaan air. Burung malam berkelebat, sayapnya membelah udara. Feiyan merasakan ketenangan yang aneh, sekaligus ada getaran halus di dadanya, rasa yang tidak bisa dijelaskannya. Ia tersenyum kecil, merasa malam itu memberi pelajaran penting—tentang dunia, tentang diri sendiri, tentang orang-orang yang ditemuinya.

Xi Qinxue menatap permukaan air, matanya kembali dingin. Bayangan bulan memantul di rambut gelapnya, menutupi sebagian wajahnya, meninggalkan kesan misterius. Ia memutar pandangan ke langit, menatap jauh ke bintang-bintang, seakan membaca arah nasib dunia di antara cahaya dan bayangan.

Dalam hati, ia tersenyum tipis. Broken Fate Thread kini terpasang, jalur kecil keberuntungan Feiyan terganggu tanpa ia sadari. Kejadian ini hanyalah awal—benih dari rintangan yang lebih besar, kesulitan yang akan datang, dan manipulasi yang perlahan membentuk jalan hidupnya. Feiyan masih polos, tidak tahu bahwa malam itu, Xi Qinxue telah menandai langkah pertamanya dengan energi tersembunyi yang akan memengaruhi masa depan.

Feiyan menunduk, menatap air yang tenang, perasaan campur aduk. Ia merasa sedikit lelah, tetapi hatinya damai. Malam itu terasa seperti pelajaran tentang kehidupan: lembut, menenangkan, tapi meninggalkan jejak yang membekas di hati. Ia tersenyum kecil, tidak menyadari bahaya halus yang menyelimuti jalannya.

Xi Qinxue berdiri di tepi danau, wajahnya kembali dingin, matanya menatap jauh ke langit malam. Cahaya bulan menyorot tipis rambutnya, memberi kesan seperti bayangan yang hidup, diam, dan misterius. Ia menunggu, menyimpan rahasia tentang masa depan gelap yang hanya ia ketahui, sembari membiarkan Feiyan berjalan pulang dengan polos dan tenang, tanpa curiga sedikit pun.

Malam itu berakhir dengan kesunyian yang sempurna. Danau tetap tenang, burung malam menghilang di kejauhan, angin berbisik di antara pohon willow. Feiyan pulang dengan langkah ringan, hatinya damai, sementara Xi Qinxue tetap berdiri di sana, bayangan dan aura misteriusnya mengikat malam dengan rahasia yang akan menuntun perjalanan Feiyan ke arah yang tak terduga.

Xi Qinxue berdiri di tepi danau, wajahnya kembali dingin, matanya menatap jauh ke langit malam. Cahaya bulan menyorot tipis rambutnya, memberi kesan seperti bayangan yang hidup dan diam. Di bawah sentuhan Qi-nya, aliran keberuntungan kecil Feiyan terganggu tanpa ia sadari. Feiyan berjalan pulang dengan langkah ringan, tersenyum kecil, hatinya damai—tanpa menyadari ada benang halus yang membayangi jalannya, menuntunnya ke arah yang belum ia mengerti.

1
lix
like dan komen nya jangan kelupaan😁👍
miss_e story
iklan buatmu
mary dice
Jika retak tak akan pernah kembali utuh namun kebangkitan Feiyan akan menumbuhkan tunas baru yang lebih kuat
Shadow: what ???
total 1 replies
knovitriana
update Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!