NovelToon NovelToon
Takhta Yang Di Curi

Takhta Yang Di Curi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:21k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Dunia Doni runtuh saat istri tercintanya meninggal dunia sesaat setelah melahirkan putri mereka, Maudi. Di masa rentan itu, masuklah Seina, seorang wanita licik yang ambisius. Demi menguasai harta Doni, Seina melakukan aksi nekat,ia menukar Maudi dengan putri kandungnya sendiri, Eliza.
Sejak saat itu, nasib kedua bocah tersebut berubah 180 derajat. Eliza tumbuh sebagai gadis yang sangat dimanja dan bergelimang kemewahan. Sebaliknya, Maudi yang merupakan anak kandung Doni, justru dianggap sebagai pembawa sial oleh Seina. Selama tujuh tahun, Maudi kecil hidup dalam penderitaan, disiksa secara fisik dan mental oleh Seina tanpa sepengetahuan Doni.

Penderitaan Maudi berakhir ketika sebuah insiden membuatnya terbuang dan akhirnya tumbuh di lingkungan pesantren. Di sinilah mutiara yang terpendam itu mulai bersinar. Maudi ternyata adalah seorang anak yang sangat jenius.




Assalamualaikum...
yuk, ikuti kelanjutan kisahnya ....
semoga suka.... jangan lupa dukungannya ya🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Kedinginan jeruji besi menjadi saksi bisu kejatuhan seorang Seina Daneswara. setelah badai di mansion mereda, Maudi memutuskan untuk mendatangi penjara. Ia tidak datang sebagai putri yang terluka, melainkan sebagai pemenang yang ingin menutup buku masa lalunya.

Saat Saka dan Eliza pulang, Maudi meminta izin tidak ikut pulang bersama saudaranya, Ia akan ke kantor polisi, Saka dan Eliza sendiri belum berani untuk menemui ibunya karena masih harus menenangkan hatinya yang terkejut oleh rahasia yang bertahun-tahun tertutup kini meledak begitu saja.

____

Seina duduk meringkuk di sudut sel yang lembap dan kotor, lingkungan yang sangat ia benci. Saat mendengar langkah kaki mendekat, ia mendongak dengan harapan di matanya. "Eliza? Saka, itu kalian nak , Nak.....Mama tahu kalian sangat menyayangi mama ?"

Namun, harapannya pupus saat melihat sosok bercadar yang berdiri tegak di balik teruji besi. Maudi melepaskan cadarnya perlahan, memperlihatkan wajah cantiknya yang kini bersih dari krim buruk rupa.

Seina tercengang melihat wajah Maudi yang sebenarnya...."kau.....kau....anak tidak tahu di untung....aku menyesal telah memberikan ASI ku untuk mu, kau penipu....kau menipu semua orang dengan wajah buruk rupamu" teriak Seina tidak terima, kalau sampai Eliza tahu wajah Maudi yang sebenarnya, Eliza pasti akan semakin minder, karena kecantikan Maudi yang tanpa celah.

Maudi tersenyum, memperlihatkan lesung pipinya yang membuatnya semakin cantik "Ibu mencari Eliza?" suara Maudi terdengar tenang, namun dingin. "Sayangnya, anak yang Ibu banggakan itu bahkan tidak sudi menyebut nama Ibu lagi. Baginya, Ibu adalah aib yang menghancurkan hidupnya....,ibu tenang saja, aku akan terus menutupi wajah ku ini....jadi ibu tidak perlu khawatir Eliza akan merasa tersaingi" sahut Maudi seakan tahu apa yang ada di pikiran Seina.

Seina merangkak mendekat, jemarinya yang dulu penuh perhiasan kini kotor dan bergetar mencengkeram besi. "Kamu... ini semua gara-gara kamu, Maudi! Kalau saja kamu tetap di pesantren dan membusuk di sana, kami akan bahagia!"

"Bahagia di atas penderitaan orang lain?" Maudi berjongkok agar matanya sejajar dengan Seina. "Ibu lupa satu hal. Doa orang yang terzalimi itu menembus langit. Ibu membuangku ke lumpur, tapi lumpur itulah yang membuatku kuat. Sedangkan Ibu membangun istana di atas pasir, tentu saja itu akan runtuh."

Maudi mengeluarkan sebuah amplop kecil dari tasnya. Ia menyelipkannya melalui celah jeruji. "Ini dari Eliza. Dia tidak mau datang, jadi dia menitipkan ini padaku."

Seina dengan rakus membuka amplop itu, berharap ada surat cinta atau rencana pelarian. Namun, isinya hanyalah selembar foto, Foto Eliza dan Saka yang sedang berlutut di depan makam Ambar, bersama Doni dan Kakek Harison. Di belakang foto itu tertulis tangan Eliza yang gemetar.

"Jangan pernah cari aku lagi. Ibu sudah membunuh identitasku, dan aku memilih untuk mengubur namamu dari hidupku."

Seina menjerit histeris, merobek foto itu dengan gila. "TIDAK! ELIZA! AKU MELAKUKAN SEMUANYA UNTUKMU!"

"Ibu melakukannya untuk ambisi Ibu sendiri," potong Maudi tajam. "Sekarang, nikmatilah sisa hidup Ibu di sini. Rasakan bagaimana rasanya menjadi orang yang tidak diinginkan, persis seperti yang Ibu lakukan padaku selama delapan belas tahun."

" sehat-sehat di sini Bu...aku permisi... Assalamualaikum" ucap Maudi lembut meski ada ketegasan di sana....

Seina mencengkeram kedua tangannya sendiri, melihat Maudi menjauh dengan hati yang dipenuhi dendam...." tunggu aku anak pembawa sial, aku pasti akan menghancurkan mu" gumam Seina tersenyum penuh arti, sambil melirik ke arah petugas yang sedari tadi terus mengawasinya.

___

Sekembalinya dari penjara, Maudi disambut oleh suasana yang berbeda. Doni menunggunya di teras dengan wajah yang jauh lebih tenang. Ia tidak lagi melihat Maudi sebagai beban, melainkan sebagai cahaya di rumah itu.

"Maudi, kau dari mana saja?" tanya Doni lembut sambil merangkul pundak putrinya.

"Hanya menyelesaikan urusan yang belum tuntas, Pa."

Di ruang tengah, Eliza tampak duduk melamun. Ia tidak lagi memakai pakaian yang mencolok. Matanya yang sembap menatap Maudi dengan rasa bersalah yang amat dalam.

"Maudi..." Eliza berdiri dengan ragu. "Maaf... untuk semuanya. Aku tidak tahu harus mulai dari mana untuk menebus kesalahanku."

Maudi menatap Eliza cukup lama. Ia melihat kehancuran di mata gadis itu, sebuah hukuman yang jauh lebih berat daripada penjara. Maudi melangkah mendekat dan memegang tangan Eliza.

"Mulailah dengan menjadi dirimu sendiri, Eliza. Bukan sebagai Cucu Daneswara, tapi sebagai manusia yang punya hati. Kita bisa mulai dari awal sebagai saudara, jika kau mau."

Tangis Eliza pecah. Ia memeluk Maudi, sebuah pelukan yang seharusnya terjadi belasan tahun lalu. Doni dan Saka yang melihat itu hanya bisa menyeka air mata mereka.

Eliza tidak perduli dengan wajah buruk Maudi lagi di balik cadarnya...

____

Malam harinya....Di sisi lain kota, di balik jeruji besi yang seharusnya menjadi tempat Seina menebus dosa, sebuah keributan terjadi saat jam makan malam. Seorang sipir ditemukan pingsan di lorong sel, sementara pintu sel nomor 042 terbuka lebar.

Seina tidak kabur sendirian. Seorang pria misterius dengan setelan hitam menunggunya di balik tembok luar penjara.

"Kau terlambat, Hans !" desis Seina dengan mata merah penuh kebencian. Bajunya kotor, rambutnya kusut, namun ambisinya masih menyala.

"Sstt! Masuk ke mobil!" perintah Hans. "Kau tahu risikonya membantumu kabur dari sini? Aku mempertaruhkan seluruh jaringanku!"

Seina mencengkeram jok mobil dengan kuku-kukunya yang patah. "Aku tidak peduli! Aku kehilangan segalanya! Doni menceraikanku, harta Daneswara melayang, dan Eliza... anak kandungku sendiri berani mengabaikanku demi Maudi!"

Seina tertawa melengking, suara tawa yang terdengar gila dan mengerikan. "Maudi pikir dia sudah menang? Aku akan kembali. Jika aku tidak bisa memiliki kemewahan itu, maka tidak ada seorang pun yang boleh memilikinya! Aku akan menghancurkan mansion itu beserta seluruh isinya!"

Maudi yang sedang murojaah terkejut ketika jam tangannya yang tergeletak di meja nakas bergetar hebat. Maudi menyelesaikan murojaah nya lalu mengambil jam tangan nya ... Sebuah notifikasi berwarna merah muncul di layar kecilnya,"TARGET SECTOR-1 ESCAPED. LOCATION, UNKNOWN."

Jantung Maudi berdegup kencang. Ia segera mencari menghubungi timnya di Sektor 7.

"Bagaimana bisa dia kabur?! Siapa yang membantunya?" tanya Maudi dengan nada tegas, jauh dari kesan gadis pesantren yang lemah.... Karena ia tahu Seina tidak memiliki apa-apa lagi untuk membayar seseorang..

"Data menunjukkan adanya campur tangan dari sindikat Hans... salah satu kelompok gengster yang kabur dari Amerika, Nona. Hans memiliki dendam dengan Anda karena saat di Amerika Anda menghancurkan markasnya....Sepertinya Seina memiliki kartu as yang belum kita ketahui," lapor agennya di seberang telepon.

Maudi mengepalkan tangannya. Ia melihat Eliza dan Saka yang sedang tertawa kecil di kejauhan, mencoba memulai hidup baru, mereka berdua sedang duduk di taman, Maudi yang berada di balkon kamarnya tersenyum melihat keduanya. Ia tahu, kebahagiaan mereka sedang terancam. Seina yang bebas adalah Seina yang paling berbahaya karena dia tidak lagi memiliki beban untuk bertindak gila.

Setelah Maudi memutuskan panggilannya

Tiba-tiba, ponsel Maudi bergetar lagi. Sebuah panggilan dari nomor rumah sakit.

"Halo? Apakah ini Nona Maudi? Ini Kevin, asisten Tuan Rasya. Tuan Rasya... dia terus mengigau memanggil nama Anda sambil muntah-muntah. Dia bilang, jika Anda tidak datang untuk mensuci-hamakan ingatannya, dia akan menuntut seluruh keluarga Daneswara karena pencemaran lingkungan!"

Maudi memutar matanya. " Astaghfirullah Satu ibu tiri yang gila, dan satu CEO yang terlalu higienis. Hidupku benar-benar berantakan," batinnya

1
@Mita🥰
apakah orang tuanya Rasya well come sama Maudy ya
suti markonah
terma kasih thor wes update akeh
Aisyah Virendra
Duhhh terkekeh geli deh klo byangin Maudi panggil Rasya dg panggilan Mas 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Orang tua Rasya, siapakah mereka ? akankah mereka memberikan restu untuk Rasya dan Maudi ? atau mungkinkah mereka atasan atau bawahan Shadow Midi 🤔🤔 klo iyaa yaa Ampunnnnn keren banget kolaborasinya 🤣
@Mita🥰
Alhamdulillah akhirnya kakek tahu siapa Maudy sebenarnya nya😍😍😍
suti markonah
1 bab maning ya thor~🙏🙏🙏
suti markonah
akhirnya kakek tahu bahwa cucunya berwajah cantik jelita
Anis Widayanti
bagus banget deh ceritanya..lanjuuut
Xin
sangat menarik.
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻: terimakasih 🙏
total 1 replies
suti markonah
thorr biarkan kakek tau siapa maudi yg sebenarya, klo yg lain nanti ga pa pa biar salah satu keluarga ada yg tau
@Mita🥰
ayo kakek ajak Maudy duduk bareng terus ngopi sambil tanya dari hati ke hati🤣🫣🫣🫣
@Mita🥰
Alhamdulillah .... akhirnya Eliza legowo pada Maudy semoga tetap baik sama Maudy
@Mita🥰
bukan mahram rasya 🤣🤣🤣
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya semua lamarannya Rasya ke Maudy selesai, tinggal menunggu waktu pernikahan dan Eliza salut sama kamu menerima semuanya dengan ikhlas Rasya memilih Maudy 👍👍👍
Uba Muhammad Al-varo
kan dari tadi dirumah juga lamaran Rasya udah diterima Maudy cuman Rasya belum pakaiin cincin jadi saatnya Maudy pakai cincin dari Rasya,hore bentar lagi juga ada yang mau nikah
suti markonah
di lanjut maning thorr👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
suti markonah
aku seneng banget eliza legowo dan meng ikhlas rasya untuk maudi..semoga othor menjodohkan dengan kevin..yg penting tidak ada cinta segi tiga di dalam rumah satu atap
Susi C
😄😄😄 langsung pulang tuan Rasya, trs berendam dengan cairan desinfektan🤣
Aisyah Virendra
Tadi dia mau disentuh karena terhalang oleh kain yg menyelimuti tangan dan jemarinya, sekarang jemari itu tiak menggunakan kain pelindung, jadi tidak boleh disentuh kerna mereka bukan mahram 🤝
Maudiiiiiiii....dipasangkan cincinnya oleh Ayahnya atau kakeknya 🥰
Aisyah Virendra
Bismillahirrahmanirrahim
Yessss... Aku mau Tuan Higienis 🥰🤝
Dan aku tak bisa berkata² lagiii karena ehemmm sukakk bangettt sm bab ini 🤣🤣🤣😂🥰
tak peduli sekeras apapun Nenek Salamah dan Niat seorang Eliza yg tersembunyi didasar hatinya.
@Mita🥰
ya aku mau 🤣🤣🤣🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!