Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6: Darah Serigala dan Ekstraksi Keterampilan
Hutan Binatang Buas membentang sejauh mata memandang, laksana raksasa kuno yang tertidur di perbatasan wilayah Sekte Awan Azure. Pohon-pohon raksasa setinggi puluhan meter dengan kanopi daun yang sangat rapat membuat sinar matahari nyaris tidak bisa menembus masuk. Udara di tempat ini selalu dipenuhi oleh bau apak dedaunan busuk dan anyir darah yang samar.
Bagi para murid luar, wilayah pinggiran hutan ini adalah tempat mencari tambahan poin sekte dengan memanen herbal atau berburu binatang tingkat rendah. Namun, tingkat kematiannya juga sangat tinggi.
Lin Tian melangkah tanpa suara di atas hamparan lumut basah. Matanya mengawasi sekeliling dengan kewaspadaan tingkat tinggi. Tangan kanannya bertumpu santai di gagang belati Baja Hitam di pinggangnya.
Belum genap dua puluh menit ia memasuki area hutan, telinganya menangkap suara gemerisik pelan dari arah semak belukar berduri di sebelah kanannya.
Lin Tian segera menghentikan langkahnya. Ia menahan napas, menekan fluktuasi Qi di tubuhnya hingga batas minimal.
Dari balik semak gelap itu, sepasang mata hijau menyala menatapnya dengan buas. Perlahan, sesosok makhluk merangkak keluar. Bulunya berwarna abu-abu kotor, rahangnya dipenuhi taring tajam yang meneteskan air liur, dan ada pusaran energi angin kecil yang berputar di sekitar cakar depannya.
Serigala Angin Tingkat Rendah. Spesies yang sama persis dengan yang hampir merobek jantung Lin Tian beberapa hari yang lalu.
"Kebetulan yang menyenangkan," gumam Lin Tian dingin.
Grrrrr!
Menyadari mangsanya tidak melarikan diri, Serigala Angin itu menggeram marah. Otot-otot kaki belakangnya menegang, dan dalam sekejap mata, binatang buas itu melesat ke depan bagaikan anak panah abu-abu. Kecepatan Serigala Angin setara dengan kecepatan penuh kultivator Tahap 4 Pengumpulan Qi. Inilah alasan mengapa hewan ini sangat mematikan bagi murid luar tingkat rendah.
Cakar anginnya menebas langsung ke arah leher Lin Tian.
Namun, di mata Lin Tian yang telah mencapai Puncak Tahap 3 dan diperkuat oleh Metode Pernapasan Sembilan Siklus, gerakan itu tidak lagi terlihat mustahil untuk dihindari. Otaknya memutar hasil analisis belati Baja Hitam yang diberikan sistem sebelumnya.
Lin Tian memutar tubuhnya setengah langkah ke samping dengan sudut yang sangat presisi, membiarkan cakar serigala itu meleset hanya beberapa milimeter dari hidungnya. Di detik yang sama, ia mencabut belatinya.
Qi murni keemasan mengalir deras dari dantian ke lengan kanannya, lalu masuk ke dalam tiga titik penyaluran energi pada gagang belati. Bilah baja hitam itu mendengung pelan.
CRASS!
Bukan tebasan yang liar, melainkan tusukan bersih ke atas, tepat di bawah rahang serigala—titik paling rapuh di mana tulang tengkoraknya tidak menyatu sempurna. Bilah belati menembus lurus hingga ke otak binatang buas itu.
Serigala Angin itu bahkan tidak sempat melolong. Tubuhnya mengejang hebat sebelum ambruk ke tanah, mati seketika.
Lin Tian menarik belatinya, mengibaskan darah hijau kemerahan yang menempel di bilahnya. Ia membunuh binatang buas tingkat rendah hanya dengan satu gerakan efisien. Tanpa membuang waktu, ia berjongkok di samping bangkai serigala tersebut dan meletakkan telapak tangannya di atas dahi bangkai itu.
"Sistem, ekstrak!"
[Ding!]
[Mendeteksi Bangkai Serigala Angin (Binatang Spiritual Level 1 Rendah). Memulai ekstraksi esensi...]
Cahaya keemasan yang jauh lebih terang daripada saat ia mengekstrak pil gagal kini menyelimuti seluruh bangkai serigala. Bangkai itu dengan cepat mengering, bulu dan dagingnya berubah menjadi abu, menyisakan kerangka tulang yang perlahan retak menjadi debu.
[Proses selesai.]
[Berhasil mengekstrak: 2 Tetes Qi Darah (Esensi Vitalitas). Dapat digunakan untuk memperkuat kekuatan fisik dan ketahanan tulang Inang.]
[Ding!]
[Peringatan: Sistem mendeteksi keberadaan 'Rune Alami Elemen Angin' yang tertanam di dalam tulang kaki bangkai. Melakukan ekstraksi lanjutan...]
[Berhasil mengekstrak: Pemahaman Teknik Gerakan - Langkah Bayangan Angin (Tingkat Fana Rendah).]
[Apakah Inang ingin mengintegrasikan pemahaman ini ke dalam memori?]
Mata Lin Tian membelalak. Ia menahan napasnya karena terkejut. "Sistem... kau bahkan bisa mengekstrak kemampuan bawaan dari binatang buas dan mengubahnya menjadi teknik bela diri manusia?!"
Sistem membedah insting alami serigala yang menggunakan elemen angin untuk berlari, memodifikasi jalur energinya agar sesuai dengan meridian manusia, dan menyajikannya sebagai sebuah teknik. Ini benar-benar kekuatan yang melawan hukum alam!
"Integrasikan!" perintah Lin Tian tanpa ragu.
Seketika, sejumlah besar informasi mengalir ke dalam otaknya. Ia melihat diagram tubuh manusia yang bercahaya, menunjukkan bagaimana cara memutar Qi ke arah meridian di telapak kaki, betis, dan paha untuk menciptakan dorongan angin. Rasa sakit ringan menyengat kepalanya sejenak sebelum memori itu menyatu sempurna, seolah ia telah berlatih teknik itu selama berbulan-bulan.
Lin Tian menutup matanya, menyerap 2 Tetes Qi Darah untuk memperkuat fisiknya, lalu membuka matanya. Ia menyalurkan energi ke kakinya sesuai dengan diagram Langkah Bayangan Angin.
Wush!
Tubuhnya tiba-tiba bergeser sejauh tiga meter ke depan hanya meninggalkan bayangan buram, mengayunkan dedaunan kering di udara. Kecepatannya meningkat lebih dari dua kali lipat!
"Luar biasa," Lin Tian menatap kakinya dengan takjub. "Dengan teknik ini, bahkan jika aku berhadapan dengan kultivator Tahap 5, aku memiliki kemampuan untuk bertarung atau setidaknya melarikan diri."
Masalah terbesarnya tentang kurangnya teknik bertarung baru saja terpecahkan oleh perburuan pertamanya. Hutan ini, yang dipenuhi bahaya, kini terlihat seperti perpustakaan dan gudang harta karun yang terbuka lebar untuknya.
Lin Tian menatap lebih dalam ke arah hutan yang semakin gelap.
"Ayo kita lihat apa lagi yang bisa kuekstrak hari ini," senyum dingin terbentuk di wajahnya saat ia bersiap masuk lebih dalam ke wilayah tingkat menengah.
Namun, baru saja ia mengambil beberapa langkah, telinganya menangkap suara dentingan logam yang beradu dan teriakan marah dari arah utara, sekitar satu mil dari posisinya saat ini.
Fluktuasi energi di udara terasa kacau. Itu bukan pertarungan antara manusia dan binatang buas, melainkan pertarungan antar manusia. Dan dari kekuatan kejutnya, setidaknya mereka berada di Tahap 5 atau 6 Pengumpulan Qi.
Di hutan ini, perkelahian antar murid luar biasa terjadi demi memperebutkan rumput roh langka atau hasil buruan. Dan di mana ada mayat yang bergelimpangan, di situ ada banyak sumber daya dan esensi yang bisa diekstrak secara gratis.
Menyamarkan auranya sepenuhnya, Lin Tian mengaktifkan Langkah Bayangan Angin dan melesat seringan daun yang tertiup angin menuju sumber keributan.