NovelToon NovelToon
Ratu Layla ( Takhta Darah Di Atas Atlas )

Ratu Layla ( Takhta Darah Di Atas Atlas )

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Barat
Popularitas:356
Nilai: 5
Nama Author: Anang Bws2

kisah tentang kekuasaan, pengorbanan, dan perjuangan seorang ratu di tengah dunia yang penuh dengan intrik politik dan kekuatan sihir serta makhluk mitologi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anang Bws2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Strategi Pemecah Maut

Cahaya matahari yang menyelinap di balik awan tebal penuh debu vulkanik Udara terasa berat oleh aroma belerang yang menyengat, bercampur dengan hawa dingin yang mematikan dari sisik Hydra yang membeku di malam hari. Panglima Delta berdiri di garis depan, menatap sembilan kepala monster yang mulai menggeliat bangun. Di sampingnya, Penasehat tampak lebih tenang setelah meditasi singkat untuk memulihkan energi sihirnya. Tongkat peraknya kini kembali berdenyut dengan cahaya biru elektrik yang stabil,

Penasehat melangkah maju, memberikan instruksi terakhir kepada Delta dan para pemimpin pasukan Minotaur. "Makhluk ini bukan sekadar hewan buas; ia adalah manifestasi dari ketahanan alam yang purba. Menyerang kepalanya satu per satu hanya akan membuang energi karena mereka akan tumbuh kembali lebih cepat daripada pedangmu bisa menebasnya," ucap Penasehat dengan suara rendah

"Rencana kita haruslah presisi. Aku akan menggunakan seluruh sisa kekuatan cadanganku untuk menciptakan kilatan cahaya membutakan dan badai statis yang akan melumpuhkan semua matanya secara bersamaan. Saat sembilan kepalanya kehilangan arah dan meraung kesakitan, itulah kesempatanmu."

Delta menggenggam gagang pedang besarnya dengan erat, mendengarkan setiap detail. Penasehat melanjutkan dengan nada yang lebih dingin,. "Panglima, kau dan pasukan elit Minotaur tidak akan bertarung di luar. Begitu ia membuka mulutnya karena terkejut, kalian harus masuk ke dalam tubuhnya melalui kerongkongan utama. Cari jantung pusat yang menggerakkan kesembilan kepala itu dan hancurkan. Namun, ingatlah perintah rahasia Sang Ratu. Jika kau menemukan bahwa Hydra ini adalah betina, jangan hancurkan segalanya. Masuklah lebih dalam ke rahimnya. Ambil telur-telurnya. Kita tidak hanya ingin membunuh monster, kita ingin memiliki keturunan monster ini untuk dijinakkan di Istana Atlas. Kita akan membesarkan pasukan Hydra yang setia hanya kepada Ratu Layla."

Mendengar rencana itu, para pasukan Minotaur menghentakkan kaki mereka ke tanah, menciptakan dentuman yang menantang desisan Hydra. Delta mengangguk paham.Dengan satu isyarat tangan dari Delta, pasukan Centaur mulai menarik busur mereka, sementara pasukan Griffon bersiap menukik dari ketinggian untuk memberikan pengalihan.

Langit tiba-tiba pecah. Penasehat mengangkat tongkatnya tinggi-tinggi, memanggil badai petir yang paling dahsyat Monster itu meraung, suara dari sembilan lehernya bersahutan menciptakan gelombang suara yang mampu meretakkan batu. Hydra itu mulai mengibas-ngibaskan kepalanya secara liar, tidak mampu melihat musuh di hadapannya karena buta.

"Sekarang! Bergerak!" teriak Delta. Bersama sekelompok Minotaur pilihan yang mengenakan zirah berat antisihir, Delta berlari kencang menuju salah satu mulut Hydra yang terbuka lebar Di luar, pasukan Centaur menghujani leher-leher monster itu dengan ribuan anak panah,Delta melompat masuk ke dalam lorong gelap yang lembap dan berbau busuk,

Di dalam, dinding daging Hydra berdenyut dengan energi kehidupan yang sangat kuat, namun Delta tidak membiarkan rasa mual menghentikannya.

Dengan bantuan cahaya dari permata listrik yang dibawa oleh para Minotaur, mereka merangkak jauh ke dalam rongga dada yang panas. Di sana, mereka menemukan jantung raksasa yang berdetak Delta menghujamkan pedangnya dengan kekuatan penuh, memutus arteri utama yang menyuplai energi ke kepala-kepala monster itu. Sementara itu, para Minotaur bergerak lebih jauh ke bagian belakang tubuh monster. Seperti yang diduga, Hydra ini adalah betina. Di dalam rahim yang berlendir, mereka menemukan tiga butir telur raksasa bersisik yang memancarkan aura hijau gelap.

Dengan hati-hati namun cepat, para Minotaur menggendong telur-telur itu keluar sebelum tubuh Hydra benar-benar ambruk karena kehilangan detak jantung utamanya. Delta memimpin jalan keluar, membedah jalan lewat sela-sela rusuk monster yang mulai melemas. Saat mereka keluar dari perut Hydra, tubuh raksasa itu jatuh menghantam tanah dengan dentuman yang menggetarkan seluruh lembah. Pasukan Atlas bersorak saat melihat Panglima mereka muncul dengan tubuh berlumuran darah monster, diikuti oleh para Minotaur yang membawa harta karun yang jauh lebih berharga daripada emas: telur-telur Hydra. Tanpa membuang waktu, Delta memerintahkan agar telur-telur itu segera dibawa ke kapal dan diletakkan di dalam inkubator khusus di dek bawah

Kemenangan atas Hydra tidak memberikan waktu bagi pasukan Atlas untuk bernapas lega. Panglima Delta segera memerintahkan seluruh pasukan untuk bergerak lebih dalam menuju inti wilayah yang dikuasai oleh penguasa api purba.

Mereka melintasi gurun tandus yang sangat luas, di mana tanahnya retak-retak dan mengeluarkan uap panas dari celah-celahnya. Matahari di atas kepala seolah tidak pernah tenggelam, membakar zirah logam para prajurit hingga kulit mereka melepuh. Di sepanjang jalur ini, mereka tidak sedetik pun dibiarkan tenang; berbagai macam siluman gurun yang haus darah, mulai dari kalajengking raksasa hingga bayangan pasir yang tak kasat mata, terus meluncurkan serangan gerilya.

Pasukan Minotaur yang biasanya tangguh mulai goyah. Tubuh besar mereka membutuhkan asupan air yang melimpah, sementara persediaan semakin menipis. Ketegangan mencapai puncaknya ketika dehidrasi mulai menyerang kewarasan mereka. Di tengah teriknya siang, terjadi perkelahian hebat antara kelompok Minotaur dan Centaur. Para Centaur, yang merasa lebih cepat dan lebih berhak atas sisa air terakhir, memicu kemarahan Minotaur. Delta turun tangan sendiri, menghantamkan gagang pedangnya ke tanah untuk memisahkan mereka yang sedang bergulat di atas pasir panas. "Hentikan kebodohan ini! Jika kalian mati di sini karena berebut air, Ratu Layla akan memastikan arwah kalian pun tidak akan tenang!" teriaknya dengan suara yang serak.

Setelah berhari-hari menderita, cakrawala akhirnya berubah warna menjadi merah membara. Mereka telah tiba di mulut lembah yang menjadi singgasana Raja Naga Api. Namun, sambutan yang mereka terima adalah maut. Tanpa peringatan, sebuah bayangan raksasa menutupi matahari, dan sedetik kemudian, semburan api cair menghujam barisan tengah pasukan Atlas

raja naga api langsung menyerang dengan kemurkaan penuh. Pasukan Griffon, sebagai garda udara, langsung menukik berani. Dalam pertarungan udara yang kacau, seekor Griffon pemimpin berhasil menancapkan cakar bajanya tepat ke mata kiri sang naga, menyebabkan makhluk purba itu meraung kesakitan dan terbang menjauh ke puncak tertinggi lembah

Saat fajar menyingsing pasukan Atlas mulai bergerak memancing sang raja keluar dari sarangnya. Penasehat menciptakan anomali cuaca dengan mengumpulkan seluruh uap air yang tersisa di udara gurun menjadi awan badai elektrik yang rendah. Ketika Raja Naga Api kembali menukik dengan niat menghanguskan segalanya, Penasehat melepaskan rantai-rantai petir yang langsung mengikat sayap dan leher naga tersebut, menghantarkan ribuan volt listrik yang melumpuhkan sistem saraf sang monster.

Delta tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dengan koordinasi yang sempurna, pasukan Centaur menembakkan panah dengan tali pengait yang diberkati sihir berat, menarik tubuh naga itu jatuh ke tanah. Pasukan Minotaur segera menyerbu, menindih sayap sang naga dengan perisai-perisai besar mereka. Raja Naga Api yang perkasa kini terkapar, terikat oleh rantai baja yang diperkuat dengan sihir penahan kekuatan. Tidak hanya mengamankan sang raja naga, Delta juga memerintahkan unit elitnya untuk masuk ke dalam gua terdalam yang suhunya mampu melelehkan kulit biasa. Di sana, mereka menemukan sarang naga yang berisi beberapa telur yang masih memancarkan panas membara.

Perjalanan pulang menuju istana merupakan pawai kemenangan yang sangat megah sekaligus mengerikan. Kapal-kapal Atlas kini membawa muatan yang paling berharga dalam sejarah kerajaan: telur-telur Hydra yang mematikan, beberapa telur naga api yang siap menetas, dan yang paling utama, Raja Naga Api itu sendiri yang ditarik dalam sebuah kerangkeng besi raksasa di atas kapal utama. Penasehat terus menjaga naga itu dalam keadaan lemah dengan sihir petirnya agar tidak sempat menyemburkan api. Mereka bergerak dengan kecepatan penuh, membelah ombak dengan panji Atlas yang berkibar angkuh.

1
Anang Anang
seru
Dini
sungguh mengerikan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!