NovelToon NovelToon
TAHANAN OBSESI

TAHANAN OBSESI

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Misteri / Psikopat / Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:929
Nilai: 5
Nama Author: Celyzia Putri

seorang gadis bernama kayla diculik oleh orang misterius saat sedang bereda di club malam bersama teman temannya. pria misterius itu lalu mengurung kayla di sebuah ruangan yang gelap bagaikan penjara. kayla bertanya tanya siapa pria yang menculiknya.

apa yang akan dilakukan oleh penculik itu kepada kayla yuk baca kelanjutan kisah dari tahanan obsesi.

mencari ide itu sulit gusy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Celyzia Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ADRIAN?

Ban mobil yang dikendarai Kayla berputar liar di atas salju dan lumpur yang licin. Napasnya memburu, sementara di kursi samping, bayi Ariel menangis kencang seolah merasakan kepedihan ibunya. Kayla tidak tahu arah; ia hanya ingin menjauh dari kabin maut tempat Aris tergeletak. Namun, kegelapan hutan di malam hari adalah labirin yang kejam.

Tiba-tiba, suara dentuman keras terdengar dari kolong mobil. Mesin terbatuk, mengeluarkan asap hitam, dan akhirnya mati total tepat di tengah jalan setapak yang diapit pohon-pohon pinus raksasa. Kayla mencoba menyalakan mesin berkali-kali, namun hanya suara gesekan logam yang terdengar.

"Tidak, tidak sekarang... kumohon," isaknya. Ia memeluk Ariel erat, gemetar ketakutan saat menyadari ia terjebak di tengah hutan dengan badai salju yang mulai turun kembali.

Di tengah keputusasaan itu, seberkas cahaya senter memecah kegelapan dari arah perbukitan. Kayla mematung, tangannya meraih pisau kecil yang tertinggal di dasbor. Sesosok pria tinggi tegap muncul dari balik pepohonan. Pria itu mengenakan jubah hitam tebal dan sebuah topeng perak yang menutupi seluruh wajahnya, memberikan kesan misterius sekaligus mengancam.

"Mobilmu mati di tempat yang salah, Nona," suara pria itu terdengar berat dan terdistorsi oleh masker udara di balik topengnya.

Kayla mundur ke sudut kursi. "Jangan mendekat! Siapa kau?!"

"Hanya orang asing yang tidak ingin melihat bayi kecil membeku di malam seperti ini," jawab pria itu tenang. Ia menunjukkan tangannya yang kosong, memberi isyarat bahwa ia tidak bersenjata. "Rumahku hanya seratus meter dari sini. Ada penghangat dan susu jika kau membutuhkannya."

Kayla menatap Ariel yang wajahnya mulai memucat karena dingin. Pilihan yang ia miliki hanyalah mati membeku atau bertaruh nyawa dengan orang asing bertopeng ini. Dengan berat hati, ia keluar dari mobil dan mengikuti pria itu menembus badai.

Ia tidak menyadari, di balik topeng perak itu, sepasang mata tajam sedang menatapnya dengan kepuasan yang dingin. Pria itu adalah Adrian.

Bab: Istana di Balik Kabut

Adrian—yang secara ajaib selamat dari ledakan rumah mewah dengan luka bakar yang tidak separah Aris—telah membangun sebuah markas rahasia di jantung hutan ini. Ia telah mengawasi Aris dan Kayla sejak lama, menunggu saat yang tepat untuk mengambil kembali "aset" berharganya.

Rumah Adrian tersembunyi dengan sangat baik, dibangun menyatu dengan kontur tebing. Di dalamnya, suasananya sangat kontras dengan luar; hangat, mewah, dan penuh dengan peralatan teknologi tinggi.

"Kau bisa beristirahat di kamar itu," ucap Adrian sambil menunjuk sebuah ruangan yang pintu baja-nya terlihat sangat tebal. "Aku akan menyiapkan makanan."

Kayla masuk ke kamar tersebut dengan perasaan waswas. Namun, rasa hangat dari penghangat ruangan segera membuatnya terkulai lemas. Ia menidurkan Ariel di atas kasur empuk, sementara ia sendiri duduk di tepi tempat tidur, mencoba mencerna apa yang terjadi.

Pria bertopeng itu kembali membawa nampan berisi sup hangat. Ia duduk di kursi seberang, tetap dengan topeng peraknya.

"Kenapa kau memakai topeng itu?" tanya Kayla pelan.

"Wajahku adalah sisa dari sebuah pengkhianatan yang membara," jawab Adrian dengan nada puitis yang gelap. "Aku lebih suka menyembunyikannya daripada mengingatkan diriku pada api."

Bab: Perangkap yang Lebih Halus

Selama dua hari, pria bertopeng itu memperlakukan Kayla dengan sangat baik. Ia menyediakan segala kebutuhan bayi Ariel, bahkan memberikan obat-obatan untuk memulihkan kondisi fisik Kayla pasca persalinan. Kayla mulai merasa aman. Ia merasa bahwa pria ini adalah malaikat pelindung yang dikirim tuhan untuk menyelamatkannya dari kegilaan Aris.

"Kau sangat baik," ucap Kayla suatu malam saat mereka duduk di depan perapian. "Aku baru saja melarikan diri dari seorang pria yang sangat mengerikan. Aku tidak tahu harus ke mana lagi."

Adrian tertawa kecil di balik topengnya. "Terkadang, pelarian hanya membawa kita pada sangkar yang lebih indah, Kayla."

Kayla tersentak. "Bagaimana kau tahu namaku? Aku belum memberitahumu."

Hening seketika menyergap ruangan. Adrian perlahan berdiri, sosoknya tampak sangat dominan di bawah cahaya api perapian. Ia melepaskan topeng peraknya dengan gerakan dramatis.

Wajah Adrian muncul. Meski ada bekas luka gores di pipinya, ia masih tampak jauh lebih "utuh" daripada Aris yang hancur. Senyum sinisnya membuat darah Kayla membeku.

"Karena aku yang memberimu nama itu di berkas kontrak pertama kita, Sayang," ucap Adrian dingin. "Aris memang emosional dan gila, dia ingin memilikimu dengan cara primitif. Tapi aku? Aku ingin memilikimu sebagai bagian dari masa depan bisnisku. Dan bayi itu..." Adrian menatap Ariel dengan pandangan menilai. "...dia adalah subjek penelitian yang sempurna."

Bab: Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa

Kayla mencoba berdiri untuk mengambil Ariel, namun ia menyadari bahwa sup yang ia minum tadi mulai bekerja. Kepalanya terasa sangat berat. Kakinya lemas seolah tulang-tulangnya berubah menjadi air.

"Kau..." bisik Kayla. "Kau kakaknya... kalian berdua sama saja."

"Oh, kami sangat berbeda, Kayla," Adrian mendekat dan menangkap tubuh Kayla sebelum ia jatuh ke lantai. "Aris ingin kau mencintainya. Dia lemah karena butuh pengakuanmu. Aku tidak butuh cintamu. Aku hanya butuh kepatuhanmu dan genetik anak itu."

Adrian menggendong Kayla dengan cara yang mekanis, seolah sedang memindahkan barang berharga. Ia menaruh Kayla kembali di kamar, namun kali ini ia mengunci pintu baja itu dari luar dengan sistem sidik jari.

Kayla menangis dalam kegelapan yang tenang. Ia telah meninggalkan iblis yang mencintainya secara gila, hanya untuk jatuh ke tangan iblis yang melihatnya sebagai benda mati. Di luar kamar, ia bisa mendengar suara Adrian yang sedang berbicara di telepon, merencanakan pengiriman mereka ke laboratorium di luar negeri.

Harapan Kayla pupus. Ia berada di tengah hutan, di sebuah rumah yang bahkan tidak diketahui lokasinya oleh dunia, bersama seorang pria yang jauh lebih cerdas dan kejam daripada Aris. Namun, di saat ia hampir menyerah, ia mendengar suara gaduh dari arah pintu depan rumah Adrian.

Suara tembakan terdengar, diikuti oleh suara erangan yang sangat ia kenali.

"BERIKAN ISTRI DAN ANAKKU, ADRIAN!"

Itu suara Aris. Pria itu belum mati. Dengan sisa tenaganya, ia telah merangkak dari kabin dan melacak mereka hingga ke sini. Perang saudara di tengah hutan ini akan segera mencapai puncaknya.

Aris yang sekarat dan penuh amarah telah tiba di depan pintu Adrian. Kayla terjebak di tengah dua monster yang memperebutkannya.

1
Agus Barri matande
semangat thor
Thecel Put
omg saya sangat suka cerita dengan genre seperti ini❤️‍🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!