JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBERIKAN DUKUNGANNYA YA...!!!
Lin Yao seorang blogger makanan didunia modern Time Travel kenegeri kuno, menjadi seorang wanita muda miskin.
Berawal hanya dengan sebuah sendok, ia menghasilkan uang sepenuhnya melalui Hobby & kecerdasannya dalam makanan.
Lin Yao memanfaatkan keterampilan memasaknya untuk bisa bertahan bertahan hidup didunia yang baru ia pijaki.
Bukan cuma untuk dirinya seorang, tapi juga bagi keluarganya.
Bagaimana kah kisah perjalan Lin Yao diDunia kuno...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
"Kau yakin jika itu mereka..? apa kau melihatnya dengan jelas..?"
Lin Shou skeptis dengan apa yang dikatakan oleh istrinya Hu Shi.
"Aku melihatnya dengan jelas. Putra kita pulang dari kota hari ini, aku berpikir membelikannya ikan didermaga lalu membuat hidangan lezat untuknya. Tapi ketika sampai disana, aku mendapati tiga bocah nakal itu berjualan disebuah kios. Suamiku, bisnis mereka sangat laris." jawab Hu Shi.
"Aku juga mendengar para nelayan mengatakan bahwa jeroan babi rebus mereka buat menggunakan resep rahasia keluarga. Mungkinkah ayah dan Ibu mertua yang memberikannya kepada bocah-bocah itu..?" sambung Hu Shi.
Hu Shi berpindah tempat duduk, agar lebih dekat suaminya. Dengan suara serendah mungkin, wanita itu kembali berkata.
"Suami, bukankah ini aneh..? sebelumnya anak-anak itu tidak berguna dalam segala hal, mereka juga tidak pernah makan dengan cukup. Bagaimana mungkin tiba-tiba tahu cara berbisnis..? kau tidak melihat lapak yang mereka dirikan, penuh sesak dengan pembeli. Mereka pasti menghasilkan banyak uang."
Lin Shou mengerutkan kening, mengelus dagunya, menimbang dan berpikir sejenak.
"Ini memang agak aneh. Tapi jika benar keluarga Lin memiliki resep rahasia itu, kenapa ayah dan ibu tidak membuka bisnis sendiri, malah memilih hidup miskin seperti ini..? ayah selalu lebih menyayangiku, pasti akan memberikan resep itu padaku."
Bibi Hu mengerutkan bibir lalu mendengus keras. Wajah kusamnya penuh penghinaan, mengingat ketiga keponakannya.
"Ck, pasti ibu mereka yang berumur pendek itu sudah menyembunyikan banyak kekayaan semasa hidupnya, dan sebelum mati memberikan kepada ketiga anaknya. Suami, sebaiknya kau awasi ketiga bocah sialan itu, jangan biarkan mereka lolos begitu saja."
"Sekarang ketiga bocah sialan itu memiliki segalanya, tapi Yuan'er dan Ming'er masih harus bekerja keras dikota. Kita tidak bisa hanya menonton mereka makan dan minum enak seperti bangsawan."
Kilatan perhitungan muncul dimata Lin Shou. Bahu yang tidak pernah memikul beban berat itu menegang.
"Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Jika mereka benar-benar memiliki cara untuk menghasilkan uang, aku sebagai paman harus mendapatkan keuntungan. Bagaimana pun kita adalah orangtua, mereka harus patuh, tidak boleh bertindak semaunya."
Disaat keluarga cabang pertama sedang memikirkan cara keji untuk kembali menindas ketiga keponakan.
Ling Shun dan Lin Song tengah memeriksa piringan besi yang menurut mereka memiliki bentuk aneh.
Lin Shun bingung dari sejak saudara perempuannya menginginkan teppanyaki itu. Yang ada dibenaknya cuma satu, sang adik memiliki alasan tertentu dengan memesan piringan model itu.
Bahkan ketika Lin Yao mengumumkan jika ia akan menggunakan wajan besi ceper itu untuk memasak, Lin Shun sama sekali tidak mengerti apa yang bisa dilakukan dengan piringan seperti ini.
Lin Song juga dipenuhi rasa ingin tahu, mengulurkan tangan guna menyentuh permukaan wajan yang dingin itu.
"Kakak kedua, makanan lezat apa yang akan kau buat..?"
Lin Yao meniup helai rambut yang menutupi wajahnya "Kau akan segera tahu."
Lin Yao meletakkan teppanyaki diatas kompor, setelah api menyala sempurna.
Penggorengan besi itu perlahan menghangat, permukaannya yang tadinya dingin mulai mengeluarkan uap tipis.
Lin Yao meletakkan tangannya sekitar satu inci di atas wajan untuk mengukur suhunya.
Setelah memastikan jika panasnya sesuai, Lin Yao mengambil perut babi dan sayuran yang sudah disiapkan sebelumnya, serta menyendok semangkuk besar nasi dari kukusan.
Ia dengan terampil memotong perut babi menjadi irisan tipis dan meletakkannya diatas penggorengan.
Saat perut babi menyentuh piringan panas, lemaknya langsung meleleh, melompat dan menari diatas wajan, melepaskan aroma sedap.
Lin Yao sesekali membalik irisan daging babi dengan spatula. Setelah berwarna cokelat keemasan dan sedikit gosong, ia menyisihkannya lalu menambahkan sayuran hijau.
Setelah diaduk sebentar, sayuran hijau menjadi lunak, menyatu dengan minyak.
Selanjutnya Lin Yao menuangkan nasi, mengaduknya agar tercampur rata dengan daging babi dan sayuran hijau.
Tambahkan garam serta bumbu lainnya, lalu terus menumis.
Buliran nasi berdesir, terombang-ambing dipermukaan wajan, menyerap aroma daging dan sayuran.
Lin Shun tak kuasa menahan diri untuk mendekat, menarik napas dalam-dalam guna menghirup aromanya "Baunya enak sekali..!"
"Kakak Kedua, nanti kau harus mengambilkan banyak nasi untukku. Aku ingin makan sampai kenyang, agar tumbuh menjadi besar supaya bisa membantu kalian berdua mengumpulkan uang." ujar Lin Song dengan gerakan tangan membentuk pola diudara.
Lin Yao menatap semua bagian tubuh Lin Song.
Bocah itu makan dengan baik beberapa hari terakhir ini, wajahnya yang semula pucat sekarang telah mendapatkan sinarnya. Badan kurus ringkih itu juga telah sedikit lebih berisi.
Lin Yao terkekeh "Oke, nanti aku akan mengisi mangkukmu sampai penuh. Tapi ingat, kau harus rajin bergerak agar tidak berubah gendut seperti babi."
Ketiganya tertawa bersama.
Nasi goreng pun matang. Lin Yao memindahkannya kedalam tiga mangkuk.
Nasi putih, daging merah, sayuran hijau. Menyatu menggoda, membangkitkan para penghuni perut yang terlelap.
Lin Shun dan Lin Song dengan antusias mengambil mangkuk dan sumpit, mengambil jongkokan masing-masing lalu mulai makan dengan lahap.
Lin Yao tetap tenang menggenggam mangkuknya. Namun wajahnya jelas memancarkan kegembiraan, karena ia bisa makan nasi goreng yang sudah lama ia idam-idamkan.
semangat trs updatenyaaa 💪