NovelToon NovelToon
Garis Tangan Nona Kedua

Garis Tangan Nona Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Dunia Lain / Spiritual / Time Travel / Reinkarnasi
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: ImShio

Lilian Zetiana Beatrixia. Seorang mahasiswi cantik semester 7 yang baru saja menyelesaikan proposal penelitiannya tepat pada pukul 02.00 dini hari. Ia sedang terbaring lelah di ranjangnya setelah berkutat di depan laptopnya selama 3 hari dengan beberapa piring kotor yang tak sempat ia bersihkan selama itu.

Namun bagaimana reaksinya ketika keesokan harinya ia terbangun di sebuah ruangan asing serta tubuh seorang wanita yang bahkan sama sekali tak ia kenali.

Baca setiap babnya jika penasaran, yuhuuuu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ImShio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lelaki Asing

Bisik-bisik para pelayan terdengar riuh sejak fajar belum sepenuhnya merekah. Nada suara mereka rendah, tergesa, dan penuh keterkejutan, seolah ada sesuatu yang sangat tidak pantas untuk dibicarakan dengan suara keras. Namun justru karena itulah, kata-kata terpotong yang mereka ucapkan semakin jelas menusuk telinga Wu Fanghua yang kebetulan melintas di lorong luar.

“Ada lelaki asing di kamar Selir Li Hua. Keadaannya buruk sekali.”

Langkah Wu Fanghua terhenti mendadak. Jantungnya berdetak lebih cepat, seolah ingin keluar dari dadanya. Tanpa menunggu penjelasan lebih lanjut, ia segera berbalik dan berlari menuju kamar ibunya.

Pintu kamar terbuka lebar. Begitu melangkah masuk, pandangannya langsung tertumbuk pada sosok ibunya yang terbaring di atas ranjang dengan tatapan kosong. Selir Li Hua gemetar hebat, tubuhnya kaku, matanya terbuka namun seolah tak benar-benar melihat apa pun.

“IBU!”

Wu Fanghua berlari menghampiri ranjang dan langsung memeluk tubuh ibunya erat-erat. Tangannya bergetar hebat saat merasakan betapa dingin dan tegang tubuh Selir Li Hua.

“Ibu, apa yang terjadi?” teriaknya dengan suara pecah. “Siapa yang melakukan ini semua padamu?!”

Namun tak ada jawaban. Hanya napas tertahan dan tubuh yang terus bergetar dalam pelukannya. Air mata Wu Fanghua jatuh satu per satu, namun amarahnya segera menggantikan rasa panik itu ketika matanya menangkap sesuatu di lantai.

Seorang pria bertubuh besar tergeletak tak sadarkan diri di sana. Wajahnya pucat, pakaiannya kusut, dan tubuhnya terkulai seperti karung tak bernyawa. Wu Fanghua menatapnya lebih saksama. Dan seketika itu juga, matanya melotot lebar.

“B*JI**AN*!!!"

Darah di wajahnya seolah menghilang. Itu adalah pria yang semalam ia temui. Pria yang ia bayar untuk menjalankan rencananya.

“Ti… tidak… bagaimana bisa?” gumamnya dengan suara bergetar, jarinya terangkat menunjuk ke arah pria itu. “Kau!”

Amarahnya meledak. Wu Fanghua berdiri dan menendang tubuh pria itu dengan sekuat tenaga.

“PENJAGA!!!” teriaknya nyaring.

Beberapa penjaga segera masuk dengan panik.

“Seret tubuh b*jin*an ini ke penjara bawah tanah sekarang juga!!” bentaknya penuh amarah.

_____________

Di sisi lain kediaman

Wu Zetian telah bangun sejak pagi. Wajahnya tenang, gerakannya anggun seperti biasa. Ia berjalan bersama Menteri Wu Zheng dengan dalih ingin menunjukkan kondisi kamar Selir Zhen Zu.

Namun langkahnya sengaja diperlambat saat mereka melewati kamar Selir Li Hua.

Tepat pada saat itu,

“PENJAGA!! SERET TUBUH BAJINGAN ITU KE DALAM PENJARA BAWAH TANAH!!!”

Teriakan Wu Fanghua menggema hingga ke lorong. Langkah Wu Zheng terhenti mendadak.

“Apa yang terjadi?” tanyanya dingin.

Tanpa menunggu jawaban, ia menoleh ke arah pelayan yang berjaga di depan kamar Li Hua. “Buka pintunya.”

“Ta… tapi tuan..” pelayan itu terbata, wajahnya pucat.

“BUKA!!!” bentak Wu Zheng dengan suara menggelegar.

Dengan tangan gemetar, pelayan itu membuka pintu. Pemandangan di dalam membuat semua orang terdiam.

Wu Fanghua berdiri dengan wajah basah oleh air mata. Selir Li Hua terbaring di ranjang, tak bersuara, tatapannya kosong, napasnya tersengal. Dan di lantai kamarnya, pria bertubuh besar itu tergeletak tak berdaya.

Wajah Wu Zheng langsung mengeras.

“Apa yang terjadi di sini? mengapa ada lelaki asing di kamarmu, Li Hua?!” bentaknya.

Selir Li Hua tak menjawab. Matanya berkaca-kaca, bibirnya bergetar, namun tak satu kata pun keluar. Wu Fanghua melangkah maju.

“Ayah…” suaranya pecah. “Aku ingin keadilan untuk ibuku. Pria ini telah menodai ibuku. Aku memohon untuk menghukum dia seberat-beratnya.”

Wu Zetian berdiri di samping, menyaksikan semua itu dengan ekspresi datar. Tak ada keterkejutan berlebihan. Tak ada emosi yang meluap.

“Pengawal, bangunkan dia.”

Salah satu pengawal menendang tubuh pria itu. Beberapa detik kemudian, pria bertubuh besar itu terbangun dengan erangan. Kepalanya terasa berdenyut hebat. Matanya bergerak gelisah, menatap satu per satu wajah di sekelilingnya, hingga akhirnya berhenti pada Wu Fanghua.

“Ibu…” Wu Fanghua berujar cepat sambil memeluk kembali Selir Li Hua. “Ayah, bawa dia pergi dari sini. Ibuku akan semakin terguncang jika terus melihat wajahnya.”

Wu Zheng menatap pria itu dengan sorot mata dingin.

“Siapa yang mengirimmu kemari? dan apa tujuanmu?!” bentaknya.

Pria itu gemetar hebat.

“A-ampun, Tuan. Hamba… hamba hanya dibayar oleh seseorang.” katanya terbata.

Perlahan, ia membalikkan tubuhnya dan jarinya terangkat menunjuk.

“Dia, Tuan. Dia yang membayarku. Dia menyuruhku menodai Wu Zetian.”

Ruangan seketika membeku. Wu Zetian melangkah maju satu langkah.

“Aku?” tanyanya pelan, wajahnya seolah dipenuhi keterkejutan. “Mengapa kau melakukan ini padaku?” Ia menoleh ke arah Wu Fanghua, tatapannya terluka. “Aku tak pernah menyangka kau akan bertindak selicik ini padaku.”

Wu Fanghua membeku.

“OMONG KOSONG APA YANG KAU KATAKAN, BAJINGAN!!” jeritnya, lalu menampar wajah pria itu keras-keras.

Namun sebelum ia sempat berkata lebih jauh,

PLAK!

Tamparan Wu Zheng mendarat di pipi Wu Fanghua.

“ANAK TIDAK TAHU DIRI! KAU INGIN MENCELAKAI SAUDARAMU SENDIRI?!” bentak Wu Zheng murka.

Wu Fanghua terhuyung, lalu jatuh berlutut sambil menangis sesenggukan.

“Lihat apa yang terjadi! karena rencana busukmu, kau bahkan mengorbankan ibumu sendiri!” lanjut Wu Zheng dengan suara besar penuh amarah. Ia menunjuk Wu Fanghua dengan jijik.

“Dasar sampah.”

Keheningan menyelimuti ruangan.

“Untuk hukumanmu, kau dilarang keluar dari kediamanmu selama satu bulan penuh dan menghentikan uang sakumu selama 2 bulan kedepan.” ucap Wu Zheng dingin.

Wu Zetian menundukkan kepala sedikit sambil menyembunyikan kilatan puas di matanya.

__________________

Langkah kaki Wu Zetian dan Wu Zheng menggema pelan di lorong panjang kediaman perdana menteri. Lorong itu tampak megah, dipenuhi pilar kayu hitam yang diukir dengan motif awan dan naga. Lampu-lampu minyak tergantung di sepanjang dinding, cahayanya bergetar lembut, namun justru menciptakan bayangan panjang yang terasa dingin. Para pelayan yang berpapasan dengan mereka segera menunduk dalam-dalam, tak seorang pun berani mengangkat kepala, terlebih setelah kegaduhan yang baru saja terjadi di kamar Selir Li Hua.

Namun di antara Wu Zetian dan Wu Zheng, tak ada sepatah kata pun terucap. Wu Zheng berjalan di depan dengan langkah mantap, punggungnya tegak seperti biasa, seolah kejadian barusan hanyalah urusan kecil yang tak layak mengganggu ritme hidupnya. Sementara itu, Wu Zetian mengikuti beberapa langkah di belakang, wajahnya tenang, namun pikirannya bekerja cepat, menimbang setiap kemungkinan yang akan ia hadapi setelah ini. Hanya keheningan yang terasa lebih tajam daripada kata-kata.

_____________________

Akhirnya, mereka berhenti di depan sebuah pintu kayu sederhana. Ukiran di pintunya telah memudar, dan catnya tampak kusam, seolah tak tersentuh perawatan bertahun-tahun.

Wu Zheng berhenti.

“Kita telah sampai,” ucapnya singkat tanpa menoleh. “Kau masuklah. Aku masih punya banyak urusan lain.” Ujarnya datar.

Tanpa menunggu jawaban, Wu Zheng berbalik dan melangkah pergi, jubahnya berkibar ringan sebelum menghilang di ujung lorong.

________________

Yuhuuu~🌹

Jangan lupa beri dukungan dengan cara like, komen, subscribe dan vote karya-karya Author💖

See you~💓

1
Murni Dewita
double up thor
Murni Dewita
next
Murni Dewita
double up thor
Wahyuningsih
💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Murni Dewita
double up thor
Murni Dewita
next
Murni Dewita
lanjut
Murni Dewita
👣
xiaoyu
gaaass truuss
Wahyuningsih
thor upnya dikit amat 😔😔 amat aja gk dikit 😄😄😄klau up yg buanyk thor n hrs tiap hri makacih tuk upnya thor sehat sellu thor n jga keshtn tetp 💪💪💪
Wahyuningsih
lanjut thor yg buanyk upnya thor n hrs tiap hri jgn lma2 upnya thor makacih tuk upnya thor sehat sellu n jga keshtn tetp 💪💪💪
☘️🍁I'mShio🍁☘️: Siaaap kak, dan terimakasih dukungannya🥰
Sehat selalu💖
total 1 replies
Wahyuningsih
mantap thor wu zetian dpt ruang dmensi mkin sru 😄😄😄
Wahyuningsih
thor hrs kasih bnuslah ruang dimensi biar mkin seru bikin wu zetian badaz abiz
☘️🍁I'mShio🍁☘️: Hehe sabar yaa kak, nanti ada kok🤭
total 1 replies
Wahyuningsih
q mampir thor, moga2 jln critanya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!