NovelToon NovelToon
Suamiku Bukan Preman

Suamiku Bukan Preman

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: elaretaa

Hidup Naura yang sudah menderita itu, semakin menderita setelah Jessica anak dari Bibinya yang tidak sengaja menjebak Naura dengan seorang pria yang dikenal sebagai seorang preman karena tubuhnya yang penuh dengan tato, berbadan kekar dan juga wajah dingin dan tegas yang begitu menakutkan bagi warga, Naura dan pria itu tertangkap basah berduaan di gubuk hingga mereka pun dinikahkan secara paksa.

Bagaimana kelanjutannya? siapakah pria tersebut? apakah pria itu memang seorang preman atau ada identitas lain dari pria itu? apakah pernikahan mereka bisa bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ini Istananya Siapa?

​Perjalanan di dalam mobil mewah itu terasa sunyi, hanya deru mesin halus dan gemerlap lampu kota dari kejauhan yang menemani Naura dan Aiden. Naura menoleh ke samping, menatap wajah Aiden yang kini terlihat jauh lebih serius, ketegangan yang samar kini tergantikan oleh aura kekuasaan yang tak dapat disangkal, seperti seorang komandan yang akan segera kembali ke medan perang.

​"Mas," panggil Naura pelan.

​Aiden menoleh, menggenggam tangan Naura yang ada di antara mereka, "Iya?" tanya Aiden.

​"A-apa yang sebenarnya terjadi? Masalah apa yang harus Mas selesaikan sampai Mas harus kembali ke kota, bukan pergi sebentar tapi sampai pindah?" Naura memberanikan diri bertanya dan terlihat jelas matanya penuh kecemasan.

​Aiden tersenyum tipis, senyum yang tidak mencapai matanya. "Semua akan baik-baik saja, Naura. Masalah ini sudah lama ada dan sekarang waktunya aku menyelesaikannya, aku hanya butuh kamu di sampingku. Kita harus pindah agar aku lebih mudah menyelesaikannya," ucap Aiden.

​"Tapi, ini terdengar menakutkan, Mas. Aku tidak tahu apa-apa tentang kota. Aku khawatir tidak bisa beradaptasi saat di kota, aku juga dengar di kota begitu bebas berbeda dengan desa yang ketat dengan peraturan tak tertulisnya," ujar Naura.

​Aiden menarik tangan Naura ke bibirnya, mengecup punggung tangannya lembut. "Aku akan menjagamu, Naura. Kamu tidak perlu melakukan apa-apa selain menjadi dirimu sendiri. Di sana mungkin akan banyak kejutan, tapi percayalah, aku akan selalu ada untukmu," ucap Aiden tang berusaha meyakinkan Naura.

​Kata-kata Aiden memang menenangkan, namun nada misteriusnya justru membuat Naura semakin penasaran sekaligus takut.

​Beberapa jam kemudian, mobil mewah itu melaju ke area bandara. Tapi, bukan di terminal keberangkatan umum, melainkan menuju terminal privat yang sepi dan eksklusif, Naura semakin tercengang.

​"Kita... kita mau naik pesawat, Mas?" tanya Naura tak percaya.

​"Iya, kota asalku cukup jauh, kita harus naik pesawat," jawab Aiden sambil membantu Naura keluar dari mobil.

​Sopir yang mengantar mereka membuka bagasi, sementara seorang pria berpakaian rapi dengan tatapan tajam menghampiri mereka. Pria itu tampak sangat formal, jauh dari kesan orang desa.

​Pria berjas hitam itu membungkuk sedikit, gerakannya anggun dan terarah. "Bagaimana?" tanya Aiden pada pria tersebut.

"Semua sudah siap," lapornya dengan suara datar namun penuh hormat.

​Aiden mengangguk singkat. "Bagus, Ardi. Kau sudah mengatur segalanya?" tanya Aiden lagi.

​"Sesuai instruksi Anda dan rute penerbangan sudah disetujui," ucap Ardi.

"Kalau begitu, kita segera berangkat," ucap Aiden.

"Silahkan," ucap Ardi.

​"Ayo, Sayang," bisik Aiden, menggandeng tangan Naura erat dan menuntunnya melewati karpet merah menuju tangga pesawat.

​Saat menaiki tangga, Naura merasakan jantungnya berdebar kencang karena ini adalah pertama kalinya ia melihat pesawat dari jarak sedekat ini, apalagi ini adalah pesawat pribadi, bukan maskapai komersial yang ia dengar dari cerita-cerita.

​Di dalam pesawat, interiornya mewah luar bias, kursi kulit lembut, meja kayu mahoni dan pencahayaan yang hangat, seorang pramugari dengan seragam elegan menyambut mereka dengan begitu sopan.

Setelah duduk dan sabuk pengaman terpasang, pesawat pun mulai bergerak perlahan, lalu melaju kencang dan dalam beberapa menit, mereka sudah mengangkasa, pemandangan lampu-lampu kota yang menyusut di bawah mereka membuat Naura terdiam.

Akhirnya pesawat pun mendarat mulus di landasan pacu yang sepi, bukan di terminal kedatangan umum. Naura yang tertidur pulas di bahu Aiden selama beberapa jam terakhir, terbangun perlahan saat merasakan perubahan tekanan dan getaran halus dari roda yang menyentuh tanah.

​"Kita sudah sampai," bisik Aiden lembut, mengecup pucuk kepala Naura.

​Naura membuka mata, terkejut melihat seberkas cahaya pagi yang mulai menyelinap masuk melalui jendela pesawat. Tujuh jam penerbangan terasa seperti sekejap mata karena kelelahan dan rasa nyaman yang ia rasakan dalam pelukan Aiden.

​Saat pintu pesawat terbuka, udara segar pagi hari yang dingin langsung menyambut mereka, namun Naura segera menyadari perbedaan mencolok dengan desanya. Udara ini terasa lebih berat, bercampur aroma knalpot dan kesibukan.

Di bawah tangga pesawat, Ardi sudah menunggu dam didampingi oleh dua pria berbadan tegap lainnya yang memiliki tatapan tajam dan serius. Di belakang mereka, bukan mobil biasa yang menunggu, melainkan iring-iringan mobil mewah berwarna hitam legam, sebuah limusin panjang di depan, diikuti oleh dua SUV besar, semuanya memancarkan aura keamanan dan kekuasaan.

"Ayo," ajak Aiden.

Aiden menuntun Naura menuju limusin, pria berbadan tegap itu dengan sigap membuka pintu mobil dan Naura mendongak untuk melihat interior mobil yang lebih mirip ruang tamu mini dengan sekat kaca otomatis ke arah pengemudi.

Saat mereka duduk, limusin itu bergerak mulus, diikuti oleh dua SUV pengawal di belakangnya, Naura menempelkan pandangannya ke jendela, melihat kota besar yang kini ia tinggali.

Gedung-gedung pencakar langit menjulang tinggi seolah menusuk langit pagi, lalu lintas padat dengan deretan mobil mewah dan orang-orang yang berjalan dengan langkah cepat dan tujuan yang jelas, semuanya serba cepat dan asing.

​"Mas... ini benar-benar kota," bisik Naura, merasa kecil dan tersesat di tengah hiruk pikuk kota yang begitu megah.

"Iya, aku tahu kamu perlu beradaptasi dengan suasana kota," ucap Aiden.

Mobil mewah tersebut berbelok dari jalan raya utama dan memasuki sebuah gerbang besar yang dijaga ketat oleh petugas keamanan berseragam. Gerbang itu terbuka, menampakkan jalan masuk yang dikelilingi taman yang terawat sempurna dan di ujungnya berdiri sebuah istana.

​Naura terkesiap, bagi Naura itu bukan sekadar rumah. Itu adalah mansion kolosal bergaya klasik dengan pilar-pilar tinggi, marmer berkilauan dan air mancur besar di tengah halaman. Rumah ini memancarkan kemewahan yang sunyi, namun penuh dengan bobot sejarah dan kekayaan.

"Ini istananya siapa?" tanya Naura.

"Ini bukan istana, tapi ini adalah rumah kita," ucap Aiden.

Jawaban Aiden pun mengejutkan Naura, Naura menatap penuh tanya sang suami. "Juragan Adit yang kasih ini semua?" tanya Naura.

"Bukan, tapi ini pakai uangku sendiri. Aku akan jelaskan nanti," ucap Aiden.

Aiden dan Naura keluar dari limusin, Naura merasa aneh, gugup dan tidak nyaman ketika melihat banyaknya pria berbadan kekar bahkan para pelayan yang berjejer rapi di samping pintu.

"Ayo," ajak Aiden.

Saat Naura melangkah masuk, ia merasa seperti memasuki sangkar emas. Desa yang tenang dan sederhana kini terasa seperti kehidupan lampau. di depannya terbentang kemewahan, kekuasaan dan yang paling menakutkan adalah konflik tersembunyi yang baru saja dimulai.

"Selamat datang, Tuan Aiden," sapa pria muda yang umurnya tak jauh dari Fandy, dia adalah Justin salah satu asisten Aiden yang bertugas di mansion mewah milik Aiden.

'Tuan? kenapa pria itu manggil Aiden pakai panggilan Tuan? kayak Aiden bos aja, dia kan cuma anak buahnya Juragan Adit,' batin Naura.

.

.

.

Bersambung.

1
Marina Tarigan
itu naluri anak sangat kuat karena selama hamil kamu Naoura siamimu sangat protef sama kamu segala sesustu Eidan terus lengket sm kamu itu hasilnya kedekatan mereka sangat dekat
Leni Martina
aku yg udah bertahun2 nikah m suami aku,ngk pernah nanya gaji,yg penting dia kasih cukup,KLO krng aku mntk LG,baru kali ini baca novel kok MC nya yahhh udah lah🤦🤦🤦
Marina Tarigan
anyak ranjau disekelilingmu Naura dengarkan suamimu jgn percaya sm siapapun lingkunganmu sekarang jauh berbeda dgn dulu dikampung
Marina Tarigan
Baura mana ngerto taktik orang2 kaya dia gadis lugu menganggap semua orang baik seperti xirinya
Marina Tarigan
kamu harus kuat Naura suamimu pembelamu
Marina Tarigan
hahaa seru deh orang lugu semoga tambah pintarnya
Marina Tarigan
Naura mana ngerti posisi Eiden dia tdk punya pengalaman permainan licik disekitarnya mknya dia harus dgn pelan diberi pengertian bahaya yg akan mengancam dirinya
Marina Tarigan
semoga Naura tdk bisa didekati Sinta
Marina Tarigan
lindungi Naura dari segala hal dia polos tdk mengerti dgn kehidupan orang2 kelas tinggi
Marina Tarigan
1001 seorang laki2 seperti Aiden sangat menghargai istri dari kalangan bawah yg pendidikan hanya smp kerjanya tukang cuvi harian seperti pembanti dirumah sering dihina dan dipukuli fan disiksa dan dipaksa tidur digudang sempit bersama tikus miris sekali hidupnya dibawa ketgkt atas dgn ilmu nol mungkim sdh takdir yg mengubah Naura tapi tuan beri pendidikan ug layak dgm bernagai ilmu merawat diri sipaya pintar dan layak berdampingan dgnmu bos
Marina Tarigan
eiden belum mencintai Naura karena tdk mengenal Naura dan pernikahan dipaksa secara keji oleh keluarga dan masyarakat cuma setelah tahu kehidupan Naura melalui penyelidikan Gandi wakilnya dia merasa kasihan dan melundunginya dari kejahatan keluarga Naura senxiri
Marina Tarigan
semoga aura habis supaya penderitaannya selesai dp hidupnya terus tersikss
Marina Tarigan
ini upah kalian yg kejam serakah dan sesuka hati
Marina Tarigan
mwnurut cerita Naura setelah kebakaran rmh orang tua Naura bibinya langsung datang dan tinggal dirumah itu dan terus menyiksa Naura sesuka hati memaksa bekerja dan uangmya diambil oleb mereka. Naura waktu itu msh kecil tdk tahu apa2 ya
Marina Tarigan
lanjut
Marina Tarigan
lanjut thour
Marina Tarigan
ini Naura apa cantik. manus atau jelek ya dan apakah Aiden sdh tahu siapa Naura serta kehidupannya selama ini karena aiden biasa2 saja
Marina Tarigan
karena bodohmu kamu nanya gaji suamimu ya nikmati saja diam dan kerjakan apa yg bisa kamu kerjakan
Leni Martina: MC nya bikin darting ya sist😄😄😄
total 1 replies
Marina Tarigan
ya benarkan anak yg tersakiti dipilih Tuhan dgn caranya sendiri utk melindungi ciptaannya yg menjolimi Naura sm ceo perusahaan kena dampaknya baru tahu rasa
Marina Tarigan
baik2 kamu noura jgn pembangkang ikuti saja Leiden dia sdh sah jadi suamimu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!