NovelToon NovelToon
Si Kembar Cantik

Si Kembar Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:295
Nilai: 5
Nama Author: Nafras

Mengisahkan 3 anak kembar yaitu Farah, Gabriella, dan Galu dengan kisah cintanya masing-masing dan hubungan mereka dengan keluarganya
akankah hubungan mereka harmonis?
ikuti terus kelanjutan ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Abdullah

" Tapi tetap saja beliau akan selalu mempercayai dan menuruti apapun perkataan ku itu, Jadi apakah kau ingin keluarkan dari kampus ini?"

" Aku sama sekali tidak takut jika pada akhirnya nantinya aku akan dikeluarkan dari kampus ini, yang terpenting hidupku bisa bahagia bersama dengan orang yang aku cintai."

" Kau ingin menghancurkan hidupmu Abdullah, bukankah kau akan bahagia jika kau bersanding denganku?"

" Bersanding denganmu bukanlah kebahagiaan untukku Acilia, tetapi itu adalah kebahagiaan untukmu. Dan aku tidak akan pernah merasa bahagia jika berada di sisiku, karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa mencintaimu."

" Kau sungguh sangat egois sekali Abdullah, bahkan kau juga tidak ingin memikirkan mengenai perusahaan ayahmu."

" Aku sudah memutuskan untuk keluar dari keluarga itu, yang di mana urusan perusahaan sudah bukan urusanku lagi."

" Kau yakin ingin meninggalkan keluarga besar mu itu dan juga ayahmu, jika kau meninggalkan keluarga besar itu maka Kau bukanlah siapa-siapa lagi."

" Aku sudah tidak peduli dengan status dan juga kehormatan tersebut, yang ku pikirkan dan juga aku kepentingan adalah kebahagiaan hidupku."

" Kau menjadi begini hanya karena seorang gadis bernama Galuh itu, kau bahkan tidak memikirkan perasaanku yang sudah lebih dahulu mengenalmu."

" Aku sama sekali tidak memiliki rasa padamu, jadi aku tidak perlu memikirkan sesuatu hal mengenai dirimu. Yang perlu aku pikirkan adalah mengenai perasaan dan juga hatiku, karena aku tidak ingin membohongi hati ku sendiri."

" Bilang saja kalau kau ingin bersama dengan gadis bernama Galuh itu, dia itu hanyalah dirilis kan dan tidak bisa membantu dirimu Abdullah."

" Aku tidak peduli dengan statusnya, yang aku pikirkan hanyalah hati dan juga perasaanku."

Plak

Suara tamparan menggema di seisi ruangan tersebut, tentunya mereka semua sangat terkejut ketika mendengar suara itu. Dan tampak sebuah pipi yang sudah terdapat cap 5 jari, Mereka pun mengarahkan pandangannya karena sosok paruh baya yang memberikan cap tersebut.

" Kau ingin menghancurkan usahaku dan juga keluarga besar kita?" hanya seorang paruh baya

" Oh ternyata ada Tuan Ajibrata di sini, Aku kira siapakah sosok yang tiba-tiba saja menamparku."

" Aku ini adalah ayahmu Abdullah, kau yang sopan dikit kepada aku."

" Aku telah memutuskan untuk keluar dari rumah tersebut, yang artinya aku sudah bukan bagian dari keluarga itu lagi. Dan kau bukanlah ayahku, aku tidak punya ayah yang selalu mengutamakan dirinya sendiri dan tidak perduli dengan keluarga."

" Aku sangat menyesal telah membesarkan mu, seharusnya dari dulu aku membunuhmu saja." ucap Ajibrata dan tentunya orang-orang yang mendengar hal tersebut sangat terkejut.

" Lalu kenapa tidak dari dulu saja anda melakukan hal tersebut kepada saya, Saya sangat tidak suka menjadi seseorang yang Anda manfaatkan hanya demi kepentingan anda sendiri. Kalau memang Anda ingin seseorang berkorban demi perusahaan anda, lebih baik Anda suruh anak kesayangan anda itu saja." ucapnya yang kemudian pergi meninggalkan sang ayah.

Semua di sana masih tidak menyangka dengan apa yang baru saja mereka dengar, mereka sangat tidak menyangka kalau Abdullah bisa berkata seperti itu kepada ayahnya sendiri. Sejak dulu mereka mengetahui kalau hubungan Abdullah dan ayahnya memang tidak terlalu baik, tetapi yang mereka ketahui Ayah Abdullah selalu berusaha melindunginya. Tetapi melihat situasi saat ini, mereka mengetahui kalau hubungan keduanya sudah sangat tidak baik.

" Om Ajibrata tidak apa-apa?"

" Maafkan Om ya Acilia."

" Ini semua bukan salah Om, aku yakin Abdullah bisa berubah juga karena gadis bernama Galuh itu."

" Kalau begitu kau temani Om untuk bertemu dengannya, sebab om tapi ingat kau sakit hati sayang."

" Aku baik-baik saja Om, ya walaupun aku sedikit kecewa dengan ini semua. Tapi aku yakin di lubuk hati terdalam Abdullah pasti masih tersimpan nama ku."

" Om juga berharapnya begitu."

...🐧🐧🐧...

Galuh dan Winda sudah sampai di kampus, tentunya mereka ingin segera turun dari mobil. Tetapi tiba-tiba saja Valen menarik lengan Galuh.

" Kau jauhi Abdullah ya, dia sangat berbahaya."

" Iya kak, aku akan menjauhi Abdullah."

" Syukurlah kau mau mendengarkan ku, aku hanya berharap yang terbaik untukmu Galuh."

" Aku paham dan mengerti kok kak, sebelumnya terimakasih ya kak."

" Iya, kalau begitu kalian hati-hati ya." ucapnya dengan tersenyum dan kemudian langsung masuk ke dalam mobil.

Valen pun menatap kepergian keduanya, dan ia berharap semuanya baik-baik saja. Ia tidak ingin terjadi sesuatu pada Galuh, dan sebenarnya ia tidak mengetahui apa yang sebenarnya ia rasakan. Ia hanya tau kalau ia mengkhawatirkan Galuh.

Setelah keduanya menghilang, Valen pun langsung melanjutkan kendaraannya ke kantor. Ia pun sangat terburu-buru, karena ia ada meeting pagi ini, dan sebelumnya ia sempat melupakan hal tersebut.

Dengan terburu-buru, Vallen akhirnya telah sampai di perusahaan. Tentunya semua karyawan menyapanya dengan senyum, dan ia pun langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah ruangan. Tidak lama setelah itu terdengar suara ketukan.

Tok

Tok

Tok

" Silakan masuk."

" Ada perlu apa?"

" Ada yang sedang mencari bapak di ruang meeting."

" Bukankah hari ini kita tidak ada jadwal meeting?"

" Tapi katanya beliau sudah membuat janji dengan bapak."

" Baiklah, kalau begitu ikut saya untuk menemuinya. Saya jadi penasaran dengan siapa sebenarnya dia."

Keduanya langsung melangkahkan kakinya menuju ruang meeting, tentunya Valen bertanya-tanya siapa sebenarnya yang menunggunya. Saat pintu terbuka, Valen langsung bertatapan dengan wanita paruh baya itu. Tentunya ia sangat terkejut dengan wajah itu, karena ia mengenal wajah itu.

' Mengapa beliau ingin bertemu dengan ku, hingga ia sampai berbohong telah membuat janji dengan ku.' batin Valen.

" Selamat pagi Tante."

" Selamat pagi Valen, maaf ya Tante mengganggu waktu mu."

" Iya tidak masalah Tante, tapi kalau boleh tau Tante ada keperluan apa ya?"

" Tante tidak bisa menghubungi mami mu Valen, oleh karena itu Tante menemui mu."

" Ada keperluan apa Tante mencari Mami?"

" Tante ingin menanyakan keberadaan Galuh, apakah kau mengetahui dimana keberadaan Galuh?"

" Mohon maaf Tante, mungkin lebih baik Tante menanyakan hal tersebut secara langsung pada mami!"

" Jika kau mengetahuinya, maka langsung beritahu Tante saja Valen. Tante sangat khawatir dengan Galuh yang tinggal di sini sendirian."

" Tante tidak perlu khawatir tentang dia, yang terpenting hidup dia lebih bahagia tanpa keberadaan Tante."

" Apa maksudmu Valen?"

" Yang ku katakan adalah kebenaran Tante, Galuh lebih bahagia hidup sendiri dari pada ketika hidup bersama dengan Tante."

" Apa maksudmu Valen, tidak mungkin dia lebih bahagia tinggal sendiri."

" Itu beneran Tante, dan jika Tante ingin mengetahui keberadaannya. Maka Tante bisa langsung menghubungi mami saja, karena aku merasa tidak sanggup dengan ini semua. Dan aku tidak ingin melihat Galuh bersedih lagi."

" Kau yang aneh Valen, justru ia akan sangat bahagia ketemu dengan Tante."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!