NovelToon NovelToon
Reruntuhan Para Dewa

Reruntuhan Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: APRILAH

Pada jaman kuno, pertempuran besar terjadi antara Dewa dan Iblis, yang menyebabkan dunia hancur.

Satu juta tahun setelah pertempuran itu terjadi. Dewa dan Iblis menghilang, seolah-olah menjadi dongeng untuk anak kecil yang diceritakan oleh orang tuanya.

Manusia-manusia semakin kuat, tumbuhan memiliki kesadarannya sendiri, bahkan suku binatang buas mulai bangkit berkuasa.

Mengisahkan tentang kisah seorang Tuan Muda keluarga Zhou yang terlahir dari orang tua nya yang merupakan dua keberadaan terkuat di Wilayah Timur. Namun, dia terlahir dengan kondisi Akar Spiritual yang cacat, membuatnya di anggap sebagai Aib keluarga, bahkan tunangannya pun memilih untuk membatalkan pernikahan mereka.

Di tengah-tengah rasa putus asa, dia bertemu dengan secercah kesadaran Dewa, yang memberinya kesempatan untuk bangkit, tetapi menanggung misi untuk menyalakan sembilan Api Jiwa sang dewa yang ikut terkubur di Reruntuhan Dewa.

Namun, di mana Reruntuhan Para Dewa dan Iblis itu berada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RPD: Chapter 12

Di balik kabut abadi yang Desa Embun Pagi, berdirilah Gunung Qingyun, sebuah keajaiban dunia fana yang seolah dirajut langsung oleh tangan para Dewa Purba.

Gunung ini bukanlah sekadar batu dan tanah. Ia adalah sebuah kerajaan vertikal yang mengapung di antara langit dan bumi. Teras-teras batu hitam mengilap yang diukir ribuan tahun lalu menjulang tinggi, saling terhubung oleh jembatan-jembatan kayu merah dan tangga batu yang seolah tak berujung. Di sepanjang lerengnya, bunga sakura roh berwarna merah muda abadi bermekaran sepanjang tahun, kelopaknya yang lembut jatuh perlahan seperti salju roh, membawa aroma manis yang dapat menenangkan jiwa dan mempercepat peredaran qi.

Di puncak-puncaknya berdiri megah paviliun dan istana kuno beratap melengkung khas arsitektur zaman kuno. Atap genting biru-hitam berkilauan di bawah sinar matahari yang jarang menembus kabut, sementara tiang-tiang kayu berukir naga dan phoenix seolah hidup, mengeluarkan cahaya samar spiritual. Air terjun suci mengalir deras dari celah-celah tebing, jatuh ratusan meter ke bawah dalam bentuk tirai putih yang berkilauan. Kabut tebal yang tercipta dari percikan air itu bukanlah kabut biasa, ia adalah Qi Spiritual pekat yang kaya akan energi langit dan bumi, sangat bermanfaat bagi para kultivator yang duduk bermeditasi di dalamnya.

Jalan setapak utama menuju puncak tertinggi disebut Tangga Menuju Langit. Setiap anak tangganya diukir dengan formasi kuno yang akan menguji hati dan bakat seorang kultivator. Hanya mereka yang memiliki takdir dan tekad yang cukup kuat yang dapat mencapai puncak tanpa terjatuh ke jurang yang penuh kabut tebal.

Di tengah gunung, terdapat sebuah paviliun utama bernama Sekte Embun Pagi, dibangun tepat di tepi tebing yang menjorok ke luar. Dari sini, satu-satunya pemandangan yang terlihat adalah lautan awan tak berujung, gunung-gunung lain yang seolah menjadi pulau-pulau di langit, serta burung-burung roh raksasa yang terbang di kejauhan.

Konon, Gunung Qingyun adalah salah satu dari Sembilan Spiritual Gunung Utama di benua ini. Energi spiritual di sini begitu murni dan deras hingga bahkan para murid biasa pun dapat merasakan qi mengalir deras di meridian mereka hanya dengan bernapas. Namun keindahannya yang memukau juga menyimpan bahaya yang mematikan. Di balik kabut indah itu, tersembunyi binatang roh kuno, formasi pembunuh yang ditinggalkan oleh leluhur, serta rahasia-rahasia yang bahkan para tetua sekte pun tak berani ungkapkan.

Zhou Xuan berdiri tegap, pandangannya memandang tangga langit di hadapannya.

Shen Mu menepuk bahu kanan Zhou Xuan sembari berkata, "Junior Zhou... Kamu adalah murid baru disini. Aturan bagi seseorang yang ingin memasuki Sekte Embun Pagi, yaitu harus melewati tangga langit ini terlebih dahulu. Setiap tingkat memiliki seribu anak tangga. Total ada sembilan tingkatan. Hm... tangga langit ini sangat begitu istimewa. Selain bisa memperkuat fondasi ketahanan tubuh dan tulang, ia juga bisa membantumu membersihkan kotoran di dalam tubuh, namun, itu sebagaimana jauhnya kamu mampu melangkah maju. Junior Zhou... kau adalah Kultivator Ranah Lima Element. Tingkat ke lima atau enam... harusnya bukan masalah, kan?" kata Shen Mu.

Mendengar perkataan Shen Mu, jelas Chen Dong sangat begitu terkejut.

"Apa ...?!" kedua bola matanya membola bulat, saking terkejut, "Ranah Lima Element? Yang benar saja?" sambung Chen Dong, berbicara dengan ekspresi wajah yang tidak dapat percaya.

Mendengus!

"Kau dan junior Ling'er adalah kebanggaan Sekte Embun Pagi ini. Namun di luar sana, bahkan di hadapanmu ini, berdiri seorang kultivator muda yang jauh lebih berbakat dari pada dirimu dan juga Ling'er." kata Shen Mu, "Aishhh... andai saja aku terlahir dengan bakat seperti kalian. Mungkin di usiaku yang telah berusia dua puluh lima tahun ini, aku tidak akan tertahan di ranah Manifestasi Qi." sambung Shen Mu, menarik nafasnya cukup panjang.

Chen Dong pun berjalan memutari Zhou Xuan, dan memandang nya dengan sangat serius.

"Hm... Ranah Lima Elemen... marga Zhou... Apakah... Junior Zhou ini, dari Keluarga Zhou di Kekaisaran Api Agung yang terkenal itu?" tanya Chen Dong dengan penuh antusias.

"Dong'er! Mu'er! Berhenti berbicara omong kosong. Bawa junior kalian keruangan ku sekarang juga!" suara itu kembali menggema di langit Desa Embun Pagi.

Bahkan, murid-murid yang sedang berkultivasi pun seketika terkejut ketika mendengar suara Tetua Fang San yang berbicara seperti itu.

Chen Dong dan juga Shen Mu pun membungkuk sembari serentak berbicara, "Baik, guru!"

Alih-alih membawa Zhou Xuan melewati Tangga Langit, Shen Mu pun membawa Zhou Xuan melewati pintu ruang yang dapat di akses menggunakan token giok khusus yang dimiliki oleh murid-murid utama Sekte Embun Pagi.

Setelah melewati pintu ruang, Zhou Xuan pun tiba di suatu halaman. Halaman itu tidak luas, tetapi tidak juga kecil dengan lantai halaman itu yang terbuat dari tanah merah. Di ujung halaman itu terdapat satu paviliun kecil yang sederhana. Di sisi barat Paviliun, terdapat hutan bambu hitam yang tenang, angin yang berhembus sedang, membuat daun-daun dan pohon bambu bergoyang-goyang. Di sisi timur Paviliun, adalah tebing. Namun, itu tidak bisa dikatakan sebagai tebing, karena letak paviliun itu yang berada di wilayah yang terpisah dari daratan, melayang di langit, seolah-olah ada pilar-pilar tak kasat mata yang menopangnya, atau tali-tali yang menggantung di langit yang membuat halaman paviliun itu melayang di udara.

Bagi para manusia biasa, itu adalah fenomena. Tetapi bagi para kultivator, itu sudah menjadi hal yang biasa-biasa saja.

Di tengah-tengah halaman itu, Zhou Xuan bertanya kepada Shen Mu: "Senior Shen, kita mau ke mana?" tanya Zhou Xuan.

"Bukannya... kau bilang sedang mencari Tetua Fang?" sahut Shen Mu, bertanya kepada Zhou Xuan.

Zhou Xuan pun terkejut bahkan terdiam. Dia tidak pernah menyangka bahwa perjalanan nya untuk menemui Tetua Fang yang dimaksud oleh ayahnya saat itu, akan berjalan lancar seperti ini.

Tiba-tiba, seorang kakek tua muncul dari balik pintu paviliun itu. Kakek tua itu berjalan dengan tubuh yang bungkuk, menggunakan tongkat kayu berbentuk naga coklat kemerahan di bagian atas tongkat kayu.

Kakek tua itu adalah Kakek Fang San— 70 tahun, berpenampilan sederhana dengan jubah putihnya yang suci, rambut putih panjang, dan jenggotnya yang putih panjang.

"Ho hoo..." Kakek Fang San tertawa dengan suaranya yang berat dan serak-serak basah, "Putra kecil Junior Zhou Tianxuan ternyata sudah datang." sambungnya, sembari menggambar segaris senyuman di bibirnya yang keriput.

Zhou Xuan pun buru-buru menundukkan kepalanya, menumpukkan kedua tangannya di depan dada, memberikan salam hormat kepada Kakek Fang San 'Tetua Fang San'.

"Zhou Xuan, salam hormat kepada Tetua Fang!" kata Zhou Xuan dengan penuh rasa hormat.

1
Putera Saaban
kenapa.bila cerita seseorang begitu detail itu tak perlu.saya selalu skip
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
pasti keinget sama Chen Dong yang mengintip 🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sok dingin banget nih si Luo Bing Li'er😑
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm/ lucu banget larinya🤣🤣
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
lanjut👍
APRILAH
Untuk mendukung karya ini, jangan lupa like, comment, share, & follow ya guys.
buat kalian yang mau sawer author bisa via Gopay: 081774888228
Dana juga bisa: 081774888229
dana sama gopay cuma beda belakang nya aja
Bisa juga lewat BCA: 3520695370
semuanya a.n APRILAH
Terimakasih sudah setia membaca karyaku 🙏🙏
APRILAH
Chapter 33, sabar ya
teguh andriyanto
sekte spesialis tukang intip wanita istana es
APRILAH: mwehehe
total 1 replies
teguh andriyanto
cih
APRILAH: /Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
lanjut
APRILAH: asyiappp
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
sudah waktunya bagi Chen Xuan menunjukan kemampuannya kepada keluarga Zhou /Determined//Determined//Determined/
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
ternyata Kekaisaran Bintang Biru masih memiliki kultivator yang lebih kuat dari Zhou Tianxuan 💪
Wang Chen
seru Thor, lanjut /Determined//Determined//Determined/
APRILAH: Asyiappp 😁
total 1 replies
Wang Chen
njirrr, pencuri celana dalam gak tuh 🤣🤣🤣
APRILAH: mwehehe
total 1 replies
Wang Chen
dua sahabat kembali bertemu
Wang Chen
Mantap
Wang Chen
/Kiss//Rose//Rose/
Wang Chen
/Determined//Determined//Determined/
Wang Chen
👍/Determined//Determined//Determined/
Wang Chen
/Shy//Shy//Shy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!