NovelToon NovelToon
Cintai Aku Sekali Lagi

Cintai Aku Sekali Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Berbaikan
Popularitas:88.1k
Nilai: 5
Nama Author: moon

WARNING! Sebelum mulai membaca, tolong baca tagar dahulu. Karena di sini area bebas JULID, dilarang mengomel hanya karena keinginan Anda tak sejalan dengan pemikiran Author.



Cinta itu menuntun dirinya untuk membuat keputusan paling kejam, memilih satu diantara dua wanita. Di antara tangis dan perih dua wanita yang lain, ia tetap mempertahankan wanita yang ia cinta.


Setelah keinginan diraih, takdir kembali lancang menuliskan jalannya tanpa permisi. Sekali lagi ia kehilangan, tapi kali ini untuk selamanya.


Terombang ambing dalam amarah, serta sempat menjauh dari-Nya. Tapi sepasang tangan kecil tetap meraih dirinya penuh cinta, tulus tanpa berharap imbalan jasa.


Apakah tangan kecil itu mampu menuntun Firza kembali ke jalan-Nya?


Lantas bagaimana dengan dua wanita yang pernah disakiti olehnya?


Mampukah Firza memantapkan hatinya pada cinta yang selama ini terabai oleh keegoisannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#28

#28

“Bah, jika Abah sudi, izinkan saya menjaga Ersha, dan Abizar pastinya.” 

Kedua mata bening itu memancarkan ketulusan, kejujuran yang sejak lama menjadi karakter yang Ahtar pertahankan sejak Abah Husain mempercayai dirinya. 

“N-Nak— a-apa kamu serius?” ucap Abah Husain terbata-bata. 

“Jika saya ingin main-main, buat apa saya bicara empat mata dengan Abah? Langsung saja saya menggombal di depan Ersha, merayunya, lalu setelah bosan, saya tinggal pergi. Lebih mudah, bukan?” jawab Ahtar. 

Puk! 

Puk! 

Abah Husain menepuk pipinya, jika ini mimpi, ia berharap segera bangun. “Tapi, Nak. Anak Abah seorang janda, sementara kamu belum pernah menikah.” 

Kembali Ahtar tersenyum, “Janda atau bukan, yang paling penting adalah dia seorang wanita. Dan lebih penting lagi adalah kadar ketakwaannya, dan kata Allah, itu jauh lebih baik.” 

Sungguh, Abah tak dapat mendeskripsikan suasana hatinya saat ini, dibilang sedih, ya, pasti sedih karena putrinya gagal dalam pernikahannya. 

Tapi kini ia terkesan buru-buru ingin menikahkan Ersha dengan seorang pria tepat setelah masa iddahnya berakhir. Mengabaikan gunjingan para tetangga yang mungkin akan nyaring bersuara, jika hal itu diabaikan, mungkin hanya terjadi beberapa hari saja. 

Tapi prinsip Abah Husain tetap sama, segera menikahkan putrinya itu lebih baik daripada terlalu lama menjanda, rawan terjadinya fitnah. 

Beberapa langkah lagi, mereka akan tiba di rumah Abah Husain. 

“Abah tanya sekali lagi, apa Nak Ahtar sudah yakin? Tak ingin istikharah dulu?”

“Dulu sekali, saya pernah diam-diam menyimpan rasa pada putri Abah. Tapi saya sadar diri, tak mungkin mengutarakan perasaan, sementara saya belum jadi apa-apa. Maka saya pun berjuang agar bisa menjadi sosok menantu yang bisa Abah banggakan.”

“Tapi, takdir berkata lain, saat saya kembali, Ersha sudah menjadi istri orang lain. Saat itu saya hanya bisa mengikhlaskan, Bah. Sungguh! Saya tak pernah mendoakan yang jelek untuk gadis yang saat itu saya cintai dalam diam.” 

“Lalu sekarang, ketika saya melihatnya kembali sendiri, apakah salah bila saya mengutarakan niat baik ini? Tak masalah apapun statusnya, karena bagi saya yang terpenting adalah keimanan dan ketakwaannya pada Ilahi Robbi.” 

Mau tak mau, Ahtar pun mengatakan isi hatinya, agar Abah percaya padanya bahwa dirinya tidak sedang berpuitis atau membual. 

“Perlu Abah tahu, Ersha adalah jawaban yang Allah berikan dalam setiap sujud istikharah dan tahajud saya selama beberapa minggu terakhir ini.”

•••

“Abah memanggil Ersha?” 

“Duduklah, ada yang ingin Abah bicarakan.” Abah Husain mempersilahkan Ersha agar duduk di salah satu kursi meja makan. 

Ummi Fitria pun menyuguhkan teh madu serta beberapa kudapan ringan, sebagai teman ngobrol mereka. 

“Apa itu, Bah?” tanya Ersha, tak mungkin hal yang santai jika Abah Husain memilih waktu ba'da subuh untuk bicara. Karena di waktu-waktu inilah Abah biasa mengajaknya berbicara tentang hal serius. 

“Nak, Abah mendapatkan sebuah lamaran untukmu. Apa kamu mau memikirkannya?” kata Abah tanpa basa-basi. 

Kerongkongan Ersha naik turun, pertanda bahwa wanita itu tengah susah payah menelan ludahnya. “Apa, Bah?” 

Abah Husain mengangguk lembut, seolah meyakinkan Ersha bahwa ini bukan hal yang salah. “Dia sangat serius, Nak. Bahkan mau menerima kehadiran Abizar.”

Deg! 

Jantung Ersha berpacu cepat, takjub pada kebesaran Allah, tak menyangka bahwa ucapan Mamak Karmila kala itu kini terbukti. Tepat setelah masa iddahnya berakhir, sebuah lamaran pun datang menghampiri. 

Padahal Ersha belum berpikir untuk mencari pengganti Firza, karena yang ia pikirkan hanyalah, bagaimana melanjutkan hidup tanpa pria itu. Tapi—

Ummi Fitria melihat keraguan dalam sorot mata Ersha, dan ia paham meski Ersha tak mengatakannya. “Apakah kamu pikir ini terlalu cepat?”

Ersha mengangguk. 

“Kamu khawatir gunjingan orang?”

Sekali lagi Ersha mengangguk. 

“Selama kamu tidak melanggar hukum Allah, tidak merebut suami siapapun, dan yang kamu lakukan adalah perbuatan halal yang disukai Allah. Maka jangan pikirkan yang lainnya,” tutur Ummi Fitria. 

“Beri Ersha waktu untuk berpikir, Bah, Ummi.” 

Kedua orang tua Ersha mengangguk, paham bahwa ini bukanlah hal yang bisa diputuskan dalam waktu semalam. “Pikirkan baik-baik, dia bersedia menunggu,” kata Abah Husain. 

“Boleh Ersha tahu siapa pria itu, Bah?” 

“Dia adalah Gantara Bumi.” 

•••

Satu minggu kemudian. 

“Tuan, Nyonya, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi ternyata Tuhan punya kehendak lain.”

“Tidak! Resha, jangan tinggalkan Mama!” jerit Nyonya Yu, belum percaya bahwa pada akhirnya Resha menyerah begitu saja dengan penyakitnya. 

Tuan Yu pun tak kuasa menahan isak tangis, begitu pula para kerabat yang kebetulan ada di sana ketika tahu Resha kritis sejak semalam. Mereka menunduk sedih, namun, tak bisa berbuat apa-apa selain menenangkan Nyonya Yu yang masih histeris. 

Sungguh pagi yang mengejutkan, kemarin Resha masih bercakap-cakap dengan Nyonya Yu tentang sesalnya, tentang kebohongannya pada pria yang paling ia cintai. Karena Resha sudah lelah dan menyerah menghubungi Firza, namun, tak pernah ada jawaban, Firza seperti hilang ditelan bumi. Resha sudah berusaha mendatangi rumahnya, tapi sia-sia saja, karena para tetangga mengatakan sudah lama rumah itu kosong tak terurus. 

Tapi, malam harinya kondisi Resha mendadak drop, dan dilarikan ke UGD dalam keadaan tidak sadarkan diri. Dokter mengatakan, bila besok pagi belum ada perkembangan, maka kemungkinannya kecil sekali untuk bisa selamat. 

Rupanya ucapan dokter terbukti, karena pagi ini layar monitor yang memantau tanda vital Resha tiba-tiba berbunyi. Resha mengalami gagal jantung, dokter melakukan CPR juga menggunakan alat pacu jantung untuk mengembalikan detak jantung Resha. tapi, layar monitor tetap menampilkan garis lurus, sepertinya tubuh ringkih Resha tak lagi sanggup menerima pengobatan, hingga akhirnya menyerah. 

Tangis dan isak terdengar di ruangan Resha, semua berduka, atas kepergian salah satu anggota keluarga yang selama ini menjadi pejuang tangguh melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya. 

•••

Ditempat Firza menyembunyikan diri. 

Pagi kembali datang, rasanya sama saja, Firza tak ingin keluar, sesekali ia hanya keluar demi beberapa bungkus mie instan dan air mineral. Selebihnya, ia tak melakukan apa-apa.

Ia pun bangkit, mandi pun ala kadarnya. Sendiri membuatnya banyak merenung, sendiri membuatnya memikirkan banyak hal tentang hidup yang selama ini ia jalani hanya dengan separuh rasa saat bersama Ersha. 

Ia membuka ponsel yang satu minggu ini terabaikan di dalam mobilnya, kemudian menghubungkannya ke pengisi daya agar benda pipih tersebut kembali menyala. Dan setelah benda itu menyala, rentetan notifikasi bermunculan, tak hanya puluhan tapi ada ratusan panggilan tak terjawab dari Resha dan juga orang tuanya. 

Ada juga panggilan dari anak buahnya di kantor, serta Miranda yang mengabarkan bahwa akta cerainya sudah keluar. 

Meski malas, mau tak mau, Firza pun membuka pesan dari Resha, ia bisa menebak bahwa isinya adalah deretan kata maaf, dan sesal yang Firza tahu bahwa semuanya palsu. 

Tapi ketika membuka pesan yang baru saja tiba beberapa saat lalu dari Tuan Yu, Firza terdiam, kaget, namun, tak bisa berbuat apa-apa karena semua sudah terlambat. 

1
Rahmawati
makasih Thor, crazy up nya
Rahmawati
firza yg skrg bikin klepek klepek🥰
Rahmawati
habislah kau malam ini ersha, siapa suruh bangunin singa tidur😂
Rahmawati
sabar firza, masih ada malam malam berikutnya, ersha milik km skrg
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
modus😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
yah ga jadi ngintip 🤣🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Ersha ditinggalin sendiri di kamar 🤭🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Malam pertamanya bertiga 🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Awas kl bohong lg 🤭🤣
WeGe
mereka sama2 belajar dari masa lalu, sekarang harmonis bersatu, Alhamdulillah ya🤭lanjut lagi tor💪
Siti Siti Saadah
alhamdulillah tapi kok serasa awan mendung takut mereka pamitan /Sob/
Pujierde
masih penasaran ney sama kisah mobilnya yang tergores hihihi
Pujierde
sambil masak nasi bikin aja tumis kornet yang pedas dan telor ceplok dah enak, jadi ngeces sendiri besok bikin aahh 🫢🫢
Pujierde
Alhamdulillah sah bismillah melangkah untuk bersama dalam ikatan pernikahan penuh berkah Aamiin 🤲🤲
Greenindya
othor nya yg bikin netijen kepo🤣
Inarrr Ulfah
sedih bgt KLO liat isi dompet,mana tgl muda masih jauh lagi🤣
moon: 🥴🥴🥴🥴
sama kak, akhir tahun ajaran tagihan makin menumpuk 🙈
total 1 replies
Setyowati Setyowati
alkhamdulillahhh...ini khilaf apa sedang baik hati ya ...akeh mennn...eh masih kurang deh 🤣🤣🤣...lanjut lagi yukkk
Setyowati Setyowati: ya Allah kasihan...semoga jalur rezeki nya di balas lewat yg lain mbk Bul
total 4 replies
Pujierde
eh cadal blo cadal dirinu bilang gak cerai karena mencintai istrimu hadeeee dacal pakboy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!