NovelToon NovelToon
Karma Suami Durhaka

Karma Suami Durhaka

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Keluarga / Selingkuh
Popularitas:56.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

​"Aku menceraikanmu, Hana. Hari ini, detik ini, saat ini juga."

​Hana Anindita terpaku, tangannya yang gemetar mengusap perutnya yang sudah memasuki bulan ketujuh.

Di hadapannya, Bima Erlangga - pria yang berjanji akan menjaganya sehidup semati - menatapnya dengan sorot mata penuh kebencian.

Demi mengejar cinta masa lalunya yang kembali, Bima tega membuang belahan jiwanya sendiri. Bima mengira Hana akan bersimpuh di kakinya, memohon agar tidak ditinggalkan demi janin di rahimnya.

Namun, dugaannya salah besar. Hana hanya tersenyum tipis, mengemasi barang-barangnya, dan pergi tanpa menoleh lagi.

​Saat Bima mulai menyadari bahwa Clarissa tidak sesempurna bayangannya, dan saat Hana mulai bersinar di tangan pria lain, sanggupkah Bima menjilat kembali ludah yang telah ia buang?

Atau selamanya ia hanya akan menjadi orang asing bagi anak yang dulu ia tolak kehadirannya?

Kita simak cerita selanjutnya yuk di karya Novel => Karma Suami Durhaka.
By: Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28

"Topeng secantik apa pun akan retak pada waktunya. Di episode ini, Bima akan melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa wanita yang ia bela mati-matian, hingga tega membuang istri yang tulus, hanyalah seorang pelacur perhatian yang haus akan harta. Saat pengkhianatan bertemu dengan rasa jijik, Bima menyadari bahwa ia tidak hanya kehilangan Hana, tapi ia telah menyerahkan hidupnya pada seekor ular."

.

.

Malam merayap semakin larut di Jakarta, namun bagi Bima, waktu seolah berhenti berputar. Rumah mewah peninggalan ayahnya terasa seperti penjara yang mencekik.

Bayangan Hana yang tersenyum terus menghujam jantungnya tanpa ampun. Setiap sudut rumah ini membisikkan kegagalannya.

Dengan langkah gontai dan kunci mobil di tangan, Bima memutuskan keluar. Ia butuh kebisingan untuk menenggelamkan suara-suara di kepalanya.

Ia butuh teman bicara, atau setidaknya, sesuatu yang bisa membuatnya lupa bahwa dalam beberapa minggu lagi, Hana akan sah menjadi milik pria lain.

Bima melajukan mobilnya menuju sebuah high-end club di kawasan Jakarta Selatan. Tempat di mana moral seringkali tertinggal di pintu depan, dan kemewahan menjadi satu-satunya bahasa yang dimengerti.

Lampu neon berwarna ungu dan biru menyambut Bima saat ia melangkah masuk. Aroma alkohol, cerutu, dan parfum mahal menyeruak di udara yang bergetar akibat dentuman musik EDM.

Bima memilih duduk di sebuah meja pojok yang agak gelap, memesan sebotol whisky termahal hanya untuk membuktikan pada dirinya sendiri bahwa ia masih punya kuasa atas hartanya.

Sambil menunggu minumannya datang, mata Bima mengedar ke arah lantai dansa yang penuh sesak.

Awalnya, ia hanya melihat kerumunan manusia yang bergoyang mengikuti irama. Namun, pandangannya terkunci pada satu titik di tengah lantai dansa.

Di bawah lampu strobe yang berkedip cepat, seorang wanita dengan gaun sequin merah, sedang berjoget dengan sangat mesra.

Tangan wanita itu melingkar di leher seorang pria asing yang tampak jauh lebih muda, sementara sang pria memeluk pinggangnya dengan posesif.

Mereka tertawa, berbisik di telinga satu sama lain, dan sesekali bibir mereka bertemu di tengah keriuhan itu.

Darah Bima mendidih, namun rasa sakitnya kali ini berbeda. Bukan lagi rasa sakit karena cinta, melainkan rasa jijik yang luar biasa.

"Clarissa?" desisnya lirih.

Bima tidak langsung melabrak. Ia mengambil ponselnya dari saku jas, mencari kontak Clarissa. Ia menempelkan ponsel ke telinga, matanya terus menatap tajam ke arah wanita di lantai dansa itu.

Di sana, Bima melihat wanita itu merogoh tas kecilnya, melihat layar ponsel sejenak, lalu memberikan kode kepada pria di depannya untuk berhenti sejenak.

Ia mengangkat telepon itu dengan wajah yang tiba-tiba berubah menjadi sok manis.

"Halo, Bima Sayang? Ada apa menelepon malam-malam begini? Aku sedang di rumah, baru saja mau tidur karena kepalaku pening memikirkanmu," suara Clarissa di seberang telepon terdengar manja, mencoba menutupi suara dentuman musik dengan menutup sebelah telinganya.

Bima tersenyum miring. Senyum yang penuh dengan kebencian.

"Hebat sekali, Clar. Sejak kapan kamar tidurmu punya lampu disko dan musik sekeras ini?" ucap Bima dingin.

Clarissa di seberang sana tertegun. "Maksudmu apa, Sayang? Ini... ini suara TV. Aku sedang menonton film dokumenter tentang konser musik ..."

"Berhenti membual, Clarissa," potong Bima. "Coba kau menoleh ke arah bar di sebelah kiri. Di sana ada pria bodoh yang baru saja kau habiskan uangnya miliaran rupiah hanya untuk kau khianati malam ini."

Clarissa membeku di tempatnya. Dengan gerakan kaku, ia memutar tubuhnya ke arah bar. Matanya menyisir kegelapan hingga akhirnya bertemu dengan tatapan mata Bima.

Bima mengangkat gelas whisky-nya yang baru datang, melakukan toast dari kejauhan dengan ekspresi wajah yang datar namun mematikan.

Pria di samping Clarissa mencoba merangkulnya kembali, namun Clarissa segera menepis tangan pria itu dengan kasar. Wajah liciknya bergerak cepat.

Dalam hitungan detik, ia mencoba mengubah raut ketakutan menjadi senyuman menggoda. Ia melangkah membelah kerumunan, meninggalkan pria muda itu tanpa penjelasan, dan menghampiri meja Bima.

"Bima! Astaga, kebetulan sekali kita bertemu di sini!" Clarissa langsung mencoba duduk di samping Bima, tangannya mencoba meraih lengan Bima. "Dengar, pria tadi itu... dia hanya sepupu temanku. Dia sedang sedih, jadi aku hanya mencoba menghiburnya agar dia tidak melakukan hal nekat. Kau tahu kan aku ini terlalu baik hati?"

Bima menarik lengannya, menghindari sentuhan Clarissa seolah wanita itu adalah tumpukan sampah yang bau.

"Menghibur dengan cara berciuman dan berpelukan seperti itu? Kau pikir aku ini buta, Clarissa? Atau kau pikir aku sebodoh itu sampai bisa kau suapi kebohongan murahan setiap hari?"

Clarissa merengut, bibirnya mengerucut manja, senjata yang biasanya berhasil meluluhkan Bima.

"Oh, ayolah, Bima. Jangan cemburu berlebihan. Kita kan sedang stres karena masalah ibumu dan Hana. Aku hanya butuh sedikit udara segar. Lagipula, aku melakukan ini juga untukmu, pria tadi punya koneksi di pajak, aku sedang mencoba melunakkan hatinya agar masalah Erlangga Group selesai."

Bima tertawa terbahak-bahak. Tawa yang terdengar mengerikan di tengah musik yang hingar-bingar.

"Melunakkan hatinya dengan tubuhmu? Kau benar-benar parasit berkelas, Clar."

Bima menuangkan minuman ke gelasnya, lalu menatap Clarissa dengan pandangan yang membuat wanita itu merinding.

"Semalam aku menangis karena Hana akan menikah. Aku merasa duniaku runtuh. Tapi melihatmu malam ini... melihat betapa murahannya wanita yang kupilih untuk menggantikan Hana, aku menyadari satu hal."

"Apa?" tanya Clarissa cemas.

"Bahwa aku bukan hanya bodoh, tapi aku adalah manusia paling malang karena telah menukar emas murni dengan perunggu karatan sepertimu." Bima berdiri, ia mengambil beberapa lembar uang ratusan ribu dan melemparnya ke atas meja untuk membayar minumannya.

"Bayar sendiri sisa belanjaanmu mulai hari ini, Clarissa. Mulai detik ini, semua kartu yang kau pegang sudah diblokir oleh Mamaku. Dan jangan pernah berani menginjakkan kaki di apartemenku lagi, atau aku akan memastikan kau berakhir di penjara atas pencurian aset perusahaan."

Clarissa terperangah, wajahnya memucat. "Bima! Kau tidak bisa melakukan ini padaku! Aku memegang rahasiamu! Aku akan menghancurkanmu!"

Bima berhenti sejenak, ia mendekatkan wajahnya ke telinga Clarissa. "Hancurkan saja. Aku sudah tidak punya apa-apa lagi untuk kehilangan. Cintaku pergi, kehormatanku hilang, dan ibuku membenciku. Kau pikir ancamanmu masih mempan? Silakan lapor ke media, tapi pastikan kau punya uang untuk membayar pengacara saat Mamaku menuntutmu balik atas pemerasan."

Bima melangkah pergi tanpa menoleh lagi. Di belakangnya, Clarissa berteriak histeris, namun suaranya tertelan oleh dentuman musik club yang semakin keras.

Saat Bima keluar dari club, udara malam Jakarta yang polutif terasa sedikit lebih segar. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, ia merasa satu beban parasit telah lepas dari pundaknya. Namun, kelegaan itu hanya sesaat.

Ia meraba saku jasnya, menyentuh kotak anting berlian untuk Hana. Matanya menatap ke arah utara, ke arah Sukamaju.

"Satu sampah sudah kubuang, Hana. Tapi bagaimana caranya aku membuang rasa bersalah ini agar aku layak setidaknya bersujud di depan pintumu?" gumam Bima.

Ia menghidupkan mesin mobilnya. Pikirannya kini hanya tertuju pada satu hal - Ia harus menghentikan pernikahan itu, bukan karena ia merasa berhak memiliki Hana kembali, tapi karena ia belum siap melihat Hana benar-benar menghapus namanya dari sejarah hidupnya.

Jangan lewatkan episode selanjutnya yaaa ...

...----------------...

**To Be Continue** ....

1
Thewie
lanjut thor💪
Miss Ra: 💪siaaaapppp

🤗
total 1 replies
Arieee
menguras emosiiii,,,, /Determined//Determined//Determined//Determined//Determined//Determined/
Miss Ra: 🤗🙏
/Heart//Kiss/
total 1 replies
Ma Em
Akhirnya Bu Sarah akan datang untuk bertemu dgn Bima .
sunaryati jarum
Hatimu sungguh mulia Hana menyelamatkan orang yang telah menia,,- nyiakanmu
Ma Em
akhirnya masalah yg Bima hadapi sdh selesai , semoga Bima berjodoh dgn. Nadin .
༄⃞⃟⚡R⁹
gaassss terus thooorrrr🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Eva Karmita
semangat Bima ...semoga cepat ketemu Hana dokter Adrian sama Saka ya Bim
Eva Karmita
Hana kamu wanita yang baik... walaupun Bima pernah jahat tapi Hana tidak pernah dendam ataupun benci
Ma Em
Semangat Bima semoga kebenaran cepat terungkap , emang Hana orang baik meskipun sdh disakiti sama Bima tapi msh simpati dan merasa kasihan pada Bima .
Lee Mba Young
Bima lupa dng anak nya dpt gadis daun muda 🤣. gk ingat ngirim nafkah anak nya juga.
Dr sini dah kelihatan bima gk Ada tanggung jawab. sekarang dah ketutup gadis ting ting siapa yg nolak. palagi bima suka free sex dng mantan pa gk nyut nyut itu minta buru buru kawin.
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
kasian juga sih sama bima . tapi mau gimana lagi
Yuliana Tunru
kasihan bima apa hrs berhenti saat akan bnemulai hidup x yg hancur ..ayo thorr jgn gitu kasihan hana bantu dgn klarifikasi z lewat medsos biar jgn sampai.kelak rekam jejak ayah saka sangat buruk krn.pasti suatu saat saka akan tau siapa ayah x jg sebagai.manusia pasti tak tega
Lee Mba Young
Anggap saja karma mu krn lalai nafkah anakmu. Dr Lahir blm kau kasih lo anakmu.
mkne usaha mu kali ini gagal lagi. ntar kl punya usaha lagi ingat nafkah anakmu jng ingat perempuan tok, lihat Ada yg deketin bening daun muda lngsung lupa kl punya anak.
Lee Mba Young
Mungkin cobaan ini krn km gk ngirim nafkah buat anakmu pdhl anak sah kan.
mkne rejekimu di mati kan lagi krn Ada hak anakmu yg tak kau berikan.
walau ibunya gk nerima saat kau beri tp itu kewajibanmu lo sbgai bpk. mkne rejekimu di mati kan lagi krn hak anakmu tak kau sampaikan. mlh sibuk main cewek dng nadin gk ingat anak dulu.
hrse tobat, bikin usaha gede buat warisan anak dulu, nafkah kl sdh baru mikir cewek lain.
Yuliana Tunru: jgn terpancing bima krn itu malah yg diharapkam rendy dan jalang x..smoga bima bisa mbalik fakta biar yg jahat dapat karma kasihan bima ..ayo nadin bantu bima
total 1 replies
sunaryati jarum
Ngapain Bima harus menanggapi Clarissa , seharusnya nBima menuntut.harta yang dihabiskan Clarissa,apa ini strategi untuk bisa menghancurkan Randy dan Clarissa tanpa mereka sadari
sunaryati jarum
Cepat amat ,dari membuang Hana lalu memelihara Clarrissa ular kobra rakus harta sekarang diincar Nadin
sunaryati jarum
Emak lega jika Bima sudah berjanji tidak mengusik kehidupan Hana
Ma Em
Semoga Hana selalu bahagia bersama Adrian , semangat Bima kamu juga semoga cepat sukses dan mungkin Nadin akan menjadi pengganti Hana .
anju hernawati
Bima dan Hana harus bahagia menurut versinya masing masing ........................
Machmudah
maaf ye Thor, masih blm rela aja k bima bisa bangkit Dan kaya lg apalagi dpt wanita lg .....karmanya terlalu enak Thor...cm jd miskin, sedangkan pengorbanan Hana diusir kondisi hamil ...itu sesuatu banget Thor perjuangan banget
Miss Ra: iya kak...

tenang ajah, masih banyak kesusahan bima di episode ke depannya...
🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!