NovelToon NovelToon
SOUL LAND WATCH CHRONICLES

SOUL LAND WATCH CHRONICLES

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Harem / Action / Romantis / Game / Fantasi
Popularitas:390
Nilai: 5
Nama Author: Meong Punch

📝 Tang Siyun adalah seorang pengembang game online berbakat, tetapi hidupnya hancur berantakan saat ia dikhianati secara bersamaan oleh pacar yang diselingkuhinya dan rekan kerja yang merebut hasil jerih payahnya.

⚰️ Kematiannya yang menyusul penuh dengan rasa pahit dan penyesalan.

🌍 Ia terbangun di dunia novel "Soul Land" yang sangat dikenalnya, terlahir kembali sebagai seorang bayi yatim piatu.

⏱️ Soul-nya yang bangkit bukanlah senjata atau binatang buas, melainkan Pocket Watch (Jam Saku) misterius dengan kemampuan yang belum tergali sepenuhnya.

🏚️ Nasibnya berubah drastis ketika ia diselamatkan oleh Tang Hao, ayah dari protagonis dunia itu, Tang San. Melihat potensi dan nasib malang Siyun, Tang Hao memutuskan untuk mengangkatnya sebagai anak angkat, menjadikan Tang Siyun kakak angkat Tang San.

🔖 Isekai, Reinkarnasi, Fantasi, Romansa Dewasa, Harem, Aksi, Petualangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meong Punch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[ Bab 6 ] » Catatan Tersembunyi Sang Pemandu Roh

Angin sore berembus dingin, membawa aroma tanah basah dan sisa-sisa jerami dari ladang Desa Holy Spirit. Su Yun Tao berjalan meninggalkan balai desa dengan langkah yang jauh lebih berat daripada saat ia datang tadi pagi. Sebagai seorang diaken tingkat rendah dari Spirit Hall, tugasnya adalah berkeliling ke desa-desa terpencil untuk membangunkan jiwa-jiwa muda. Biasanya, itu adalah pekerjaan yang membosankan, serangkaian wajah penuh harap yang berakhir dengan kekecewaan saat mereka menyadari bahwa mereka tidak memiliki kekuatan roh.

Namun hari ini, sesuatu yang tidak masuk akal telah terjadi. Sesuatu yang melanggar logika yang ia pelajari selama bertahun-tahun di akademi.

"Dua anak," gumam Su Yun Tao pada dirinya sendiri, jemarinya meraba lencana perak di dadanya seolah mencari kepastian. "Dua anak dengan Innate Full Spirit Power di satu desa yang bahkan tidak ada dalam peta utama Spirit Hall. Dan keduanya... memiliki roh sampah."

Ia berhenti sejenak di perbatasan desa, menoleh ke belakang ke arah gubuk-gubuk kayu yang mulai memudar ditelan bayang-bayang senja. Pikirannya melayang kembali ke momen di dalam balai desa.

Pertama, anak bernama Tang San. Rumput Biru Perak (Blue Silver Grass). Su Yun Tao telah melihat ribuan anak membangkitkan rumput itu. Itu adalah simbol dari ketidakberdayaan. Namun, saat bola kristal itu bersinar begitu terang hingga hampir membutakan matanya, Su Yun Tao merasakan bulu kuduknya berdiri. Itu bukan sekadar cahaya; itu adalah tekanan murni dari kekuatan roh level sepuluh yang sempurna. Ia merasa kasihan pada anak itu. Memiliki mesin turbo di dalam tubuh yang hanya bisa menggerakkan roda mainan yang rusak.

Lalu, ada kakaknya. Tang Siyun.

Su Yun Tao memejamkan mata, mencoba mengingat kembali sensasi yang ia rasakan saat Siyun berdiri di tengah formasi batu hitamnya. Ada yang salah sejak awal. Biasanya, saat ia merasuki tubuhnya dengan roh serigala, anak-anak akan gemetar ketakutan. Beberapa bahkan menangis. Tang San tetap tenang, itu luar biasa. Tapi Tang Siyun? Anak itu tampak... bosan.

Bukan tenang yang dipaksakan, melainkan ketenangan seorang pria yang sudah melihat segalanya. Mata Siyun tidak memancarkan ketakutan, melainkan pengamatan yang tajam, hampir seolah-olah dia sedang memeriksa kualitas pekerjaan Su Yun Tao sebagai pemandu ritual.

Dan kemudian, jam saku itu muncul.

"Jam saku perak," Su Yun Tao berbisik pada kegelapan malam. "Aku belum pernah melihat Tool Spirit seperti itu."

Dalam catatan Spirit Hall, instrumen atau alat biasanya memiliki fungsi yang jelas. Cangkul untuk bertani, jarum untuk menjahit, atau seruling untuk memberikan efek pendengaran. Tapi jam saku itu? Saat benda itu terbentuk di tangan Siyun, Su Yun Tao merasakan distorsi aneh di udara. Untuk sesaat, hanya sekejap mata, suara napas anak-anak lain di ruangan itu terdengar melambat di telinganya. Detak jantungnya sendiri terasa seperti guntur yang dijeda oleh keheningan yang tidak alami.

Ia sempat mengira itu hanya halusinasinya akibat kelelahan. Itulah sebabnya ia langsung melabelinya sebagai "Roh Sampah". Apa gunanya sebuah jam di medan perang? Apakah kau akan memberitahu musuh bahwa ini sudah waktunya mereka pulang untuk makan malam?

Namun, saat bola kristal itu kembali meledak dengan cahaya perak yang dingin, Su Yun Tao tahu bahwa ia sedang berhadapan dengan anomali.

"Seorang jenius... tidak, dua orang jenius yang terbuang," desahnya.

Ia terus berjalan, melewati jalan setapak menuju kota berikutnya. Namun, pikirannya tidak bisa lepas dari bayangan Tang Siyun. Ada satu hal yang tidak ia katakan pada anak-anak itu. Saat Siyun meletakkan tangannya di atas bola kristal, Su Yun Tao merasakan jarum jam pada roh Siyun berdetak tepat satu kali.

Klik.

Pada saat suara itu terdengar, Su Yun Tao merasa seolah-olah seluruh dunia bergeser satu inci ke kiri. Itu adalah perasaan vertigo yang sangat singkat, namun sangat nyata. Seolah-olah realitas itu sendiri mengakui keberadaan benda kecil di tangan anak itu.

"Jika aku melaporkan ini ke markas besar di Kota Nuoding, mereka hanya akan menertawakan ku," pikir Su Yun Tao masygul. "Dua Innate Full Spirit Power dengan roh rumput dan jam? Mereka akan mengira aku terlalu banyak minum arak di jalan."

Ia mengingat wajah Tang Siyun saat meninggalkan ruangan. Anak itu tidak tampak kecewa. Bahkan, ada kilatan kepuasan di matanya saat Su Yun Tao menyebut rohnya sampah. Seolah-olah anak itu ingin dianggap tidak berguna.

"Apa yang kau sembunyikan, Nak?"

Sementara itu, di sebuah kedai kecil di pinggir jalan menuju Kota Nuoding, Su Yun Tao berhenti untuk beristirahat. Ia mengeluarkan buku laporannya, pena bulu ayamnya gemetar di atas kertas perkamen.

Ia menuliskan nama Tang San: Blue Silver Grass, Innate Full Spirit Power. Rekomendasi: Beasiswa ke Akademi Nuoding.

Lalu ia menuliskan nama Tang Siyun: Pocket Watch, Innate Full Spirit Power. Rekomendasi: Beasiswa ke Akademi Nuoding.

Ia ragu sejenak. Tangannya ingin menambahkan catatan tentang sensasi aneh yang ia rasakan, tentang distorsi waktu yang ia duga terjadi. Namun, ia menghapusnya. Di dunia Spirit Master yang keras, jika kau tidak memiliki kekuatan penghancur yang nyata, kau hanyalah butiran debu. Jam saku tidak bisa menghancurkan batu. Jam saku tidak bisa membunuh Spirit Beast.

Su Yun Tao tidak tahu bahwa saat ia menuliskan laporan itu, di sebuah gubuk kecil di Desa Holy Spirit, Tang Siyun baru saja mulai menyadari bahwa ia tidak hanya memegang alat penunjuk waktu, tetapi juga kendali atas aliran takdir itu sendiri.

Su Yun Tao meneguk minumannya, merasakan kehangatan cairan itu membakar tenggorokannya. Ia teringat kembali pada pria besar berantakan yang merupakan ayah kedua anak itu, Tang Hao. Pria itu tampak seperti pecundang, seorang pandai besi mabuk yang sudah menyerah pada hidup. Su Yun Tao merasa kasihan pada mereka semua. Sebuah keluarga yang penuh dengan potensi yang terjebak dalam wadah yang salah.

"Dunia ini tidak adil," gumamnya. "Dunia ini hanya milik mereka yang memiliki roh yang kuat. Jam saku dan rumput... kalian akan dimakan hidup-hidup di dunia luar."

Ia berdiri, mengenakan jubah putihnya kembali, dan melangkah keluar ke bawah cahaya bulan. Ia harus segera sampai di kota berikutnya. Tugasnya sebagai pemandu sudah selesai untuk desa ini.

Namun, jauh di lubuk hatinya, ada satu insting yang terus berteriak. Insting seorang Spirit Master yang telah bertahan hidup di alam liar. Insting itu mengatakan kepadanya bahwa ia mungkin baru saja menyaksikan kelahiran sesuatu yang jauh lebih menakutkan daripada seorang Spirit Douluo. Ia telah melihat sesuatu yang tidak masuk dalam kategori kekuatan manapun di benua ini.

Ia tidak sadar bahwa beberapa jam kemudian, di dalam rumah pandai besi itu, Tang Siyun akan benar-benar menghentikan detik dunia untuk pertama kalinya. Su Yun Tao tidak akan pernah tahu bahwa vertigo singkat yang ia rasakan di balai desa hanyalah kebocoran kecil dari kekuatan yang mampu mengubah sejarah.

Bagi Su Yun Tao, hari itu hanyalah hari yang aneh di sebuah desa terpencil. Namun bagi sejarah Benua Douluo, hari itu adalah saat jam mulai berdetak menuju perubahan yang tidak bisa dihentikan oleh siapa pun.

"Semoga beruntung, anak-anak," bisiknya pada angin malam. "Kalian akan membutuhkannya jika kalian ingin bertahan hidup dengan roh sampah itu."

Su Yun Tao terus berjalan, sosoknya menghilang di kegelapan jalan menuju Nuoding, meninggalkan dua bersaudara Tang di belakangnya, satu yang akan mengguncang dunia dengan palu dan rumputnya, dan satu lagi yang akan mengendalikan setiap detik di mana dunia itu berputar.

Jembatan antara ritual pagi hari dan kesadaran malam hari telah dibangun. Takdir telah dikunci. Dan di kejauhan, jarum jam perak itu terus berdetak.

Tik. Tok. Tik.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!