NovelToon NovelToon
Perempuan Yang Bangkit Setelah Dikhianati

Perempuan Yang Bangkit Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Obsesi / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mamah AllRey..

Tidak semua luka meninggalkan darah. Ada luka yang tersembunyi di balik senyum seorang perempuan, di balik suara lembut yang tetap terdengar tenang meski hatinya sedang runtuh perlahan. Pengkhianatan adalah salah satu luka terdalam yang mampu mengubah hidup seseorang dalam sekejap, terutama bagi perempuan yang selama ini menggantungkan cinta, kepercayaan, dan harapannya pada keluarga yang ia perjuangkan dengan sepenuh hati.

Novel ini menghadirkan kisah tentang ketegaran seorang perempuan menghadapi pahitnya pengkhianatan cinta, kekecewaan, serta perjuangan menemukan kembali harga dirinya. Kisah ini bukan hanya tentang air mata dan kehilangan, melainkan juga tentang keberanian untuk bangkit ketika dunia terasa runtuh. Tentang bagaimana seorang perempuan belajar memaafkan, bukan karena luka itu kecil, tetapi karena ia memilih untuk hidup lebih kuat daripada rasa sakitnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamah AllRey.., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surat yang Tidak Pernah Sampai

Joyce marasa tidak sabar melihat ibu Maria terdiam. Raka dan Ardian hanya menatap interaksi kedua perempuan tua itu.

"Ibu?"

Suara Joyce mulai pelan.

"Ibu tahu sesuatu?"

“Tolonglah ibu, please.. merupakan hak seorang anak bukan, untuk tahu asal usulnya.” lanjutnya lagi

Ibu Maria tidak langsung menjawab. Tangannya justru menggenggam ujung meja. Tidak lama kemudian, perempuan tua itu menghela nafas panjang. Kemudian..

"Sudah lama sekali..." gumamnya.

Ardian langsung menangkap sesuatu. Ada rahasia. Dan wanita tua itu sedang berjuang memutuskan apakah akan mengungkapkannya atau tidak. Tidak lama kemudian, akhirnya Ibu Maria berdiri.

"Lima belas menit." katanya.

"Aku perlu mengambil sesuatu."

 Ardian menggenggam tangan Joyce, berusaha untuk menguatkannya. Mereka menunggu beberapa saat. Lima belas menit terasa seperti satu jam. Sampai akhirnya wanita tua itu kembali. Di tangannya terdapat sebuah kotak kayu kecil yang sudah sangat tua. Kotak yang tampaknya tidak pernah dibuka selama bertahun-tahun. Joyce merasakan jantungnya mulai berdetak lebih cepat.

Ibu Maria meletakkan kotak itu di atas meja. Lalu menatap Joyce dengan mata berkaca-kaca.

"Aku berjanji pada seseorang untuk menyimpan ini sampai waktu yang tepat." Ruangan mendadak sunyi.

"Dan mungkin..."

Suara wanita tua itu bergetar.

"...hari ini adalah waktunya."

Perlahan ia membuka kotak tersebut. Di dalamnya terdapat beberapa surat. Sebuah gelang bayi. Dan sebuah amplop berwarna krem yang sudah menguning dimakan usia. Perempuan paruh baya itu menyerahkan kotak ke tangan Joyce. Di bagian depannya tertulis tulisan tangan yang membuat napas Joyce terhenti.

Untuk Joyce

Dibuka ketika kamu sudah dewasa

Tangannya langsung gemetar. Karena untuk pertama kalinya... ada sesuatu dari masa lalunya yang benar-benar ditinggalkan khusus untuk dirinya. Dan di sudut ruangan, Ardian yang ikut membaca tulisan itu mendadak menegang. Karena tepat di pojok amplop terdapat sebuah lambang kecil yang sangat ia kenal. Lambang keluarga Mahendra.

****************

Di saat yang sama.

Ratih Mahendra duduk di ruang kerjanya. Laporan tentang Joyce masih terbuka di atas meja. Nama itu. Maya Prameswari. Ia mengenalnya. Sangat mengenalnya. Karena tiga puluh tahun lalu... Maya hampir menjadi bagian dari keluarga Mahendra.

Ratih menutup matanya. Kenangan lama yang selama ini terkubur mulai bermunculan. Seorang gadis sederhana. Cantik. Cerdas. Dan sangat dicintai oleh putra sulungnya. Ratih masih mengingat semuanya. Termasuk hari ketika ia memaksa hubungan itu berakhir. Karena Maya dianggap tidak pantas untuk keluarga Mahendra. Saat itu perusahaan membutuhkan dana besar, dan ada konglomerat yang mengajak membangun pernikahan aliansi.

Ratih mengepalkan jemarinya. Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, penyesalan kembali menghantuinya. Dan jika dugaannya benar..., Joyce mungkin menjadi korban dari keputusan yang ia buat puluhan tahun lalu.

“Harus bagaimana aku sekarang ini..”

„Aku memaksakan diri untuk menjadikan Joyce sebagai menantu keluarga ini. Menjadikan pasangan hidup untuk cucuku Ardian Mahendra..”

„Tetapi semuanya menjadi semakin rumit..”

“Tuhan.. Inikah balasanku atas sikap aroganku pada tiga puluh tahun yang lalu..”

***************

Panti Asuhan

Ruangan itu mendadak terasa sesak. Tidak ada seorang pun yang berbicara. Joyce hanya menatap amplop tua di hadapannya seolah benda itu bisa meledak kapan saja. Tangannya gemetar.

Sementara di sampingnya, Ardian menatap lambang kecil di sudut amplop dengan rahang mengeras. Ia mengenal lambang itu. Sangat mengenalnya. Namun untuk saat ini, ia memilih diam. Karena ini bukan tentang keluarga Mahendra. Ini tentang Joyce. Keberadaan disini untuk menemukan titik terang asal usul Joyce, bukan untuk mempermasalahkan lambang keluarga Mahendra.

"Buka saja."

“Kamu akan menemukan siapa sebenarnya dirimu.”

Suara Ibu Maria terdengar pelan. Mata wanita tua itu sudah berkaca-kaca.

"Aku sudah menyimpannya selama bertahun-tahun."

Joyce menelan ludah. Lalu perlahan membuka amplop tersebut. Di dalamnya terdapat beberapa lembar surat yang sudah mulai rapuh dimakan usia. Tulisan tangan di halaman pertama terlihat halus dan rapi. Tulisan seorang perempuan. Joyce mulai membaca.

Untuk putriku tercinta, Joyce.

Jika suatu hari surat ini sampai ke tanganmu, berarti kamu sudah cukup dewasa untuk memahami sesuatu yang bahkan sulit dipahami oleh Mama sendiri.

Pertama-tama, Mama ingin kamu tahu satu hal. Mama mencintaimu. Sangat mencintaimu. Jangan pernah percaya jika ada yang mengatakan Mama meninggalkanmu karena tidak menginginkanmu. Karena kenyataannya justru sebaliknya. Mama kehilanganmu.

Huruf-huruf itu mulai kabur. Air mata Joyce jatuh ke atas kertas. Namun ia terus membaca.

Hari ketika kamu lahir adalah hari paling bahagia dalam hidup Mama. Papa-mu menggendongmu sepanjang malam dan tidak berhenti tersenyum. Dia bilang kamu memiliki mata yang sama seperti Mama. Dia bahkan sudah memilihkan sekolahmu. Memilihkan nama panggilanmu. Memilihkan masa depanmu. Papa-mu mencintaimu sebelum kamu lahir. Dan mencintaimu sampai hari terakhir hidupnya.

Joyce menutup mulutnya. Tangisnya mulai pecah. Ardian dengan tegang, memberikan tissue padanya. Selama ini, ia tidak pernah mendengar cerita seperti ini sebelumnya. Tidak pernah.

Selama hidupnya, ayah hanyalah ruang kosong. Seseorang yang tidak pernah ia kenal. Dan kini... untuk pertama kalinya, seseorang menggambarkan betapa ayahnya pernah mencintainya.

Ardian diam. Namun dadanya terasa semakin berat. Karena nama yang disebut dalam surat itu hanya menguatkan dugaannya.

Arya Mahendra.

Pamannya. Adik ayahnya. Pria yang selama ini hanya menjadi foto tua di rumah keluarga mereka.

Joyce melanjutkan membaca.

Setelah Papa meninggal, semuanya berubah. Banyak orang yang tidak lagi menginginkan Mama berada di dekatmu. Mereka bilang Mama tidak cukup baik. Tidak cukup pantas. Tidak cukup layak menjadi bagian dari keluarga tertentu.

Mama berjuang putriku.. Mama melawan. Tetapi Mama kalah. Dan pada akhirnya..., Mama kehilangan hak untuk membesarkanmu. Panti Asuhan ini menjadi solusi terbaik untuk menyelamatkanmu, dan aku akan bisa menemukanmu kembali.

Tangan Joyce membeku. Jantungnya berdebar semakin cepat.

"Maksudnya apa?" bisiknya sambil melihat ke arah Bu Maria.

Ibu Maria menunduk. Sementara Raka mulai mencatat setiap detail. Joyce membaca halaman berikutnya. Dan kalimat berikutnya membuat seluruh ruangan membeku.

Suatu hari nanti kamu mungkin akan bertemu keluarga ayahmu. Jika hari itu tiba..., jangan membenci mereka. Karena tidak semua orang di keluarga itu tahu apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan mungkin mereka juga hidup dalam kebohongan yang sama.

Ardian langsung menegang. Sangat tegang. Karena hanya ada satu orang yang mungkin mengetahui seluruh kebenaran.

Ratih Mahendra.

Joyce menoleh perlahan ke arah Ardian. Laki-laki itu tersenyum, dan menganggukkan kepala, masih berusaha memberikan semangat untuknya. Tatapan Joyce kosong.

"Ibu Maria..."

Suaranya bergetar.

"Siapa keluarga ayahku?"

Wanita tua itu memejamkan mata. Seolah selama bertahun-tahun menunggu pertanyaan itu datang. Lalu dengan suara lirih ia menjawab.

"Keluarga Mahendra."

Tangis Joyce langsung berhenti. Bukan karena tenang. Tetapi karena syok. Sementara Ardian memejamkan mata perlahan. Karena rahasia yang selama ini mereka khawatirkan... akhirnya terbuka.

Dan Joyce belum menyadari bagian paling mengejutkan dari semuanya. Bahwa pria yang selama ini menjadi tempatnya bersandar. Pria yang menggenggam tangannya saat ia takut. Pria yang diam-diam melindunginya. Adalah bagian dari keluarga yang selama ini disembunyikan darinya.

Dan dalam hitungan menit... ia akan mengetahui bahwa Ardian Mahendra bukan hanya pria yang ia cintai. Tetapi juga seseorang yang terhubung langsung dengan masa lalu yang menghancurkan hidupnya.

1
Mundri Astuti
Adrian kebangetan lembek, berarti sama" cucunya Oma Ratih kah ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!