NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Misi Menjadi Istri Jahat

Transmigrasi: Misi Menjadi Istri Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Digital

Menjadi editor sebatang kara itu membosankan, tapi dirampok sampai pingsan dan pindah ke dunia novel? Itu diluar nalar!

Lin Xia Yi bertransmigrasi menjadi Lin Xia Mei, wanita yang akan tewas karena cinta buta suaminya, Wei Zhu Chen. Untuk bertahan hidup, ia harus menurunkan tingkat rasa suka Wei Zhu Chen dari 99% ke 20%.

Bersama sistem berwujud kucing imut bersayap bernama Bao, Lin Xia Yi akan memulai misi demi kembali ke dunianya serta membawa pulang hadiah yang menggiurkan.

Hadiah menggiurkan menanti, tapi nyawa taruhannya. Siapkan camilan favoritmu dan temanilah Lin Xia Yi sampai akhir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

026~Poin baru

"Hahhhhh, hanya satu? Kau sungguh ingin melihat seberapa jahatnya aku, kah?"

“Inang jangan marah…” bujuk Bao, ia terbang melayang memutari Lin Xia Mei.

"Bao, diamlah. Aku pusing melihatmu memutariku."

"Jangan marah dulu.."

Spontan Lin Xia Mei memukul Bao, meskipun pukulannya meleset namun gerakan tersebut memicu rasa penasaran dua orang didepannya.

"Ibu? Ibu memukul apa?" Tanya Wei Ji Xiang heran, karena tidak ada benda atau serangga di sekitar Lin Xia Mei yang sekiranya bisa menimbulkan gerakan tersebut.

"Masih kecil jangan suka penasaran!" Bentak Lin Xia Mei, ia mendengus sebal kemudian memakai sendalnya dan melangkah pergi meninggalkan Ayah dan anak itu.

“Ayah, Ibu mau kemana? Tidak ayah susul?” Tanya Wei Ji Xiang.

“Sebentar lagi kita susul, Ibumu masih emosi.”

Wei Zhu Chen ingin tahu apa yang Anda lakukan, dan Anda akan dapat menemukan tempat yang tepat untuk apa yang Anda inginkan dan inginkan.

"Ada yang tidak beres dengan Ibu," ucap Wei Ji Xiang dalam hatinya.

Kaki Lin Xia Mei terus melangkah menyusuri taman yang menyejukkan mata, sesekali ia menghela napas saat Bao berusaha membujuk dirinya.

"Inang, ayolah jangan marah padaku, kalau marah pada mereka sih malah bagus."

"Bao, diamlah. Aku tidak mood bicara denganmu. Pelit sekali, hump!"

Di depan sana ada sekelompok anak-anak sedang bermain sepak bola dengan gawang tumpukan sepatu, tidak jauh dari mereka juga ada sekumpulan ibu-ibu, Lin Xia Mei menduga ini kegiatan yang sama seperti sekolah Wei Ji Xiang.

Semakin ia mendekat, semakin terdengar jelas suara anak-anak tersebut, sorak gembira dan teriakan seru beriringan dengan bola yang terus di oper. Lin Xia Mei memejamkan mata sembari menghirup napas dalam-dalam, mencoba tenang sampai akhirnya saat ia membuka mata, ia disambut bola yang langsung menghantam kepalanya. Ya, salah satu anak kecil itu menendang bola ke arah yang salah dan mengenai kepala Lin Xia Mei, tendangan yang lumayan dan menciptakan sensasi kedutan di kening Lin Xia Mei.

Anak laki-laki tersebut segera berlari ke arah Lin Xia Mei sedangkan anak lainnya diam di tempat karena merasa takut.

"Kakak, maaf. Aku tidak sengaja." ucap anak itu sambil sedikit membungkuk tanda permintaan maaf.

Lin Xia Mei tersenyum, hendak memaafkan namun perkataan Bao mengubahnya.

"Inang, poin di depan mata!"

Senyum Lin Xia Mei memudar diganti kedua alis bertaut dan helaan napas kasar.

"Apa kakimu cacat? Sampai-sampai menendang bola salah arah seperti ini!"

Anak tersebut terkejut, ia menunduk.

"Maaf Kakak, sungguh aku tidak sengaja."

"Dasar! Kalau cacat jangan bermain bola! Bukannya hebat tetapi malah mencelakai orang!" bentak Lin Xia Mei, bentakan tersebut membuat anak di depannya gemetaran.

"Selamat inang, 10 poin di terima!" ucap Bao.

Mendengar suara keras Lin Xia Mei, sang Ibu datang melihat, ia terkejut dan segera merangkul anaknya.

"Maaf, ada apa ini?" tanya sang Ibu.

"Kalau anakmu cacat kaki, lebih baik jangan bermain bola disini."

Ibu anak tersebut terkejut mendengar hinaan Lin Xia Mei, ia hendak membalas namun didahului Lin Xia Mei.

"Oh, mungkin anakmu ini buta ya? Bisa-bisanya melukaiku!"

"Maaf, nona. Bicaramu kasar sekali, anakku memang bersalah namun tidak sepatutnya kau memaki anakku seperti itu." bela sang Ibu karena tidak terima.

"Awalnya aku ingin meminta maaf atas kesalahan anakku, sekarang aku berubah pikiran. Harusnya bola itu mengenai mulut jahatmu itu saja!"

'PLAK!'

Sebuah tamparan dengan suara renyah mendarat di pipi sang Ibu, anak tersebut terkejut dan si Ibu lebih terkejut lagi.

"Kau! Berani sekali kau memukulku!"

"Kenapa? Hanya menampar saja, bukan membunuhmu!"

Anak dan Ibu itu sama-sama terbelalak mendeng ucapan kejam Lin Xia Mei. Sedangkan Bao menutup mulut dengan tangan mungilnya lalu tersenyum.

"Selamat inang, 10 poin diterima!"

"Ini bukan lapangan sepak bola, anakmu main sembarangan dan melukaiku. Aku bahkan tidak meminta ganti rugi untuk pengobatan dan kompensasi, tapi kau sebagai Ibu malah mengajarkan anak untuk tidak meminta maaf!"

Keributan ini memancing para penonton, pengunjung lainnya mulai mendekat dan menyaksikan perseteruan ini.

"Nyonya Shen, tenanglah." teman si Ibu itu datang menenangkan.

"Dia mengutuk anakku, mana bisa aku diam saja?!"

Temannya itu berbisik, setelah bisikan selesai si Ibu itu langsung perlahan tenang, ia mengeluarkan ponselnya dan memotret Lin Xia Mei. Diluar dugaan semua orang, Lin Xia Mei justru berpose jari tengah saat dirinya dipotret, ia tidak takut sama sekali malah memberikan pose tersebut dengan ekspresi tenang.

"Kau... Lihat saja! Aku akan menuntutmu!" ancam Ibu tersebut.

Lin Xia Mei tersenyum meremehkan lawan kemudian berkata, "Aku bisa membeli suara, silahkan saja kalau mau membawaku ke pengadilan."

Si Ibu itu mulai kesal, ia menghentakkan kaki.

"Lihat saja! Kau akan menangis dibalik jeruji besi!"

Lin Xia Mei hanya menjulurkan lidah, tidak gentar sama sekali sampai anak dan Ibu itu pergi.

"Kalian kenapa masih menonton disini? Apakah ingin merasakan tamparanku juga?!"

Setelah itu mereka bubar dengan bisik-bisik yang Lin Xia Mei yakini pasti mereka membicarakan dirinya.

"Selamat inang, kau sudah menerima 20 poin untuk keributan tadi." ucap Bao.

Lin Xia Mei menguap kecil lalu melanjutkan langkahnya. Tanpa Lin Xia Mei sadari, Wei Zhu Chen dan Wei Ji Xiang berdiri di kejauhan sana sedari tadi, menyaksikan keributan, namun ia hanya diam tanpa membantu.

"Ayah, kenapa kita tidak membantu Ibu? Mereka hampir menindas Ibu." tanya Wei Ji Xiang yang sedari tadi ingin menolong namun ditahan oleh Wei Zhu Chen.

Wei Zhu Chen termenung, menatap punggung kekasihnya yang rasanya sudah berbeda.

"Ayah?" Wei Ji Xiang menarik ujung baju Ayahnya.

"Ayo kesana, kita hibur Ibu." ajaknya.

"Ibu... Sudah berubah. Dia bukan Ibu yang lemah lagi, Ji Xiang." ucapnya dengan nada sedih.

Wei Ji Xiang terdiam, ia menghela napas.

"Apakah Ibu sudah tidak mau pada kita?"

Pertanyaan Wei Ji Xiang menyadarkan Wei Zhu Chen.

"Mau! Dia akan kembali pada kita. Ji Xiang, Ayah akan berusaha untuk membawa Ibumu pada pelukan kita lagi. Ayah Janji itu."

Wei Ji Xiang tersenyum lalu mengangguk.

"Ji Xiang berdo'a semoga usaha Ayah berbuah manis."

1
SENJA
aaaah bawang 😌
SENJA
aaah pelit lu , itu udah sampe jadi public enemy poin ga nyampe 1000😌😤
SENJA
waaah panen poin lagi 🤣
SENJA
wakaka ga bisa mantau🤣
SENJA
wakaka sadis jawabannya🤣
SENJA
bapak lu ke rumah sakit
SENJA
susah juga ya, agak psikopat nih cowo😳😤
SENJA
bucin banget dia 😤
SENJA
heh! lu jangan bikin gw bete lu pelit 🤮🤮
SENJA
baik banget 🤭
SENJA
addduh 😑
SENJA
addduh jangan luluh 🤣 jahatin anak itu sarana nurunin rasa suka 🤣
SENJA
yaaaah lumayan lah
SENJA
yayaya. .sabar sama bodoh itu betissss banget🥺
SENJA
jadi tontonan kaya gitu cuma 20 poin ciiih
SENJA
provokator tapi pelit lu 😤
SENJA
lama2 kok kesel ama bao kok pelit banget poin ihhh gila kali
SENJA
yaelaaah cuma 1 persen 😤
SENJA
lu pasti bakal diomelin terus deh 😅
SENJA
pasti ngeselin deh 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!