NovelToon NovelToon
WHEN NPC Fallin Love

WHEN NPC Fallin Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Menjadi NPC
Popularitas:544
Nilai: 5
Nama Author: Sapiluv Mprits

_


When npc fallin love?

Gadis remaja cantik kini terduduk menggaruk keningnya yang tak gatal, pikirannya selalu berkhayal jika npc seperti dia jatuh cinta pada pemain utama di dunia nyata?

Ah, pasti seru!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sapiluv Mprits, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hutang nyawa

Dengan begitu menahan sakit ayya berlari menuju UKS, berlari di sepanjang koridor yang sepi dari lalu lalang, pikirannya sudah tak bisa tenang jika mendengar ucapan galih tadi.

Begitu sampai di depan pintu masuk UKS, ayya tak meliht keberadaan perawat atau anggota PMR yang berjaga, lantas tanpa izin ia membuka pintu yang ternyata sudah terbuka sedikit.

Krieet..

Pandangan ayya menyapu ke seluruh ruangan, beberapa brankar tertata rapih, namun ia langsung berlari saat melihat galih yang terduduk di lantai ujung ruangan.

" Kak galih? Are you okay? sesak? dadanya sesak?"

Pertanyaan-pertanyaan yang membuat ayya terlihat sangat panik dan cemas kala melihat keadaan galih yang cukup memprihatinkan.

Galih pun terkejut saat melihat ayya yang datang sekarang, dengan nafasnya yang sesak ia berusaha bicara.

" A-ayya? Kenapa k-kamu kesini...??"

" Kamu yang telfon aku barusan, kak galih perlu bantuan??"

" Aku telfon shani, salah nomor,. arghh.."

Galih menepuk dadanya yang nyeri dan terasa panas, wajahnya pun memerah, napasnya terengah-engah bersamaan dengan keringat dingin yang mengalir, membuat ayya langsung melakukan pertolongan pertama.

" kak Galih jangan panik, okay?"

Ayya membantu galih berdiri, lalu menuntunnya untuk terbaring di atas brankar, pandangan galih pun menjadi sayup menatap pada ayya.

" Sebelumnya aku minta maaf karena buka kemeja kak Galih.." Ucap ayya sembari membuka satu persatu kancing seragam galih hingga menanggalkan kaos singletnya.

Galih semakin pusing hingga ia mengeluh.

" Pusing banget, dadaku panas!" Keluh galih.

Berusaha tenang, ayya pun mencari kotak obat di UKS itu.

" Aspirin, mana aspiriiin.." Geramnya panik.

Melihat lagi pada galih yang semakin kelimpungan, ayya pun kembali menghampirinya.

" Kak Galih tunggu disini ya, aku panggil perawat dan ambil inhaler di kelas.. Kak galih sesak, kan?"

Galih mengangguk, dadanya tak berhenti naik turun cepat hingga membuat ayya langsung bergegas pergi, namun Galih menahan tangannya.

" A-ayya.." Panggilnya.

" Aku cuma sebentar kak, biar kak galih cepet diatasi." Ucap ayya menoleh.

Galih pun menggeleng, lalu mengeluarkan sebuah benda dari saku kemejanya.

" kamu mau ambil inhaler kan? Ini aku ada punya kamu.." Ucap galih membuat ayya tekerjap.

Ah bukan saatnya ayya terkejut hingga langsung saja ia ajarkan galih menggunakan inhaler miliknya tersebut.

beberapa menit kemudian galih merasa sedikit lega, nafasnya tidak secepat tadi, namun ayya masih belum lega dan langsung pergi mencari bantuan.

Berlari menuju ruang guru jaga, ayya pun berhasil melaporkan keadaan Galih sekarang juga, dan saat itu juga guru tugas itu menghubungi dokter sekolah untuk segera datang ke UKS.

" Terimakasih banyak sudah melapor, dokter segera datang untuk menangani Galih, kamu yang tenang ya."

Guru tu itu menepuk pundak ayya, lirikan matanya pun tertuju pada kaki ayya yang terbungkus perban.

" Kamu lari-lari dengan kaki yang sedang diperban? ayya? apa kamu baik-baik saja?" Tanya guru itu cemas.

Ayya pun terdiam, ia baru sadar jika dari tadi dirinya sudah kelewat batas berlari ke sana kemari tanpa memikirkan sakit di kakinya.

" Saya baik-baik saja bu, apakah saya boleh kembali ke UKS untuk menemani kak galih menunggu dokternya tiba?* Tanya ayya.

Guru itupun mengangguk seraya membantunya berjalan.

" Mari Ibu temani kamu ke sana."

Namun sesampainya di depan pintu UKS, ayya terdiam melihat seorang siswi cantik sudah duduk di samping Galih, menemaninya disana.

" S-siapa cewek itu?" Gunam ayya terhenti.

Melihat galih memegang tangan siswi itu membuat ayya tertegun, ada sedikit rasa sakit di hatinya, namun ia cukup sadar diri dan hanya tersenyum tipis.

Tak ingin mengganggu keduanya, ayya pun memilih melihat dari luar.

Begitu dokter datang, ayya langsung bernapas lega karena galih masih bisa dapat penanganan tepat waktu, sudah saatnya ia pergi darism sana, namun saat ia hendak berbalik, Louis, willy dan beberapa teman galih berlarian dari ujung koridor.

" Ayya,? Lo udah disini? Bang leo gimana keadaannya?" Tanya willy cemas.

" Puji Tuhan sudah diatasi oleh ahlinya." Ucap ayya.

Louis pun mengernyit memperhatikan ada yang tak beres dengan ayya.

" Lo kayak cemas gitu ayy, kok bisa tau bang leo ada di UKS?" Tanya Louis curiga.

Ayya hanya tersenyum kecut. " Aku abis dari UKS buat ambil perban ganti, dan tepat banget kak galih datang.. jadi sekalian aku bantu panggil dokter." Ucapnya bohong.

" Ooh, syukurlah.. thanks ya ayy, btw lu mau kemana sekarang?" Tanya Louis.

Ayya pun terdiam sejenak dan menoleh pada galih di dalam sana dan berucap.

" Tugas ku udah selesai, jadi aku mau balik ke kelas.. Udah ya Louis kamu masuk sana, temenin kak galih biar cepet pulih." Peringat ayya sebelum akhirnya berlalu melewati Louis.

Namun Louis reflek menahan tubuh ayya yang hampir saja jatuh karena kakinya yang sakit.

" Lo beneran ga apa ayy? Kaki lo gimana? Bisa jalan ga?" Tanya Louis.

Ayya kembali berdiri tegap, lalu menggeleng.

" Iam okay, Louis.. udah ya bye, aku ditunggu pak bagas di kelas."

Melihat ayya berlalu pergi, jalan tertatih namun cukup kencang, tak membuat Louis curiga.

Sebenarnya ayya sudah tak kuat, ia berhenti setelah hilang dari pandangan Louis, bahkan kini mulai menangis saat kakinya mulai lemas.

" Ah sakit! Sakit banget ya Tuhan.. Aku lupa kalo kakiku lagi sakit, huuu huu.."

Ayya merintih dan menangis hingga tak lama Kania tak sengaja memergokinya.

" Ayya? Lo kenapa di sendirian pojokan sini? Lo nangis? Lo kenapa ayya?" Tanya Kania cemas.

Ayya menggeleng cepat dan meraih tangan Kania.

" Tolong telfonin ayahku, Kania.. Aku udah ga kuat, kakiku sakit banget." Pintanya kacau.

" Iya, tapi sekarang kita ke UKS dulu biar kamu nunggu disana.." Ucap Kania.

Ayya sontak menggeleng cepat, " Jangan, maksudku nggak, aku mau pulang sekarang jadi kumohon tolong telfon ayahku, Kania.. Aku udah ga kuat.."

Kania pun tak bisa memaksa, melihat ayya kesakitan saja sudah membuatnya panik dan langsung menelfon nomor orang tua ayya.

Ayya's Pov before. 🥲

_

Beberapa hari kemudian-

Radit dan sela mengunjungi galih di rumah sakit, mendengar kabar galih yang masuk rumah sakit beberapa hari lalu membuat mereka sebagai tetangga harus menjenguknya, meski sedikit terlambat.

Galih sudah pulih, mungkin esok ia sudah bisa beraktifitas normal kembali.

Radit dan sela pun mengucap syukur atas kabar kesehatan Galih dari kedua orang tua Galih.

" Terimakasih sudah mengunjungi putra kami pak radit dan bu sela, oh iya.. putrinya kenapa ga ikut? Kami ada sesuatu yang ingin bicarakan.."

Huh? Bicara pada ayya? sela dan radit pun saling bertukar pandang.

" Maaf sebelumnya ayya ga bisa datang karena kakinya masih sakit, tiga hari yang lalu dia lari-lari di sekolah buat bantu temennya.. padahal waktu itu kakinya sudah hampir pulih, tapi kembali lagi namanya musibah tak ada yang tau."

Galih seketika tertegun, melirik pada kakek nenek dan mamanya yang sama terkejutnya dengan dia.

" Omong-omong, pak Sam mau bicara apa dengan putri kami?" Tanya radit basa-basi.

" Em, hanya bicara terimakasih pada ayya saja.. pak.. " Ucap yeslin, mama Galih.

Sejujurnya mereka hendak mengucap terimakasih karena ayya sudah tepat waktu mengatasi Galih waktu itu, namun mendengar pernyataan radit itu membuat mereka urung karena takut pak radit tersinggung ternyata putra mereka yang telah ayya bantu.

" Gadis itu sangat besar jasanya, jika satu menit saja ia tak membantu nak Galih, mungkin akan membahayakan nyawa nak Galih.."

Glek!

Mengingat ucapan dokter kali pertama memeriksa Galih membuat kedua orang tua Galih benar-benar bersyukur pada ayya.

Sedangkan Galih masih tak bisa mencerna kejadian itu, serangan jantung?

Kini mendengar pernyataan dari kedua orang tua ayya benar-benar membuat Galih semakin bingung.

" Kaki ayya sakit? sejak kapan? tapi dia waktu itu lari kayak ga sakit sama sekali.."

1
Firamissyu
coba aja dibaca, pasti seru!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!