NovelToon NovelToon
Conquer Me

Conquer Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa / Bad Boy
Popularitas:164.2k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Deanada Kharisma, hampir 3 tahun menjalani kehidupan remaja diantara toxic circle. Memiliki teman yang toxic, menindas, bertindak sesukanya, dan melakukan diskriminasi.

Namun siapa sangka di balik itu, sebenarnya ia menyimpan rahasia bahkan dari teman-temannya sendiri, hingga Tuhan mempertemukannya dengan Rifaldi yang merupakan pemuda broken home sekaligus begundal sekolah dan naasnya adalah musuh bebuyutannya di sekolah.

Bagaimana Tuhan membolak-balikan perasaan keduanya disaat faktanya Dea adalah seorang korban victim blaming?

Conquer me ~》Taklukan aku....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26🩷 Calon mamahnya anak-anak

Dea, ia menaruh sejenak alat tulis dimana malam ini yang ia lakukan adalah mengulang hasil les dan menyamakannya pada tugas. Hentakan lembut sandal rumah itu tak membuat obrolan mama dan papa terganggu di ruang tengah.

Deal di harga 900 juta?

Iya. Mama minta waktu sampai Dea lulus. Alhamdulillah Elok wisuda tepat waktu.

Jadi, Elok mau gimana? Ikut ke Jogja atau sama Huda?

Elok mau coba cari kerja disini. Lewat kenalan katanya...

Dea seolah meneguk air keras yang terasa pahit, ketir dan menusuk-nusuk tenggorokan, kala mendengar itu. Lalu ia tarik ingatan tadi sore, sewaktu tamu yang mama bilang relasi itu-----

Lantas Dea menghampiri mama dan papa setelah menaruh gelas setengah isi air putih itu di meja.

"Ma, pa..." keduanya mendongak dengan wajah cukup kaget. Hal yang ditutupi nyatanya memang harus terbuka juga. Cepat lambat memang akan begitu.

"Dea, sini sayang...." mama akhirnya meraih Dea.

"De," papa menarik nafasnya, lalu mulai bercerita, mulai dari bisnisnya yang mulai dilanda problem keuangan, operasional yang tak stabil, beberapa kali melakukan pengurangan karyawan, hingga akhirnya, papa menyerah.

"Awalnya, papa berharap...dapet tender kemaren. Tapi ternyata, tendernya dimenangin orang."

Papa ingat dengan kejadian sebelumnya, namun ia sengaja menyimpannya sendiri. Dimana kabar yang berhembus lawan mainnya itu menggunakan cara curang untuk memenangkan tender properti, dengan cara menyuap. Karena, hampir saja papa Dea menandatangani kontrak perjanjian, namun di detik terakhir tiba-tiba tender kontruksi diambil alih oleh lawannya, ia sampai tak paham.

"Saat ini, tunggakan perusahaan belum tertutup, termasuk sisa gaji karyawan. Dan hasil penjualan ini, insyaallah cukup. Dengan catatan papa ngga punya hutang apapun. Bahkan ada lebih, untuk buka usaha kecil, biaya kuliah kamu nanti." Papa lantas memandang sekeliling dimana Dea turut melakukan hal yang sama.

"Maaf, papa harus jual aset kita yang ini." Namun kemudian mama menitikan air matanya, dan Dea memeluk papa, "lepaskan. Dea ngga apa-apa. Apapun yang menurut papa baik, Dea ikut."

"Alhamdulillah..." mama menangis menatap Dea, mengecup kening Dea dengan hidungnya, "Alhamdulillah mama diberi rejeki, anak seperti Dea, mas Elok, sama mas Huda. yang benar-benar dilembutkan hatinya, insyaallah disoleh-dan Solehahkan."

Dea hanya bisa diam, meski kini hatinya sudah mencelos, getir dan terasa nyeri.

"Anggap aja, ini kita disuruh Allah buat nemenin eyang. Rencananya papa mau buka usaha laundry sama rumah makan disana."

Dea mengangguk, itu artinya ia harus sudah memikirkan cara untuk melakukan perpisahan, sebab waktu menuju kelulusan tidak akan terasa, hanya menghitung bulan.

Tatap Dea jatuh pada pas foto di atas rak, foto 4 orang berseragam SMA ada dirinya disana. Ia ambil dan ia usap.

Setelah semuanya mereka lewati, akhirnya....setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan.

Dea mengusap matanya, lalu menyimpan kembali itu di rak bukan itu...bukan hanya itu, melainkan 3 buah foto seukuran dompet yang kini terselip diantara foto- foto candid dirinya di dinding.

Memori mereka seolah masih menari-nari di ingatan Dea, saat Rifal menemaninya bermain, saat aroma Rifal merangkulnya erat, dan salah satu foto mampu membuat hatinya menghangat sekarang, dimana bibir Rifal mengecup keningnya setelah sebelumnya mencium bibir Dea.

Dea refleks menyentuh keningnya sendiri, berujung turun ke bibir yang sudah dua kali dicium oleh pemuda itu.

.

.

Inggrid meringis ogah-ogahan, "duh, entar dulu deh...kalo nanti pas pulang gimana? Atau gue datang ke rumahnya?" ringis Inggrid pada Dea.

"Maksud gue sebenernya, Lo minta maaf dulu ke Rama sama Nara di depan semua MIPA 3, Ing...seenggaknya bentuk permintaan maaf Lo sama MIPA 3 juga, kan..."

"Duh." Keluh Inggrid. Padahal nanti, rencananya ia dan kedua orangtuanya pun akan ke rumah Nara untuk meminta maaf secara formal.

"Udah sana. Gue ogah ikut ahh!" Gibran menggidikan bahunya.

"Ah, kenapa mesti cuma gue sih..." bibirnya melengkung.

"Lah, si an jir. Kan elu...gue sama Willy mau ke ruang basket."

"Ditemenin Dea, Ing..." timpal Willy, yang akhirnya mau tak mau Inggrid beranjak, "ck. Ini gue mau begini, gara-gara Lo bertiga ya...."

"Niat ngga minta maaf?" tanya Dea, membuat Inggrid menatapnya bingung, berkaca-kaca, "iya. tapi---- masa di depan semuanya. Kan tauu, mereka pada nyebelin, pasti nanti--"

"Udah resiko. Terima aja. Toh kita yang punya salah."

"Tumben banget sih, Lo jadi beda gini De?" Inggrid merasakan perubahan di diri Dea yang jadi sedikit lebih----baik hati.

*Gue cuma ngga mau ninggalin kesan jelek, sebelum pergi, Ing*....Dea tersenyum, "takut do'a gue ngga di denger sama Allah. Bentar lagi kan the power of brain, money dan pray dibutuhin buat masuk universitas."

Willy mengangguk tertawa renyah, "bener. Dea bener!"

Gibran bahkan sudah meraih kepala Dea dan menguyel-uyel pipi Dea hingga gadis itu mengaduh.

"Buruan sana...udah, pergi. Byeee! Kabarin kalo dikeroyok!" ucap Gibran membuat langkah Inggrid justru terhenti dan balik kanan lagi, Willy tertawa begitupun Dea.

"Lo mah kan gitu, kan!" omel Inggrid. Dea berdecak, dan menarik tangan Inggrid, "keburu waktu istirahat abis."

"Bye Ing...kalo udah ada aroma-aroma mau digencet lambaikan tangan ke kamera!" lagi-lagi mulut Gibran minta ditimpuk sepatu, "Gibrannn!"

Langkah mereka yang meski dilambat-lambatkan itu tetap saja memangkas jarak. Jarak kelas mereka tak terlalu jauh, bahkan hampir bisa dikatakan hanya berbatas persimpangan koridor. Dan mereka sudah masuk di kawasan MIPA 3.

MIPA 3 in your area...

Dan dari jarak pandang beberapa meter saja, Inggrid sudah menggeleng bergidik ngeri melihat gerombolan anak-anak MIPA 3, dimana beberapa anak lelaki sedang mabar game, beberapanya berkelakar riuh. Termasuk lalu lalang anak-anak perempuannya.

"Nara sama Rama ngga diluar De, ntar aja lah..." ia hampir kembali memutar langkahnya, sementara Dea menahan tangan Inggrid. Jadinya mereka justru malah tarik-tarikan.

Aksi keduanya itu justru sudah ternotice anak-anak disana.

"Bakalan kedatangan tamu nih.." Andi menunjuk dengan dagunya ke arah ujung koridor, lantas beberapa pasang mata mulai penasaran dan ikut menatap termasuk Tian, Rio dan Bayu yang sedang Mabar, "wah anjirrr gue kena ulti, Ian...ini gue deket tower...buruan!" seru Rio justru tak begitu peduli.

"Cup, cup...panggilan Om Fal, ada bidadari, calon mamanya anak-anak datang."

Wkwkwkwkwk! "Sarav emang."

Gilang tertawa renyah, "Sya, mau liat artis K-Pop masuk sekolah kagak?" bukan masuk dan memberitahukan, namun dengan sengaja ia bicara begitu, hanya dengan menyembulkan kepalanya di gawang pintu.

Praktis semua notice jika itu siapa, Rifal yang sedang mengobrol santai dengan Rama dan Vian praktis saja berhenti bicara.

"Mauuu! Girl band mana?" Bukan hanya Tasya, Muti, Nara dan Vina ikut keluar.

Yusuf justru berlari ke arah bangku Rifal berada dengan sengaja menahan pundak Rifal agar tak bangkit begitupun dengan Vian, "Ctm buruan ctm mana?!"

Rama tertawa, "an jing. Hahaha!"

"Bang ke Lo berdua. Gue itung sampe 2 ngga dilepas Lo berdua abis." Ancam Rifal.

"1...." hitung Rifal.

"Dimana mana ngitung sampe 100 Fal, makanya kalo pas guru ngajar jangan tidur."

"2, an jing...." umpat Rifal menarik tangan Yusuf dan memeluknya hingga temannya itu mengaduh, Vian....ia yang sudah tau jika Rifal tak pernah main-main segera melepas tangannya dan berlari.

Mereka kembali tertawa, "Fal...Fal ampun---ampun..."

Namun dari jendela, terlihat dua kepala sedang berjalan melintasi kelas mereka, dialah Inggrid dan Deanada Kharisma....

Dea, mendorong kacamata bulatnya.

"Njirrr, Fal itu Dea pake kacamata widihhh cantik, kenapa kalo Dea yang pake kacamata jadi mahal gitu?" Yusuf langsung berlari saat pegangan Rifal mengendur, "njirrr serem kalo udah ngamuk, Deaaa...ohhh Deaaaa! Calon mamahnya anak-anak."

Rama kembali tertawa, "somplak emang, ngga kapok-kapok Lo cup!" ujar Rama.

Rama dan Rifal beranjak dan ikut melangkah ke luar kelas bergabung diantara gerombolan anak-anak MIPA 3.

.

.

.

.

1
sweet escape
🤣🤣🤣melatih jantung dea kalo sering begini wkwkwk
sweet escape
Baru tau ya mah kalo papah dibantah omongannya jadi nekat🤭🤭🤭
sweet escape
Oalaah ing kamu ternyata mau jagain temen kamu dr sakit hati🥰
sweet escape
Haruskah dea meminta pertolongan wkwkwk om fal mengamuk mau begal cewek cantik
sweet escape
Wkwkw taaaaamatlah sudaaaaaah🤣🤣🤣🤣🤣🤣
sweet escape
Hahaha tetangga pada kaget
sweet escape
Wkwkkw pokcecifny rifal ntar keluar de wkwkkwk
sweet escape
Elaaaaahhh ngajak perang deee
sweet escape
🥰🥰🥰🥰deeee udah bilang suka ini
sweet escape
Kwkww brrr dingin euy
sweet escape
Cupid alias yusuf ini pasti si no name wkwkwkkw
sweet escape
Haha idup om fal kagak bisa tenang sebelum fix jadian🤭
sweet escape
Hahahaa heh kn jd nubruk wkwkww
sweet escape
Wkwkw please deh cupid
sweet escape
Wkkwkw ngakak
Eci Rahmayati
yg 1 emosian yg 1 bungkam cwe emng gitu kn selalu bikin cwo harus JD dukun dadakan 😄
Iccha Risa
De reaksinya kek gini, salah sangka om Fal.. esmosian aja seh... kan De udh sayang rifal tuh kenapa bilang mw pindah. om Fal gakan keberatan keknya sekalian diboyong Dea ke Yogja l
𝐙⃝🦜Ro
rifal yang temperamental dihadapin Dea yang gak bisa terbuka, yaudah salah paham aja terus
PuputMega Shelviana SuJanii
kak boleh nambah LG g up nya😩
MunaRizka
kenapa gk jujur dea
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!