NovelToon NovelToon
Penguasa Yang Sesungguhnya

Penguasa Yang Sesungguhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

"Cepat cari cucuku, bagaimanapun caranya ,cucu perempuan ku harus berada disini ...." teriak kakek Suhadi pada pengawalnya...setelah mengetahui kebenarannya dan mimpi-mimpi yang selalu menghantuinya.... kemungkinan besar,ia memiliki seorang cucu perempuan yang tersembunyi.
Najwa...., sepupu Rukayyah, gadis belia yang baru lulus SMA dan lulusan terbaik seorang Hafizah ternyata seorang Cucu konglomerat... almarhumah ibunya, tidak mengatakan siapa ayah Najwa. Najwa di titipkan pada kyai Rahman dan istrinya saat Najwa baru di lahirkan, setelah ibunya menghembuskan nafas terakhirnya.bahkan, Ibu Najwa sendiri tidak mengatakan siapa ayah dari Najwa...namun satu yang perlu Najwa ketahui, ia bukan anak haram, ibunya sempat menikah sirih dan kabur setelah mengetahui bahwa suaminya ternyata menjadikannya istri kedua....





yuk...ikuti cerita nya Saat Najwa bertemu dengan kakek dan ayah kandungnya, serta kehidupan Najwa setelah hidup bersama keluarga ayahnya, sedangkan di sana ada ibu tirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ke-dua puluh enam

Pria itu adalah Suryo, pengusaha licik yang menyimpan dendam kesumat pada Kakek Suhadi. Ia menatap Raisa dengan senyum meremehkan, namun matanya berkilat saat melihat kemarahan yang membakar gadis di depannya.

Raisa menyesap kopi pahitnya, wajahnya yang cantik kini tampak keras dan penuh kebencian. "Aku punya akses, Om. Aku tahu seluk-beluk rumah itu, aku tahu kebiasaan Kakek, dan yang paling penting... aku tahu kelemahan Najwa. Dia terlalu baik, terlalu naif." kata Raisa berkilat marah saat mengingat wajah sok sucinya.

Suryo tertawa, suara tawanya kering dan parau. "Naif? Gadis yang kau bilang naif itu baru saja menghancurkan serangan peretasku dalam waktu kurang dari lima belas menit. Dia bukan lawan sembarangan, Raisa."

Raisa tersentak, namun ia segera menguasai diri. "Itu karena dia belum menghadapi serangan dari dalam. Papa dan Mama sekarang sedang meratapi nasib di rumah sewa kumuh itu. Mereka pikir dengan 'bersabar' semuanya akan kembali. Cih! Aku tidak sudi hidup seperti gelandangan hanya demi rasa kasih sayang Papa yang tidak berguna itu." Raisa seolah jijik teringat kedua orangtuanya yang tidak berguna itu.

Raisa mencondongkan tubuhnya ke depan, suaranya merendah menjadi bisikan tajam. "Bantu aku menghancurkan Najwa dan merebut kembali namaku sebagai pewaris Suhadi. Sebagai imbalannya, aku akan menyerahkan data lahan di Kalimantan yang selama ini Om incar. Aku tahu di mana Kakek menyimpan sertifikat aslinya."

Suryo terdiam sejenak, menimbang-nimbang. "Kau tega mengkhianati kakekmu sendiri? Dan papamu? Jika kau melakukan ini, kau akan menjadi musuh besar mereka."

"Kakek sudah membuangku! Dan Papa lebih memilih hidup miskin daripada memperjuangkan hakku... lagian aku bukan keluarga mereka, entahlah, orang tuaku membuangku begitu saja , aku tidak tahu kesalahan ku apa !" teriak Raisa tertahan, matanya merah karena dendam. "Aku tidak peduli lagi pada mereka. Aku hanya ingin Najwa hancur, dan aku ingin kembali ke puncak. Aku tidak dilahirkan untuk hidup susah, Om...semua miliknya adalah milikku, dari bayi aku sudah berada di sana, gara-gara kehadirannya, aku di buang kembali seperti orang tua kandung ku yang tega membuangku."

Suryo tersenyum puas. Ia menyukai kegelapan di mata Raisa. "Baik. Kita punya kesepakatan. Aku akan memberimu apartemen mewah dan fasilitas yang kau mau. Sebagai gantinya, kau harus menjadi mataku di dalam sana. Cari celah untuk menjebak Najwa, atau lebih baik lagi... singkirkan Kakek Suhadi dari kursi kepemimpinannya." tawar Suryo dengan tatapan licik.

" baik Om, kalau begitu aku permisi dulu" ucap Raisa tersenyum puas, di tangan nya ia memegang kunci mobil serta kartu akses untuk masuk ke dalam apartemen mewahnya.

Dan sekarang ia ingin pulang terlebih dahulu untuk menunjukkan kepada kedua orang tua angkatnya bahwa ia bisa berdiri sendiri tanpa bantuan orang tuanya.

***

Sore itu, sebuah mobil mewah berwarna merah menyala berhenti tepat di depan rumah Afkar pemberian dari sang kakek untuk pelajaran hidup. Kehadiran mobil itu mengundang perhatian tetangga, sangat kontras dengan lingkungan kumuh tersebut.

Raisa turun dengan kacamata hitam, tas desainer terbaru di lengannya, dan sepatu hak tinggi yang mengetuk-ngetuk tanah becek dengan jijik. Ia melangkah masuk ke rumah tanpa mengetuk pintu.

"Raisa?!" Monica berdiri dari kursi kayu tuanya dengan wajah ceria bercampur kaget. "Sayang, kau pulang? Dari mana kau dapat mobil itu? Dan baju-baju mewah ini..." tanya Monica ingin memeluk putrinya, namun yang di dapat hanyalah penolakan.

Raisa hanya menatap ibunya dari atas ke bawah dengan pandangan menghina. Ia melempar segepok uang tunai ke atas meja makan yang reyot.

"Itu untuk membayar semua makanan yang sudah kalian berikan padaku selama sembilan belas tahun ini," ucap Raisa dingin...

" a...apa maksudmu nak?" tanya Monica dengan suara menahan rasa terbakar di hatinya.

Afkar keluar dari kamar, wajahnya berbinar melihat putri kesayangannya. "Raisa, Nak... kau kembali? Syukurlah, Papa sangat khawatir. Kau dari mana saja?" tanya Afkar dengan wajah berbinar, ia menyesal karena semalam menampar putrinya dan kali ini ia ingin mengajak putri nya untuk makan di restoran dengan uang hasil menjual jam tangan nya.

"Jangan panggil aku 'Nak', Pak Afkar," sela Raisa dengan nada ketus. "Mulai hari ini, hubungan kita putus. Aku bukan darah dagingmu, dan sejujurnya, aku bersyukur. Aku tidak sudi punya garis keturunan miskin dan pecundang seperti kalian." balas Raisa ketus.

Deg....

Monica gemetar, air matanya jatuh. "Raisa... apa yang kau katakan? Mama yang memelukmu saat kau menangis, Mama yang memperjuangkanmu di depan Kakek sampai kami diusir! Kenapa kau bicara begitu?!"tanya Monica dengan mulut bergetar.

"Karena kalian bodoh!" teriak Raisa, suaranya melengking memenuhi ruangan sempit itu. "Mama pikir aku akan terima hidup di lubang tikus ini? Kalian lebih memilih 'harga diri' dan 'kasih sayang' daripada kekayaan. Tapi aku tidak! Aku sudah menemukan orang yang bisa mengembalikanku ke puncak. Aku tidak butuh orang tua yang hanya bisa memberi janji-janji sabar." teriak Raisa menatap tajam ke dua orang tua angkatnya.

Afkar melangkah maju, tangannya gemetar ingin menyentuh bahu Raisa. "Raisa, ini Papa, Nak... Papa meninggalkan Najwa, anak kandung Papa sendiri, hanya karena Papa tidak tega meninggalkanmu sendirian. Papa mengorbankan segalanya untukmu!" ucap Afkar dengan bahu tergoncang karena menangis melihat putrinya yang ia bela mati-matian kini tega berbicara seperti itu.

Raisa menepis tangan Afkar dengan kasar hingga pria itu terhuyung. "Itu kesalahan terbesar dalam hidupmu, Papa. Kau membuang anak kandungmu yang kaya demi anak angkat yang sekarang malah membencimu. Ironis, bukan?" kata Raisa terkekeh.

Raisa mengeluarkan sebuah surat pernyataan dari tasnya. "Ini surat pemutusan hubungan keluarga. Jangan pernah cari aku, jangan pernah telepon aku, dan jangan pernah mengaku sebagai orang tuaku lagi di depan umum. Kalian memalukan." tegas Raisa menatap benci mereka.

Monica jatuh terduduk di lantai, menangis histeris. Ia tidak menyangka anak yang ia temukan di depan gerbang dan ia manjakan melebihi apa pun, kini meludah tepat di wajahnya. "Raisa... Mama melakukan semuanya untukmu... Mama sedang memikirkan cara untuk kembali kesana, tapi kau tidak mau bersabar, malah berbuat seperti ini....teganya kau..."

"Cukup, Ma! Aku muak dengan drama kalian!" Raisa berbalik dan melangkah keluar tanpa menoleh sedikit pun.

Afkar berdiri di ambang pintu, menatap punggung Raisa yang masuk ke mobil mewah milik Suryo. Di bawah langit yang mendung, Afkar jatuh berlutut. Dadanya terasa seperti dihantam batu besar. Bayangan wajah Najwa yang menangis saat ia meninggalkannya malam itu kembali muncul di kepalanya.

"Ya Allah..." rintih Afkar di tengah tangisnya yang pecah. "Hamba telah membuang permata demi sebuah beling yang kini melukai hamba. Najwa... maafkan Papa, hiks ...Nak... Papa salah... Papa benar-benar salah..."

Afkar memukul-mukul tanah dengan tangannya, meratapi kebodohannya. Ia telah mengkhianati Maryam, menelantarkan Najwa, dan menentang ayahnya sendiri hanya untuk seorang anak durhaka yang bahkan tidak menganggapnya manusia saat kemewahan hilang.

1
juwita
pengabdian apa? yg ada malah ngehabisin harta mrk🤣🤣
@Mita🥰
wah yang nolong si Raisa cari mati
isnaini naini
kbenaran itu ibarat air sesulit apapun psti mbemukan jln...smngt njwa....
Dewi kunti
ILu ap thor
Dewi kunti: weeeeehhh 🤭
total 2 replies
Sri Supriatin
didikan harta n kebencian sdh me darah daging di badan Raisa 🤭 tks upnya Thor 🙏🙏
suti markonah
lanjut thorr💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍
suti markonah
hal yg menegangkan akan terjadi lg..kini raisa merasa di atas krna ada ke kayaan ibu kandungnya..tp aku yakin najwa tidak akan pernah terkalahkan..sekali jari najwa menari di atas keyboad perusahan santi gulung tikar😂
irma hidayat
dikasih kesempatan selamat makin kotor hati dan niatmu raisa dasar udah tabiat setan
vivinika ivanayanti
Heemmmm bearti memang Hati Raisa itu yg sakit 🤭🤭
Mundri Astuti
pretlah afkar ..
kan..kan ..belom tau aja emak kandungnya Raisa, anaknya nggigit klo ditolong
Dewi kunti
lha pengabdian,ap yang dihasilkan 🤔🤔🤔🤔🤔
Mundri Astuti
jangan" org tuanya Raisa
Yuli Budi
waduh malah kecolongan 🤦
Yuyun Srie Herawati
apa ini yg di definisi mafia syariah thor
suti markonah
skrg dah bisa komen lg thorrr🤭..kmrn lg layat..maaf curhat
suti markonah
alendra dan adriansyah dapat kejutan bertubi tubi melihat sisi lain dr adiknya najwa yg seharusnya mereka lindungi..tp malah terbalek..malah adiknya yg pegang kendali keluarga suhadi..😂😂😂
suti markonah
mungkinkah raisa sengaja di persiapkan di buang di depan pagar rumah agar bisa masuk di keluarga suhadi oleh musuh ?hmmm penasaran
Sri Supriatin
tkd upnya 👍👍
irma hidayat
lah si iblis raisa ada yg menyelamatkan harusnya membusuk dipenjara
irma hidayat
yg sebenarnya perempuan iblis tu kamu raisa, karna iblis sombong seperti kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!