NovelToon NovelToon
Bercerailah, Dan Menikah Denganku

Bercerailah, Dan Menikah Denganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Selingkuh / Dark Romance / Berondong
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Widia

Perayaan empat tahun pernikahan Laura, seorang pemimpin perusahaan muda dirayakan begitu meriah bersama suaminya yang juga yang juga temannya saat SMA. Hubungan mereka begitu harmonis, layaknya pasangan suami istri sempurna di mata publik yang melihatnya.
Namun, kebahagiaan itu seketika di rusak oleh sebuah pesan dari seseorang misterius yang seolah tak suka dengan pernikahannya.
Dia pun mencari tahu sendiri kebenarannya, dan menguak kenyataan yang lebih mencengangkan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Widia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dugaan

Satu bulan setelah pesan itu dia terima, Laura terus di teror oleh nomor misterius tersebut. Bahkan dia menurunkan jumlah uang yang diminta atas bukti yang akan dia tunjukan.

Kegelisahan yang terus menyelimuti pikiran Laura, membuatnya tak bisa berkonsentrasi bekerja. Kesehatannya menurun, bahkan wajahnya semakin pucat.

"Laura, kau semakin kurus. Apa ada yang sedang kau pikirkan?"

Sahabat dekat Laura, Mona yang sedang berkunjung ke ibu kota memperhatikan sahabatnya. Dia tahu betul sikap Laura yang selalu menyembunyikan apapun darinya.

Tangan Laura gemetar, menahan semua yang dia pendam sendiri. Tapi harga dirinya harus tetap dia pertahankan, menghadapi situasi yang berkaitan dengan rumah tangganya.

Sejenak, wanita itu menghembus nafas pelan. Mencoba bersikap tenang di hadapan sahabat yang sudah satu tahun tak berjumpa.

"Aku hanya lelah karena perusahaan yang semakin sibuk. Apalagi perusahaan cabang yang semakin banyak," keluhnya sambil memegang tangan Mona.

Mona menggenggam erat tangan sahabatnya sambil tersenyum, lalu menoleh ke arah kiri saat seseorang menghampiri mereka berdua.

"Mon, apa kabar?" ucap pria yang pastinya sudah begitu akrab dengan kedua perempuan yang duduk di meja kafe.

"Baik Dave, kau terlihat gemuk. Sepertinya Laura merawatmu cukup baik," ucap Mona diikuti tawa dari Laura dan juga Dave.

Ketiga sahabat sejak SMP itu pun, kini terlihat mengobrol bersama. Seperti belasan tahun lalu, mereka nampak sangat akrab. Berbagi cerita kehidupan mereka. Namun bedanya, Laura dan Dave memiliki cerita hidup dalam satu rumah. Sedangkan Mona, dia tinggal di kota kelahirannya bersama sang ibu setelah lulus kuliah.

"Aku masih tak menyangka kalau sahabatku menikah dan sekarang sudah empat tahun bersama," ucap Mona sembari menyeruput kopinya.

"Tapi apa kau tak bosan melihat wajah dia lagi, Lau?" Imbuhnya lagi sembari bercanda.

"Dulu sedikit bosan, tapi setelah dia agak gemuk aku justru merasa melihat pria yang berbeda," jawab Laura yang diikuti tawa ketiganya.

"Kau sendiri, apa sudah menemukan calon suami?" Tanya Dave yang membuat Mona terdiam.

"Dia sempat mengajakku menikah, tapi dia juga meninggalkanku dan menikah dengan wanita lain," jawab Mona sambil menundukan wajahnya.

Laura menggenggam erat tangan Mona, memberikan semangat pada sahabatnya. Sedangkan Dave ikut sedih atas kejadian yang menimpa Mona.

"Kau pasti akan menemukan pria yang lebih baik daripada pria yang sudah meninggalkanmu," doa Laura yang pastinya di balas anggukan.

"Itu sudah lama sekali, sekitar 5 tahun yang lalu. Jadi aku sudah kuat, sekarang aku hanya akan fokus pada ibu," jawab Mona yang membuat Laura dan Dave tersenyum.

Ketiga sahabat itu menghabiskan waktu sampai malam. Mona pun berpamitan sembari memberikan sebuah bingkisan untuk hadiah pernikahan kedua sahabatnya.

"Kami berdua akan mengantarmu," tawa Laura yang di tolak Mona.

Mona pun pergi dari hadapan keduanya, menaiki angkutan umum menuju stasiun kereta api terdekat. Laura dan Dave pulang ke rumahnya, lalu membuka hadiah yang di berikan Mona saat di kafe.

"Dia memberikan kita ini, satu set pakaian bayi yang bahkan aku sendiri tidak tahu kapan hamil."

Dave mendekati Laura yang tentunya sedih karena hadiah dari Mona, dia tahu jika sahabatnya hanya sekedar mendoakan keduanya untuk segera mendapatkan anak.

"Mungkin dengan ini, dia berharap kita cepat dapat momongan. Bisa saja kan barang ini memancing kehamilanmu," ucap Dave menenangkan istrinya.

Namun, Laura belum bisa bersikap biasa pada sang suami. Dia masih teringat pesan dari nomor tak dikenal itu.

***

Dua bulan berlalu, setiap pesan yang dikirim oleh si nomor tak dikenal bagaikan kepingan puzzle. Beberapa bisa jadi karangan, namun juga ada hal yang bisa saja Laura cari kebenarannya.

Nuraninya masih belum menerima jika Dave benar-benar berkhianat. Apalagi sikap lembut yang ditunjukan padanya setiap hari. Bahkan pria itu jarang pulang telat kantor. Dan keluar rumah tanpanya jika touring bersama gang mogenya.

"Aku akan mengirimkan potongan gambar sebagai bukti jika itu suamimu. Jika kau ingin gambar full, ada uang yang harus kau bayar... "

Laura memperhatikan gambar tersebut dengan seksama. Dia tahu jika itu gambar belakang sebuah mobil yang belum tentu jika itu adalah suaminya. Namun dari warna dan jenis, sangat sama dengan milik suaminya.

Petunjuk secuil itu membuatnya buntu, rasanya seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami. Namun dia harus tetap tenang, karena bisa saja si pengirim pesan misterius menginginkan uangnya saja.

"Sayang, minggu depan aku harus ke Bandung. Soalnya perusahaan cabang akan diresmikan, dan aku sebagai pemilik harus berada di sana. Kau juga harus ikut."

Dave yang selalu mengajak Laura kemanapun dia berada, tentunya menutupi rasa curiga. Walau sesekali dia ikut, tak ada tanda-tanda jika Dave akan mengkhianatinya.

"Sepertinya minggu depan aku juga sibuk, karena ada kunjungan kolega dari perusahaan lain."

Dave menunjukan raut wajah kecewa, namun setelahnya menggenggam tangan Laura. Dia mengerti jika istrinya lebih sibuk, apalagi perusahaan milik Laura lebih besar dan maju dari miliknya.

"Aku sangat berharap bisa menghabiskan waktu di luar rumah denganmu. Tapi aku juga tak bisa menghentikan ambisi dari istriku," ucap Dave sembari tersenyum dan mencium tangan istrinya.

Malam itu di lalui keduanya dengan romantis. Walau pesan itu terus terngiang, sentuhan Dave membuat Laura melupakan kegelisahannya.

***

"Nyonya, ini laporan pekerjaan hari ini."

Seperti biasa, Andreas, orang kepercayaan Laura akan mengantarkan dokumen penting padanya. Adik tingkat yang dulu menyebalkan dan selalu membuatnya emosi, kini menjadi kaki kanannya di perusahaannya.

"Kau tak berniat untuk melanjutkan S2?" Tanya Laura sambil memeriksa beberapa berkas laporan.

"Aku ingin bekerja dan memenuhi kebutuhan ibuku. Jika aku kuliah lagi, maka uang gajiku tak kan cukup untuk sehari-hari," keluhnya sembari mengambil laporan yang diberikan Laura.

"Sayang sekali, kau mahasiswa yang cukup jenius. Jika kau kuliah lagi bisa dilirik oleh perusahaan luar yang bahkan gajinya lebih tinggi."

"Gaji tinggi itu percuma bagiku, jika tak ada hal yang membuatku semangat."

Laura memalingkan wajahnya, saat sadar Andreas memandangnya. Dia masih ingat saat pria yang lebih muda tiga tahun itu, menyatakan cintanya saat kuliah. Sementara dirinya saat itu masih memendam rasa pada Dave, yang kini menjadi suaminya.

"Kau boleh keluar," usir Laura yang tak nyaman dengan Andreas. Dia tahu jika merekrutnya sebagai kaki kanan merupakan hal yang tak bagus walau Dave tak mengetahui kejadian saat itu. Namun kepintaran Andreas, membuat Laura tak mungkin menyia-nyiakan untuk bekerja di perusahaan lain.

"Apa jangan-jangan, pesan itu skenario palsu buatan Andreas. Bisa jadi dia ingin menghancurkan rumah tanggaku dan Dave," dugaannya yang kini mencurigai orang kepercayaannya.

1
sutiasih kasih
sdh g sabar mnunggu khncuran dave....
saat lbh memilih mndua krna nafsu dan serakah....
tpi trnyata perempuan yg di piara... dan bhkn rela mnyakiti laura.. tak lbh dri seorang jalang....
makin hncurlah kau dave... klo trnyata ank yg km sayangi dri gundikmu... trnyata bukan ank kndungmu.... tpi ank org lain🤣🤣🤣
Reni Anjarwani
move on mona
sutiasih kasih
up banyak" thor...
Fitri Widia: do'akan bisa sehat dan lancar up episode banyak2 ya 🥰 semoga para pembaca sehat selalu 😍
total 1 replies
sutiasih kasih
rayuanmu tak akn mmpan joanna...
terlalu lucu klo laura harus bersaing dgn gundiknya.... yg g ada levelnya
🤣🤣
Reni Anjarwani
keren
Fitri Widia: Terima kasih 🥰🙏
total 1 replies
Titien Prawiro
jangan2 Larisa anak mona sama Dave
Fitri Widia: wait and see, simak terus cerita kedepannya yah 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!