NovelToon NovelToon
Cinta Orang Kantoran : Part Satu

Cinta Orang Kantoran : Part Satu

Status: tamat
Genre:CEO / Janda / Duda / Romantis / Kehidupan di Kantor / Office Romance / Tamat
Popularitas:598.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Septira Wihartanti

Aku belum pernah bertemu atau pun berbicara dengan Komisaris di kantorku. Sampai kami bertemu di Pengadilan Agama, dengan posisi sedang mengurus perceraian masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mama

Nikah Siri?

Aku tidak salah dengar kan?

Felix mengajakku nikah siri?

Kudengar itu tidak menguntungkan pihak wanita karena tidak dapat dicatat di negara. Apa tujuan dia mengajakku nikah siri?

"Pernikahan resmi kita sebulan lagi, apakah perlu Menikah secara siri?!" tanyaku.

"Untuk menghilangkan perbuatan zina," desis Felix.

Jelas aku makin bengong, dong.

Apa di pikirannya hanya ada hal itu?!

Dan perlukah aku tanya alasannya? Harga diri laki-laki terletak di sana.

Dan sebagai seorang janda yang pernah menikah dengan pria yang bisa dibilang kalau tidak 'keluar' dia jadi seperti anjing rabies, marah-marah tak jelas, aku sangat mengerti tujuan Felix mengajak nikah siri.

"Aku… Tanya Mamah kamu dulu," desisku

"Mamahku?!"

"Iya, Mama kamu. Sebagai wanita yang melahirkan kamu, dan sebagai pengganti ibuku. Kalau dia bisa sejalan dengan pikiranku, aku akan kabulkan permintaan kamu,"

"Maksud kamu?"

Aku menarik nafas panjang

"Percaya saja padaku," desisku sambil berjalan menuju arah Mamah Felix yang sedang di teras makan kudapan manis sambil mengawasi cucu-cucunya berenang.

**

"Tante, saya boleh bicara?" aku menunduk sopan ke arahnya sambil tersenyum.

Dia menatapku sambil mengernyit.

"Tante? Pernikahan kamu sebulan lagi, tapi aku masih dipanggil Tante?" tanya Mamah Felix.

"Maaf tapi saya belum terbiasa punya… Seorang ibu. Karena itu saya ingin sekali mengenal Tante lebih dalam sekarang. Mumpung ada waktunya?" rayuku.

"Loh, boleh dooong. Ayo sini kita jalan-jalan keliling rumah," Mamah Felix menggandeng tangan ku sambil beranjak. Diusianya yang ke 60 tahun, dia masih cukup enerjik.

**

"Tante, jujur saja, Tante merestui pernikahan kami lahir batin?" Tanyaku hati-hati.

"Kenapa kamu tanya begitu?" Mamah Felix berbicara begini, tapi aku melihat ada senyuman tipis di bibirnya, seakan dia sudah tahu kalau aku akan menanyakan hal ini cepat atau lambat padanya.

"Saya tidak memiliki apa-apa, Tante. Apakah Tante tidak kuatir kalau tiba-tiba saya ini penipu yang hanya mau uangnya Felix saja?!"

"Hm, yaaa tentu ada kekhawatiran di awal, masa tidak ada? Saya kan tidak kenal kamu,"

"Lalu kenapa tante sepertinya mendukung saja pernikahan saya?"

"Hehe, duduk dulu, sini," Mamah Felix menepuk-nepuk kursi di sebelahnya yang mengarah ke arah taman bunga di area halaman tengah.

Dengan ragu aku menatapnya wajahnya yang cantik, aku duduk di sebelahnya sambil memperhatikannya.

"Kamu tidak tahu apa yang terjadi saat Felix bilang ingin menikah lagi. Padahal

Keluarga Mantan memukul jatuh kami secara mental dan fisik. Habis-habisan kami menghadapi mereka, Felix sampai berulang kali masuk rumah sakit karena anemia. Tentu saja awalnya saya menentang pernikahan kalian."

Aku terkejut dengan penjelasannya.

Felix bisa sampai begitu?

"Anak itu tidak pernah jatuh cinta, sekalinya mencintai orang yang salah. Dari awal kami sudah tahu seperti apa tabiat Felicia. Seperti apa tabiat keluarganya. Sepak terjang mereka tidak begitu baik di mata kami. Tenaga Felix diperas untuk kekayaan mereka. Sama seperti… Keluarga mantan kamu memeras tenaga kamu. Ini dalam versi konglomeratnya,"

"Ah… Ya," sontak aku membayangkan masa lalu, saat aku jatuh bangun berusaha sekuat tenaga untuk bekerja, sementara Tommy hanya malas-malasan di rumah.

"Kelebihan Felix adalah… Dia masih memiliki kami. Orang tuanya. Yang menjadi rem untuknya saat dia menekan pedal gas terlalu dalam," Mamah Felix menghela nafas seakan lega dengan keputusannya.

Ia melanjutkan ceritanya, "Waktu itu, suami saya mendapatkan bukti otentik mengenai perselingkuhan Felicia. Dan kami berpikir hal ini pasti tidak bisa sekedar bercerai. Kami beritahu Felix, pada awalnya Felix masih tidak percaya. Tipikal suami yang kelewat setia dan sangat mencintai istri,"

"Saat itu kami… Meminta Felix untuk memperbesar rumah ini. Dengan penghasilannya sendiri, dengan uang yang tidak terdapat campur tangan keluar besan,"

"Bukannya saya mata duitan ya, tapi kalau sampai pernikahan anak itu berakhir, dia akan kembali ke sini. Ke rumah orang tuanya. Saking maksanya saya waktu itu, saya sampai bawa-bawa Agama loh, kalau surga istri itu ada di bawah kaki suami, dan surga suami ada di bawah kaki ibunya Yaitu Saya. Padahal saya juga tak yakin sama kalimat itu ada hadisnya atau tidak. Haha. Tapi saya maksa, rumah ini harus direnov semewah mungkin. Tujuannya untuk menaikkan harga jual. Agar… saat hartanya sudah habis untuk Felicia, setidaknya dia masih bisa kembali ke sini dan menikmati hidup nyaman."

Astaga…

Hati seorang ibu.

"Dan…" Mamah Felix meletakkan tangannya di pahaku dan menepuk-nepuk dengan lembut, "Suami saya akhirnya menghubungi owner Garnet Bank. Minta untuk diberikan surat penawaran perekrutan tenaga kerja untuknya. Agar Felix bisa kembali ke Indonesia, dipinang Garnet Bank untuk menjadi Komisaris. Untung-untungan saja,"

"Katanya itu bertentangan dengan ketentuan dari pihak mertua, Tante?"

"Ya, karena Three kings adalah saingan bisnis mereka,"

"Jadi begitu,"

"Diluar dugaan, Felix mau. Dia bahkan menginvestasikan uangnya di Garnet Bank. Bahkan dia bersedia menjabat di Beaufort. Saat tabungan meningkat, datang 'pinangan' dari Amethys. Astaga kami seperti dapat durian runtuh!"

"Kalau ketiganya adalah saingan bisnis Felicia… dan menyalahi aturan perjanjian bisnis, Felix didenda dong Tante?"

"Yah pasti didenda. Bahkan dia diblacklist dari jajaran direksi. Tapi hasil saham dari perusahaan saingan, tidak akan bisa diakui oleh mereka. Itu perjanjiannya. Kalau Felix ingin mempertahankan pernikahan, dia harus keluar dari manajemen Garnet. Saat itu… Mungkin anak itu dapat hidayah atau sudah bosan dengan kelakuan istrinya, keluar kata Talak dari mulutnya,"

"Dendanya…?"

"1 triliun,"

"Astaga… Tante, itu semua uang,"

"Chintya," Mamah Felix menatapku dengan sungguh-sungguh, "Gold digger ada macam-macam. Bercerai dengan sesama konglomerat jauh lebih rugi dari pada bercerai dengan istri yang tak tahu apa-apa. Setidaknya ia kurang mengerti masalah taktik bisnis. Uang bercerainya jauh lebih murah,"

"Makanya Tante bertanya, saya orang kaya atau bukan?"

"Felix yang ngomong begitu ya?! Ember banget sih tu anak!" omel Mamah Felix.

"Tapi 1 triliunnya?"

"Alhamdulillah Tertutup dengan hasil saham dari Garnet dan Beaufort. Bahkan kami masih dapat keuntungan lebih,"

"Seharusnya dengan dana denda itu perusahaan mantan bisa besar dong Tante?"

"Itulah… rejeki yang didapat dengan jalan dzalim, yang tidak ada keikhlasan oleh si pemberi, hanya akan habis tanpa sisa," kembali Mama Felix menepuk-nepuk pahaku. "Saya tidak bisa bilang semua uang ini halal ya, permainan saham dan Perbankan kan termasuk riba. Dosa kami adalah urusan yang Di Atas,"

"Lalu bagaimana dengan saya?"

"Pertimbangan saya mengenai kamu… Pertama kamu memiliki nasib yang kurang lebih sama dengan Felix. Kedua, kamu bukan orang kaya dan mengerti pahitnya berjuang. Ketiga… Kamu karyawan Garnet. Mereka memiliki metode berbeda untuk merekrut karyawan. Kondisi psikologis di Garnet lebih stabil karena tekanan kerja diatur sedemikian rupa untuk kenyamanan karyawan,"

"Hooo, sampai begitu penilaian Tante ya,"

"Chintya," Mamah Felix menggenggam tanganku, "Saya juga dibesarkan tanpa Mamah saya. Dia meninggal setelah melahirkan saya. Sosok ibu dalam kehidupan saya hanyalah ibu tiri, istri-istri bapak saya. Hidup saya tidak sekedar ejekan, Chintya. Perundungan yang saya alami karena memiliki wajah oriental sudah merambah ke pelecehan seksual dan penganiayaan, kelebihan saya adalah semangat dan otak. Setelah lulus SMA, saya pikir menikah bisa memperbaiki kualitas hidup saya, ternyata tidak juga. Saya menjanda dua kali. Akhirnya saya mendaftar beasiswa pendidikan di kedutaan untuk tinggal di Inggris. Saya tinggikan harga diri saya,"

"Di Inggris saya juga tidak langsung bertemu Papanya Felix. Hal berbau rasis selalu muncul karena mata sipit saya, dan karena agama saya. Saya sampai hampir bunuh diri menyayat lengan saya," ia memperlihatkan bekas luka baret di pergelangan tangannya.

Aku terperangah mendengar penuturan Mamah Felix. Ia lalu melanjutkan kalimatnya dengan suara yang tegas dan percaya diri.

"Pengalaman saya mengajarkan, mana wanita yang benar-benar wanita, dan wanita yang sekedar wanita. Yang hatinya hanya untuk tampilan fisiknya, dan yang hatinya untuk kehormatannya. Yang otaknya untuk kesenangan duniawinya, dan yang otaknya untuk kenyamanan akhiratnya."

Kami terdiam menikmati percikan air di kolam ikan depan kami.

Pikiranku dipenuhi berbagai hal.

Dadaku terasa sesak.

Di sebelahku ini adalah sosok sebenarnya seorang ibu. Yang cinta dan kasih sayangnya dituangkan sepenuhnya untuk anaknya.

Ia tidak terlalu ikut campur, tapi dia selalu ada.

Perlahan, kugerakkan tanganku ke arahnya.

Kuraih tangan dengan kulit yang tipis itu, tanda bertambahnya usia.

Lalu kucium punggung tangannya.

Aku ingin memanggilnya 'Mama'.

Ia menarik tangannya, lalu mencondongkan tubuhnya dan memelukku. Usapan tangannya di punggungku membuat pikiranku buntu.

Air mataku turun, reflek tubuhku.

Untuk pertama kalinya setelah perceraianku, aku menumpahkan semua semua tangis dan keluh kesahku di bahunya yang rapuh.

1
Heni Umami
👍👍👍👍
Bakul Lingerie
kangen Geng Putus/Kiss/
Bakul Lingerie
Ga papa,, ribut aja di kantor.. dlu CEO kamu juga sering bikin heboh kantor . penggemarnya banyak yg dtg bikin rusuh🤣🤣🤣🤣
Bakul Lingerie
aku kesini lagi..
salah satu dari mininovel madam yg paling aku suka.. 😍
Dede Maesaroh
ikut nangis😭
Maya Ratnasari
ayat 250
sukensri hardiati
ngulang baca ah....
Risma Wati
bagus ceritanya..to the point,ga banyak drama.,sukaaaa
Reni Novitasary
so sweet
Nining Chili
😁😁😁
Ena Ariani
kerenn
Febi Chan😍
aq baca lagi di bulan Mei 2025
sesuka itu aq pada karyamu thor
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
wkwk bu cin mikir apaan sih 🤭
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
buset dah mokondo pedofil pula
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
njirr beda ye perlakuan cowok mateng ama abg tanpa babinu langsung hap
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
sekali" merakyat pak
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
dunia kerja keras say, diatas difitnah dibawah di injek, yang tau kerja keras kita cuma diri sendiri
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
goblok tom, si Rani juga gendeng banget dikibulin mau aja gusti 🤦🏼‍♀️
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
lah malah main ancem"an belom tau kebenarannya kek gitu
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
wow gini cara mainnya kek, pak artha ye di lepas semua dulu kalau kelilit tinggal di ambil lagi 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!