"Gak usah sok baik sama gue. Ingat, lo tuh orang yang paling gue benci," sewot Niar saat berhadapan dengan bos sekaligus mantan saat SMA dulu. Takdir macam apa ini? mau resign sayang gaji dan fasilitas penunjang, bertahan juga harus menyiapkan mental bertemu dengan dia setiap hari.
"Gak usah jutek gitu. Nanti minta balikan," ledek Gesta yang memang senang sekali bisa bertemu dengan mantan pacar yang terpaksa putus, padahal masih sayang.
Akankah mereka akur dan bisa profesional? happy reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TENTANG KELUARGA
Tangan Wilona gemetar saat mendapat pesan dari Aji, diminta menemui Gesta setelah makan siang. Pikirannya jelas tertuju pada video rekaman yang diambil oleh anak Bang Anton.
Aku dipanggil kenapa, ya Bang Aji? Wilona membalas pesan Bang Aji dengan ketakutan, tak ada nada angkuh dalam ketikannya.
Bersama Bang Anton. Hanya itu balasan Bang Aji, dan membuat Wilona memejamkan mata. Tangannya mengepal erat. Ingin memaki anak Bang Anton itu, tapi dia tahan. Sejak tadi malam memantau media sosial, ternyata si bocah ingusan itu langsung mengirimkan video ke bos. Memang mereka dekat? Sumpah, Wilona tak bisa tenang sama sekali.
Ponselnya berdering, tertera nama asistennya. "Halo?" jawab Wilona dengan nada ketus.
"Busyet. Lo kok bisa teledor banget, Wilo," sewot sang asisten. Wilona hanya memejamkan mata, apa mungkin sang asisten sudah tahu. Secepat itu tim talent dan Gesta menciduk kelakuan Wilona.
"Apa?" tanya Wilona memastikan apakah sang asisten sedang membahas videonya dengan Bang Anton.
"Lo gak tahu, kalau ada video di media sosial mengarah ke lo? 3 menit lalu diunggah, Wilo!" sumpah demi apapun, Wilo semakin gemetar. Ia menutup panggilan telepon, dan segera mencari video itu. Dia langsung terduduk, tanpa sensor lagi. Bahkan wajah close-upnya terpampang jelas. Semalaman menunggu, ternyata anak Bang Anton share saat jam penggunaan media sosial tinggi. Langsung fyp dan semua tag nama Wilona. Jelas Bang Anton tidak ada yang mengenal, hanya tertulis Model kenamaan sedang asyik memadu kasih bersama suami orang.
Wilona membanting ponselnya di kasur, memegang rambut erat-erat seolah kepalanya akan pecah. "Tak mungkin karir gue hancur begitu saja! Enggak, gue gak terima!" teriaknya frustasi.
Sedangkan di kantor Gesta, kasak-kusuk tentang Wilona terus terdengar, terlebih ada video tersebut makin riuh saja pembicaraan di bawah meja. Bahkan tim keuangan langsung menghitung kerugian Wilona yang akan membayar pinalti ke perusahaan, sejenak kantor hanya berkutat dengan skandal Wilona.
"Pak Gesta pintar banget ya, revisi kontrak. Selama ini mana ada aturan mengikat begini, si Wilo dan Bang Anton selalu main aman. Huh, kena kau sekarang!" ceplos Hego, sepertinya bangga sekali skandal ini terungkap.
Niar menjawil lengan Hego. "Senang amat, Pak?" sindir Niar dan dijawab tawa nyaring Hego.
"Sok-sok an nolak gue, malah pilih suami orang, kena batunya kan sekarang!" rekan kerja spontan tertawa, ternyata korban ditolak Wilona toh, pantas saja bahagia banget ada skandal ini.
Anak-anak masih bahas Wilo? Sebuah pesan masuk dari Gesta ke ponsel Niar. Setelah sekian lama tak pernah chat, si mantan kembali menghubunginya terkait model perusahaan. Niar yakin, Gesta sekarang pasti mumet juga. Tindakan Wilona ini akan berefek pada produk perusahaan yang dibintangi perempuan cantik itu.
Masih. Kenapa Pak? Tanya Niar kepo, siapa tahu ada hal yang harus dikeep, nanti Niar akan membantu bicara dengan rekan lain untuk stop bahas model itu.
Jangan sampai bahas Wilo di media sosial. Setelah makan siang nanti, akan ada pernyataan resmi dari perusahaan.
Niar paham, ia langsung meneruskan pesan Pak Gesta, ke grup karyawan. Teman, dapat salam dari Pak Gesta. Begitu kalimat pengantar Niar.
Beres cantik.
Yang dichat langsung Bu Mantan euy.
Kayaknya Pak Gesta pernah diincar Wilo ya, Ni?
Pak Gesta melek kali, mending Niar yang ting-ting. Kan dulu Wilo pernah dipakai Om Pak Gesta.
Makin ramai sekali grup karyawan bahkan ada yang menyinggung Om Pak Gesta yang sempat membuat Niar penasaran, dan tidak dilanjutkan oleh Meta.
"Emang kasusnya dulu gimana sih?" tanya Niar dengan memelankan suara pada Meta.
"Masih penasaran?" tanya Meta dan tentu saja Niar mengangguk.
"Wilo pernah menggugurkan kandungan anak Omnya Pak Gesta. Saat itu Omnya adalah manajer keuangan di perusahaan. Uang perusahaan digelapkan hampir 2 M!" terang Meta. Niar melongo kaget.
"Terus kok dipertahankan?" tanya Niar. Logikanya setelah ada skandal itu gak perlu dipertahankan kan?
"Papa Pak Gesta tak mau jahat pada adiknya, beliau menutup kasus tersebut, dan masih menuruti keinginan Om Pak Gesta. Sempat terdengar, si Om mengancam kalau Wilo sampai bicara di pihak luar maka tamat perusahaan ini, dan memperburuk nama si Om. Papa Pak Gesta menuruti!" Niar menggeleng tak terima. Sudah salah malah memberi ancaman, lalu Papa Gesta terkesan tidak tegas sama sekali.
"Terus sekarang Om Pak Gesta di mana?" tanya Niar.
"Pengacara!" jawab Meta asal. Niar mengerutkan dahi.
"Maksudnya?"
"Pengangguran banyak acara, sukanya touring dan minta transfer papa Pak Gesta. Bahkan pernah terdengar kedua orang tua Pak Gesta hampir cerai, gara-gara si Om," Niar makin melongo, ternyata di balik Gesta yang berprestasi di luar negeri, kondisi keluarganya tak baik-baik saja. Mendadak Niar iba pada sang mantan.
"Pelajaran dari kisah si Om, nanti kalau sudah punya anak, tak perlu semua hal dituruti. Ada satu titik atau moment mereka harus diajarkan dalam meraih sesuatu harus berusaha dengan mengandalkan dirinya dulu, sebelum meminta ke orang tua!" sebuah nasehat bijak dari Meta.
Niar mengerutkan dahi, "Kok Anda sebijak ini?" Meta langsung berdecak sebal, tak menyangka respon Niar yang meragukannya bisa jadi ibu peri.
"Kok gak yakin sih, kalau aku bisa bijak," Meta pura-pura cemberut. "Padahal aslinya itu adalah omongan mama Pak Gesta saat acara gathering kantor sebelum lo gabung!" kan Niar langsung menampol lengan Meta, mana bisa seniornya itu bijak. Hidupnya penuh slengekkan juga.
"Gue salut sih, mama Pak Gesta udah cantik, pintar, dan elegan banget. Psikolog handal sih, dulu hubungan lo sama keluarga Pak Gesta bagaimana?" tanya Meta, senyum Niar menghilang.
Mengingat hubungan yang hanya bertahan setahun lebih dekat, belum ada moment perkenalan dengan keluarga. Niar dan Gesta hanya berurusan dengan pribadi masing-masing. Belum ada tahapan mengenalkan keluarga, lagian terlalu dini bukan sih, dikenalkan keluarga masing-masing. Toh pada akhirnya putus juga. Niar malah bersyukur, saat melamar di sini dan baru tahu setelah tanda tangan kontrak kerja bahwa perusahaan ini adalah milik sang mantan. Sehingga tak perlu ada rumor diterima karena papa Gesta. Murni usaha Niar.
"Kita belum sempat berkenalan dengan keluarga masing-masing saat itu," jawab Niar sendu.
Meta menepuk pundak Niar. "Bagus malah, jadi kamu tahu kondisi keluarga Gesta di usia sekarang, sehingga kamu bisa bijak mau melanjutkan hubungan dengan Pak Gesta ke jenjang nikah atau enggak, dengan gambaran keluarga seperti itu!" ucap Meta, mengingatkan bahwa menikah tidak hanya hubungan dua orang, tapi juga dua keluarga dengan latar belakang berbeda. Niar ditunjukkan keluarga Gesta seperti ini, bisa jadi sebagai pertimbangan bila mereka balikan.
lanjut pasti nya..
lanjotkan kak🤭
sama2 terbuka...
jadi nya enak...bisa nyari solusi bareng..
tapi niar harus kenal dulu siapa zaldy..
Biarin aja Gesta emg demennya ma cwe bekasan yg udh berbuntut.. Biar nyaho tuh gesta dapetin cewe sekenan 🤣
Btw ga pantes thor tu cwe dikasi nama angel, hrsnya devil aja 🤭