NovelToon NovelToon
SUAMI SEWAANKU SANG MAFIA PENGUASA

SUAMI SEWAANKU SANG MAFIA PENGUASA

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Perjodohan
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

Demi menghindari perjodohan gila dengan rentenir tua pilihan ibu tirinya, Alana nekat menyewa seorang pria asing di pinggir jalan untuk menjadi suami pura-puranya dengan bayaran 5 juta sebulan. Pria itu tampak seperti pengangguran tampan yang sedang butuh tempat sembunyi.

​Alana bekerja keras siang malam untuk menghidupi "suami miskinnya" itu. Ia bahkan rela membelikan pria itu kemeja obralan agar terlihat rapi saat menemaninya.

​Namun, Alana tidak pernah tahu bahwa pria yang setiap malam tidur di sofa sempit apartemennya adalah Xander, pemimpin kartel mafia paling ditakuti sekaligus CEO triliuner yang kekayaannya tak berseri. Saat keluarga tiri Alana mencoba menginjak-injak hidup gadis itu, mereka tidak sadar bahwa mereka telah membangunkan iblis kejam yang sedang menyamar.

​"Siapa pun yang berani menyentuh milikku, bersiaplah kehilangan nyawa." — Xander.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Jebakan Berselimut Salju

Lampu merah darurat terus berputar liar, menyelimuti wajah Xander dalam bayangan yang mengerikan. Genggaman pria itu pada pintu baja begitu kuat hingga urat-urat di lengan kekarnya menegang ekstrem. Dante bukan sekadar tangan kanan; pria itu adalah saudara seperjuangan yang telah berulang kali bertaruh nyawa bersamanya di medan perang bawah tanah.

​"Xander, tunggu!"

​Alana berlari kecil menghampiri suaminya, menahan lengan kekar Xander sebelum pria itu melangkah keluar dari ruang tembak. Pistol Sig Sauer P365 yang baru saja dipelajarinya masih terselip aman di pinggang gaun tidurnya.

​"Ingat transmisi radio dari Volkov beberapa jam yang lalu, Xander," ucap Alana, napasnya memburu namun matanya memancarkan kejernihan pikiran yang luar biasa. "Dia mengancam akan mengambilku dari ranjang jika kau lengah. Bagaimana jika kejatuhan Dante di Rusia adalah umpan? Dia sengaja memancing sang dewa perang keluar dari bentengnya!"

​Xander menghentikan langkahnya tepat di ambang pintu. Rahangnya mengeras seketika.

​Kata-kata Alana menghantam logika taktisnya seperti godam baja. Benar. Ivan Volkov bukanlah orang bodoh yang akan membiarkan jalur logistiknya diserang begitu saja tanpa persiapan. Skenario ini terlalu rapi. Volkov sengaja mengorbankan pasukannya di St. Petersburg hanya untuk menembak jatuh jet siluman Dante, tahu persis bahwa Xander tidak akan pernah membiarkan saudaranya mati.

​Jika Xander pergi ke Siberia sendirian, Pulau Hantu akan kehilangan pertahanan tertingginya. Namun, jika ia tetap diam di pulau ini, Dante akan mati membeku atau disiksa perlahan oleh para serigala Rusia.

​Xander berbalik perlahan, menatap Alana dengan tatapan obsidian yang berkilat tajam, dipenuhi badai emosi yang bergolak. Pria itu menangkup kedua pipi Alana dengan telapak tangannya yang hangat.

​"Kau benar, Sayang. Ini adalah jebakan catur yang dirancang untuk memisahkan kita," bisik Xander, suaranya terdengar serak namun sarat akan otoritas yang mutlak. "Volkov ingin aku pergi agar dia bisa menyerang pulau ini. Tapi dia lupa satu hal... aku tidak pernah bermain sesuai aturan musuh."

​Xander menarik napas dalam, mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya.

​"Kemasi pakaian musim dinginmu sekarang, Alana. Kau ikut denganku ke Rusia," perintah Xander tanpa keraguan sedikit pun. "Satu-satunya tempat paling aman untukmu di alam semesta ini adalah di dalam radius jarak pandangku. Jika aku harus masuk ke dalam neraka salju, maka kau akan berada di sisiku, di bawah perlindungan lenganku sendiri."

​Alana tertegun sejenak, namun ia segera mengangguk mantap. Tidak ada ketakutan lagi di matanya. Hanya ada kesetiaan mutlak seorang istri kepada suaminya.

​Tiga puluh menit kemudian, di hanggar rahasia terdalam Pulau Hantu.

​Aegis Two—jet supersonik taktis generasi terbaru yang dilengkapi perisai kamuflase termal dan persenjataan berat—telah mengaktifkan mesin turbinnya. Suara raungan mesinnya bergetar rendah di lantai beton hanggar.

​Xander dan Alana melangkah menaiki tangga jet. Keduanya kini telah dibalut mantel musim dingin tebal berwarna hitam legam yang dilapisi serat kevlar anti-peluru di bagian dalam. Di belakang mereka, empat komando elit Pasukan Bayangan yang tersisa ikut mengawal dengan persenjataan lengkap.

​Suara Elena terdengar melalui earpiece taktis di telinga Xander saat mereka duduk di kursi kemudi kabin utama.

​"Tuan Besar, koordinat suar darurat dari kursi pelontar Dante terdeteksi di koordinat 67 derajat Utara, jauh di dalam lubuk hutan taiga Pegunungan Verkhoyansk, Siberia," lapor Elena dari ruang medis dengan nada cemas. "Suhu di titik jatuh saat ini mencapai minus empat puluh derajat Celsius. Badai salju ekstrem sedang berlangsung, membatasi jarak pandang hingga nol."

​"Tetap kunci koordinat itu, Elena. Jangan biarkan sinyalnya hilang," jawab Xander dingin sembari mengunci sabuk pengaman Alana dengan tangannya sendiri. "Kami lepas landas sekarang."

​Jet hitam itu melesat keluar dari terowongan hidrolik tebing karang, menanjak vertikal membelah awan badai malam Samudra Hindia, terbang dengan kecepatan tiga kali kecepatan suara menuju utara.

​Di dalam kabin yang senyap, Alana menggenggam erat jemari kokoh Xander. Di depan mereka, hamparan salju abadi Siberia yang membekukan dan ribuan pasukan Volkov yang telah bersiaga sudah menunggu kedatangan mereka. Perburuan berdarah di tanah Rusia resmi dimulai.

​(Bersambung...)

1
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍
Orang_Cuman_Cerita: Lagi Proses Kak 👍
total 1 replies
Anonim
Lanjutkan 👍
Orang_Cuman_Cerita
Sukakan?💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!