NovelToon NovelToon
GILA! IDOLA SMA-KU JADI ATASAN YANG GENIT BANGET

GILA! IDOLA SMA-KU JADI ATASAN YANG GENIT BANGET

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Idola sekolah
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Abu

Zea pernah diam-diam mencintai Bara, sang kakak kelas di SMA . Namun sebuah kejadian memaksanya pergi, meninggalkan perasaan itu tanpa sempat terungkap.

Sepuluh tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali dalam posisi yang berbeda yaitu Bara sebagai atasan dan Zea sebagai bawahan.

Perasaan lama yang Zea kira telah hilang, ternyata masih tersimpan rapi. Tanpa ia sadari, Bara pun menyimpan hal yang sama selama ini.

Namun waktu telah mengubah banyak hal. Rahasia masa lalu, jarak yang dulu tercipta, dan keadaan sekarang menjadi penghalang yang tak mudah dilewati.

Kini, keduanya harus memilih bertahan dalam diam, atau akhirnya memperjuangkan cinta yang sempat tertinggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Abu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sentuhan Tak Sengaja yang Membuat Dunia Berhenti Berputar

Suasana sore semakin terasa hangat dan syahdu.

Matahari mulai perlahan tenggelam, memancarkan cahaya keemasan yang menerangi jalanan setapak yang akan mereka lalui. Membuat suasana terasa seperti di dalam film.

Setelah memastikan motor besarnya aman ditinggal, Bara berjalan mendekati motor bebek warna merah kesayangan Zea.

Jujur saja, motor ini terlihat sangat kecil dan sederhana dibandingkan motor sport yang biasa ia kendarai. Rasanya agak aneh dan asing baginya harus naik kendaraan sekecil ini.

Bara menghela napas pelan.

Dengan gerakan anggun namun tetap maskulin, ia mengangkat kakinya dan duduk di jok belakang.

Jok motor itu memang sempit, membuat jarak tubuh mereka menjadi sangat dekat. Bahu tegap Bara hampir bersentuhan dengan punggung Zea.

Jantung Zea seketika berdegup kencang bak genderang perang.

''Ya Allah... bau parfumnya wangi banget sih! Jangan pingsan Zea, jangan pingsan! Kuatkan iman!'' batinnya berteriak panik.

Dengan patuh, Bara meletakkan tangannya di sisi kiri dan kanan jok, menahan tubuhnya agar tidak goyang.

"Siap berangkat!" seru Zea.

BRUM... BRUM... 🛵💨

Mesin motor menderu pelan, lalu mulai melaju meninggalkan tempat itu. Awalnya jalanan masih mulus, angin sore berhembus sejuk menerpa wajah mereka. Zea mencoba menyetir dengan santai, meski dalam hati dia was-was setengah mati.

Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama.

Saat memasuki jalan yang agak rusak dan berbatu, tiba-tiba...

BUJUR! ⚠️

Motor melewati sebuah lubang besar yang tidak terlihat karena tertutup bayangan pohon.

"WAH!" seru Zea kaget.

Motor terguncang keras ke atas lalu ke bawah dengan sangat hebat. Tubuh Bara yang tinggi dan besar ikut terlempar ke depan karena gaya gravitasi.

SRETT!

Dalam refleks cepat untuk menahan tubuhnya agar tidak menabrak punggung Zea atau bahkan jatuh dari motor, tangan kanan dan kiri Bara secara otomatis mencari pegangan yang kuat.

Dan tanpa sengaja...

Tangannya mencengkeram pinggang ramping Zea dengan kuat!

DEG!

Dunia seakan berhenti berputar detak itu juga.

 

📍 POV ZEA

Zea merasa tubuhnya kaku total.

Dia merasa ada dua tangan besar yang hangat dan kokoh melingkar erat di pinggangnya. Sentuhan itu terasa begitu jelas menembus kain seragamnya, hangat, dan membuat seluruh tubuhnya terasa dialiri listrik.

''Apa... apa ini?!'' batin Zea meledak.

''Tangannya... tangannya di pinggangku?! Bara pegang pinggangku?! Duh Gusti... rasanya pengen pingsan sekarang juga!''

Wajah Zea seketika memerah padam sampai ke telinga. Tangannya yang memegang stang jadi gemetar hebat, motor pun jadi sedikit oleng karena syok.

 

📍 POV BARA

Bara juga sama kagetnya.

Begitu motor mulai stabil kembali, dia sadar betul apa yang baru saja dia pegang. Dia buru-buru ingin melepaskan tangannya, tapi karena jalanan masih bergelombang, dia terpaksa membiarkan tangannya tetap di situ sebentar agar Zea tidak kehilangan keseimbangan.

Wajah Bara yang biasanya pucat dan dingin, kini terlihat sedikit memerah di bagian pipinya. Dia merasa aneh.

Pinggang cewek ini ternyata kecil dan lembut, berbeda dengan kesan tomboy yang dia tunjukkan selama ini. Ada sensasi hangat yang aneh menjalar ke seluruh tubuhnya saat menyentuh bagian itu.

Setelah melewati jalan rusak itu, Bara perlahan melepaskan cengkeramannya dan kembali meletakkan tangan di jok.

Tapi suasananya... jadi canggung banget. Panas. Kaku.

 

"E-eh...! K-kamu tadi apaan sih?!" seru Zea berusaha tetap fokus ke depan, tapi suaranya sedikit bergetar.

"Enggak... tadi jalanannya lubang banget. Aku hampir jatoh. Refleks doang." jawab Bara berdeham pelan, menutupi gugupnya dengan nada datar.

"Refleks apaan?! Kan aku udah bilang pegang jok doang! Eh malah megang... megang pinggang!" sahut Zea masih merasa pinggangnya kesemutan dan hangat.

Zea menepuk pipinya sendiri pelan dalam hati.

''Tenang Zea, tenang! Itu cuma nggak sengaja! Jangan baper! Jangan baper!''

"Kamu nyetirnya ngebut banget. Jalanan rusak gitu juga ditabrakin. Kalau aku nggak pegang apa-apa, bisa nyungsep kita berdua." sahut Bara sedikit mendecakkan lidah, tapi nadanya tidak marah.

"Ya kan aku nggak liat lubangnya! Lagian... lagian tangan kamu panas tau!" seru Zea membela diri, mukanya makin merah.

Begitu kalimat itu keluar, Zea langsung ingin menampar mulutnya sendiri.

''Buset Zea! Ngomong apa sih kamu?! Memalukan banget!'' 😭

Di belakang, Bara sedikit tersentak mendengar itu. Dia menatap punggung Zea yang terlihat gemetar.

Untuk pertama kalinya, sudut bibir Bara terangkat sedikit membentuk senyum tipis yang sangat tipis, tidak terlihat oleh Zea.

"Kamu juga... pinggangnya kecil." bisik Bara pelan, hanya terdengar oleh angin.

"Hah? Apa tadi? Ngomong apa?" tanya Zea.

"Enggak. Nggak ngomong apa-apa. Fokus nyetir." jawab Bara langsung kembali dingin dan datar.

Sepanjang perjalanan, Zea jadi tidak tenang sama sekali.

Setiap kali ada angin berhembus, dia bisa merasakan napas hangat Bara menerpa lehernya.

Dan rasa sentuhan tangan besar itu di pinggangnya seakan masih tertinggal, hangat dan membuat jantungnya tidak bisa berdetak normal.

''Ya ampun... cewek secantik Nayla aja dia tolak mentah-mentah,'' batin Zea bercampur aduk antara senang, takut, dan bingung.

''Masa gue yang cuma cewek biasa ini bikin dia pegang-pegang gini?! Apa ini cuma perasaan gue doang apa gimana sih?!''

1
paijo londo
aduuuh zea kamu bikin bara gregetan campur penasaran tuh🤦🤦🤭🤭🤭
paijo londo
lucu ya kalo malu malah g mau ketemu🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!