NovelToon NovelToon
Olaf & Cyntaf

Olaf & Cyntaf

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Orang lama menang karena sejarah, tapi orang baru menang karena masa depan."

Azeant Apolo-valerio kehilangan cintanya, namun menemukan kembali harga dirinya. Kata "Putus" dari Claudia Astor seharusnya menjadi akhir, namun bagi pewaris tunggal keluarga Valerio ini, itu hanyalah sebuah awal dari pembebasan.

Apolo adalah pria yang hidup dalam presisi rumus teknik, namun ia gagal menghitung variabel ego seorang wanita yang hanya haus akan validasi.

Segalanya berubah saat sebuah notifikasi dari aplikasi kencan masuk, membawa nama Veronica Brooklyn.
Gadis itu adalah anomali; dia tidak memuja ketampanan Apolo, malah menantangnya dengan kejujuran yang Brutal.

Veronica hadir bukan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Claudia, melainkan untuk menciptakan standar baru yang tak pernah Azeant Apolo-valerio bayangkan sebelumnya.

Apolo belajar bahwa terkadang, orang yang datang paling akhir adalah satu-satunya yang layak menjadi yang pertama.

🦋
Selamat Membaca 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#25

​Sinar matahari pagi New York menerobos masuk melalui jendela-jendela kristal setinggi langit-langit di ruang makan utama Mansion Valerio.

Ruangan itu luas, dengan dekorasi neoklasik yang kental, namun pagi ini kemewahannya terasa sekunder dibanding keriuhan yang memenuhi udara.

Aroma kopi yang baru diseduh, croissant mentega yang hangat, dan wangi pancake beri biru beradu dengan suara denting alat makan perak serta tawa yang ringan.

​Veronica berdiri di ambang pintu, tangannya meremas ujung sweter kasmir berwarna krem yang ia kenakan. Jantungnya berdegup kencang, sebuah perasaan asing yang lebih menyeramkan dibanding menghadapi ujian akhir di NYU atau konfrontasi dengan Morana Garfield. Ini adalah rasa gugup karena takut kebahagiaan ini hanyalah sebuah gelembung sabun yang siap pecah kapan saja.

​"Gugup?" bisik sebuah suara bariton di dekat telinganya.

​Veronica sedikit tersentak. Ia menoleh dan menemukan Azeant berdiri di sampingnya. Suaminya itu tampak jauh lebih santai pagi ini, mengenakan kemeja linen putih dengan lengan yang digulung hingga siku, memperlihatkan jam tangan hitam yang elegan namun maskulin. Tatapan matanya tidak lagi tajam atau penuh tuntutan; ada kelembutan yang hanya diperuntukkan bagi istrinya.

​Vea—nama panggilan kesayangannya—hanya mengangguk kecil. "Aku... aku tidak terbiasa dengan ini semua, Azeant. Di panti, sarapan adalah tentang siapa yang paling cepat mengambil roti. Di rumah Garfield, sarapan adalah tentang siapa yang paling cepat menyelesaikan makan agar bisa segera menjauh dari meja. Tapi di sini..."

​"Di sini adalah rumahmu, Vea," potong Azeant tegas namun lembut. Ia meraih telapak tangan Veronica, mengaitkan jemari mereka, dan membawanya masuk ke dalam pusaran kehangatan keluarga Valerio.

​Begitu mereka mendekati meja makan panjang dari kayu ek gelap, perhatian semua orang seolah tersedot ke satu titik. Namun, bukan ke arah pasangan pengantin baru itu, melainkan ke arah kursi tinggi khusus balita di mana Matthew duduk dengan gagahnya.

​"Aaa... buka mulutmu, Matthew sayang. Kereta gandum akan masuk ke terowongan!"

​Itu adalah suara Florence Valerio. Sang matriks keluarga itu sama sekali tidak terlihat seperti sosialita kelas atas yang dingin. Ia justru sedang memegang sendok kecil berisi bubur sereal organik, melakukan gerakan pesawat terbang demi membujuk cucunya makan.

​"Mommy! Mommy!" teriak Matthew girang saat melihat Veronica mendekat. Balita itu bertepuk tangan, membuat beberapa butir sereal di pipinya terjatuh ke atas celemek bayinya yang bermotif beruang.

​"Selamat pagi, Sayang," ucap Veronica, mencium puncak kepala Matthew sebelum duduk di kursi yang ditarikkan oleh Azeant.

​Di meja itu, Veronica kembali terpukau. Ia baru menyadari betapa besarnya keluarga ini. Di ujung meja, Alvaro—sang Daddy yang kemarin terlihat begitu garang hingga merobek bibir Azeant—kini duduk sambil membaca koran finansial, namun sesekali ia menurunkan kacamatanya hanya untuk mengedipkan mata pada Matthew.

​Dan di sana, di samping Florence, duduk seorang gadis muda cantik dengan rambut cokelat madu yang panjang dan mata yang berbinar jenaka. Khatryn Valerio, yang kini berusia 20 tahun. Veronica teringat cerita Azeant tentang adiknya yang anggun namun cerdas.

​"Kak Vea!" sapa Katie dengan nada riang yang tulus. Tidak ada sedikit pun nada merendahkan dalam suaranya. "Aku senang sekali akhirnya Kakak benar-benar ada di sini. Kak Azeant selalu menjadi orang yang menyebalkan selama tiga tahun terakhir, dan sekarang aku tahu kenapa. Dia hanya merindukanmu hingga hampir gila."

​"Katie!" tegur Azeant dengan wajah sedikit memerah, namun ia tetap tersenyum.

​Veronica merasa hatinya meleleh. Sebagai seorang anak yatim piatu yang selalu dipandang sebelah mata, atau setidaknya dipandang dengan belas kasihan yang semu, berada di sini adalah sebuah keajaiban.

Di keluarga Valerio, ia tidak dilihat sebagai "gadis panti asuhan yang beruntung". Ia dilihat sebagai wanita yang dicintai putra mereka, dan ibu dari pewaris mereka. Tidak ada yang bertanya tentang asal-usulnya; mereka hanya sibuk melemparkan senyum dan tawa.

​Suasana semakin hidup saat salah satu sepupu Azeant yang baru datang Bernama Elisabeth, ikut bergabung. Elisabeth adalah gadis yang memiliki selera humor yang agak liar, tipikal keluarga Valerio yang bebas namun tetap berkelas.

​Elisabeth menyesap jus jeruknya, lalu mencondongkan tubuh ke arah Matthew yang sedang sibuk memainkan potongan pisang.

​"Hey, Matthew," panggil Elisabeth dengan nada serius yang dibuat-buat. "Dengarkan Bibi Ellie. Saat kau besar nanti, kau harus menaklukkan semua pria dengan permen karet, oke? Berikan mereka satu, buat mereka terpesona, lalu tinggalkan mereka saat rasanya sudah tawar. Itu taktik Valerio paling ampuh!"

​Meja makan itu seketika meledak oleh tawa.

​"Ellie! Dia masih dua tahun, jangan ajari dia cara mematahkan hati orang secepat itu!" protes Katie.

​"Apa salahnya? Dia Valerio! Dia punya wajah ayahnya dan pesona ibunya. Itu adalah kombinasi yang berbahaya bagi populasi wanita—dan pria—di New York!" sahut Elisabeth sambil mengedipkan mata pada Veronica.

​Veronica tertawa kecil, sebuah tawa lepas yang pertama kali ia rasakan dalam tiga tahun ini. Ia merasa sangat terhibur dengan tingkah sepupu suaminya itu. Dunia yang ia masuki ternyata tidak seburuk yang ia bayangkan. Tidak ada pedang yang menggantung di atas kepalanya, hanya ada piring-piring makanan yang melimpah dan kasih sayang yang tumpah ruah.

​Azeant melirik Veronica dari samping, melihat bagaimana istrinya akhirnya bisa bersantai dan menikmati suasana. Ia mengulurkan tangannya di bawah meja, meremas pelan paha Veronica sebagai bentuk dukungan.

​"Sudah kubilang, kan? Mereka akan mencintaimu lebih dari mereka mencintaiku," bisik Azeant.

​"Aku merasa seperti sedang bermimpi, Azean," jawab Veronica pelan. "Aku merasa... aku merasa memiliki keluarga yang sebenarnya."

​"Kau memang memilikinya, Vea. Mulai sekarang dan selamanya," ucap Azeant, suaranya sarat akan janji yang tak akan pernah ia ingkar.

​Sarapan pagi itu menjadi momen yang luar biasa bagi Veronica. Ia belajar bahwa rumah bukan hanya tentang bangunan atau status sosial, melainkan tentang orang-orang yang duduk mengelilingi meja makan dan membuatmu merasa bahwa kau adalah pusat dari duniamu.

Di tengah hiruk-pikuk tawa Elisabeth, godaan Katie, dan perhatian Florence pada Matthew, Veronica akhirnya yakin—ia tidak lagi sendirian. Ia telah pulang ke rumah yang seharusnya ia tempati sejak dulu.

​Matthew kembali berteriak girang saat Katie memberikannya sebuah mainan kecil di sela-sela makan. Ruang makan itu terus dipenuhi dengan hangatnya lemparan senyum, seolah ingin menghapus semua jejak kedinginan yang pernah Veronica rasakan di masa lalu. Sarapan pertama yang benar-benar memberikan arti bagi sebuah kehidupan baru.

1
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💋🅰🅶🆄🆂&🅼🅸👻ᴸᴷ
Akhirx, Bersama 🥳🥳🥳
Ros 🍂: Ma'aciww kembali kak🥰🤩🤩
total 3 replies
Retno Isusiloningtyas
so sweet
Ros 🍂: ciee🤭
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💋🅰🅶🆄🆂&🅼🅸👻ᴸᴷ
Iya lh, masa Daddy sampe gk tau 🤭🤭🤭
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💋🅰🅶🆄🆂&🅼🅸👻ᴸᴷ
Mommy, dirimu gk tau aja, mreka td ngapain 🤣🤣🤣
Ros 🍂: mommy pasti pura-pura nggak tau kak🤭🤣
total 1 replies
winpar
kaget g tuh 😄😄😄😄
Ros 🍂: wkwkwk🤭
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💋🅰🅶🆄🆂&🅼🅸👻ᴸᴷ
Wkwkwkwk 11 12 y 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💋🅰🅶🆄🆂&🅼🅸👻ᴸᴷ: Hi hi Iya, Ade 🤣👍👌
total 4 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💋🅰🅶🆄🆂&🅼🅸👻ᴸᴷ
Teori gini tp Praktek ny mnantang kn 🤣🤣🤣
Ros 🍂: teori memang Tidak sama dengan praktek kak🤣🤭

kak jangan lupa baca Dua Karya ku yang lain kak.
"Driven By You"
dan "Vintage Heartbeats"🫶
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💋🅰🅶🆄🆂&🅼🅸👻ᴸᴷ
Wkwkwk Temen ksh Smngt y 🤭👍👌
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💋🅰🅶🆄🆂&🅼🅸👻ᴸᴷ: Amiiinnnnnnn 😇🤲🙏
total 6 replies
Retno Isusiloningtyas
hemm
Ros 🍂: masih nyimak ya kak🤭
total 1 replies
pika shu
up setiap hari dong Thor
Ros 🍂: siap kak🙏🏻
total 1 replies
winpar
keren
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
ren_iren
nah loh zeant berbahagia di Eropa maksudnya gimana.....
jd teh celup ka dia disana.... 😂
Ros 🍂: Berbahagia dengan lukanya kak😭🤣
total 1 replies
ren_iren
vero sich sok sok keras, keras betulan kan kehidupanmu... kmren dilamar zeant aja nolak2 🤭
Ros 🍂: hahah Veronica minta disadarkan 😭🤣
total 1 replies
pika shu
ditungguin Thor bab selanjutnya 🤭
Ros 🍂: wkwkw siap kak 🥰🙏🏼
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Dia itu perwakilan perempuan paling nyebelin sedunia
Ros 🍂: hihi🤭
total 1 replies
ren_iren
semangatt kak nulisnya, ceritamu selalu tak tunggu 🤗
Ros 🍂: ma'aciww ya kak. author tunggu masukannya 🫶
total 1 replies
Wifasha
kok gk da,ngulang lg nih bca nya dri awal
Ros 🍂: Maaf ya kak 🫶 cerita nya sudah direvisi, Dan mulai dari awal lagi. dan dengan cerita yang berbeda 🙏🏼🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💋🅰🅶🆄🆂&🅼🅸👻ᴸᴷ
Bagus lh, ngaku sendiri 🤣🤣🤣
Ros 🍂: Reader silent Silent 🤣🤣🤭
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💋🅰🅶🆄🆂&🅼🅸👻ᴸᴷ
B.... ehhh ini aja, Ade, lebih manis, Pemain 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💋🅰🅶🆄🆂&🅼🅸👻ᴸᴷ: Logan, 2 kali kena Karma ya, De 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💋🅰🅶🆄🆂&🅼🅸👻ᴸᴷ
wkwkwk menang di 'card' juga sih 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💋🅰🅶🆄🆂&🅼🅸👻ᴸᴷ: 'Black', yg keluar, auto kalah smua y, De, temen² Apolo itu 🤣🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!