NovelToon NovelToon
Pria Pembuly Yang Menjadi Takdirku

Pria Pembuly Yang Menjadi Takdirku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: nana_riana

Dulu, Alya hanya gadis pendiam yang selalu menjadi sasaran ejekan di sekolah. Hari-harinya dipenuhi rasa takut, terutama karena Reno,ketua geng paling disegani sekaligus pria yang paling sering membuat hidupnya terasa menyakitkan. Bagi Alya, Reno adalah luka yang ingin ia lupakan selamanya.
Namun takdir mempertemukan mereka kembali setelah bertahun-tahun berlalu.
Kini, Alya telah berubah menjadi wanita mandiri dan sukses, sementara Reno bukan lagi remaja arogan seperti dulu. Di balik sikap dinginnya, Reno menyimpan penyesalan yang tak pernah sempat ia ungkapkan. Pertemuan mereka kembali membuka kenangan lama, menghadirkan benci yang perlahan berubah menjadi perasaan yang tak terduga.
Bisakah seseorang yang pernah menyakitimu menjadi rumah terbaik untuk hatimu? Atau masa lalu akan tetap menjadi penghalang di antara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nana_riana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22 — Bertahan atau Melepaskan

Hujan masih turun ketika Reno memeluk Alya erat di depan gedung kantor.

Tidak ada yang bicara selama beberapa saat.

Mereka hanya saling berpelukan sambil menahan rasa sakit yang belum benar-benar sembuh.

Bagi Alya, memaafkan Reno bukan hal mudah.Namun membiarkan pria itu pergi ternyata jauh lebih menyakitkan.

Sementara bagi Reno pelukan Alya malam itu terasa seperti kesempatan hidup kedua.

“Aku nggak bakal pergi kalau kamu masih mau aku ada,” bisik Reno pelan.

Alya memejamkan mata kuat-kuat.

“Aku takut bakal terluka lagi.”

Reno mengusap lembut rambut wanita itu yang mulai basah terkena hujan.

“Aku juga takut.”

Alya perlahan menatap wajah Reno.

“Takut apa?”

“Takut suatu hari nanti kamu sadar kalau aku memang nggak pantas dicintai.” jawab Reno

Deg.

Dada Alya langsung terasa sesak.

Karena untuk pertama kalinya, ia melihat betapa rendahnya Reno memandang dirinya sendiri.Dan itu membuat amarah Alya perlahan bercampur dengan rasa iba.

“Kamu bodoh,” gumam Alya lirih.

Reno tersenyum kecil lelah.

“Iya.”

“Kalau kamu memang nggak peduli sama aku, mungkin aku lebih gampang ninggalin kamu.”

Tatapan Reno langsung melembut.

Namun sebelum suasana menjadi lebih tenang, suara tepukan tangan pelan tiba-tiba terdengar dari belakang mereka.

“Wah. Jadi balikan sekarang?”

Alya langsung menegang.

Reno perlahan menoleh dengan wajah dingin.

Dimas.Pria itu berdiri beberapa meter dari mereka sambil tersenyum tipis.Tatapan Reno langsung berubah tajam penuh amarah.

“Lo lagi.”

“Gue cuma lewat.”

“Kebetulan yang menyebalkan,” gumam Alya pelan.

Dimas tertawa kecil.

Namun tatapannya perlahan berubah serius saat melihat mata Alya yang masih sembab karena menangis.

“Dia nangis lagi gara-gara lo ya?”

“Bukan urusan lo,” jawab Reno dingin.

Dimas melangkah mendekat sedikit.

“Alya.” Tatapannya melembut tipis. “Lo masih yakin mau bertahan sama orang kayak dia?”

Alya langsung menggenggam lengan Reno pelan.Dan gerakan kecil itu tidak luput dari perhatian Dimas.Senyum pahit muncul di bibir pria tersebut.

“Ternyata separah apa pun dia nyakitin lo…” Dimas tertawa hambar, “lo tetap milih dia.”

Suasana mendadak hening.

Karena bagian paling menyakitkan dari cinta memang seperti itu kadang hati tetap memilih seseorang yang pernah menghancurkannya.

“Aku nggak bilang semuanya udah selesai,” jawab Alya akhirnya lirih. “Aku masih marah sama Reno.”

“Terus kenapa masih dipertahanin?”,ucap Dimas.

Tatapan Alya perlahan beralih pada Reno.

Pria itu terlihat lelah.Tatapannya penuh rasa bersalah.Namun di saat bersamaan, Alya juga bisa melihat cinta yang begitu besar di mata Reno.

“Karena dia berubah,” bisiknya pelan.

Deg.

Reno langsung menatap Alya dengan mata melemah.

Dan untuk sesaat, Dimas hanya diam.

“Apa orang bisa berubah sebanyak itu?” tanyanya lirih seperti bicara pada dirinya sendiri.

“Bisa,” jawab Alya pelan. “Kalau dia benar-benar menyesal.”

Hujan mulai mereda sedikit.

Namun suasana tetap terasa berat.

Dimas mengembuskan napas panjang lalu memasukkan kedua tangannya ke saku jaket.

“Gue nggak ngerti kenapa lo bisa maafin dia.”ucap Dimas.

“Aku juga belum sepenuhnya maafin.”

Tatapan Alya perlahan melembut.

“Tapi aku nggak mau terus hidup di masa lalu.”

Kalimat itu membuat Dimas terdiam cukup lama.Dan untuk pertama kalinya, sorot matanya tidak lagi penuh kebencian.

Justru terlihat lelah.

“Lo tahu nggak,” ucap Dimas lirih sambil menatap Reno, “gue dulu iri sama lo.”

Reno mengernyit.

“Maksud lo?”

Dimas tertawa kecil hambar.

“Semua orang takut sama lo. Semua orang selalu ngikutin lo.” Tatapannya perlahan meredup. “Sementara gue cuma bayangan.”

Alya sedikit terkejut mendengar pengakuan itu.

“Makanya gue terus ikut semua hal bodoh yang lo lakuin.” Dimas tersenyum pahit. “Termasuk nyakitin Alya.”

Suasana mendadak membeku.

Karena itu pertama kalinya Dimas mengakui kesalahannya sendiri.

Tatapan Reno perlahan berubah rumit.

“Aku juga salah,” ucap Dimas pelan pada Alya. “Dan mungkin… gue terlalu sibuk nyalahin Reno buat nutup rasa bersalah gue sendiri.”

Air mata Alya perlahan mulai menggenang lagi.Karena ternyata semua orang membawa luka masing-masing dari masa lalu itu.

Namun sebelum siapa pun sempat bicara lagi, ponsel Reno tiba-tiba berdering.

Ekspresinya langsung berubah saat melihat nama penelepon.

Mama.

Reno segera mengangkat telepon tersebut.

“Halo?”

Namun beberapa detik kemudian, wajah Reno langsung pucat.

“Apa?!”

Jantung Alya langsung mencelos.

“Kenapa?” tanyanya panik.

Tatapan Reno perlahan berubah penuh ketakutan.

“Ayah kritis.”

Deg.

Dan malam itu, sekali lagi hidup mereka berubah dalam sekejap.

Reno langsung berlari menuju mobil tanpa berpikir panjang.

“Alya, ayo.”

Suaranya terdengar panik untuk pertama kalinya.

Alya dan Dimas saling berpandangan sesaat sebelum akhirnya Alya ikut masuk ke mobil Reno.

Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, suasana terasa menyesakkan.

Reno menggenggam setir terlalu kuat hingga jemarinya memutih.

Lampu merah, suara hujan, bahkan jalanan macet malam itu terasa seperti penghalang yang membuat emosinya semakin kacau.

“Ayah aku tadi sempat sesak napas lagi,” gumam Reno lirih. “Mama bilang kondisinya tiba-tiba drop.”

Alya menatap Reno penuh khawatir.

Pria itu terlihat benar-benar ketakutan.

Dan melihat Reno selemah ini membuat hati Alya ikut terasa sakit.

“Om pasti kuat,” ucap Alya pelan mencoba menenangkan.

Namun Reno justru tertawa kecil hambar.

“Aku belum sempat bikin beliau bangga.”

Deg.

Kalimat itu langsung membuat suasana semakin berat.

Alya perlahan menggenggam tangan Reno yang dingin.

“Kamu udah berusaha.”

“Tapi buat beliau… semua pilihan aku selalu salah.”

Suara Reno mulai serak.

Dan Alya bisa merasakan luka lama yang selama ini disimpan pria itu terhadap keluarganya sendiri.

Begitu mobil berhenti di rumah sakit, Reno langsung turun dan berjalan cepat menuju ruang ICU.Lorong rumah sakit dipenuhi suasana tegang.Ibunya duduk sambil menangis pelan di kursi tunggu.

Sementara beberapa anggota keluarga lain terlihat berdiri dengan wajah cemas.

“Ma…” Reno langsung menghampiri.

Ibunya memegang tangan Reno erat.

“Dokter bilang kondisi Papa belum stabil.”

Reno langsung menunduk frustrasi.

Untuk pertama kalinya, Alya melihat mata pria itu memerah menahan tangis.

Dan detik itu juga semua rasa marah Alya perlahan runtuh melihat Reno yang terlihat begitu kehilangan arah.Tak lama kemudian, dokter keluar dari ruang ICU.Semua orang langsung berdiri.

“Bagaimana kondisi suami saya, Dok?” tanya ibu Reno cemas.

Dokter menghela napas pelan.

“Kondisinya masih kritis, tapi sementara sudah berhasil distabilkan.”

Semua orang sedikit lega mendengarnya.

Namun dokter melanjutkan dengan wajah serius,

“Pasien beberapa kali menyebut nama Tuan Reno sebelum kehilangan kesadaran.”

Deg.

Tatapan Reno langsung berubah.

“Beliau ingin bertemu Anda.”

Jantung Reno berdetak kacau.

Karena seumur hidupnya hubungannya dengan sang ayah selalu dipenuhi tekanan dan ekspektasi.

Namun malam ini, untuk pertama kalinya…

ayahnya memanggil dirinya bukan sebagai pewaris keluarga Mahardika.

Melainkan sebagai seorang anak.

1
tinuet'z
sangat menarik
partini
hoki Banggt si Reno di cinta ugal-ugalan wehhh mau sakiti Ampe darah" tetep cinta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!