NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ke Tubuh Wanita Bersuami Dua

Reinkarnasi Ke Tubuh Wanita Bersuami Dua

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:23.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sandri Ratuloly

Kecelakaan pesawat mengakhiri hidup Aruna Maheswari— perempuan independent yang menolak akan adanya cinta dan pernikahan di hidupnya. Namun, saat membuka mata, ia justru terbangun di tubuh Sekar Calista Pranawijaya, seorang istri yang dibenci… dan memiliki dua suami.

Sekar dikenal sebagai perempuan temperamental yang membuat rumah tangganya berubah menjadi neraka. Dua pria yang seharusnya menjadi pelindungnya justru menunggu saat ia pergi dari hidup mereka.

Namun kini, wanita yang sama memilih diam.

Tidak marah. Tidak menuntut. Tidak meminta cinta.
Perubahan itu membuat segalanya terasa salah.

Karena di rumah penuh kebencian itu, bukan cinta yang paling berbahaya— melainkan rahasia di balik kematian Sekar, dan fakta bahwa istri yang mereka benci… telah berganti jiwa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandri Ratuloly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

******

Keesokan harinya. Calista kini tengah duduk santai di bangku taman belakang, hari ini ia bangun agak kesiangan karena kejadian semalam— UHUKk.

Kalian tau lah bahwa melayani dua suami sekaligus membutuhkan waktu dan tenaga lebih panjang dan lama, apalagi kedua pria Calista itu benar-benar memiliki tenaga besar seperti kuda yang siap berperang.

"Nona, saya ingin memberitahukan hal penting pada anda. " kepala pelayan datang dengan raut wajah sulit ditebak.

"Katakan." ujar Calista, ia juga begitu penasaran.

"Pelayan Elina menghilang, Nona muda. Dari pagi sekitar jam lima pagi ia tidak terlihat seperti biasanya, bahkan kamarnya sedikit terbuka dan tidak menemukan keberadaannya di dalam. " beritahu kepala pelayan.

Calista yang sedari tadi sibuk memakan sarapan paginya yang terlambat sontak menjatuhkan sendoknya di atas piring, "dia menghilang? "

Calista mengerutkan dahinya, ‘apa ini karena Damar? Apa pria itu sudah melakukan tugasnya? ’ batinnya bertanya-tanya, ia akan menanyakan ini saat suami pertamanya itu sudah pulang ke mansion.

"Aku akan mencari tau kemana dia menghilang. " ujar Calista tak berarti, kehilangan Elina di mansion bukannya pertanda bagus? Ia juga sudah muak sekali melihat wajah menyebalkan sok berkuasa perempuan itu.

"Tapi bukannya bagus pelayan tak tau diri itu hilang dari mansion ini? "

"Tentu, Nona. Tapi saya takut pelayan Elina membuat rencana jahat di luar sana untuk melukai anda. " ujar kepala pelayan mengutarakan ketakutannya.

Itu, benar. Calista harus mewaspadai itu, kalau Elina hilang atas keinginannya sendiri dan memiliki rencana buruk padanya. Calista harus berjaga-jaga.

Tapi kalau hilangnya Elina ini karena ulah Damar, itu bukannya bagus? Suaminya itu pasti tidak akan segan membunuh perempuan tak tau diri itu.

"Kepala pelayan tak perlu khawatir, aku akan mengatasi itu dan terimakasih karena kepala pelayan selalu berpihak kepadaku. " ujar Calista tulus.

Kepala pelayan tersenyum kecil, "sudah tugas saya Nona untuk melindungi dan selalu di samping anda. "

Ya, memang sudah tugasnya. Ia sudah berjanji pada mendiang ibu Calista dulu untuk menjaga Calista, bahkan bila itu membahayakan dirinya sendiri.

Ia berutang nyawa pada ibu Calista dulu yang sudah menyelamatkannya dari monster menyeramkan yang hampir memperkosa nya dulu.

Kakak tirinya, yang sudah lama tiada karena ibu Calista membuang tubuh babak belur kakak tiri kepala pelayan ke hutan Pranawijaya yang banyak hewan buas.

******

Sementara di kantor perusahaan Arkana— pria itu tengah sibuk di ruang kerjanya mengurus berkas berkas laporan perusahaan dan kerja sama.

Cukup setres karena tumpukan dokumen di atas meja kerjanya terlihat begitu menyiksa, Arkana bahkan berkali-kali menghembuskan napas panjang.

Tok!

Tok!

Tok!

Arkana sontak berdecak kesal saat pintu ruang kerjanya di ketuk dengan tidak sabaran.

"Masuk! " sentak Arkana dengan suara begitu keras.

Ceklek!

Sekretaris laki-laki Arkana masuk dengan raut wajah ketakutan dan panik.

"Kenapa? Ada hal mendesak apa sampai kau mengetuk pintu dengan brutal begitu. " sindir Arkana, fokusnya tetap pada berkas dokumen di depannya.

"Itu, Tuan. Orangtua dan kembaran anda ada di bawah lobby resepsionis, keduanya membuat kekacauan saat tidak di beri izin untuk menemui anda. "

Arkana sontak menghentikan kegiatannya, "mereka datang? " ujarnya tanpa sadar, "saya akan menyusul mendatangi mereka. "

Arkana keluar dari ruang kerjanya dari lantai atas gedung perusahaan menuju lantai bawah resepsionis untuk menemui orangtuanya dan kembarannya, sekretarisnya mengikuti dari belakang.

"Arkana, Arkana, nak. Tolong bantu orangtua mu yang tengah kesusahan ini, nak. Kamu tega melihat kedua orangtua mu dan Kakakmu melarat luntang-lantung. " mama Arkana berteriak memohon melihat kedatangan Arkana mendekati mereka.

Para pekerja yang melihat tingkah keluarga bos CEO mereka hanya berdecak kesal, mereka tau beberapa hal bagaimana buruknya hubungan bos mereka dengan orangtua dan kembarannya yang sok tampan itu.

"Untuk apa kalian datang ke sini dan mengacaukan membuat orang orang pekerja ku merasa terganggu. " Arkana melipat kedua tangannya, berdiri agak jauh dengan ketiga orang yang memiliki satu aliran darah dengannya itu.

Ia malah membiarkan orang orangnya memegang tangan mereka bertiga yang meminta untuk dilepaskan.

"Kau dasar manusia iblis, dimana hati nuranimu saat melihat keluarga kandungmu sekarang tengah kesusahan. " Atharva yang di pegang kuat tangannya oleh para penjaga perusahaan terus mengamuk memaki saudara kembarnya itu.

"Hanya karena kau sudah menjadi bagian dari keluarga Pranawijaya, jadi kau bisa melakukan apapun sesuka hatimu, ingatlah di mana kamu berasal, Arkana! " papa Arkana tak kalah murkanya, wajah pria baya itu malah sudah merah padam menahan emosi yang ingin sekali meledak.

"Aku ingat di mana aku berasal, papa. Bahkan mengingat jelas bagaimana perlakuan kalian selama ini padaku, padahal aku juga adalah anak kalian tapi kenapa kalian tidak pernah memperlakukan aku dengan baik seperti kalian memperlakukan Atharva?!" Arkana berucap dengan cukup tenang dengan wajah datar.

Tapi semua orang yang di sana bisa melihat bagaimana mata bos besar mereka yeng terlihat memerah dan sedikit berair.

"Mama, apa aku juga anak kandungmu? " tanyanya tiba-tiba membuat wanita baya yang di panggilnya mama itu membeku di tempat.

Suasana sontak langsung berubah total, ketiga orang itu sudah tidak memberontak dengan brutal.

"Kau tidak perlu berdrama seperti anak yang tersakiti! Karena kami kesini bukan untuk mendengar ucapan kosong mu, kami menginginkan kau untuk membantu perusahaan keluarga yang sudah di ambang kebangkrutan karena kelalaian mu beberapa hari ini. "

Arkana mendengar ucapan Atharva berdecih lirih, ia melirik kedua orangtuanya yang diam saja. "Karena ulah ku? Itu perusahaan mu Atharva, tidak ada keseharusan yang membuatku harus membantu mu setiap saat, apa kamu terlalu bodo sampai mengurus perusahaan kecil saja sampai di ambang bangkrut begini?"

"Tutup mulutmu, sialan!! " Atharva mengeram marah, ia kembali mengamuk ingin menyerang Arkana. Namun di belakangnya ada tiga penjaga yang memegangi tubuhnya sedari tadi.

"Nak tolong lah kami. " mama Arkana mengiba, wajahnya benar-benar begitu dikasihani.

Sedangkan papa Arkana membuang wajahnya ke samping, tidak berani menatap Arkana.

"Baik, aku akan membantu. " ujar Arkana tiba-tiba membuat ketiga orang itu tersenyum lebar.

"Tapi ada syaratnya... " Arkana kembali mengingat wejangan Calista mengenai permasalahin ini, dan ia memilih mengikuti apa yang istrinya katakan dan pinta.

"S-syarat, syarat apa itu? " wajah mama Arkana begitu khawatir mendengar kata syarat di ucapkan Arkana.

“Aku ingin tujuh puluh persen saham perusahaan dialihkan atas namaku. Sisanya tiga puluh persen tetap milik Atharva,” lanjut Arkana dengan suara datar namun tegas. “Dan Atharva harus tetap ikut andil mengurus perusahaan itu. Bukan hanya berkeliaran di luar sana dengan para banyak wanita dan menikmati hasil yang sudah ku kerjakan.”

Ketiga orang di depan sontak membeku mendengar syarat yang diinginkan Arkana.

“Apa?!” Atharva membelalak tak percaya. “Kau ingin merebut perusahaan itu dariku?!”

"J-jangan seperti ini, nak. Atharva saudaramu, lagipula kamu juga sudah memiliki perusahaan sebesar ini, perusahaan keluarga kita tidak sebanding. " ujar mama Arkana pelan, yang jelas ia tidak menyetujui syarat yang di berikan Arkana.

Papa Arkana lagi lagi hanya diam saja.

"Yasudah, itu berarti kalian menolak untuk ku bantu. Tidak mendapatkan tujuh puluh persen saham perusahaan itu tidak membuatku langsung jatuh miskin, sedangkan kalian setelah ini akan luntang-lantung tidak jelas. "

"Nak..... " mama Arkana terpaku mendengar ucapan sarkas Arkana, ia tidak menyangka Arkana yang selama ini pendiam dan penurut akan melontarkan kata kasar ini.

"Selama ini aku sudah selalu membantu kalian dalam mengurus perusahaan menggantikan Atharva dari belakang layar, ia selalu mendapatkan pujian dari orang-orang atas pencapaian yang membangun perusahaan hingga sukses padahal semua itu aku yang melakukannya dengan susah payah. Sedangkan Atharva? Ia sibuk bersenang-senang dengab para wanita di dunia malam. "

"Kali ini aku tidak ingin melakukan hal yang jelas jelas tidak menguntungkan ku, persetan dengan kalian akan mengatai ku anak durhaka atau semacamnya. "

"Jadi, mama dan papa. Bagaimana jawaban kalian, ya atau tidak? " Arkana tetap pada prinsipnya, ia juga tidak rugi bila mereka menolak tawarannya ini. Toh, yang akan luntang-lantung ke sana kemari juga mereka nanti.

Atharva dan mama terlihat kukuh tidak menyetujui, sedangkan papa tengah menimbang persyaratan Arkana.

"Waktu kalian tidak banyak, urusanku bukan hanya menghadapi kalian, ada banyak tumpukan dokumen yang harus ku kerjakan. " ucapan itu bukan semata hanya ucapan biasa, itu adalah sindiran — mengingat kerja sama perusahaan mereka dengan perusahaan lain di batal semua karena kecerobohan dan ketidaktahuan Atharva dalam mengurus perusahaan.

"Ya, aku setuju dengan syarat mu. " papa Arkana akhirnya membuka suara dan menyetujui.

"Papa." Atharva dan mama sontak kaget mendengar keputusan itu.

Papa tidak mengindahkan penolakan dua orang itu, ia tetap pada pendiriannya, ia ingin mempertahankan perusahaan yang sudah ia perjuangkan mati matian dulu dan kini harus berakhir begitu saja?

"Pilihan yang bagus, pa. Papa seharusnya sudah tau dari dulu mana yang lebih menguntungkan disini. " sindir Arkana. "Aku ingin pengalihan saham perusahaan tujuh puluh persen harus sudah tiba di meja kerjaku hari ini, terlambat sedikit maka ucapkan selamat tinggal pada perusahaan itu. "

******

1
CaH KangKung,
hukum Arkan ma damar....jgn biarkan mereka cepet ktemu ma Calista,biar mereka yg ngerasain ngidam...pokoknya jgn lngsung ketemu dan d maafin....
Muft Smoker
kelimpungan kn anda berdua ,, biarin aj dlu mereka gx bertemu calista ,, biar tau rasa ,,
😒😒😒😒


lanjuut kak ,,
Nurhayati Nurhayati
pas tau hamil Aruna nya, keguguran biar pada nyesel
Muft Smoker
sad ending gpp kak ,, buat suami calista merasa bersalah ,,
sad tu bukan berarti calista meninggal ,, buat dy menghilang aj ,,
Aruna di tubuh calista
kucing kawai
buat arkan dan damar menyesal thor 🤧
kucing kawai: thorrr apdet yang banyak donggg thorrr
total 1 replies
Susilowati Jais
nasibnya Aruna, g pernah buka hati sekalinya buka hati lngsung hncur. Up lg thor...
Muft Smoker
waaaah ad apa niih sama damar???
apa kah arkana juga terlibat???

krn waktu damar kerjaa di kmr mereka arkana pun melihat apa yg di kerjakan damar ,,
ad sesuatu niih ,,
aaaaa kak author jgn di gantung dooonk ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
E H Mukti
Lanjut thorrr🥰👌
Muft Smoker
dtggu kelanjutan ny kak,,
makin seruuu niiih ,,
ad rahasia yg Blum terungkap niii ,, ap yg lgi di kerjakan damar😁😁😁🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 dasar bayiii gedeee ,,
Muft Smoker
lanjuuuut kak
Muft Smoker
waah apa niiih yg lgi di lakuin damar ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
next kak ,,

terkadang kesalahan org tua justru ank yg jd pelampiasan ,,
semangat trus arkana ,,
bukti ny skrang km sukses ,,
Muft Smoker
duuh damar lgi ngerencanain ap niich🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭 ,,
jgn yg aneh2 yx damar ,, 👍👍👍
Titah Ibrahim
semangat thor 💪
Muft Smoker
mantap arkana ,, biar tau rasa tu mokondo Atharva 😒😒😒😒😒 ,,

next kak
Muft Smoker
waaaah Elina hany tinggal nama ,, 🤭🤭🤭
Muft Smoker: yx kak bnr ,, cerita ny seruuu ,,
dtggu kelanjutan ny yx kak
total 2 replies
Muft Smoker
dtggu kelanjutan ny yx kak ,,
waaaah Atharva km slah org ,,
dy buukan. sekar yg cengeng dn manjaaa ,,
dy arunaaa si ratu bisnis ,,
jgn maen maen ,, jgn maen maen ,, 🤭🤭🤭
Muft Smoker
kak ni revisi yx???
Muft Smoker
kak knp bab baru ny jdi 1 lgi ?
gx lanjuut 21 ,, 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!