NovelToon NovelToon
Sahabat

Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Tamat
Popularitas:524
Nilai: 5
Nama Author: Anang Bws2

cerita kehidupan sehari-hari (slice of life) yang menyentuh hati, tentang bagaimana tiga sahabat dengan karakter berbeda saling mendukung satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anang Bws2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepulangan yang Tak Terduga

Keheningan malam itu terasa begitu mencekik bagi Rohita. Ia menyandarkan punggungnya pada sandaran kasur luas yang biasanya diisi oleh tiga orang, namun kini terasa begitu kosong. Baru saja ia hendak meletakkan ponselnya karena panggilannya masih tetap tidak terjawab, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang terburu-buru dari arah lorong depan.ada bunyi gesekan kantong plastik dan tawa kecil yang sangat ia kenali. Jantung Rohita berdegup kencang. Antara amarah yang ingin meledak dan rasa lega yang luar biasa, ia bangkit berdiri tepat saat pintu kamar kost miliknya terbuka dengan kasar.

"Rohita! Kami kembaliii!" seru Devi dengan nada ceria, seolah-olah ia tidak baru saja menghilang selama puluhan jam tanpa kabar. Di belakangnya, Dewi mengikuti nya dengan wajah yang sedikit tertunduk, tampak malu-malu namun ada binar kelegaan di matanya saat melihat Rohita masih terjaga.

Rohita berdiri mematung di tengah ruangan, tangannya mengepal di samping tubuh.

"Kalian... dari mana saja?" tanya Rohita

Devi, langsung menghambur ke arah Rohita dan meletakkan beberapa kantong besar di atas meja belajar. "Maafkan kami, Ta! Kami benar-benar tidak sengaja. Ponsel Dewi mati total, dan ponselku jatuh ke dalam genangan air saat kami sedang di perjalanan. Kami membawa banyak oleh-oleh untukmu sebagai permohonan maaf!"

Dewi mendekat perlahan, jemarinya memainkan ujung bajunya. "Maafkan aku, Rohita. Kami terjebak situasi dan tidak bisa menghubungimu. Aku tahu kamu pasti sangat khawatir," ucapnya dengan suara lembut

Melihat Dewi yang begitu merasa bersalah, Rohita hanya bisa menghela napas panjang."Setidaknya beri tahu aku kalau mau pergi jauh. Aku hampir gila menunggu di depan kost sendirian," gerutu Rohita sambil mulai membantu membongkar kantong oleh-oleh.

Ternyata, mereka membawa banyak makanan kesukaan Rohita, mulai dari kue hingga camilan gurih yang masih hangat. Bau harum makanan itu seketika memenuhi kamar yang tadinya terasa hambar. Rasa lapar yang sempat Rohita abaikan kini muncul kembali dengan kuat. Mereka bertiga akhirnya duduk melingkar di lantai , menyantap makanan itu bersama-sama. Candaan Devi kembali mengalir, menceritakan kejadian konyol yang mereka alami selama perjalanan, sementara Dewi sesekali menimpali dengan detail-detail kecil yang mengundang tawa.

Setelah perut mereka kenyang dan rasa cemas sepenuhnya hilang, kelelahan mulai menyerang. Rohita membereskan sisa makanan, sementara Dewi dan Devi mulai bersiap untuk tidur. mereka bertiga naik ke atas kasur yang sama. Rohita berada di tengah, dengan Devi di sisi kanan dan Dewi di sisi kiri. Dalam kegelapan kamar yang kini terasa hangat, Rohita merasa utuh kembali.

Sinar matahari yang cerah menyambut pagi mereka dengan penuh semangat. Setelah kejadian menghilangnya Devi dan Dewi, mereka memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama agar suasana kembali ceria. Rohita mengusulkan untuk pergi ke pantai,

Sesampainya di pantai, angin laut menyapa wajah mereka dengan lembut. Devi berlari ke sana kemari, menantang ombak kecil yang menyapu kakinya, sementara Dewi lebih memilih berjalan pelan di samping Rohita sambil mengumpulkan beberapa kerang unik yang ia temukan di balik pasir. Rohita berjalan sambil mengawasi kedua temannya seperti seorang kakak yang menjaga adik-adiknya.

Setelah cukup lama bermain air , Devi menunjuk ke arah seorang penjual es krim yang mangkal di bawah pohon kelapa. "Es krim! Ta, Wi, ayo beli es krim! Aku haus dan butuh yang manis-manis," seru Devi sambil berlari kecil menuju gerobak es krim tersebut.

Mereka bertiga segera merogoh kantong masing-masing. Namun, raut wajah mereka seketika berubah saat menghitung uang koin dan kertas yang mereka miliki. Ternyata, setelah kemarin mereka menghabiskan banyak uang untuk membeli oleh-oleh dan biaya perjalanan, uang mereka saat ini tidak cukup untuk membeli tiga porsi es krim ukuran besar. Mereka hanya kurang beberapa ribu rupiah, namun penjual es krim itu tampak cukup tegas dengan harganya.

"Aduh, bagaimana ini? Uangku benar-benar habis," keluh Dewi

Rohita mengerutkan kening, mencoba mencari solusi ,Namun, Devi punya cara lain. Ia melihat seorang pria paruh baya yang sedang duduk santai tidak jauh dari mereka,

Devi menghampiri pria itu. Rohita dan Dewi hanya bisa melongo dari kejauhan. Devi memasang wajah paling memelas yang belum pernah mereka lihat sebelumnya .Ia menyatukan kedua tangannya di depan dada, matanya dikedip-kedipkan seolah-olah ia sedang mengalami musibah besar. "Tuan yang baik hati... bolehkah saya meminta sedikit bantuan? Kami sangat ingin makan es krim tapi uang kami kurang sedikit saja. Kami sudah berjalan jauh dan sangat kehausan," ucap Devi

Pria itu awalnya tampak bingung, namun saat melihat wajah Devi dan kedua temannya yang terlihat canggung di kejauhan, pria itu malah tertawa kecil. Ia merogoh sakunya dan memberikan selembar uang yang nilainya bahkan lebih dari cukup untuk membeli lima es krim. "Ini, belilah untuk teman-temanmu juga," ujar pria itu

Devi bersorak kegirangan dan langsung berlari kembali ke arah Rohita dan Dewi sambil memamerkan uangnya. "Lihat! Kita bisa makan es krim paling besar sekarang!"

Rohita hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah laku Devi. "Kamu benar-benar tidak punya malu, ya?"

"Yang penting kita bisa makan es krim, Ta!" balas Devi sambil tertawa.

Mereka akhirnya duduk di atas pasir putih, menikmati es krim yang terasa sangat nikmat di tengah cuaca panas. Mereka menghabiskan waktu hingga sore hari, mengobrol, bercanda, dan sesekali mengubur kaki mereka di dalam pasir hingga matahari mulai condong ke barat, meninggalkan kenangan manis di bibir pantai tersebut.

Setelah seharian penuh di pantai, mereka kembali ke kost dengan perasaan lelah namun puas.Devi, yang sedang merasa rajin, memutuskan untuk pergi ke kebun saat hari mulai gelap untuk memanen beberapa sayur yang rencananya akan mereka masak untuk makan malam.

"Aku petik bayam dan cabai dulu ya!" seru Devi sambil berjalan menuju area kebun dengan hanya mengandalkan lampu teras yang remang-remang.

Namun, baru saja ia memetik beberapa ikat sayur, tiba-tiba suara tek terdengar dari arah meteran listrik, dan seketika itu juga seluruh kost menjadi gelap gulita. Pemadaman listrik mendadak terjadi. Devi, yang pada dasarnya adalah seorang penakut sejati, langsung berteriak histeris di tengah kebun.

"DEWIII! ROHITAAA! TOLOOONG! GELAAAAP!" teriaknya dengan suara melengking

Di dalam kamar, Dewi langsung tersentak kaget dan hanya bisa terdiam membeku karena bingung harus berbuat apa. Rohita, segera meraih senter besar yang selalu ia simpan di atas lemari. Ia menyalakannya dan segera berlari menuju arah suara Devi di kebun.

"Berisik, Devi! Jangan teriak-teriak seperti itu!" tegur Rohita saat cahaya senternya menemukan Devi yang sedang berjongkok ketakutan di antara tanaman bayam. Rohita memegang lengan Devi dan menariknya berdiri, lalu membimbingnya masuk kembali ke dalam kamar.

Setelah memastikan pintu terkunci, mereka memutuskan untuk langsung tidur saja karena kondisi gelap gulita membuat aktivitas memasak menjadi sulit. Mereka bertiga kembali naik ke atas kasur, mencoba memejamkan mata di tengah kegelapan yang sunyi. Devi meringkuk di antara Rohita dan Dewi, masih merasa was-was.

Baru saja suasana mulai tenang, tiba-tiba seekor tikus yang entah datang dari mana, melompat dari atas rak buku dan mendarat tepat di dahi Devi. bulu yang kasar dan kaki kecil yang dingin itu seketika membuat Devi meloncat dari tempat tidur.

"AAAAAA! ADA SETAN! ADA MAKHLUK HALUS MENYENTUH WAJAHKU!" teriak Devi sekuat tenaga,

Dewi yang kaget ikut berteriak kecil dan langsung bersembunyi di balik punggung Rohita. Rohita yang terkejut sekaligus geram segera menyalakan senternya dan melihat seekor tikus besar berlari keluar melalui celah bawah pintu. Kegaduhan itu ternyata memancing perhatian para tetangga kost. Karena teriakan Devi terdengar sangat nyaring, beberapa tetangga mulai mengetuk pintu dan berkumpul di depan kamar Rohita.

"Mbak Rohita! Ada apa? Ada maling ya?" tanya salah satu tetangga .

Rohita menatap Devi dengan tatapan tajam, mengisyaratkan agar Devi bertanggung jawab atas kegaduhan ini. Devi yang sadar bahwa dirinya telah berlebihan dan merasa malu jika harus mengaku ia berteriak karena tikus, tiba-tiba mengubah raut wajahnya. Ia segera berbaring kembali dan memegangi kepalanya, berakting seolah-olah ia sedang sakit parah.

"Aduh... maaf Bapak-Ibu... kepala saya tadi tiba-tiba pusing sekali dan saya jatuh, jadi saya berteriak karena terkejut," ucap Devi

Rohita hanya bisa menghela napas dan mengikuti sandiwara itu . "Iya, dia memang sedang kurang sehat. Maaf mengganggu istirahat semuanya," tambah Rohita

Setelah para tetangga kembali ke kamar masing-masing dengan gumaman kecil, Rohita mematikan senternya dan kembali duduk di kasur. "Besok-besok kalau ada tikus lagi, jangan berteriak seolah-olah dunia mau kiamat, Devi," sindir Rohita. Devi hanya menyengir dalam kegelapan, sementara Dewi terkekeh pelan melihat tingkah sahabatnya itu.

1
𝐍𝟏𝐬𝐡𝐢𝐦𝐮𝐫𝐚
ceritanya baguss , tp karna kalimat nya terlalu panjang, dan dialognya yang nempel, bkin ak jadi bingung hehe, semangat thor🙏
Jing_Jing22
Aduh, nyesek banget lihat Dewi nangis sendirian begitu. 🥺 Untung ada Rohita yang lewat. Walaupun awalnya kelihatan galak, ternyata Rohita peduli banget. Semoga Dewi mau cerita masalahnya ya!
Wida_Ast Jcy
do re mi donk🤭🤭🤭 tiga sahabat dipanggil do re mi hehheh
Wida_Ast Jcy
Saran ya thor dialog dengan narasi ada baiknya dipisah lho. 🙏🙏🙏
Mingyu gf😘
bahasa formal sama bahasa sehari hari jangan di campur
Mingyu gf😘
Jangan terlalu suka kepo dengan orang yang gak di kenal
Anang Anang
lanjut
Dini
mantap
Dini
sangat mengispirasi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!