Selama enam tahun, Kinara hidup sebagai istri dari Zergan Airlangga, seorang direktur sekaligus CEO muda yang dikenal dingin, tegas, dan sulit didekati. Pernikahan mereka bukanlah kisah cinta yang indah, melainkan hasil perjodohan dua keluarga besar.
Sejak awal, Kinara mencintai Zergan seorang diri. Ia bertahan dengan harapan bahwa suatu hari hati suaminya akan luluh. Namun, harapan itu tak pernah menjadi kenyataan. Bagi Zergan, hatinya telah terkubur bersama wanita yang pernah ia cintai dan telah meninggal dunia. Kehilangan itu mengubahnya menjadi pria yang dingin, acuh, dan tak pernah benar-benar melihat keberadaan Kinara sebagai istrinya.
Hingga sebuah kejadian tak terduga mengakhiri segalanya.
Saat membuka mata, Kinara mendapati dirinya kembali ke masa lalu saat usianya baru dua puluh tahun dan masih duduk di bangku kuliah. Ia kembali ke waktu sebelum perjodohan itu terjadi, sebelum enam tahun penuh luka dan penantian.
Kali ini, Kinara bertekad mengubah takdirnya. Ia tidak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
Saat jam kuliah berakhir dan matahari mulai tenggelam di ufuk barat, Kinara mencegat Zergan tepat di area parkir fakultas yang mulai sepi. Pria itu baru saja hendak membuka pintu mobilnya ketika langkah kaki Kinara berhenti tepat di sampingnya.
"Zergan, tunggu," panggil Kinara tenang.
Zergan menoleh, alisnya bertaut dalam melihat kehadiran gadis misterius ini lagi. "Ada apa lagi, Nara?"
"Aku mau ikut kamu pulang ke kediaman Airlangga sore ini. Aku harus bertemu dengan Oma Gayatri," ucap Kinara tanpa basa-basi.
Mendengar permintaan itu, raut wajah Zergan seketika berubah drastis. Ia maju satu langkah, mengikis jarak di antara mereka, lalu menatap Kinara dengan tatapan yang teramat tajam dan mengintimidasi. Rahangnya mengeras.
"Jangan pernah coba-coba mencuri kesempatan, Nara," ancam Zergan dengan suara rendah yang sarat akan peringatan berbahaya. "Aku tidak tahu dari mana kamu tahu masalah intern keluargaku, tapi kalau kamu berniat memanfaatkan situasi ini untuk mendekatiku, menggunakan nama Oma agar bisa masuk ke kehidupanku, kamu salah besar. Aku tidak akan segan-segan mendepakmu."
Mendengar ancaman dingin itu, Kinara tertegun sejenak. Kata-kata kasar Zergan seketika memicu memori masa lalunya—mengingatkannya akan posisi dirinya yang dulu selalu dianggap pengganggu, wanita yang tidak diinginkan, dan selalu dicurigai memiliki niat terselubung. Rasa sesak itu kembali menyengat, namun Kinara dengan cepat menguasai dirinya. Ia menarik napas dalam-dalam, menegakkan bahunya, dan membalas tatapan Zergan dengan sorot mata yang tak kalah dingin.
"Jaga ucapanmu, Zergan. Aku tahu betul di mana posisiku sekarang," sahut Kinara ketus, suaranya terdengar datar tanpa emosi. "Aku tidak tertarik sedikit pun untuk mencuri kesempatan atau mendekatimu. Aku ke sana murni untuk membantumu mendapatkan restu yang kamu butuhkan demi Haura. Kalau kamu tidak mau mengantarku, aku bisa ke sana sendiri naik taksi."
Melihat ketegasan dan binar mata Kinara yang sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kebohongan atau kepalsuan, Zergan akhirnya mengembuskan napas kasar. Dengan gusar, ia membukakan pintu penumpang. "Masuk," perintahnya pendek.
Selama perjalanan membelah jalanan kota yang mulai padat, keheningan yang canggung menyelimuti kabin mobil. Zergan fokus menyetir, sementara Kinara menatap ke luar jendela. Namun, saat mobil melewati sebuah kawasan pertokoan tua, mata Kinara menangkap sebuah plang nama toko yang dicarinya.
"Zergan, berhenti di depan. Berhenti di toko herbal itu sebentar," ucap Kinara tiba-tiba.
Zergan mengernyit heran, namun tetap menginjak rem dan menepikan mobilnya tepat di depan sebuah toko obat tradisional yang bernuansa klasik. Tanpa menunggu penjelasan, Kinara langsung turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam toko.
Di dalam, Kinara dengan cekatan memilih beberapa bahan herbal berkualitas tinggi dan memesan minuman tradisional premium berkhasiat tinggi yang dikemas dengan sangat rapi dan elegan. Ia tahu betul dari kehidupan lalunya bahwa Oma Gayatri sangat menyukai minuman herbal tradisional khusus ini untuk menjaga kesehatannya di usia tua, namun ramuan ini sangat langka dan hanya dijual di toko tertentu.
Beberapa menit kemudian, Kinara kembali ke dalam mobil sambil membawa sebuah tas kertas berisi botol minuman herbal yang masih hangat. Ia meletakkan tas itu di pangkuannya.
Zergan melirik tas tersebut sekilas saat mulai melajukan mobilnya kembali. "Untuk apa kamu beli ramuan kuno seperti itu?"
Kinara menoleh, menatap wajah samping Zergan dengan serius. "Nanti begitu sampai di rumah, berikan minuman tradisional ini pada Oma Gayatri. Dan ingat satu hal... kamu harus bilang pada Oma kalau minuman ini dibeli dan disiapkan khusus oleh Haura sebagai bentuk perhatian untuk kesehatan Oma."
Zergan langsung menoleh sekilas dengan raut wajah terperangah. "Apa? Berbohong pada Oma?"
"Ini bukan kebohongan yang merugikan, Zergan. Ini strategi," potong Kinara dengan suara yang teramat tenang namun mutlak. "Oma Gayatri sangat menyukai minuman tradisional jenis ini, dan dia sangat menghargai perhatian kecil tentang kesehatan. Jika kamu bilang ini dari Haura, pandangan kaku Oma terhadap Haura perlahan-lahan akan mulai mencair. Ini langkah pertama untuk mengetuk pintu hatinya yang keras. Lakukan saja jika kamu benar-benar ingin bersamanya."
Zergan terdiam seribu bahasa, tangannya mencengkeram kemudi lebih erat. Logikanya kembali dipaksa menyerah oleh cara berpikir Kinara yang begitu detail dan tahu persis kelemahan serta kesukaan Omanya—sesuatu yang bahkan Haura sendiri tidak pernah tahu. Rasa penasaran dan kagum yang samar kembali berkecamuk di dalam hati pria itu sepanjang sisa perjalanan menuju kediaman Airlangga.
kayanya Haura ada main di belakangnya, dengan Arsen pula!
ada pengkhianatan sebenarnya...
Namun sesudahnya sebenarnya terkuak hubungan rahasia Haura dan Arsen....
dan itu belum di ketahui oleh Ze 👍
dan...bisa jadi di takdir kedua ini, sebenarnya menghubungkan antara 2 tokoh utamanya 👍😁
besok² crazy up dong kk thor💪