NovelToon NovelToon
TERSESAT DI DESA MISTERIUS

TERSESAT DI DESA MISTERIUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / TKP / Hari Kiamat
Popularitas:74.7k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Semua bermula saat regu berjumlah enam anggota mahasiswa hendak bertolak ke sebuah perkampungan pelosok demi tugas KKN, mereka menolak ikut rombongan bus kampus, memilih menaiki mobil pribadi.

Sampai pertengahan jalan, sang sopir berbelok arah, mencari jalur alternatif agar cepat sampai tujuan, tapi malah memasuki wilayah tidak terdaftar pada peta digital maupun konvensional.

Keanehan, kejanggalan mulai terjadi kala sang waktu merambat memasuki malam hari. Langit berangsur-angsur berubah warna layaknya api menyala.

Ada apa sebenarnya? lantas bagaimana dengan nasib para mahasiswa, termasuk Candra Kanti, gadis pendiam yang dapat merasakan aura mistis disekitarnya ...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aksata : 24

Akhhh!

Teriakan Kanti bukan disebabkan oleh rasa takut, melainkan ingatan tumpang tindih yang membuat kepalanya sakit luar biasa.

‘Bagaimana mungkin? Bukannya ini jiwa tak beraga? Kenapa bisa seperti manusia merasakan sakit luar biasa?’ kepalanya dirambati rasa nyeri, denyut hebat membuatnya ambruk.

Pandangan Kanti jatuh pada sepasang kaki dengan jari lengkap menjejak tanah, perlahan dia mendongak, memberanikan diri memandang sosok tinggi menjulang.

“Kekasihku ….” suara bariton baru saja lolos dari bibir kecoklatan, bagian dagu serta rahang ditumbuhi bulu-bulu halus.

Kamu sekarang resmi jadi kekasihku. Suatu hari nanti, kita bisa melakukan lebih dari ini.

Belum juga berhasil melihat jelas pemilik manik biru, kilas balik yang hanya berupa suara berputar-putar menambah sakit kepalanya.

“Tolong! Nyai tolong!” Kanti terkapar, menggeliat brutal. Tak sanggup akan rasa nyeri menusuk layaknya jarum.

Sang pria menyeringai samar, tak berniat menolong, lebih menikmati menyaksikan sosok mengerang layaknya cacing kepanasan.

Hahahaha ….

Suara tawa itu menggetarkan dinding tanah, menghantarkan rasa takut menjalari hati Kanti. Diantara menahan sakit, kecemasan pun tak kalah mendominasi.

“Tahan sedikit lagi, Sayang. Sesudahnya hanya ada rasa bahagia, kesenengan untuk kita berdua,” katanya menekuk kaki kanan, tangannya terulur hendak meraih Kanti.

Sedikit lagi, tinggal sejengkal lengan kekar itu memeluk pinggang ramping, kilat cahaya putih dari senjata tajam menyilaukan netranya.

Hwarrr.

Sosok pria tersebut menggeram, taring runcingnya memanjang.

Nyai berdiri di depan sang majikan, tubuhnya terdapat banyak luka pertarungan sengit. Pedang mengeluarkan cahaya tajam dalam genggaman siap diayunkan. “Enyahlah kau!”

Sang pria berdiri gagah, dari tangan terangkat keluar tombak berujung lancip.

Pertarungan pun tak terelakkan pada lorong sempit.

Slasss ….

Pedang Nyai berhasil menahan hujaman tombak, tapi gagal menangkis sebuah tendangan membuatnya terlempar jauh.

“Nyai!” Terseok-seok Kanti mendekati sang pelindung yang terlempar jauh menghantam dinding.

Geraman kembali bergema, otomatis Kanti menoleh dan untuk pertama kalinya dia benar-benar melihat jelas rupa pria yang sepertinya tak asing.

“Mendekatlah sayang. Disinilah tempat tinggalmu yang sebenarnya,” rayunya dengan nada rendah terdengar menyeramkan ditelinga si gadis.

“Tidak.” Dia menggeleng, terpincang-pincang mengikis jarak, lalu berlutut memeriksa tubuh lemah Nyai.

“Kelemahannya ada pada mata yang tidak bisa terkena kilat putih tajam. Acungkan pedangku, maka dia kesulitan menjangkau kita!” katanya tidak berdaya, meludah cairan hitam.

“Pedang?” Kepala Kanti bergerak mencari benda tadi, ternyata ada di bawah kaki Nyai. Bergegas ia mencoba mengambilnya, berpura-pura terkapar di tanah dingin bau lumut.

“Aksata! Kau pecundang, tak bisa menculiknya di alam manusia, lalu menggunakan cara licik memancingnya ke duniamu.” Nyai mengecoh konsentrasi sosok yang dia panggil Aksata, agar Kanti bisa menarik pedangnya.

“Bedebah!” Tombak dicengkram kuat, siap dilempar menghujam pengganggu kesenangannya

Sebelum senjata tajam itu melayang, Kanti lebih dulu berlutut. Pedang dalam genggaman ditancapkan ke tanah, pendar cahaya menyilaukan memenuhi lorong.

Hwarrrr …

Aksata mengaum keras, netranya terkena kilau cahaya mengkilat yang menyakitkan. Saat bisa beradaptasi, dia langsung murka gadis dambaannya telah pergi.

Pria dengan tinggi 180 cm, kulit coklat gelap, rambut gondrong lurus, benar-benar murka. Menendang tanah hingga jebol menciptakan lubang tembus tepi tebing.

***

Hstt.

Kelopak mata yang terlalu lama terpejam, perlahan membuka dan disambut kegembiraan.

“Kanti, akhirnya kamu siuman juga!” Aya memeluk Candra Kanti, meluapkan rasa lega serta senang.

Aji tidak kalah senangnya, bergegas masuk ketika Aya berteriak kegirangan.

Kekasihku ....

Pertama kali yang diingat Kanti, satu kata terlontar dari bibir pria memiliki tinggi jauh diatasnya, bertelanjang dada membuatnya leluasa menatap sekilas tubuh atletis, rambut sebahu. ‘Yang dia maksud kekasih itu aku? Kapan kami pernah ketemu?’

“Kamu baik-baik saja kan? Apa ada yang sakit?” tanya Aji penuh perhatian.

Ahwaya menarik badannya, duduk kembali di tepi dipan. “Apa yang kamu lihat selama pingsan dalam waktu tidak sebentar. Dari langit masih suram sampai sekarang sudah kemerahan?”

Dengan dibantu Aya, Kanti duduk bersandar pada kepala ranjang. “Abeer sama Sambara mana? Mereka baik-baik saja kan?”

Walau dirundung kebingungan, Aji menjawab. “Lagi main catur bareng pak Aan di teras samping.”

“Syukurlah,” ucapnya lega seraya mengelus dada. “Kita harus pergi dari sini.”

“Kenapa? Apa ada bahaya?” sambar Aya tidak sabaran.

“Lebih dari bahaya, tapi kita masuk ke kandang predator yang kapan saja siap memangsa.” Kanti duduk tegak, mengkode Aji agar mendekat, lalu dia berbisik. “Salah satu dari mereka adalah makhluk yang kulihat di jurang pada saat kita tersesat.”

Mata Ahwaya berputar cepat, setengah percaya dan selebihnya tidak masuk akal. “Makhluk jadi-jadian maksudnya?”

“Apa saja yang kalian dengar sewaktu aku pingsan saat melakukan ritual tadi?” pertanyaan dibalas tanya.

“Kamu ada menyebut tiga orang memakai topeng kepala serigala,” beritahu Aji.

“Itu mereka. Kamu masih ingat tidak dengan bapak-bapak yang memergoki kita di semak-semak belakang?” tanya Kanti mencoba menggali ingatan Aji.

“Masih.” Jawaban disertai anggukan.

“Dialah yang menyiksa Mayang sampai meninggal.”

“Astaga. Kamu serius? Apa rambutnya gimbal, terus baju compang-camping?” Aya teringat akan sosok dipanggul.

Aji membenarkan. “Duanya lagi siapa?”

“Tejo dan pak Aan. Aku melihat mereka yang memanggul Mayang pas pertama kali dia hilang,” sekarang Kanti yakin jika dua sosok berkepala Anjing itu suaminya Lilis, serta seorang pelayan.

“Terus kita mau kabur kemana?” Aya merinding, duduk merapat ke temannya.

Kanti terdiam, tersadar oleh pertanyaan Ahwaya yang tidak bisa dijawab olehnya.

Kabur disaat tidak tahu seluk beluk wilayah misterius ini, sama saja seperti bunuh diri.

‘Disini kami dalam bahaya, jika diluar lebih banyak lagi pemangsa mengintai,’ batinnya bergumam, langsung teringat sosok dalam lorong berliku.

Candra Kanti memejamkan mata, berkomunikasi dengan sang pelindung. Mata batinnya melihat Nyai tengah bersemedi demi memulihkan tenaga dalam, luka-luka sabetan pedang pada lengan atas, pundak, perut.

Dia tidak bisa menganggu, yang ada memperlambat proses penyembuhan Nyai.

Brak!

Kanti terkejut, badannya otomatis menegang, begitu juga dengan kedua temannya.

Sambara masuk ke dalam kamar dengan wajah pucat, napas memburu.

“Ada apa?” Aji menanyainya.

“Diluar, para warga berjaga-jaga. Kata mereka makhluk jadi-jadian itu akan menyerang desa ini.” Sambara ketakutan, jika lawannya manusia, dia masih bernyali melawan, namun ini berbeda.

Abeer juga masuk, lalu pintu dikunci rapat oleh Sambara.

“Apa yang kamu bawa?” Ahwaya memperhatikan baskom ditutupi daun pisang.

“Daging panggang lengkap dengan sambal kecap.” Disingkirkannya daun layu, terlihatlah daging berwarna coklat, sisi pinggiran sedikit gosong, aromanya wangi sekali.

Hueg!

Hueg!

.

.

Bersambung.

1
myPuspa
SEMANGATTT kk Cublik up nya...🥰🥰🥰
Siti Umaroh
semangat thor jangan BKIN peran Sambara jdi jhatt
AFPA
kamar akyu..semalam 🤣
Siti Umaroh
thor jangan ada korban lgi aku BCA novel ini karna suka Sambara SMA aya
Siti Umaroh
semangat upnya thorr jangan satu bab Thor suka bgt sma Sambara wloupun sering marah TPI baik plis tetep satuin SMA Aya thorr
Monica Lora
ngeriii🤭
Eli Rahma
lihat aja besok...siapa salah satu keluarga bu sasmita yg kakinya cidera..atau orang lain..
Aisyah 🐾
cepet up thor nanggung bener
Betri Betmawati
siapa yg dincar sama siluman anjing itu
lanjut Thor
Teh Qurrotha
sereeeemmmmmm ihhh
Secret Admire
Aksata.. siapakah dirimu Aksata?🤭
Monica Lora
demi apa kanti menikmati sentuhan si kekasihku 🤭
Engkar Sukarsih
iih... takut...
Secret Admire
😭 semoga segera ada pertolongan buat Kanti dan teman temannya 😭
Secret Admire
🥹 semoga Kanti dan teman temannya selamat 😭 meskipun sedikit harapan 😭
Aprisya
huuuufffff ati2 kanti🥰🥰
𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐊𝐈𝐓𝐀🍉
mana ? ga ada yang jaga yak?
𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐊𝐈𝐓𝐀🍉
waduh 😳
Iis Dawina
ya Allah aku kebangun JM 3..ada notif langsung bc..tp bc nya sumpah deh ikut tegang tahan napas
Siti Umaroh
thor bikin mreka ber 5 kompak dan jangan ada korban lgi thorrrrr semangat upnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!