NovelToon NovelToon
Ugh ... My Aggressive Bos!

Ugh ... My Aggressive Bos!

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sheninna Shen

"Hangatkan tubuhku. Only one night."

Sebuah kalimat yang mengubah seluruh kehidupan Leon dan Bianca yang bertemu di Paris secara kebetulan.

Pertemuan singkat yang awalnya sebatas di Paris saja, siapa sangka berlanjut hingga saat keduanya kembali ke Indonesia.

Keduanya dipersatukan dengan status yang berbeda. Atasan dan bawahan. Hal tersebut membuat Leon memanfaatkan wewenangnya untuk bertindak dan bertingkah agresif kepada Bianca yang diam-diam telah mencuri ciuman pertamanya di Paris.

🫧🫧🫧

Halo semua! Ini novel terbaru Kak Shen. Yuk kepoin! 💜

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sheninna Shen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesalahpahaman Reinhard

..."Leon. Mending kamu ajak Bella keluar dan berkencan." – Reinhard Salvatore...

^^^"Maaf, janji sore ini kita tunda dulu. Nenekku di kampung sedang sakit, jadi aku harus segera pulang merawatnya."^^^

Usai membaca pesan singkat dari Bianca, Leon bergegas ingin menghubungi gadis itu. Namun, belum sempat niatnya terwujudkan, ada sebuah panggilan masuk dari Bella. Hal tersebut membuat ia menunda untuk menghubungi Bianca.

^^^"Kak Rein udah sadar."^^^

Mendengarkan ucapan Bella, tanpa menjawab, Leon langsung mematikan ponselnya dan menyambar kunci mobil yang ada di atas meja kecil samping ranjang. Ia berlari keluar apartemen dan bergegas ke arah lift untuk turun ke basement.

Tak membutuhkan waktu yang lama, Leon tiba di rumah sakit. Ia berlari menuju ruangan Rein dan membuka pintu ruangan dengan nafas yang terengah-engah.

"Kak!"

Semua mata tertuju pada Leon yang berteriak memanggil kakaknya.

"Sial!" umpat Leon dalam hati saat melihat ada Anya dan Cindy di sana. Ia mengutuki Bella yang malah memberitahu 2 wanita sialan itu lebih dulu ketimbang dirinya. Padahal temannya itu tahu bahwa Anya sedang memiliki niat buruk pada kakaknya.

"Kak Leon," Cindy berlari ke arah Leon dan berbicara dengan nada yang manja serta centil, "syukurlah Kak Rein udah sadar."

"Hahaha. Kenapa aku nggak pernah tau kalian sedekat itu?" kekeh Rein dengan wajahnya yang masih pucat.

Pria bermata biru dan hidung mancung yang persis dengan yang dimiliki Leon itu mengulum senyum kepada keluarga satu-satunya yang ia miliki dari keturunan Salvatore. Ia sangat mencintai Leon, adiknya yang baginya masih seperti anak kecil.

Leon menempik tangan Cindy dengan kasar dan beranjak meninggalkan gadis yang mematung di depan pintu itu. Anya yang melihat sikap kasar Leon, ia menatap tajam kepada Leon. Namun Leon tak

Mempedulikan tatapan tersebut. Karena dari dulu, ia tak pernah suka pada Anya yang menikah dengan kakaknya.

"Kak, tolong jangan menakutiku lagi," lirih Leon sambil memeluk tubuh Rein, "aku udah nggak punya siapa-siapa selain Kakak."

"Hahaha!" Rein menepuk pelan punggung Leon dengan tawanya yang tulus, "semua orang pasti mati, Leon."

"Tapi belum saatnya," ucap Leon sambil melepaskan pelukannya. Ia duduk di kursi yang ada di samping ranjang sambil memegang tangan Rein yang masih tertusuk infus.

"Kakak boleh meninggal setelah memiliki anak, cucu bahkan melihat cucuku," imbuhnya sambil menatap sinis ke arah Anya. Sehalus itu Leon menyindir Anya.

Anya yang merasa hawa panas mengelilinginya di ruangan itu, ia merasa gerah dan tak nyaman.

"Sayang, aku cari makanan sebentar." Anya beranjak pergi meninggalkan kamar tersebut disusuli Cindy.

Kini, hanya ada dua kakak beradik itu di ruangan.

"Leon, jangan pertahankan sikap dingin dan cuekmu itu," pesan Rein menatap iba ke arah Leon, "kau harus menemukan pasangan dan hidup lebih baik lagi."

Leon tersenyum sambil sekilas mengingat wajah Bianca yang sedang terlelap di sampingnya. Hanya dengan bayangan wajah tenang dan menggemaskan itu cukup membuat jantungnya berdebar.

"Bersikap baiklah kepada Cindy."

Ucapan Rein barusan membuat Leon mual dan seperti ingin muntah. Leon benar-benar menganggap Cindy sebagai parasit yang kotor dan menjijikkan.

"Kak ... kenapa menyetir sendiri? Ke mana supir?" dalih Leon yang tiba-tiba teringat akan kejadian nahas yang hampir membuatnya sebatang kara. "Dan Kakak tau? Rem itu diputuskan dengan sengaja."

"Leon, berhentilah mengkhawatirkan sesuatu yang dianggap musibah. Kecelakaan itu murni hanya karena sebuah ketidakberuntungan. Bahkan aku masih hidup saat ini."

"Tapi, Kak—”

"Leon. Mending kamu ajak Bella keluar dan berkencan," potong Rein mengalihkan pembicaraan. "Aku yakin, sampai sekarang dia masih mengejar-ngejarmu."

Mendengarkan ucapan Rein, Leon semakin kesal rasanya. Bagaimana tidak? Sejak dulu Rein berfikir bahwa pria yang Bella cintai itu adalah adiknya. Bahkan Rein berfikir bahwa adiknya lah yang membuat Bella tak menikah sampai sekarang karena terus mengekorinya sampai kuliah pun mereka bersama.

*"Bella sialan*!" umpat Leon kesal karena Bella selalu melarangnya untuk memberitahu bahwa wanita itu memendam perasaan kepada Rein, "kenapa sih nggak jujur aja? Sejak kapan gue liatin tuh anak sebagai wanita?!"

Tok! Tok! Tok!

Baru saja disebut, orang yang disebut pun langsung tiba.

Bella masuk ke dalam ruangan tersebut dengan seragam dokternya. Wanita dengan keanggunan yang natural berdandan tipis-tipis itu terlihat sangat dewasa dan berwibawa. Tapi itu hanya di depan Rein. Beda lagi saat di depan Leon, ia akan menjadi wanita gila yang kerjaannya hanya bisa mengumpat dan emosian.

"Wajah yang menggelikan," rutuk Leon dalam hati saat melihat Bella berjalan dan tersenyum dengan anggun ke arah ranjang yang di tempati oleh Rein.

Bella yang melihat tatapan sinis Leon, ia hanya bisa menyeringai dan langsung membelakangi Leon. Saat Leon tertutup oleh tubuhnya, Bella membawa tangannya ke belakang dan mencubit kuat lengan Leon seolah-olah menyiratkan pesan, "Diam lo bocah sialan!"

"Kak, maaf aku baru datang," ucap Bella lembut kepada Rein, "aku baru tau dari perawat yang berjaga kalau Kakak udah sadar."

"Jadi, tadi kamu di rumah?" tanya Rein dengan perasaan bersalah.

Bella mengangguk sambil tersenyum anggun. Ia menyibak rambut yang menutupi telinganya menggunakan tangan kanan. Kemudian rambut itu ia bawa ke belakang daun telinga.

"Maaf, aku me—”

"Ng-nggak kok. Sudah seharusnya aku mengkhawatirkan kakak sahabatku," potong Bella.

Sementara Leon, Rein dan Bella bersama di rumah sakit, Bianca yang saat itu sedang dalam kereta api menuju kampung halaman, ia menjadi tak tenang dan terus menerus menatap ponselnya. Tak ada satupun balasan dari Leon, padahal pesannya sudah dibaca.

"Apa aku harus mengabarinya kalau di sana nggak ada sinyal?" gumam Bianca sembari menatap pemandangan keluar jendela.

Bianca ingin mengabari Leon bahwa selama ia berada di kampung, mereka tak akan bisa berkomunikasi. Tapi, saat melihat pesan terakhir yang ia kirimkan sudah dibaca dan tak ada balasan, Bianca pun mengurungkan niatnya. Ia berfikir bahwa percuma ia memberi kabar pada pria itu. Lagipula, hubungan mereka belum jelas untuk saling memberi kabar.

Tiba-tiba ponsel Bianca memberikan notifikasi 'low battery'. Bianca menghela nafasnya. Ia memilih mematikan ponsel ketimbang mengisi daya ponsel tersebut.

"Yah ... Senin pagi juga aku akan kembali ke Jakarta. Nggak mungkin dia mencariku."

...🫧🫧🫧...

...BERSAMBUNG......

1
Sofie Ariyani
semoga Bianca hamil juga anak Leon ya, jgn pake pil kontrasepsi
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Bianca Naif ngapain suka ngambil sikap yang menye², itu kan Singa sudah terbuka pada karyawannya jaga² agar ga ada gosip murahan lagi tapi kamu sok²an ngelarang segala... ujung²nya kalau kamu ada masalah baru lagi pasti Singa juga yang turun tangan... mending ikutin saja Singa selama dia bersikap tegas buat kebaikan hubungan kalian
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jelasin apanya Rein, kamu sudah salah datangin Anya ke tempatnya bukannya inisiatif buat hindari masalah baru malah ga berpikir ajuin ketemuan di Caffe atau restoran tempat terbuka kalau bener kamu serius sama Bella.. laaahh ini iyain saja kayak kerbau di cocok hidungnya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Aku suka gaya mu Singa...👍🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ga usah berAlibi ga ada cinta buat Anya, Rein... buktinya kamu sempat kasih setengah hati buat dia sebelum kamu tau kalau Bella juga cinta kamu sekarang
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ooooo... bulaatt, ternyata alasan Rein menunda² perceraiannya karna Singa yang trauma perceraian ortunya.🤭🤭🤭

salahnya kalian kurang terbuka dan komukasi harus lebih intens lagi.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Singa the best meskipun belum lama kenal sudah bisa ambil sikap buat melamar Bianca.👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
bagus Bi, aku dukung tar aku bantuin bawa cabe Setan sekalian buat Lulurin tuh siluman Cindy.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Bella Bella kamu nuduh si Singa yang bocorin kalau kamu suka Rein padahal mulutmu sendiri yang mengakuinya.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ngga Tein, Ngga Singa kok aneh ya padahal sudah tau kalau Anya toxic, hampir membunuhnya di tambah selingkuh terus kok telat urus cerai padahal bukti sudah ada.. oke lah kalau bukti kecelakaan belum lengkap tapi setidaknya bukti perselingkuhan sudah lengkap jadi uruslah dulu perceraian kalau masalau tuntutan hukum percobaan pembunuhan bisa sambil nunggu lengkap kaan bisa... malah nambahin keb0d0han sendiri masukin Cindy lagi.

terus Singa juga sudah tau keluarga Anya kayak gimana kok masih terima kerja sama dengan bapaknya Anya, harusnya kalau beneran pintar pasti nolak karna alasannya jelas banget tanpa perlu ketemu langsung ambil sikap tegas...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Preeett... telat bertindaknya kamu Rein.. sok tegass sekarang.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ga ada cinta antara kamu dengan Anya gimana Rein, di awal kamu sendiri yang bilang kalau kamubsudah mulai ada cinta buat dia terus sekarang bilang gitu..

ini gimana konsepnya Thor.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Laaah aneh kamu Rein kenapa ga dari sebelum tau pengakuan dari Bella cerainya, aneehh... ga tegas ambil sikap padahl sudah punya bukti perselingkuhan Anya terus perlakuan dia selama ini sebagai istri buruk tapi masih bertahan... segitu bilang cuma sedikit cinta sama Anya bahkan kamu sampe nerima Cindy masuk perusahaan dengan mudah.

kalau baru seekarang kamu punya inisiatif buat cerai bukan berarti kamu cinta Bella tapi karna pelarian saja.. kasihan Bella yang setia dan tulus malah harus dapat laki² plinplan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Rein kok kayak orang B0d0h ya sudah tau istrimu saja sikapnya buruk, sekarang malah dengan mudahnya masukin adik ipar buat jadi aspri di kantormu tanpa tau Cindy kayak gimana pribadi dan kerjanya... ga masuk di AkIL🤦‍♀️🤦‍♀️🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
salah paham, jadi salin tebak²an di pikiran masing².. mungkin Bella terlalu dekatbdengan si Singa jadi Rein mengira kedekatan mereka adalah orang yang saling mencintai dan sayangnya Rein bukannya mencoba utarakan dulu dan urusan di tolak/di terima mah akan tau jawabannya setelah denger dari Bella sendiri.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hadeeuuhh Bi makanya jangan asal cepat nyimpulin Orang yang baru di lihat... tau belum berarti kenal buktinya kamu salah menilai Cindy.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Halalin dulu Singa, jangan maen sosor dan suruh nginep terus diihh.🫣🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ya begitu lah Bell.. orang kaku antibsosial pun kalau sudah nemu pawangnya bakal lemah lembut, beda lagi kalau dibdepan orang lain
🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Makanya kalau beneran cinta kenapa ga coba terbuka sama Bianca jangan semua yang kamu lakuin anggap biasa Leon, pahami kalau Bianca punya trauma karna pers3lingkuh4n tapi kamu ga sadar sudah tiba² tiap dapat telpon dari Bella kamu no. duakan dia jadi tanggungbresikonya karna kamu ga Peka.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
salah paham karena masih belum mengenal karakter masing², Leon yang ga Peka salah mengambil sikap di saat Bianca mulai luluh dan percaya malah pergi ninggalin dia di saat dapat telpon dari Bella jadi wajar dengan Traumanya Bianca yang pernah di selingkuhi Over thinking sulit percaya lagi dengan laki²..

dan Bianca dengan pikiran buruknya menyimpulkan bahwa semua Laki² buruk ga setia... butuh komunikasi lagi biar sejalan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!