NovelToon NovelToon
CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Action / Dark Romance / Mafia / Office Romance
Popularitas:19.5k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

SEQUEL ISTRI MANDUL JADI IBU ANAK CEO!


Theodore Morelli, pria cerdas dan berkharisma yang melanjutkan perusahaan teknologi keluarga, hidup dengan prinsip bersih dan profesional. Sosok yang dikenal orang sebagai pria tak kenal ampun dan ditakuti karena kesempurnaannya, harus jungkir balik ketika dia berurusan dengan seorang office girl baru di perusahaannya.

Celina Lorenzo, yang menyamar sebagai Celina Dawson, office girl sederhana, masuk ke perusahaan itu sebagai mata-mata mafia keluarganya untuk menyelidiki sesuatu di perusahaan Theo.

Awalnya mereka hanya dua orang dari dunia berbeda.

Tapi semakin dalam Celina menyelidiki Morelli Corporation, semakin ia sadar:
Theo bukan musuh yang ia cari. Dan Theo yang ditakuti justru memiliki sisi paling lembut untuk Celina.

Lalu bagaimana jadinya jika Theo yang lembut itu tahu identitas asli dari Celina yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24. KEMBALI BEKERJA

Satu minggu.

Hanya tujuh hari, tetapi bagi Celina, waktu itu terasa seperti jeda yang terlalu panjang, seperti ditahan tepat di ambang pintu sementara dunia terus bergerak tanpa dirinya.

Pagi itu, sinar matahari Los Angeles menembus tirai tipis kamar tamu di kediaman Morelli. Cahaya lembut menyentuh dinding krem, lantai kayu mengilap, dan sosok Celina yang berdiri di depan cermin. Ia mengenakan seragam abu-abu muda khas office girl Morelli Corporation, rapi dan sederhana, seolah tak pernah terjadi apa-apa.

Namun bahunya, bahu kanan yang pernah terluka, masih terasa kaku saat ia merapikan kerah.

Celina menarik napas panjang, menatap bayangannya sendiri.

Di cermin itu, ia tidak lagi melihat gadis yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit dengan infus menggantung dan wajah pucat. Yang ia lihat sekarang adalah seseorang yang memilih berdiri kembali, meski dunia di sekitarnya bersikeras menyuruhnya duduk.

Ketukan terdengar di pintu.

"Celina?" suara Theo terdengar dari luar, datar tapi menyimpan kekhawatiran yang tak pernah benar-benar bisa ia sembunyikan. "Kau yakin akan kembali bekerja?"

Celina tersenyum tipis, lalu membuka pintu.

Theo berdiri di sana, mengenakan kemeja putih dan jas gelap, penampilan seorang direktur muda yang selalu terlihat tenang di luar, tetapi berantakan di dalam jika menyangkut satu orang ini.

"Aku yakin. Kau sudah bertanya puluhan kali soal itu," jawab Celina lembut.

Theo menghela napas, tangannya refleks mengepal di sisi tubuhnya. "Aku sudah bilang, kamu bisa ambil cuti lebih lama. Atau ... berhenti saja. Kau tidak perlu kembali ke sana."

"Justru karena itu aku harus kembali," potong Celina pelan.

Theo menatapnya, rahangnya mengeras. "Celina-"

"Ada penyusup, Theo," kata Celina serius. "Dan mereka belum ketahuan. Insiden kemarin bukan yang terakhir.”

Theo terdiam.

Celina melanjutkan, suaranya tenang tapi tajam. "Selama aku jadi office girl, aku bisa masuk ke semua divisi tanpa dicurigai. IT, keuangan, operasional, bahkan arsip. Aku melihat hal-hal yang orang lain abaikan. Aku busa membantumu."

"Kau hampir mati," balas Theo lirih.

Celina menatapnya lurus. "Aku baik-baik saja. Hanya luka seperti ini bukan apa-apa."

Sunyi menyela di antara mereka.

"Aku melakukan ini bukan karena aku merasa sok menjadi pahlawan atau apa. Tapi aku tahu betapa baik kalian padaku dan aku juga tidak mau membiarkan orang yang membuat bahuku patah hidup tenang. Mereka berani menyentuh Lorenzo dan partner bisnisnya, maka mereka harus siap menghadapi Lorenzo," ujar Celina yang sepertinya punya dendam tersendiri dengan orang yang membuatnya terluka.

Theo memejamkan mata sesaat.

Zane benar, gadis ini terkadang sangat keras kepala, batin Theo.

Akhirnya, Theo membuka kembali dan mengangguk kecil. "Baiklah kalau itu maumu, tapi ingat aku akan selalu mengawasimu. Jika kau masuk ke dalam masalah aku akan menyeretmu pulang," katanya.

Celina tersenyum, senyum kecil yang jujur. "Itu sudah cukup," jawab Celina.

Setelah itu mereka pergi bersama. Tentu Theo tidak mau membiarkan Celina naik kendaraan umum, tapi dia juga belum diperbolehkan membawa kendaraan sendiri karena keadaan bahunya yang masih rentan.

Gedung Morelli Corporation berdiri megah seperti biasa, menjulang dengan dinding kaca yang memantulkan langit biru. Namun bagi Celina, hari itu terasa berbeda.

Ada ketegangan yang menggantung di udara.

Begitu ia melangkah masuk ke lobi, beberapa pasang mata menoleh. Bisik-bisik kecil muncul seperti riak di permukaan air.

"Itu dia. Office girl yang terluka parah itu."

"Katanya terluka karena tertimpa lemari saat insiden kemarin."

"Astaga, kok sudah kerja lagi?"

Celina pura-pura tidak mendengar, melangkah menuju area staf dengan langkah tenang. Tak menyangka ada rumor yang beredar untuk office girl sepertinya.

"Celina?!"

Seorang perempuan berambut sebahu dengan wajah ramah berlari kecil menghampirinya.

"Rina, selamat pagi," sapa Celina sambil tersenyum.

Rina adalah senior di bagian office girl, usia mungkin lima atau enam tahun di atas Celina, cekatan, cerewet, tapi berhati emas. Ia memegang lengan Celina dengan hati-hati, seolah takut membuatnya retak.

"Kau gila, ya?" Rina mendesis setengah berbisik. "Kami semua dikasih tahu kamu luka parah dan kau sudah masuk kerja?"

Celina tertawa kecil. "Tidak separah itu."

"Bahumu katanya patah?" Rina menatapnya dengan mata melebar. "Manajer bilang kau hampir ... ah, pokoknya kau dilarang angkat barang berat, angkat dus, angkat apa pun yang lebih berat dari map!"

Beberapa office girl lain mendekat, wajah mereka penuh rasa ingin tahu dan keprihatinan.

"Kalau ada yang menyuruhmu kerja berat, laporin ke aku, ya," kata salah satu dari mereka tegas.

"Kau istirahat saja kalau capek. Jangan paksakan diri. Di Morelli tidak boleh ada yang memaksakan diri berkerja," kata Rina.

Celina terharu. Inilah alasan dia senang bekerja sebagai office girl di perusahaan Morelli ini. Karena di sini orang-orang tidak melihatnya sebagai putri konglomerat tapi masih memerlakukan Celina dengan sangat baik. Mungkin Celin akan meminta Theo untuk memberikan bonus untuk mereka nanti.

"Terima kasih," kata Rina tulus.

Pagi berjalan seperti biasa.

Celina menyapu lantai kecil di area administrasi, mengantar dokumen, mengisi ulang dispenser, dan mencatat hal-hal kecil yang luput dari perhatian orang lain. Ia mendengar percakapan setengah berbisik tentang sistem yang error, tentang data yang entah kenapa berpindah folder, tentang email internal yang dikirim dari akun yang tidak dikenali.

Semua dicatat di kepalanya.

Saat ia berdiri di depan mesin fotokopi di lantai tiga, menyalin berkas milik salah satu staf keuangan, langkah kaki cepat terdengar mendekat.

"Celina?!"

Rina muncul dengan wajah serius, jarang sekali terlihat seperti itu.

"Ada apa?" tanya Celina sambil tetap menekan tombol mesin.

"Cedric," kata Rina singkat. "Ketua IT. Dia mencarimu dan meminta para office girl memanggilmu menemuinya."

Tangan Celina berhenti.

"Sekarang?" konfirmasi Celina.

Rina mengangguk. "Dan dia lagi marah-marah dari pagi. Fredy dan bawahannya kena semprot habis-habisan."

Celina menelan ludah.

"Biar aku selesaikan fotokopian ini dulu baru aku temui Cedric," kata Celina.

"Tidak," potong Rina cepat. "Pergi sekarang. Aku yang ambil alih. Kalau kau telat, kau bisa ikut kena marah juga nanti."

Celina ragu sesaat, lalu mengangguk. "Terima kasih. Aku akan ke sana sekarang."

Celina melangkah menuju lift, jantungnya mulai berdetak lebih cepat.

Divisi IT, lantai yang selalu terasa lebih dingin dari yang lain. Pintu lift terbuka, dan suasana tegang langsung menyambutnya.

Suara bentakan menggema.

"Apa ini, Fredy?!" suara Cedric terdengar keras. "Kau mau bilang ke aku kalau data ini tidak kau sentuh?!"

Seorang pria muda berdiri di depan meja Cedric, wajahnya pucat. Berkas-berkas beterbangan di atas meja.

"Aku sungguh tidak tahu, Cedric," jawab Fredy gemetar. "Aku belum log in hari ini."

"Bullshit! Terlihat jelas kalau ada history log in milikmu." Cedric membanting map ke meja.

Celina melangkah maju.

"Mr. Cedric?" panggil Celina sopan tapi jelas. "Office girl lain bilang kalau Anda mencari saya."

Semua mata tertuju pada Celina.

Cedric menoleh.

Begitu melihat Celina, ekspresinya berubah, bukan mereda, tapi justru mengeras. Matanya menajam, seperti menemukan sesuatu yang sudah lama ia tunggu.

"Kau," kata Celina sambil menunjuk Celina. "Ikut saya. Sekarang."

Nada suaranya kasar, tanpa penjelasan.

Celina terkejut, tetapi ia tidak membantah.

"Baik," sahur Celina.

Gadis itu mengikuti Cedric menuju ruangannya, melewati deretan meja IT yang sunyi mendadak. Beberapa staf menunduk, pura-pura sibuk, sementara yang lain menatap Celina dengan pandangan bertanya-tanya.

Pintu ruangan Cedric tertutup dengan bunyi keras.

Celina berdiri di tengah ruangan, merasakan ketegangan merayap naik ke tengkuknya.

Ia melirik sekeliling.

Monitor menyala dengan baris kode, grafik keamanan, dan peta jaringan internal perusahaan. Udara di ruangan itu terasa berat, seperti menyimpan rahasia yang tidak ingin keluar.

Cedric berdiri membelakanginya sejenak, lalu berbalik perlahan. Ekspresinya berubah seketika.

"Maaf aku membentakmu. Aku tidak ingin yang lain curiga kalau aku dan kau dekat," kata Cedric yang masih terlihat frustrasi.

"Tidak masalah, aku paham. Tapi sepertinya ada yang terjadi di divisi ini? Rekan kerjaku bilang kau marah-marah sejak pagi," kata Celina santai.

"Benar. Code sistem AI seketika ada yang mengubah. Tidak terlalu jelas tapi jika diperhatikan itu bisa merusak seluruh tatanan projek inti AI kita," jawab Cedric.

Jantung Celina berdebar. "Ada orang lain yang mencoba merusak secara tidak langsung?"

"Itu yang ingin kucari tahu. Beruntun aku melihat beberapa code asing itu, jika tidak entah apa tang terjadi. Dan karena itu ... aku membutuhkan bantuanmu," kata Cedric menatap Celina.

Celina tidak tahu apa yang ingin Cedric pinta sebagai bantuan dari Celina.

Di luar, divisi IT masih menahan napas.

Dan di dalam ruangan itu, sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar kemarahan sedang bersiap terungkap.

1
Miss Typo
karna keahlian kepintaran Celine
PengGeng EN SifHa
akhirnya...ADA TOMMY & JERRY kwwkwkkwkwkwkw


bagus

bagus

bagus

bagus thooorr...
q suka...q suka❤️❤️❤️❤️❤️
Asyatun 1
lanjut
A R
😂😂😂
Wulan Sari
waaaah cerita ini sangat menarik dan selalu biat penasaran intrik2 di Kantor selalu ada yg berbuat jahat semoga nanti akhir cerita bahagia CEO nya dan tukang bersih2 yg nyamar, happy end ya Thor semangat 💪 salam sukses selalu ya cip 👍❤️🙂🙏
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
MODE BERUANG INGIN MENERKAM IKAN SALMON🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: iya juga ya 🤣
total 1 replies
Jelita S
ternyata Cedric punya tatapan maut jga🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: Galak dia itu 🤭
total 1 replies
Dew666
🪸🪸🪸🪸
Archiemorarty: terima kasih udah baca ceritanya 🥰
total 1 replies
Asyatun 1
lanjut
Miss Typo
semoga nasib Celine gak terlalu berat seperti orang tuanya dulu
Archiemorarty: Semoga ya 🤭
total 1 replies
Miss Typo
siapa itu, kok aku curiga sama Rina temen office girl itu ya 😁
Archiemorarty: Ehhh....🤭
total 1 replies
mimief
ayooo,kita mulai berburu,kalau kata mamak Lily 🤭
Archiemorarty: Aduhh...jangan donk, kalau mereka udah berburu tahu sendiri 🤭
total 1 replies
mimief
lagi Thor
up lagi
up lagi
Archiemorarty: Bener...ujan bikin mager asli 🤣
total 3 replies
mimief
emangnya cerita Lucas Ampe Zen lahir ya
kok aku ngelag yaa🤭
mimief: Wkwkkwk
terserah othor deh,ajh mah percaya aja
total 2 replies
mimief
ahhhh..mknya jenius nya ga ngotak yaa.
mang ada runtutan nya.
karena kalau normalnya, walaupun punya ingatan fotografi
tapi ga sedetail dan sekuat itu
othorrt,akh padamu da ah
mimief: iy..
tapi liat Celine jadi keinget dia
pas nemuin copet pas di bis...
ingetannya lebih lebih kyk cctv
total 9 replies
mimief
🥹🥹🥹🥹😰😰
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙢𝙚𝙣𝙚𝙜𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙧𝙪, 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 🦾🦾🦾
PengGeng EN SifHa
Apakah nasib CELLINE akan sama dengan cerita MAMAnya dulu thoor ??

q bacanya saja bikin OTAK panas...apalagi season LUCAS FAMILY ?
Archiemorarty: Waduhh...😭
total 3 replies
Miss Typo
wauuu makin seru, dan menunggu saat menegangkan
Miss Typo
gmn reaksi Theo saat berhadapan dgn Daddy nya Celine 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!