NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Uncle Noah

Terjerat Cinta Uncle Noah

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Murni / Si Mujur / Tamat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Ninda adalah Mahasiswi asal Indonesia yang berkuliah di Tu Delft Belanda. Pada hari itu untuk pertama kalinya Ninda harus pergi keluar negri naik pesawat seorang diri, saat akan melakukukan check in Ninda mengalami kecelakkan yang di akibatkan oleh kelalayannya sendiri, saat itu lah dia bertemu dengan seorang pria bernama Noah, pertemuan itu meninggalkan kesan, namun Ninda tak berfikir akan beretemu lagi dengan pria itu, sampai akhirnya di pertemuan keluarga yang di adakan di kediaman Tonny Ayah Tiri Ninda dia bertemu lagi dengan Noah yang ternyata adalah adik sepupu Tonny ayah Tiri Ninda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dari Supermarket Sampai Kantor Polisi

Jessica mengambil beberapa kotak susu, dan meletakannya di dalam keranjang, matanya masih mencari beberapa bahan makanan yang harus dia beli, setelah dia mendapatkan metega, telor, daging, dan beberapa ikat sayuran.

Akhirnya dia pergi kelorong yang lain untuk membeli buah-buahan Jessica sudah melihat beberapa buah yang akan di belinya dari kejauhan. Dia begitu  bersemangat sampai trolinya menabrak troli yang ada di hadapannya.

"Hati-hati dong," suara itu tampaknya tak asing di telinga Jessica.

"Julian!" seru Jessica sambil tersenyum.

"Kau sendirian? " Ungkap Julian sambil memperhatikan belanjaan Jessica,

"Ya, aku sendirian,"

"Ada apa?" Ungkap Jessica heran Julian melihat ke arah troli yang dia bawa.

"Sepertinya kau akan mengadakan pesta," ungkap Julian menebak saja.

"Nggak kok, ini persedian makanan ku, aku malas klo harus kembali lagi untuk berbelanja"

"kau bisa membawa belajaan mu sendiri?" tanya Julian.

"Tenang saja, aku bisa mengatasinya," Ucap Jessica.

"Ok, kalau begitu," ucap julian sambil tersenyum.

Julian pun berlalu dari hadapan Jessica, setelah selesai mengambil beberapa barang Jessica pun membayar semua belajaannya di kasir. Dan benar saja Jessica membeli begitu banyak makanan sampai harus memakai troli ke parkiran.

Sesampainya di parkiran Jessica pun kebingungan, dia mencari kunci mobilnya di dalam tas namun tak menemukannya, seketika dia teringat dan alangkah terkejutnya dia ketika menyadari kunci mobilnya tertinggal di dalam mobil.

"Akh sial, bagaimana Ini," ungkap Jessica sambil menepok jidatnya.

Kebetulan saat itu mobil Julian terparkir tidak jauh dari sana, melihat Jessica yang kebingungan Julian pun langsung menghampiri Jessica.

"Ada masalah?" tanya Julian sambil menghampiri Jessica, Jessica menoleh ke arah Julian dia sedkit bernafas lega.

"Aku meninggalkan kunci mobil di dalam," sahut Jessica masih tampak bingung.

"Punya kunci cadangan?" tanya Julian.

"Ada di apartemen ku," ungkap jessica.

"Biar ku antar." kata Julian sambil mendorong troli belajaan Jessica ke arah mobilnya.

"Eh, Julian" katanya sedikit kaget sambil berjalan mengikuti Julian. Senyuman pun terukir di bibir Jessica.

Julian membuka bagasi mobilnya kemudian menyimpan satu-persatu katong belanjaan di bantu Jessica, dalam waktu singkat semua katong belanjaan itu masuk ke dalam bagasi mobil Julian.

Kemudian Julian membukakan pintu mobil itu untuk Jessica sambil tersenyum ke arahnya.

"Terimakasih,"ucap Jessica balas tersenyum ke arah julian.

Julian masuk kedalam mobil dari arah pintu yang lain. kemudian dia menginjak perlahan pedal gas dan mobil itu pun melaju berlalu dari tempat itu.

"Julian, aku merasa tak enak selalu merepotkan mu," ucap Jessica sambil menatap julian dari samping.

"Kau temannya Noah dan Ninda, berarti teman ku juga,"sahut Julian melirik Jessica sambil tersenyum kearah Jessica.

Sampainya di apartemen Julian membantu Jessica membawa belanjaannya, Jessica merasa beruntung bertemu Julian karena ternyata dia sangat kerepotan harus membawa beberapa kantong belanjaannya sendiri. Mereka berdua saja masih kerepotan apa lagi kalau Jessica sendirian.

"Simpan saja di situ," ungkap Jessica sambil menunjuk ke arah meja makan.

Julian kemudian menyimpan semua kantong belanjaan itu di atas meja.

"Aku akan mengambil kunci mobil ku," ungkap Jessica lagi seraya masuk ke dalam kamarnya.

Julian hanya duduk di atas sopa sambil memperhatikan kesekeliling mengingat terakhir kali dia ke tempat itu Jessica dalam keadaan kacau.

Tak lama Jessica datang dengan membawa kunci cadangan mobilnya.

"Aku sudah menemukannya," ungkap Jessica.

"Kita pergi sekarang?" tanya Julian.

"Yap"

Merekapun berajak dari tempat itu,  Namun baru saja mereka berjalan beberapa langkah.

Ting ... tong ...

Suara bel terdengar Jessica sedikit penasaran siapa yang datang ke apartemennya karena dia sama sekali tidak punya janji hari ini.

Jessica membuka pintu apartemennya dan kemudian tiba-tiba beberapa orang menerobos masuk.

"Hey, apa-apaan ini," ucap Jessica kaget.

Hae In dan ketiga temannya tetap menerobos masuk.

Hae In sedikit terkejut melihat Julian berada di sana, dia kemudian tersenyum ke arah Jessica menatapnya penuh amarah.

"Pantas kau tidak pernah menerima panggilan ku," ucap Hae In sambil menatap Julian.

"Aku akan memanggil polisi," ungkap Jessica sambil mengambil  ponselnya, seketika Hae In merampasnya.

"Hey, Apa yang kau lakukan," Julian berteriak hendak menghampiri Jessica.

Kemudian ke tiga orang laki-laki itu menghadang Julian.

"Apa yang kau lakukan dengan laki-laki itu?" Hae In berteriak ke arah Jessica

"Itu bukan urusan mu," ucap Jessica tegas.

"Baru beberapa hari kau putus dengan ku, kau sudah bersama laki-laki lain," mata Hae In melotot menatap Jessica.

"Ya aku bisa menebaknya, dari caramu bercinta kau memang wanita jalang," seketika Jessica menampar wajah Hae In. Kata-kata Hae In benar-benar merendahkan harga dirinya.

Tanpa di duga Hae In membalas tamparan Jessica. kontan Jessika hampir tersungkur ke lantai.

Julian reflek medorong orang yang ada di hadapannnya,melihat Jessica di perlakukan kasar membuatnya ingin memukul Hae In. Namun teman-teman Hae In menghadangnya kemudian berusaha memukul Julian, Namun Julian berhasil menghindar dan baku hantam pun terjadi.

Jessica yang melihat itu langsung lari keluar dan menekan tombol darurat dia berfikir untuk minta bantuan security.

Sedang di dalam sana Julian sedang di keroyok empat orang, walaupun ada perlawanan dari Julian tetap saja dia kalah jumlah.

Dan tak lama kemudian beberapa orang security tiba di sana untuk mengamankan situasi itu.

Mereka mengacungkan senjata membuat Hae In dan teman-temannya mundur.

"Polisi sedang menuju kemari," ungkap salah satu security, sedang beberapa security yang lain memborgol Hae In dan ketiga temannya.

Kemudian Hae In dan ketiga orang temannya di giring ke luar apartemen Jessica.

Jessica masih tampak Syok, dia sedikit gemetaran, Julian yang melihat itu langsung memeluknya.

"Hey, semua baik-baik saja sudah aman," kata Julian sambil menepuk bahu Jessica.

"Maaf kau harus terlibat masalah karena aku," ucap Jessica pelan. Matanya kemudian menatap Julian yang tampak memar di sekitar wajahnya.

Ninda menyentuh sudut bibir Julian yang tampak sedikit mengeluarkan darah.

"kau tidak apa-apa?" tanya Jessica wajahnya panik.

"Ya gigi ku sedikit patah, jangan kuatir ini hanya luka kecil,"

" luka kecil apanya, aku akan membawa mu ke rumah sakit."

" Tidak perlu aku baik-baik saja,"

Namun tiba-tiba seorang security menghampiri mereka.

"Maaf kalian bisa ikut ke kantor polisi, untuk memberikan keterangan,"

"Tentu!" ucap Julian sambil menggandeng tangan Jessica, untuk beranjak meninggalkan tempat itu.

********************************

Setelah Ninda mendapat kabar dari Jessica kalau dia sedang berada di kantor polisi, Ninda dan Noah segera datang ke kantor polisi. sesampainya di kantor polisi Ninda langsung memeluk Jessica.

"kau baik-baik saja bukan?" ucap Ninda terlihat sangat cemas.

Jessica hanya tersenyum ke arah Ninda dan Noah, sesekali melirik Julian.

"Aku baik-baik saja semua berkat Julian," ucap Jessica sambil menatap Julian.

"Ya sama-sama," sahut Julian balas menatap Jessica sambil tersenyum.

Noah menghampiri Julian sambil duduk di sampinnya, Wajah Julian tampak babak belur, Noah merangkul Julian sambil menatap wajahnya.

"Bagaimana ini bisa terjadi, dan kau kenapa kau bisa bersama Jessica?" tanya Noah penasaran.

"Ceritanya panjang," sahut Julian dia sedikit bingung harus mulai darimana menceritakannya.

"Nanti ku ceritakan," kata Julian lagi.

Kemudian mereka semua beranjak dari tempat itu, karena polisi sudah tidak lagi memerlukan keterangan dari Julian dan Jessica.

Karena Jessica dan Julian pergi ke kantor polisi di antar oleh petugas, akhirnya mereka nebeng mobil Noah untuk pulang, namun tiba-tiba di tengah perjalanan Julian teringat sesuatu.

"Antar aku dan jessica ke supermarket," celetuk Julian membuat Noah sedikit bingung.

"Ke supermarket?"

"Sudah antar saja kami ketempat itu,"

Noah kemudian mengikuti ucapan Julian untuk megatarnya ke supermarket.

1
Evi Lusiana
org luar plgi mntan atlet,mayoritas pcinta sex bebas,kasihan ninda cm d php,
Evi Lusiana
asyik psti puny tmn² yg somplak tp asyik
Evi Lusiana
asta cerdas👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!