NovelToon NovelToon
ANAYA-nya HELGA

ANAYA-nya HELGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Bad Boy / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:559
Nilai: 5
Nama Author: NLiRa

Sekolah internasional terkenal dijakarta yang bernama Grand Imperial Academy, sedang disibukan dengan kedatangan siswa-siswi baru, yang sedang melakukan masa orientasi.

Anaya menjadi salah satu siswi baru di Grand Imperial Academy, ia bersekolah disana karena ada kedua abang kandungnya dan juga abang sepupunya yang bersekolah disana dan sudah menjadi siswa kelas 12 yang merupakan panitia orientasi juga.

Helga si Ketua OSIS yang tak pernah terlihat senyumannya sedikitpun menjadi icaran banyak siswi di Grand Imperial Academy.

Namun senyum Helga mulai muncul saat ia mulai tertarik dengan Anaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NLiRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BISNIS BARENG

"Maksudnya gimana Hel? " tanya Farraz yang kebinggungan mendengar jawaban dari Helga.

"Kita bangun agensi, kita cari talent, katakanlah kita mulai dari mencari model, penyanyi dan dancer. Jalannya agensi kita nantinya akan dikawal oleh perusahaan papa gue dan perusahaan papa kalian. Untuk desain beberapa hal seperti konsep terbaik untuk talent, kita akan minta dari perusahaan mama kalian, dan terakhir untuk kostum, riasan atau wardrobe, butik mama gue yang akan tanggung jawab"jelas Helga yang membuat Andreas, Sinta, Arunika dan Devandra tersenyum puas.

"Putramu mu memang cerdik Van" ucap Andreas.

"Hahaha, tak kalah juga dari ketiga putra mu ini Dre" jawab Devandra yang tertawa.

"Jadi gimana kalian mau? " tanya Devandra pada mereka.

"Aku setuju aja sih pa, selagi mereka juga setuju" sahut Helga santai.

"Bukan ide yang buruk dan bisa kita coba" sahut William yang melirik ke arah Farraz dan Mahesa.

"Iya aku oke aja sih pa" jawab Farraz.

"Ya kalau semuanya udah pada setuju, ya aku oke juga" putus Mahesa akhirnya.

"Wah mama senang dengarnya, semoga bisnis kalian lancar dan sukses ya" Sinta yang bangga pada anak-anaknya.

"Dan kalian tenang aja, mama akan bantu cari orang-orang profesional yang mau bekerja untuk kalian" sambil Arunika.

"Oke, jadi untuk tahap awal papa dan om Devandra udah ngumpulin ini" ucap Andreas yang menggeserkan sebuah map yang diatas meja menuju ke depan Helga, William, Farraz dan Mahesa.

"Itu merupakan hasil riset pasar di dunia industri entertainment. Kalian coba pelajari dulu secara perlahan, gak perlu cepat tapi harus teliti" sahut Devandra.

"Kalian juga harus tentukan fokus entertainment kalian. Misalnya kalian mau di musik, film, acara live, manajemen artis, modeling atau mau fokus di konten digital" ucap Andreas.

"Dan untuk biaya pertama nanti, perusahaan papa dan perusahaan om Devandra yang akan mengurusnya" ucap Andreas.

"Katakanlah kami investor utamanya" sambung Andreas lagi.

"Baik pa, kami akan pelajari ini semua" sahut William yang mengambil map itu.

"Kalian ini selalu bersama, jadi papa yakin akan mudah untuk kalian mempelajari ini" ujar Devandra.

"Kita bakal lakukan yang terbaik om" jawab Helga.

"Mungkin kalian boleh memikirkan dari nama terlebih dahulu" saran Arunika.

"Nama yang mudah diingat oleh berbagai kalangan" sambungnya lagi.

"Sepertinya kami akan bahas itu nanti ma, cukup pelajari ini terlebih dahulu, untuk nama kami akan pikirkan nanti" ucap Helga.

"Baiklah terserah pada kalian" sahut Arunika.

Di mall.

Anaya dengan yang lainnya pergi ke restoran yang ada di mall, mereka memesan berbagai jenis makanan dan juga dessert.

"Wahhh ini banyak sekali" ucap Citra yang takjub melihat hidangan di depan matanya.

"Sebelumnya lo belum pernah kesini? " tanya Retta dengan hati-hati.

"Pernah dulu saat kakak aku gajian dan itupun gak pesan makanan sebanyak ini, tapi belakangan ini sudah engga" jawab Citra dengan jujur.

"Eumm baby"ucap Lusia yang merasa iba.

"Lo tenang aja, selama sama kita, lo bakal makan enak terus" sambung Lusia lagi.

"Makasih kak Lus" jawab Citra yang tersenyum manis.

"Okey, kalian semua gak boleh terlalu formal sama kita berlima, gak perlu merasa kita ini kating kalian, anggap kita ini teman kalian oke" ucap Joanna.

"Anggap mereka berempat taman kalian, tapi anggap gue sebagai kakak kalian, oke" potong Lusia yang membuat mereka tertawa.

"Ana, Citra, kita harus berani ngomong " lo gue" di luar. "Aku kamu" cukup sama abang kita aja, gimana? "tanya Havinka.

"Iya aku setuju, kita harus terlihat badas supaya gak ada yang berani menindas kita, setuju" ucap Anaya dengan penuh semangat.

"Setuju" jawab Havinka dan Citra barengan dan membuat mereka tertawa.

"Tapi Ana, kalau abang kamu tau, kakak gak tanggung jawab" ucap Floella sambil tersenyum dan mengangkat kedua tangannya.

"Kamu tau kan gimana abang kamu, mereka gak suka kalau kamu ngomong pake " lo gue"sambung Floella.

"Ah kak Flo menjatuhkan mental Ana sebelum mulai" celetuk Anaya cemberut.

"Hahaha Ana kamu lucu banget sih" Retta gemas melihat Ana.

Kamu tenang aja, kakak bela kamu kalau Mahes marahin kamu" sambung Retta.

"Beneran? " tanya Anaya penuh harap.

"Yups, Mahes urusan kakak" ucap Retta yang tersenyum.

"Kak Retta, eumm love you" ucap Anaya dengan ekspresi gemas dan membuat tangan bentuk love.

"Hahaha, oke kita makan sekarang sebelum semuanya meleleh melihat kegemesan kalian bertiga" ucap Joanna.

Mereka pun menyantap makanan yang sudah di pesan tadi sambil saling tukar cerita.

"Oh ya habis ini kita mau ke mana? " tanya Naina sambil memakan dessert

"Gimana kalau kita ke make up dulu, make up gue habis semua" ucap Lusia.

"Gue setuju, lipstik gue juga udah habis" jawab Floella.

"Dan gue mau beli parfum juga" sambung Floella.

"Oke, cari make up dulu dan setelah itu kita lanjut main" ucap Retta dan di anggukan oleh semuanya.

Mereka menghabiskan makanan mereka, laku Retta membayar semunya dan setelah itu mereka lansung menuju ke tempat make up.

Saat sedang dalam perjalanan menuju toko make up tiba-tiba Anaya berhenti dan membuat semuanya kebingungan.

"Ada apa Ana? " tanya Havinka yang kebingungan melihat Anaya.

Ana memegang kepalanya, pandangannya memudar bahkan langkah kakinya terasa berat, ia tak bisa menjawab pertanyaan dari Havinka.

"Ana" ucap Floella yang panik dan langsung memegang Ana.

"Ana tadi minum obat? " tanya Floella dan Ana hanya bisa menggelengkan kepalanya sehingga membuat yang lainnya kebingungan.

"Flo, ada apa? " tanya Naina yang kebingungan dan juga panik.

"Nai, please telpon Farraz sekarang" ucap Floella panik.

"Ada apa? " tanya Retta yang kebingungan.

"Jangan ta.. " ucap Floella yang terpotong karena Anay yang sudah pingsan.

Brukhhh, Anaya terjatuh pingsan dengan wajahnya yang sudah sangat pucat.

"Ana" ucap mereka semua yang langsung mendekat ke Anaya.

Semua orang mulai berkerumun di dekat Anaya yang berada diatas pangkuan Floella.

"Ana, Ana bangun" ucap Floella yang memangku Anaya.

"Tolong, tolong bawa dia ke mobil saya" ucap Floella yang sudah menangis.

Beberapa orang di sana membantu mengangkat tubuh Anaya menuju ke mobil Floella.

"Nai, telpon Farraz untuk ke rumah sakit sekarang" ucap Floella panik sambil mengikuti orang-orang yang mengangkat tubuh Anaya.

"O-oke" jawab Naina yang ikutan panik sambil meraih ponselnya.

"Flo lo duduk di belakang sambil pangku Ana, biar gue yang nyetir" ucap Retta yang menuju ke bangku kemudi.

Anaya sudah di masukan ke mobil Floella dengan Floella yang memangku kepala Anaya.

"Ana kenapa? " tanya Havinka yang sudah mengeluarkan air mata.

"Langsung ke rumah sakit aja ya" jawab Naina.

"Lus, kalian ikut di belakang kita ya" sambung Naina.

"Oke guys" jawab Lusia.

Di mobil Floella semakin menangis saat ia mengusap kepala Anaya dan rambut Anaya rontok di tangannya, ia mengenggam rambut Anaya yang ada di tangannya sambil menangis.

"Ana tolong jangan kenapa-napa" ucap Floella yang menangis.

Retta dan Naina hanya bisa melihat itu semua namun tak bisa menanyakan apapun.

...****************...

...****************...

Hai udah lama author gak up cerita, so kali ini author up cerita baru yang bertemakan anak sekolah lagi. mohon dukungannya, maaf kalau banyak kata yang typo. Jangan lupa Like, Comment dan Sarannya. Jujur saran dari kalian bisa menjadi motivasi bagi author untuk buat jalan cerita. Makasih semuanya, selamat menikmati...

...****************...

...****************...

1
Meenyaaa
Ana cukup manja sama abang2nya aja, kalau sama musuh cakar Ana cakar
Meenyaaa
nah gini baru keren
Meenyaaa
aaakkkkkk helgaaaa
Meenyaaa
pada heboh semua🤣🤣
Meenyaaa
HELGAAAA
Meenyaaa
Vika kecintaan soalnya😄
Meenyaaa
ka Helga doang bye bye nya🤭
Meenyaaa
lanjuttt
Meenyaaa
nasip lu mahesss🤣🤣🤣
Meenyaaa
🤣🤣
Meenyaaa
up lagi kak
Meenyaaa
up yang banyak thor
Meenyaaa
bner lagi🤣🤣
Meenyaaa
mampusss
Meenyaaa
huhuhu Mahesa... ☹️
Meenyaaa
keren ceritanya, ringan untuk kisah anak SMA. lanjut tiap hari thor
Meenyaaa
ucapan tajam emang gak membekas di kulit tapi selalu membekas di batin. peluk jauh Ana
Meenyaaa
ya jlas perhatian, wong abangnya
Meenyaaa
ini manusia mulutnya gak ada etika ya, main nuduh org digilir lagi
Meenyaaa
lanjut lagi thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!