NovelToon NovelToon
Darah Pocong Perawan

Darah Pocong Perawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor / Hantu / Mata Batin / Iblis
Popularitas:510
Nilai: 5
Nama Author: Celoteh Pena

Yitno... Ya namanya adalah Suyitno, seorang laki-laki berusia 36 tahun yang tak kunjung menikah. Ia adalah pemuda baik, tetapi hidupnya sangat miskin dan serba kekurangan.
Baik itu kekurangan ekonomi, pendidikan, wajah dan masih banyak hal lainnya yang membuatnya merasa sedikit putus asa dan berkecil hati. Ia tinggal bersama ibunya yang seorang janda.
Ia pemuda yang rajin dan tak malu bekerja apapun. Iman dan mentalnya berubah semenjak ia menghitung usianya, dan melihat teman-teman sekampungnya yang semuanya sudah berkeluarga. Ia malu, ia pun ingin menikah tetapi tak ada seorang gadis pun yang mau dengannya.
Semua gadis seperti menghindarinya, entah karena Ia miskin, atau karena ia tak rupawan, atau mungkin karena keduanya. Hingga suatu hari ia bertemu dengan seorang kakek yang akan merubah hidupnya.
apakah yang akan dilakukannya? ikuti terus kisahnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Celoteh Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PDKT

Keesokan harinya tepat pukul 10 pagi Yitno pergi ke warung pecel bude Sri sekedar berpura-pura, ia ingin mengenal wanita cantik yang kemarin ia lihat. Yitno meminta ibunya untuk menunggu warungnya sebentar. Yitno pun bergegas menuju warung bude Sri yang tak jauh dari rumahnya, mungkin hanya berjarak 30 meter saja.

"Bude pecel satu, jangan terlalu pedes, cabe-nya 5 aja, jangan di kasih sayur kates, kerupuknya jangan di remes. Sama teh sisri gula batu, es sama aer nya jangan banyak-banyak nanti gak manis." Request Yitno memesan

"Behh.. Ribet amat cuma pesen pecel sama es aja banyak aturannya...!!! Sekalian request ngulek bumbu kacangnya sambil salto Yit..!!" ketus bude Sri

"Hahaha... boleh-boleh bude kalau bisa, emm anu mana, bude?"

"Anu siapa?"

"Itu yang glowing glowing hehe.."

"Ohh kamu ini...Weni to? Ada tu di dalem rumah. Tadi sih lagi nyuci bajunya."

"Namanya Weni, bude?"

"Iya, hmm suka kamu ya? Hahaha.."

"Cuma nanya kok."

"Ya suka juga gak papa lho Yit, wajarlah kamu bujang ikhtiar nyari jodoh."

"Dia masih janda, bude?"

"Iya, udah tiga tahun menjanda. Anaknya liburan sekolah jadi maen kesini. Sekalian nyari-nyari tempat usaha. Soalnya di sana dia sepi salonnya. Saingannya terlalu banyak sedangkan salonnya cuma ala kadarnya. Ya namanya janda gak punya banyak modal.

Dia sekalian nyekolahin anaknya, kasian bude sama dia. Pengen bantu tapi bantu apa? Aku sendiri ya bukan orang banyak duit. Hidup ku ya pas-pasan gini.

"Kok gak nikah aja? Dia lho cantik."

"Gak tau bude, trauma mungkin terakhir dia cerita deket sama laki-laki PNS gitu, dia nya udah suka. Ngakunya bujang, udah serius-serius ehh gak taunya suami orang. Istrinya datang. Ngelabrak marah-marahin dia. Dia di olok-olok wanita murahanlah, pelakorlah..Halah abis pokoknya..itu yang buat salonnya jadi sepi.

Orang-orang mikirnya dia janda gatel, pelakor dll. Padahal dia gak tau apa-apa. Apes lah pokoknya, sampe sekarang dia trauma mau deket sama laki-laki kalau gak tau pasti status laki itu." Tutur bude Sri bercerita sembari mengulek kacang yang di siram air rendaman asam.

"Ohh gitu ya, kasian ya..makanya dia mau ada rencana pindah ke sini ya, bude?"

"Iya, kalau aku juga ya udah gak kuat Yit, pandangan orang udah terlanjur jijik ke kita. Di lingkungan kita gak di hargai gak di hormati. Aku juga ya pasti milih pindah. Tapi dia gak tau mau pindah kemana, duit juga gak ada, mana anaknya masih sekolah."

Yitno terdiam, ia berfikir ternyata hidup manusia tidak semuanya baik-baik saja. Penderitaan yang Weni alami ia bisa merasakannya. Karna Ia pun pernah di posisi seperti itu. Sindiran dan pandangan penuh meremehkan dan hinaan itu makanan Yitno sehari-hari. Bahkan ia alami di setiap detik hidupnya sedari ia kecil.

Yitno masih ingat di saat ia masih kecil dahulu, mungkin usianya masih sekitar 10 tahun, selepas hujan di sore hari, ia yang sudah mandi sore membuat kapal-kapalan dari selembar kertas, ia memasukan kapalan itu di parit depan rumahnya dan ia ikuti terus..

Hingga ada seorang gadis sebaya dengannya, mendorongnya masuk ke dalam parit tanpa alasan hingga pakaiannya pun kotor dan basah. Gadis itu adalah anak dari orang terpandang di kampungnya.

Yitno yang emosi ganti menarik gadis itu hingga ia pun masuk ke dalam parit. Gadis itu menangis. Gadis itu pulang mengadu kepada orang tuanya. Yitno yang merasa tak bersalah pun tak takut ia pun pulang ke rumahnya.

Tak lama ibu dari gadis itu datang memaki-maki ibu Yitno, bahkan Yitno di pukuli olehnya dan Wajahnya di ludahi olehnya.

"Mikir kamu itu anak siapa! Mamakmu gak mampu ganti baju anak saya yang kotor dan rusak! Jangan lagi kamu maen sama anak saya!" Hardik wanita itu kepada Yitno kala itu

Ibu Yitno terpancing emosi melihat Yitno anaknya di perlakukan seperti itu, ibu Yitno lalu menjambak dan mencakar-cakar wajah ibu gadis itu hingga wajahnya berdarah.

Kampung itu ramai menjelang Maghrib, seluruh warga datang mendengar kegaduhan tersebut. RT pun mendamaikan ibu Yitno dan wanita itu di malam harinya..

Dan ternyata wanita itu tetap tak terima keesokan harinya polisi datang menangkap ibu Yitno. Ya! wanita itu melaporkan ibu Yitno, ia visum dan melaporkan ibu Yitno atas kasus penganiayaan. Ayah Yitno pusing ia menjual sawahnya untuk mengurus persidangan dll, hakim tak menyatakan ibu Yitno bersalah di tambah ibu Yitno masih memiliki balita yang tak lain adalah adik Yitno yang masih berusia dua tahun kala itu.

Tak lama dari kejadian itu ayah Yitno tak mempunyai sawah dan pekerjaan ia tampak depresi dan sakit-sakitan hingga meninggal setahun kemudian.

Yitno begitu menaruh dendam yang teramat pada wanita itu, sayang wanita itu sudah meninggal sebelum Yitno sempat membalaskan dendamnya. Dan gadis yang mendorongnya itu, saat ini berada di luar kota dan sudah menikah.

"Ini pecelnya...bengong aja! Hayo mikirin Weni ya!"

"Ehh..nggak nggak kok bude.."

"Di coba deketin Weni Yit, bude tau kamu laki-laki baik-baik, apalagi sekarang kamu udah punya usaha. Siapa tau Weni mau sama kamu. Ditambah kamu masih bujang. Tapi inget Yit, Weni itu perempuan baik-baik awas kamu mainin gak kamu nikahin, tak ulek endokmu kalau sampe macem-macem..!!" Ancam bude Sri

****

Sore hari saat Yitno sedang berjualan di warungnya. Weni datang, ya janda cantik saudara dari bude Sri tersebut sepertinya hendak membeli sesuatu di warung Yitno.

"Mas beli pulsa, ada?"

"Ada mbak, yang berapa?"

"20 mas, ini nomornya" ucap Weni sembari memberikan ponselnya. Yitno segera mengisi pulsa ke nomor itu.

"Gimana mbak? Pengen usaha disini atau gimana? Udah dapet pandangan belum, soal lokasi usaha?" Tanya Yitno basa-basi sembari mengetik nomor ponsel di hapenya

"Belum mas, mau ngecek ke arah deket pasar. Di jalan lintas. Gak berani aku, takut kesasar, bukan orang sini, gak hafal jalan. Gak ada yang nemenin."

"Lah suaminya bude Sri 'kan ada?"

"Gak enaklah mas, suaminya bukan kakak kandungku, itu sepupu. Sebenernya aku gak enak main kesini. Tapi mau gimana, gak punya saudara lain. Adapun di luar kota jauh jauh semua."

"Lah orang tua mbak?"

"Udah gak ada semuanya mas, udah ninggal. aku cuma 2 bersaudara. Aku sama adekku. Sedangkan adekku dapet orang Kalimantan, dia di sana. Ya gak sukses- sukses banget dia juga, ya cukuplah. Suaminya kerja jadi tukang panen sawit disana."

"Ohh..aku gak punya motor sih mbak, kalau ada aja aku anterin."

"Mas mau nganterin aku? Aku ada motor mas, aku kesini motoran."

"Ya udah besok mbak ku anterin, ini udah sore."

"Beneran mas? Besok ya..ehh? Terus warung mas siapa yang nunggu?"

"Ada mamak kok mbak yang nunggu."

"Gak papa mas? Takutnya ngerepotin, gak enak aku nya.."

"Gak enak sama siapa? Aku bujang, gak ada yang ngelabrak gak usah takot hehehe."

"Emm..ya udah besok ya mas, sekitar jam sembilan pagi aku kesini. Mas udah buka kan?"

"Udah mbak, ya udah besok aku anterin."

Setelah Weni pulang, Yitno begitu senang melonjak lojak sambil berjoget menggoyangkan bokong lancipnya, Ia tak sabar menantikan hari esok.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!