NovelToon NovelToon
Milea Dan Sistem Ruang Dimensi

Milea Dan Sistem Ruang Dimensi

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Sistem / Mengubah Takdir / Teen / Ruang Ajaib / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:767.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: astiana Cantika

Milea arabella, biasa akrab di sapa dengan nama Lea adalah gadis yatim piatu setelah kematian kedua orang tua nya akibat kecelakaan tunggal beberapa tahun yg lalu sepulang dari luar kota, saat itu milea yg baru lulus SMA begitu syok mendengar kenyataan itu, apalagi dirinya harus menghidupi ketiga adik-adiknya.

Akan kah kebahagiaan menghampiri Milea dan ketiga adik-adiknya.?

ikuti terus kisah milea di cerita ini.


Happy reading 😘.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astiana Cantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 Barra 2

"Aku pun pernah merasakan apa yg pernah kau rasakan, di benci, di caci maki, di hina dan di kucilkan oleh keluarga sendiri, dan di cap pembawa sial, tapi aku tidak pernah membalas dengan kata-kata yg sama, aku membalas nya dengan kesuksesan ku, beruntung aku memiliki adik-adik yg penurut dan tidak pernah mengeluh." Ucap Lea tersenyum simpul.

"Kamu memiliki adik,?" Ucap barra.

"Ya, aku memiliki tiga adik, dua laki-laki satu perempuan, ketiga nya masih menempuh bangku sekolah." Ucap Lea.

"Orang tuamu,?" Tanya barra.

"Kedua orangtuaku sudah meninggal hampir 6 tahun yg lalu, setelah kepergian orang tua ku, aku yg baru lulus SMA di paksa menjadi dewasa sebelum waktunya, merawat dan membesarkan ketiga adik-adik ku, harta peninggalan orang tua ku pun di rampas paksa oleh nenek dan para bibi ku." Ucap Lea mengutarakan isi hatinya.

"Maaf, aku jadi curhat sama kamu." Ucap Lea tidak enak hati.

"Tidak apa-apa, mungkin dengan begitu bisa sedikit mengurangi beban pikiranmu." Ucap barra tersenyum.

Sedari dulu Lea tidak pernah menceritakan bagaimana lelah dan sakit nya ia bekerja siang malam hanya agar ketiga adik-adiknya tidak kelaparan,dan supaya bisa membayar kontrakan tiap bulan tanpa menunggak atau bahkan SPP adik-adiknya, untuk sekedar merawat dirinya pun Lea enggan.

Beberapa saat Maid pun tiba dengan sebuah nampan yg berada di tangan.

TOK

TOK

TOK

"Masuk." Ucap Lea yg melihat maid membawa sebuah nampan makanan.

Maid tersebut pun Langsung masuk yg kebetulan pintu nya terbuka lebar.

"Ini makanan nya nyonya." Ucap maid.

"Baik terimakasih mbak." Ucap Lea.

"Sama-sama nyonya, kalau begitu saya permisi." Ucap maid menundukkan kepala nya sebentar dan di angguki oleh Lea.

Maid tersebut pun keluar dari kamar tamu itu.

Lea yg melihat nampan berisi semangkuk bubur itu pun berinisiatif ingin menyuapi barra.

"Maaf merepotkan mu." Ucap barra tidak enak hati.

"Tidak apa-apa, aku sedang tidak sibuk." Ucap Lea.

Lea pun menyuapi barra dengan telaten, biar bagaimanapun saat ini barra belum sembuh total, luka tusukan di dada dan di perut membuat nya susah beraktivitas.

Beberapa menit kemudian, barra pun menyelesaikan makan nya dengan di suapi oleh Lea, entah kenapa dirinya kalau berdekatan dengan Lea merasa nyaman dan merasa di terima dengan tangan terbuka padahal dirinya hanya lah orang lain yg tanpa sengaja di tolong oleh lea, sejak dulu dirinya sangat menginginkan seorang adik perempuan, karena suatu insiden yg menimpa ibunya 24 tahun lalu, yg membuat ibu nya keguguran di usia kandungan 5 bulan dan bayi di dalam kandungan ibunya yg berjenis kelamin perempuan akhirnya di nyatakan meninggal, mengingat hal itu tanpa sadar membuat barra menitikkan air mata nya.

Lea yg tanpa sengaja melihat barra menangis pun bertanya.

"Apa kau sedang bersedih,?" Ucap Lea menatap barra dengan intens.

" Tidak, aku hanya mengingat adikku yg sudah meninggal dulu, kalau dia masih hidup mungkin dia seumuran dengan mu." Ucap barra menatap Lea dengan sendu.

"Kalau kau merindukan adikmu, anggap saja aku ini adalah adikmu." Ucap Lea tersenyum lembut.

"Benarkah, kau mau jadi adikku,?" Ucap barra tersenyum bahagia.

"Ya, aku mau kok jadi adiknya bang barra, tapi ada satu syarat." Ucap Lea.

"Apa syarat nya.?" Ucap barra penasaran.

"Abang barra harus tinggal di sini bareng aku, adik-adik dan juga kakek nenek." Ucap Lea.

"Tapi aku malu bila harus menumpang di rumah mu, apalagi kau harus menghidupi adik-adik mu dan juga kakek nenek, aku tidak mau menambah beban baru untuk mu milea." Ucap barra merasa tidak enak hati.

"Maka dari itu bang barra harus mengurangi beban ku." Ucap Lea Menaik turun kan alis nya, otak nya seketika penuh dengan rencana sekarang.

"Maksud nya bagaimana,? Aku sungguh tidak mengerti, apakah aku harus membantu mu membayar kontrakan.?" Ucap barra bingung.

"Tidak." Ucap Lea tersenyum sambil menatap wajah barra dengan senyum yg sulit di artikan.

"Perasaan ku kenapa jadi tidak enak ya."

Batin barra seketika bulu kuduk nya merinding.

"Lalu, dengan apa aku harus membantu mengurangi beban mu.?" Ucap barra ingin tahu.

"Nanti aku pikirkan hahaha." Ucap Lea tertawa terbahak-bahak melihat wajah waspada barra.

"Padahal aku sudah penasaran setengah mati." Ucap barra menghela nafas panjang.

"Minumlah obat nya bang, biar cepat sembuh dan membantu mengurangi beban ku hehe." Ucap Lea tertawa kecil sambil menyodorkan segelas air dan obat-obatan yg di berikan oleh dokter.

Barra pun menerima nya dan langsung menelan habis obat nya.

"Istirahat lah bang, aku akan ke sekolah adik-adik dulu, karena aku ada janji sama Sasa mau menjemput nya dan sekalian bertemu kepala sekolah mereka." Ucap Lea.

"Baiklah, terimakasih sudah merawatku milea, hati-hati di jalan." Ucap barra.

"Sama-sama bang." Ucap Lea, lalu Lea pun keluar dari kamar barra tak lupa menutup pintu nya kembali.

Lea pun menuju ke sekolah elit dimana adik-adiknya saat ini bersekolah sebagai murid baru.

Sesampainya di sekolah, Lea pun segera menuju ruang kepsek dengan arahan dari sistem, akhirnya Lea pun dengan mudah menuju ruang kepsek.

Lea pun berbincang sebentar dan mengutarakan niat nya ingin menjadi donatur utama di internasional school dan hal itu pun di sambut dengan antusias oleh kepsek.

Tujuan nya hanya satu yaitu agar adik-adiknya bisa bersekolah dengan Aman tanpa tekanan dari anak-anak orang yg berkuasa yg berbuat semena-mena, apabila hal itu sampai terjadi. pihak sekolah pasti akan melindungi adik-adiknya dari pembulyan.

Setelah menemui kepsek, Lea pun berjalan seorang diri menuju kantin gedung kiri, perkiraan nya sebentar lagi Sasa akan pulang sekolah, berbeda dengan Felix dan Zero yg pastinya kedua adik nya itu akan pulang agak lama.

Saat ini suasana kantin sedang sepi, karena jam pelajaran masih berlangsung.

Lea pun menuju ke arah ibu-ibu yg sedang sibuk menata kue-kue di etalase kantin.

Dengan memesan beberapa kue dan minuman jus jeruk, Lea pun duduk di pojokan sambil menikmati kue-kue yg ternyata enak itu.

Tak lama kemudian, Sasa yg kebetulan melihat kakak nya berada di kantin pun langsung menemui kakak nya, kebetulan Lea saat ini berada di kantin khusus buat murid SD.

"Kakaaaaakk." Teriak Sasa kala melihat kakak kesayangan nya ternyata menepati janji nya yg saat ini duduk di kursi kantin sambil memakan kue.

Sasa pun berlari menuju arah kakak nya yg di ikuti oleh teman baru nya yg duduk sebangku dengan Sasa.

Lea yg mendengar suara cempreng adik nya pun seketika menoleh dan benar saja, Sasa datang menghampirinya.

Bersambung.

1
Hidayat 92a
wkwkwk. mbg njirr🤭
Simba Berry
ramuan obat obatan banyak tersimpan diruang penyimpanan.tapi lucu ya lea tidak visa menyembuhkan orang.bara saja hafus dibawa kerumah sakit dulu baru bisa sembuh.wanita yg mau melahirkan lebih tragis meregang nyawa ketjka mau melahirkan.apa gunanya punya sistem punya ramuan pengobatan tingkat dewa kalau tdk bisa menyelamatkan orang.😄😄😄😄
Simba Berry
mulai ngawur ni cerita.awal baca semangat banget lama2 ceritanya mulai tdk masuk akal.lalu napain juga kakek neneknya pergi lagi.
Simba Berry
nah aku suka sistem seoerti ini tanpa adanya misi yg aneh2.tapi tuan rumah juga haruslah mempunyai sifat suka menolong dan ikhlas membantu orang yg membutu kan pertolongannya❤️
Simba Berry
seharusnya lea bilang"iya nek kami diusir dari kontrakan dan sekarang mau nginap sebentar dirumah nenek,besok kami akan pindah kekota dan tjnggal dirumah baru kita yg sudah saya beli.pasti neneknya tdk sedih.
Simba Berry
seharusnya waktu lwa membeli mobil diceritakan dulu thor situasinya saat lea membeli mobil.bagaimana tanggapan dan pandangan seles dan pemilik shorum mobilnya ketika lea bermaksud membeli mobil.apa dirmehkan atau diterima denhan baik.soalnya kalau pembelinya berpakaian lusuh biasanya selesnya ogah ogahan melayanjnya..lalu biasanya kalau membeli mobil baru itu belum bisa dibawah pulang.tunggu 2 atau 3 hari baru bisa diantar.beli mobil kok kayak beli permen.😄😄😄
Zahro Syifa Maulana
Whatt tiba-tiba banget cerita nya udah selesai. padahal baru baca tadi siang loh... ini emang aku nya yg ga sadar atau cerita nya yg terlalu bagus?
Hmmm...dua duanya gak sih. makasih ya ka buat cerita yg happy ending ini..
semangat terus kaka 💪
Astiana 💕: terimakasih kakak, dukungan kalian sangat berharga untuk kami para penulis, biar tetap semangat Nulis nya☺️
total 1 replies
Wulan Mirah
pagi² jd keluar air bawang 🤣
yasir aftab
buah jatuh dari ipar
yasir aftab
ondel ondel tak di datang tak di jemput pulang gak di antar
yasir aftab
karung mana karung mau culik comelnya 😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
yetiku86
mantap 👍👍👍, luar biasa 🤩
trimksh Thor 🙏🙏🙏😊
yetiku86
yah.... ngadu dia.... 😏
yetiku86
EH....!!! ternyata adonan Grandpa and Granma jadi to. 😅
aku kira paman kecil siapa 🤭
yetiku86
EH....??? ternyata perasaanmu hanya sebuah obsesi tuan.
yetiku86
satpamnya masih amatir ternyata. Sayang sekali... hunian mewah tapi tingkat keamanannya rendah.
yetiku86
mau komen mustahil.... tapi kok ya... memang inilah dunia halu yg sesungguhnya... 🤭🤭🤭
yetiku86
hidup seperti ini yg dimau semua manusia....tinggal minum langsung bisa 😍😍😍
Rino Wengi
Segede bandara kah rumahnya, sampai ada landasan jet pribadi? kalau heli masih masuk akal diatas rumah mewah biasanya ada helipad.
Rino Wengi
bagus Lea... kasihan Laras kalau dia nggak mau tanggung jawab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!