Lin Chen, seorang pemuda modern, bertransmigrasi ke Benua Langit Bela Diri. Sialnya, ia terbangun di dalam tubuh Master Sekte "Puncak Awan" yang sedang sekarat. Sekte tersebut dulunya berjaya, namun kini hanya menyisakan gunung tandus, bangunan hancur, dan Lin Chen sebagai satu-satunya anggota yang tersisa. Saat sekte musuh datang untuk mengambil alih tanah tersebut, Lin Chen membangkitkan Sistem Pembangunan Sekte Terkuat. Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang, membangun fasilitas ajaib, hingga menaklukkan surga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8: Kuali Sup Ratusan Tahun dan Pecahnya Inti Emas!
Di atas langit yang memerah oleh senja, sebuah pedang Qi raksasa meluncur membelah awan. Lin Chen berdiri di ujung depan dengan tangan di belakang punggung, sementara Ye Fan memapah Su Yue yang masih lemah di belakangnya.
Meski wajah Lin Chen terlihat setenang air danau yang damai, di dalam tubuhnya, sebuah badai kosmik sedang mengamuk. Lautan Qi Pembangunan Yayasan-nya mendidih liar, terus-menerus memadat dan menyusut ke pusat Dantian-nya. Ia harus menekan energi Pembentukan Inti ini sekuat tenaga agar tidak meledakkan udara di sekitar mereka.
Tahan... tahan... seorang Master Sekte harus menerobos dengan elegan di kamarnya sendiri, bukan meledak di tengah jalan seperti mercon, batin Lin Chen sambil mempercepat laju terbangnya.
Dalam waktu kurang dari setengah jam, Gunung Puncak Awan mulai terlihat. Lautan kabut mistis dari Formasi Ilusi Awan Pembantai menyelimuti seluruh gunung, membuatnya tampak seperti pulau abadi yang melayang di langit.
Lin Chen mengeluarkan Token Master Sekte dari inventarisnya. Seketika, lautan kabut itu membelah, membuka jalan setapak yang aman untuk mereka lewati.
Begitu mereka mendarat di pelataran sekte, Su Yue, yang fisiknya masih sangat lemah, tiba-tiba gemetar hebat. Gadis buta itu mencengkeram lengan baju Ye Fan dengan kuat, wajahnya pucat pasi.
"Kakak Seperguruan Ye... G-Guru..." suara Su Yue bergetar. "Tempat apa ini? Mengapa... mengapa ada begitu banyak naga pedang yang mengaum di udara? Dan kabut di luar sana... seolah berisi jutaan bilah pisau raksasa yang siap memotong dunia..."
Ye Fan terkesiap. Ia menatap Su Yue dengan bingung. "Adik Su, kau bisa melihatnya? Matamu kan tertutup kain?"
Lin Chen tersenyum tipis, menahan rasa sakit di Dantian-nya. "Itulah kekuatan Mata Pedang Bintang Jatuh. Meski secara fisik matanya buta, mata batinnya dapat melihat fluktuasi energi Qi dan Niat Pedang jauh lebih jelas dari kultivator normal. Su Yue, yang kau lihat adalah Formasi Penjaga Sekte kita dan Paviliun Pedang Ilahi. Jangan takut, mereka tidak akan melukaimu."
Mendengar penjelasan lembut gurunya, Su Yue perlahan-lahan tenang. Kekaguman luar biasa memenuhi hatinya. Gadis buta dan cacat sepertiku... dibawa ke tanah suci para dewa? Apakah Guru benar-benar seorang Dewa Pedang yang turun ke bumi?
"Baiklah," ucap Lin Chen sambil menepuk tangannya. Perut Su Yue tiba-tiba berbunyi keroncongan, membuat pipi gadis kecil itu memerah karena malu.
Lin Chen terkekeh. "Perjalanan hari ini cukup menguras tenaga. Sebelum kita mulai membicarakan kultivasi, sudah saatnya kita makan malam. Sekte Puncak Awan kita sedang merayakan kedatangan murid baru."
"Makan malam?" Ye Fan menggaruk kepalanya. "Guru, tapi dapur sekte kita sudah hancur bulan lalu, dan kita tidak punya bahan makanan apa-apa..."
"Siapa bilang?"
Lin Chen menjentikkan jarinya. Dari Cincin Penyimpanan yang ia sita dari Zhao Tianba, sebuah kuali perunggu raksasa setinggi satu meter mendarat dengan suara braak di tengah pelataran. Itu sebenarnya adalah Kuali Alkemis tingkat rendah milik Keluarga Zhao, namun bagi Lin Chen, kuali adalah panci sup yang kebesaran.
Selanjutnya, Lin Chen mulai mengeluarkan kotak-kotak kayu berisi harta rampasan semalam.
"Ye Fan, ambilkan air dari mata air spiritual di belakang aula. Nyalakan api. Hari ini Guru yang akan memasak."
Ye Fan bergegas melakukan perintahnya. Setelah air di dalam kuali mendidih, mata Ye Fan hampir melotot keluar melihat apa yang dilakukan gurunya.
Lin Chen membuka sebuah kotak giok yang memancarkan cahaya merah. Di dalamnya terdapat Ginseng Darah Berusia 300 Tahun, harta paling berharga milik Keluarga Zhao yang rencananya akan digunakan Zhao Tianba untuk mencoba menembus Pembangunan Yayasan.
Lin Chen mengambil Ginseng itu, mematahkannya menjadi dua seperti mematahkan ranting kering, dan melemparnya ke dalam kuali yang mendidih.
Byur!
"G-G-GURU!!!" Ye Fan menjerit histeris, nyaris melompat masuk ke dalam kuali. "I-itu Ginseng Darah 300 Tahun! Harga pasarnya setidaknya 10.000 Batu Roh! Itu harusnya disuling menjadi pil oleh Alkemis ahli, bukan direbus seperti lobak!"
"Lobak tetaplah sayuran, Ye Fan. Nutrisinya akan keluar jika direbus," jawab Lin Chen dengan wajah tanpa dosa.
Belum selesai Ye Fan menenangkan jantungnya, Lin Chen kembali mengambil Jamur Roh Es 100 Tahun, Teratai Giok, dan beberapa potong daging monster harimau tingkat rendah yang ia bunuh di hutan saat perjalanan. Semuanya dicincang kasar dan dilempar ke dalam kuali.
Hanya dalam beberapa menit, aroma yang sangat, sangat harum meledak dari kuali perunggu tersebut. Aroma itu begitu pekat dengan energi spiritual hingga membentuk kabut tipis tujuh warna di atas kuali. Menghirup uapnya saja sudah membuat pori-pori Ye Fan terbuka dan Qi di dalam tubuhnya melonjak kegirangan.
Ini bukan lagi makanan manusia. Ini adalah obat cair peningkat kultivasi yang paling brutal!
Lin Chen menggunakan mangkuk kayu biasa, menyendok sup dewa itu, dan memberikannya pada Su Yue dan Ye Fan.
"Makanlah. Jangan sisakan kuahnya."
Su Yue menerima mangkuk itu dengan tangan gemetar. Ia meniupnya pelan dan menyesap sedikit kuah emas tersebut.
Boom!
Seketika, mata Su Yue membelalak (di balik kainnya). Gelombang panas yang luar biasa nyaman meledak di perutnya, menyapu seluruh tubuh kurusnya seperti air bah. Kotoran hitam dan bau tak sedap mulai merembes keluar dari kulitnya—itu adalah proses Pencucian Sumsum (Marrow Cleansing) tingkat lanjut!
Tubuh Su Yue yang awalnya sangat lemah dan tidak memiliki kultivasi sama sekali mulai beresonansi. Energi spiritual raksasa dari sup itu langsung menembus meridiannya yang sempit.
Kondensasi Qi Lapis ke-1!
Kondensasi Qi Lapis ke-2!
Kondensasi Qi Lapis ke-3!
Hanya dengan minum semangkuk sup, gadis buta itu langsung menembus tiga ranah kultivasi berturut-turut!
Di sampingnya, Ye Fan yang memakan sepotong daging harimau yang telah meresap kaldu Ginseng Darah juga menggeram pelan. Kultivasinya yang baru saja mencapai Lapis ke-5 kembali melonjak, menembus dinding penghalang dan memasuki Kondensasi Qi Lapis ke-6 dengan fondasi yang sangat padat!
"K-kotoran apa ini yang keluar dari tubuhku?" Su Yue panik merasakan cairan hitam lengket di kulitnya.
Lin Chen yang telah meletakkan mangkuknya tersenyum puas. Ia berdiri dan mengusap debu dari jubahnya.
"Itu adalah kotoran duniawi yang menghambat bakatmu. Gurumu ini kebetulan punya tempat yang pas untuk kalian mandi dan mencerna sisa energi sup itu."
Lin Chen berjalan ke sisi kanan pelataran, area kosong di dekat tebing. Ia membuka sistemnya.
"Sistem, ekstrak Kolam Pencerahan Yin-Yang."
Dalam sekejap, bumi terbelah. Bebatuan giok putih dan hitam muncul dari dalam tanah, membentuk sebuah kolam pemandian air panas alami berdiameter sepuluh meter. Air di kolam itu terbagi menjadi dua warna—putih susu yang memancarkan aura kehidupan hangat, dan hitam pekat yang memancarkan ketenangan absolut. Di atas kolam, uap yang membentuk pola Yin-Yang raksasa terus berputar.
[Kolam Pencerahan Yin-Yang (Tingkat Surga): Air kolam mengandung Tao Yin dan Yang. Berendam di dalamnya tidak hanya menyembuhkan segala luka fisik dan jiwa, tetapi juga meningkatkan persentase pencerahan Dao (Pemahaman Seni Bela Diri) sebesar 500% selama 24 jam.]
"Kalian berdua, berendamlah di sana semalaman. Pria di sisi hitam, wanita di sisi putih. Jangan menggangguku sampai matahari terbit besok."
"Baik, Guru! Terima kasih atas anugerah Guru!" seru Ye Fan dan Su Yue serempak, bersujud penuh hormat.
Setelah memastikan kedua muridnya masuk ke dalam kolam sakral tersebut, Lin Chen segera berbalik dan berjalan cepat menuju ruang tertutup di reruntuhan Aula Utama. Wajahnya yang sejak tadi santai kini memerah menahan ledakan energi.
Begitu pintu tertutup, Lin Chen langsung duduk bersila di atas kasur jerami. Ia tidak bisa menahannya lagi.
"Sistem! Buka kunci kultivasinya!" raung Lin Chen dalam hati.
[Ding! Mengeluarkan Hadiah Misi: Peningkatan Kultivasi ke Tahap Pembentukan Inti (Core Formation)!]
BOOOOOOM!
Sebuah pilar cahaya keemasan raksasa tiba-tiba meledak dari tubuh Lin Chen, menembus atap Aula Utama yang bolong, dan membubung tinggi hingga merobek awan di langit malam.
Lautan Qi di dalam Dantian Lin Chen berputar dengan kecepatan cahaya, mengompres ratusan ribu galon energi spiritual menjadi satu titik padat. Suara detak jantung yang memekakkan telinga bergema dari dalam tubuhnya, seolah ada naga kuno yang sedang terbangun.
Titik padat itu bersinar semakin terang, hingga akhirnya mengkristal sempurna menjadi sebuah Inti Emas (Golden Core) seukuran telur puyuh yang bulat tanpa cacat, memancarkan cahaya keabadian!
Tahap Pembentukan Inti, Berhasil!
Angin topan spiritual menyapu seluruh Puncak Awan. Di dalam Kolam Yin-Yang, Ye Fan dan Su Yue menatap ke arah Aula Utama dengan rahang ternganga. Mereka merasakan tekanan aura yang begitu masif, begitu suci, hingga jiwa mereka secara naluriah ingin bersujud menyembah.
"Inti Emas... Guru sebenarnya adalah seorang Leluhur Pembentukan Inti!" gumam Ye Fan tak percaya. Di Wilayah Selatan ini, ahli Pembentukan Inti adalah makhluk legendaris yang hanya diceritakan dalam dongeng pengantar tidur!
Di dalam ruangan, Lin Chen perlahan membuka matanya. Sepasang pupil matanya memancarkan kilatan petir keemasan yang mampu menembus kegelapan. Ia mengepalkan tangannya, merasakan kekuatan yang ratusan kali lipat lebih besar dari tahap Pembangunan Yayasan.
Saat ini, jika ia menginginkannya, ia bisa meratakan sebuah gunung hanya dengan satu tamparan tangan!
"Jadi ini rasanya menjadi dewa di antara manusia?" gumam Lin Chen, senyum arogan terukir di wajahnya. "Wilayah Selatan ini terlalu kecil. Dengan murid-murid jenius dan kekuatan ini, sudah waktunya Sekte Puncak Awan keluar dari sarangnya dan mengejutkan benua."