Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12: Kepingan Pil dan Evolusi Akar Spiritual
Keheningan di Lapangan Pualam Hitam akhirnya pecah oleh sorakan riuh ribuan murid luar. Beberapa bersorak karena kagum, yang lain bergumam ngeri. Kemenangan mutlak Lin Tian atas Li Kuang secara resmi menyegel posisinya di Sepuluh Besar.
Han Lin, utusan dari faksi Wang, berbalik tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Jubah putihnya berkibar kasar saat ia melangkah pergi, namun niat membunuh yang ia tinggalkan di udara terasa sangat pekat. Ia tahu, mulai detik ini, Lin Tian bukan lagi masalah yang bisa diselesaikan oleh "anjing peliharaan". Wang Jian sendiri yang harus turun tangan.
Di atas paviliun, Tetua Gu mengelus jenggotnya dan mengangguk perlahan.
"Turnamen selesai!" Suara Tetua Gu bergema. "Sepuluh murid yang berdiri di akhir berhak melangkah melewati Gerbang Naga dan memasuki Sekte Dalam. Terimalah lencana identitas baru kalian... dan hadiah utama tahun ini."
Dengan jentikan jari Tetua Gu, sepuluh sinar cahaya melesat dari lengan jubahnya, melayang tepat di hadapan sepuluh pemenang.
Di depan Lin Tian, melayang sebuah lencana giok putih berukir awan, dan sebuah kotak kayu cendana kecil. Saat kotak itu dibuka, aroma obat yang luar biasa wangi langsung menyerbak, membuat Qi di sekelilingnya berdesir. Di dalamnya tergeletak sepertiga bagian dari sebuah pil berwarna hijau zamrud.
Kepingan Pil Pembentuk Pondasi!
Meskipun hanya kepingan, benda ini cukup untuk memicu pertumpahan darah di dunia fana. Ini adalah kunci untuk mengubah Qi berbentuk gas menjadi cairan spiritual yang padat.
"Kalian diberi waktu satu malam untuk berkemas. Besok pagi, melangkahlah ke Puncak Awan Surgawi," tutup Tetua Gu sebelum sosoknya memudar menjadi bayangan angin dan menghilang.
Malam harinya, di dalam gua rahasianya untuk terakhir kalinya.
Lin Tian memegang kepingan pil zamrud itu di telapak tangannya. Bagi murid Puncak Tahap 9 Pengumpulan Qi, benda ini akan langsung ditelan untuk mencoba menerobos ranah Pembentukan Pondasi. Tapi bagi Lin Tian yang baru berada di Tahap 5, memakannya sekarang sama saja dengan meledakkan dantian-nya sendiri.
Namun, ia memiliki Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
"Sistem, analisis Kepingan Pil Pembentuk Pondasi ini," perintah Lin Tian.
[Ding!]
[Mendeteksi Kepingan Pil Pembentuk Pondasi (Kualitas Menengah). Tingkat residu Erysipelas (racun pil): 30%.]
[Fungsi utama: Mengubah wujud energi dan memperluas kapasitas meridian dasar.]
[Apakah Inang ingin mengekstrak Esensi Pondasi Murni?]
"Ekstrak," jawab Lin Tian.
Cahaya keemasan menyelimuti telapak tangannya. Kepingan pil hijau itu perlahan hancur menjadi debu, meninggalkan tiga tetes cairan zamrud keemasan yang memancarkan aura kehidupan yang sangat kental.
Alih-alih menelannya untuk meningkatkan kultivasi Qi, Lin Tian memiliki rencana lain. Ia tahu batas terbesarnya saat ini bukanlah jumlah Qi, melainkan wadahnya. Akar Spiritual Kelas Kayu Busuk miliknya. Meski sistem bisa memurnikan Qi, kecepatan penyerapan alami tubuhnya terhadap energi alam masih sangat lambat.
"Sistem, bisakah Esensi Pondasi Murni ini digunakan untuk merekonstruksi Akar Spiritualku, dipadukan dengan sisa Esensi Api Jantung Bumi di tubuhku?"
[Menghitung probabilitas fusi...]
[Ding! Probabilitas keberhasilan: 100%.]
[Memulai Proses Evolusi Akar Spiritual...]
Tiga tetes cairan zamrud itu langsung meresap menembus kulit telapak tangan Lin Tian, melesat lurus menuju tulang belakangnya tempat akar spiritual bersemayam.
Rasa sakit yang luar biasa seketika meledak. Rasanya seolah tulang belakangnya dicabut paksa, dibakar dalam tungku pandai besi, lalu ditanam kembali. Akar spiritual aslinya yang layu dan berwarna keabu-abuan (Kayu Busuk) mulai disirami oleh esensi kehidupan dari pil pembentuk pondasi.
Pada saat yang sama, sisa panas dari Teratai Api Jantung Bumi bangkit, membakar bagian kayu yang busuk hingga menjadi abu, namun menyisakan inti kayu yang paling tangguh. Abu itu kemudian menyatu dengan nyala api.
Di dalam kesadarannya, Lin Tian melihat sebuah keajaiban. Akar spiritualnya tumbuh kembali, bukan lagi kayu mati, melainkan sebuah cabang kayu spiritual berwarna merah keemasan yang terus-menerus memancarkan api tanpa pernah terbakar habis.
[Evolusi Berhasil!]
[Akar Spiritual Inang telah berevolusi dari 'Kelas Kayu Busuk' menjadi 'Akar Spiritual Kayu-Api Inti Bumi' (Kelas Bumi Tingkat Tinggi)!]
[Akar Spiritual ganda (Kayu & Api) ini memberikan Inang afinitas mutlak terhadap elemen api dan potensi tertinggi dalam seni Alkimia.]
Lin Tian membuka matanya. Ia tidak naik tingkat malam ini, namun senyum di wajahnya jauh lebih cerah daripada saat ia menembus Tahap 5. Akar Spiritual Kelas Bumi! Ini adalah bakat yang akan membuat para tetua sekte bertarung darah untuk menjadikannya murid inti. Kecepatan kultivasi alaminya kini setidaknya seratus kali lebih cepat dari sebelumnya.
Fondasi menuju puncak kini telah tertanam kokoh.
Keesokan paginya.
Puncak Awan Surgawi, wilayah inti Sekte Awan Azure, benar-benar merupakan dunia yang berbeda. Berbeda dengan wilayah luar yang kumuh dan sesak, Sekte Dalam dihiasi oleh air terjun energi spiritual, jembatan giok putih, dan burung-burung bangau yang beterbangan di antara awan. Kepadatan Qi di sini lima kali lipat lebih tebal; setiap tarikan napas terasa manis.
Namun, di balik keindahan ini tersembunyi hukum rimba yang lebih kejam. Para murid dalam yang lewat menatap Lin Tian dan sembilan murid baru lainnya dengan tatapan merendahkan, layaknya bangsawan melihat kaum proletar.
Alih-alih pergi ke Aula Penerimaan Murid untuk mendaftar faksi atau mencari gua kultivasi seperti murid baru lainnya, langkah pertama Lin Tian setelah mendapatkan lencananya adalah menuju sebuah bangunan megah berbentuk pagoda sembilan lantai di sudut utara sekte.
Paviliun Pustaka Kuno.
Tempat ini menyimpan ribuan tahun sejarah, gulungan teknik, dan catatan sekte. Berbekal lencana murid dalam, ia bisa mengakses lantai pertama secara bebas.
Rak-rak kayu gaharu raksasa menjulang tinggi, dipenuhi gulungan bambu, buku kulit binatang, dan giok memori. Bau debu dan kertas kuno memenuhi udara.
"Sistem," gumam Lin Tian sambil berjalan di antara lorong-lorong rak yang sepi. "Pindai seluruh lantai ini. Cari frekuensi energi spiritual yang identik dengan fragmen memori Lin Chen yang kita temukan di area pembuangan."
Lin Tian tahu bahwa mencari nama "Lin Chen" di indeks catatan adalah hal bodoh. Nama itu telah menjadi tabu, kemungkinan besar semua catatan resminya telah dihapus oleh para petinggi sekte. Namun, aura yang tertinggal pada sebuah benda tidak bisa berbohong di hadapan Sistem Pengekstrakan.
[Memindai... Radius 50 meter... 100 meter...]
[Ding! Mendeteksi kecocokan gelombang spiritual sebesar 99.8%.]
[Arah: Sudut rak paling belakang, Rak Geografi Benua Bawah, baris ketiga.]
Lin Tian segera melangkah ke arah yang ditunjukkan sistem. Di sudut yang gelap dan tertutup sarang laba-laba, ia menemukan setumpuk gulungan bambu usang yang membahas topografi pegunungan tak berpenghuni.
Ia menyentuh salah satu gulungan bambu yang kondisinya paling parah, setengah lapuk dimakan usia.
"Ekstrak anomali tersembunyi," batin Lin Tian.
Cahaya sistem berpendar sangat redup di ujung jarinya. Gulungan bambu itu bergetar pelan. Tulisan tinta biasa di atas bambu itu memudar, digantikan oleh susunan rune berwarna perak bercahaya yang langsung melesat masuk ke dahi Lin Tian.
[Ding!]
[Berhasil mengekstrak Pesan Rahasia (Dienskripsi dengan Jiwa).]
[Membuka pesan...]
Di dalam benak Lin Tian, bayangan sosok agung dan arogan Lin Chen kembali muncul. Kali ini, bayangan itu berbalik, menatap lurus menembus kehampaan seolah sedang berbicara langsung dengan penerus garis keturunannya.
"Jika kau dari klan Lin dan bisa membaca pesan ini, berarti kau telah membangkitkan metode pernapasanku. Sekte Awan Azure hanyalah kandang babi yang dibutakan oleh keserakahan. Mereka tidak tahu apa yang tersembunyi di bawah kaki mereka," suara Lin Chen bergema angkuh.
"Di dasar Tebing Pemecah Hukuman, area terlarang Sekte Dalam, aku meninggalkan kunci menuju Makam Pedang Kaisar Kuno. Ambillah kunci itu sebelum para anjing tua di paviliun tetua menyadarinya. Jangan biarkan warisan sejati klan Lin jatuh ke tangan sampah."
Mata Lin Tian berkilat tajam. Tebing Pemecah Hukuman. Itu adalah tempat di mana murid-murid berdosa dibuang untuk mati oleh hembusan Angin Astral yang mencabik-cabik tulang.
Sebelum Lin Tian sempat mencerna informasi itu sepenuhnya, sebuah suara dingin dan penuh nada mencemooh terdengar dari ujung lorong rak buku.
"Jadi ini tempat tikus got bersembunyi. Sibuk mencari teknik tingkat rendah karena tahu hidupmu tidak akan lama lagi, Lin Tian?"
Lin Tian berbalik dengan tenang. Di sana, memblokir satu-satunya jalan keluar dari lorong sempit itu, berdiri Wang Jian. Jubah putihnya berdesir tanpa angin, dan fluktuasi Qi Tahap 9 Puncak mengurung Lin Tian seperti jaring laba-laba baja. Di belakangnya, Han Lin berdiri sambil tersenyum sinis.